Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#Athes and the geng (Flashback 03)


__ADS_3

"Apa yang kau lihat?"


Tubuh Ara tersentak kaget ketika berbalik ia melihat Javier sudah berdiri di belakang tubuhnya dengan memasukan kedua tangan nya ke saku.


"Ini kamar Jonathan. Sedang apa kau di sini?" tanya nya lagi.


"A-anu Tuan ... saya ..." Ara menggaruk kepala nya bingung.


Dan Jonathan pun menoleh ke arah pintu yang setengah terbuka kala mendengar suara Javier. Pria itu pun berjalan keluar kamar.


"Ara ..."


Ara pun berbalik menatap Jonathan. "Jon ..."


Javier hanya menatap bergantian mereka berdua.


"Kalian punya hubungan kan sebelumnya?"


"Hah?" ucap Ara dan Jonathan bersamaan menatap Javier.


Dan Javier pun baru ingat Sky pernah bercerita soal hubungan Jonathan dan Ara. Javier tidak tahu kalau Ara yang di maksud adalah baby sitter anaknya sendiri.


"Bereskan masalah kalian dan jangan sampai masalah kalian menganggu pekerjaan di sini." Javier melengos begitu saja melewati keduanya.


Kalimat Javier terkesan di tujukan untuk Ara, bukan Jonathan. Karena pekerjaan apa yang Jonathan lakukan di mansion selain membuat heboh tidak jelas, apalagi setelah kematian mudork jarang sekali ada peperangan terjadi.


Javier berjalan membuka pintu utama untuk pergi ke kandang Glory dan Gery, Maxime dan Arsen pasti ada di sana.


Tapi ketika pintu terbuka tujuh orang pria sedang duduk di lantai depan, ada juga yang sampai tiduran di lantai dengan nafas tersenggal, dada mereka naik turun karena kelelahan, wajahnya merah dengan keringat memenuhi pelipisnya.


Javier menggeleng. "Kalian membuat ulah apalagi?!!"

__ADS_1


Sontak semua orang pun mendelik ke arah Javier seakan tidak terima dengan pertanyaan tersebut.


"Coba sekali lagi bilang!! aku tidak mendengar!!" kesal Keenan dengan nafas nya yang masih terengah-engah.


"Bukan kami yang membuat ulah, tapi anakmu Javier!!" sambung Philip lalu mengusap keringat di pelipisnya dengan tangan.


Dan Sky pun keluar dengan Kara menghampiri mereka semua.


"Kakak kenapa?" tanya Kara heran melihat Keenan mandi keringat.


"Tidak bisakah aku mempunyai ponakan yang baik, Kar?!!" Ponakanku tinggal bersama Maxime malah menjadi anak nakal!!" sahut Keenan dengan mendelik sebal ke arah Javier.


"Hei berani sekali kau bilang putraku nakal!!" kesal Sky yang tidak terima.


"Berhentilah berdebat, lebih baik berikan kami minum!!" ucap Philip.


"Ya, kami kehausan," sambung Sergio.


Keenan, Philip dan yang lain pun hanya menatap kepergian mereka dengan berdecak kesal.


"Dulu Sky sangat ramah dan baik, sekarang gadis itu sama-sama menyebalkan seperti Tuan Javier!" gumam Aiden.


"Ya, kau benar," sahut Samuel.


Athes menyikut Sergio di sampingnya. "Dompetmu bukan?" tanya Athes seraya menunjuk dompet hitam dengan dagu nya yang tergeletak di aspal halaman mansion.


Sergio pun meraba-raba celana nya dan benar dompetnya tidak ada. Pria itu mendegus karena sebenarnya malas untuk jalan lagi mengambil dompet, ia sudah sangat kelelahan.


Tapi tetap saja ia beranjak dari duduknya mengambil dompet itu dan ketika kembali berbalik tak sengaja ia mendongak mendapati Jonathan dan seorang gadis sedang mengobrol di balkon.


Sergio menyipitkan matanya, berusaha memastikan pria itu Jonathan atau bukan.

__ADS_1


Setelah ia yakin dia Jonathan Sergio pun melambaikan tangan memanggil Philip dan yang lain.


"Ada apa?" tanya Nicholas.


"Cepat kesini!!" ucap Sergio setengah berbisik.


Dan mereka pun dengan malas mendatangi Sergio dan langsung mendongak ke atas.


Semua orang terkejut, mereka tahu gadis itu baby sitter Maxime dan yang lain tapi kenapa bisa bersama dengan Jonathan.


"Kenapa dia bisa mengobrol dengan gadis itu?" tanya Philip.


"Tunggu-tunggu ... aku seperti mengenali gadis itu," ucap Aiden seraya menyipitkan matanya.


"Dia ... dia kan Ara. Mantan Jonathan," lanjut Aiden.


"APA?!!" teriak yang lain serentak seakan tak percaya dengan apa yang di katakan Aiden.


Teriakan mereka terdengar ke atas balkon, walaupun sedikit samar tapi Jonathan dan Ara masih bisa mendengarnya.


Mereka berdua yang semula duduk berbincang-bincang kini beranjak dan menunduk melihat siapa yang bersuara tadi.


Jonathan pun mendengus melihat pasukan nya berada di bawah semua dengan mata mereka menatap dirinya penuh tanda tanya.


Pria itu pun berbalik hendak turun ke bawah tapi Ara menahan tangan nya.


"Jon, bagaimana? apa kita tidak bisa kembali bersama?" tanya Ara.


"Kau yang memutuskan hubungan kita karena memilih pria lain. Lebih baik pria itu yang kau ajak hidup bersama denganmu!" sahut Jonathan seraya menepis pelan tangan Ara yang melingkar di lengan nya.


Pria itu pun pergi meninggalkan Ara yang hanya bisa mematung di balkon.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2