Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#41


__ADS_3

Sky tiduran di samping Javier dengan satu tangan Javier di jadikan bantalan dan satu tangan laki laki itu sibuk memainkan jari jemari istrinya.


Setelah ciuman panjang itu suasana kembali hening, mereka larut dengan pikirannya masing-masing.


Javier baru mendapatkan informasi kalau pak Liam sudah berada di rooftop hotel dengan membawa enam helikopter dan puluhan anak buah Javier yang lain.


Javier merasa tenang, biar lah pria asing itu berjibaku dengan Athes, sekretaris Han dan yang lain nya. Karena Javier yakin pria asing itu pasti kalah jumlah dengan anak buah yang di bawa Pak Liam.


Dan sekarang, biarlah dirinya santai bersama Sky di kamar.


"Javier," panggil Sky seraya mendongak ke arah suaminya.


"Hm?"


"Kenapa mereka menyerang kita?"


"Aku belum tau, aku akan mencari tau setelah kita pulang nanti."


Sky mengigit bibir bawahnya ada pertanyaan lain tapi ia sedikit tidak enak menanyakan hal itu.


"Ada apa? Kau boleh tanya apapun." Javier tahu ada banyak hal di kepala istrinya yang ingin gadis itu tanyakan.


"Eumm... sejak kapan kau... pernah membunuh seseorang?"


"Saat itu umurku dua puluh tahun. Aku dan sekretaris Han bertengkar dengan preman jalanan."


"Kenapa?"


"Karena aku berusaha menyelamatkan ayah babi."


"Ayah babi?" sky mengerutkan dahinya tidak mengerti.


"Philip." Jawab Javier membuat Sky spontan tertawa.


Dan Javier ikut tersenyum melihat istrinya tertawa.


Jadi yang dimaksud ayah babi itu, Philip. Memang benar bukan, Philip itu ayah momo. Si anak babi yang selalu bersuara tanpa tahu tempat.


"Seandainya aku tahu yang aku selamatkan itu orang gila seperti Philip, aku akan membiarkannya mati saja. Dia selalu membuat ku sakit kepala."


"Bagaimana dengan Thomas?


"Aku bertemu dengan Thomas karena Pak Liam. Saat itu kami butuh hacker yang hebat, Pak Liam membawa Thomas dan akhirnya kami berteman."


"Sekretaris Han?" tanya Sky kembali.


Javier tersenyum, mengapa Sky begitu penasaran dengan hidupnya sekarang.


"Dia teman kecilku, kami tumbuh bersama karena Han yatim piatu. Sebenarnya Han punya adik perempuan. Dia dan adiknya tinggal di rumahku, tapi saat umur adiknya tujuh belas tahun dia kecelakaan dan meninggal."


Sky tidak tahu kalau hidup Sekretaris Han se sedih itu. Di tinggalkan kedua orang tua dan adik satu satunya.


"Kau melihatku membunuh seseorang, bagaimana perasaanmu?" Kini giliran Javier yang bertanya.


"Dari awal kau hampir membunuh ayahku, aku tidak terlalu terkejut melihatmu membunuh pria asing itu."


"Karena aku tau kau kejam," lanjut Sky sedikit menyolot.


Javier terkekeh. "Kalau aku tidak kejam, aku tidak akan bisa mendapatkan mu."


"Lalu Carla?" tanya Sky.


"Aku sudah cerai sekarang."


"Kau benar-benar menikah karena masalah bisnis?"


Javier mengangguk.


"Kenapa kau mempermainkan perasaan orang lain?"


"Ini sudah biasa, Sky. Dari kasus yang lain ada yang sampai jatuh cinta. Tapi tidak dengan pernikahanku dan Carla. Kami benar benar menikah karena bisnis."


"Jadi kau belum pernah serius tentang hubungan?"


Javier terdiam dengan pertanyaan Sky yang satu ini.

__ADS_1


Ia pernah hampir menikahi Zivania sebelum akhirnya gadis itu melarikan diri untuk menjadi model.


"Tidak perlu bahas itu. Bahas yang lain saja."


Jawaban dari Javier membuat Sky memandang bingung suaminya, ada apa? ada yang salah dengan pertanyaannya?


Sky akhirnya mengalah dan mengangguk saja.


"Bagaimana denganmu? kau pernah jatuh cinta?" tanya Javier seraya mengelus pipi Sky.


"Belum."


"Benarkah?"


Sky mengangguk.


"Kau belum mencintaiku?" tanya Javier.


"A-aku..."


"Ralat... bukan cinta, mungkin suka? kau belum menyukaiku?"


Aku saja tidak paham dengan isi hatiku sendiri... Aku harus jawab apa.


Javier tersenyum dengan tangan yang tidak henti mengelus lembut pipi istrinya.


"Tidak perlu jawab sekarang. Aku akan menunggu."


Sky mengangguk pelan.


DOR


Suara tembakan kembali terdengar, Sky terlonjak kaget. Javier segera memeluk tubuh istrinya.


"Sepertinya dari lantai bawah," ujar Javier.


"Sky kau tahu... aku bertemu wanita hamil berkumis di lantai bawah." Javier berusaha mengalihkan rasa takut istrinya dengan mengajaknya berbicara walaupun yang di bahas tidak penting.


Sky kembali mendongak. "Benarkah?"


"Mungkin dia sodaranya iis dahlia, artis dangdut dari indonesia."


Javier menahan senyumnya, bisa bisanya otak Sky sampai ke sana. Sodaranya iis dahlia? hadeh... Padahal yang Javier maksud itu Sergio.


"Sky... jangan terlalu dekat dengan Athes dan yang lain."


"Kenapa?"


"Aku takut kau gila seperti mereka."


"Kau juga dekat dengan Philip tapi tidak gila," Jawab Sky membuat Javier menghela nafas. Istrinya pintar sekali menjawab.


"Tuan Javier... Tuan Javier... Hallo... cek.. cek... panggilan kepada tuan Javier..."


Suara itu berasal dari earphone dan yang berbicara Philip.


"Ada apa?"


"Pulang lah. Semuanya sudah selesai, mereka sudah mati," ujar Thomas.


"Apa anak buahku ada yang menjadi korban?" tanya Javier.


"Tidak ada."


"Bagus. Suruh yang lain ke rooftop."


"Siap."


"Sky kita pulang sekarang"


"Oke."


Sky hendak bangun tapi Javier malah menarik bahu gadis itu sampai tertidur kembali.


Javier mencium Sky lagi, ciumannya terus berpindah dari bibir ke pipi sky lalu beralih ke telinga gadis itu dan berakhir di leher putih istrinya.

__ADS_1


Sky mengerang, ini geli luar biasa. Apalagi Javier mengigit leher Sky.


Javier tersenyum kala melihat tanda merah hasil maha karyanya di leher istrinya itu. Apalagi Sky tidak memberontak.


Javier mengecup bibir Sky. "Kau mau lagi hm? aku bisa menyuruh yang lain menunggu kita."


"Ti-tidak. Kita pulang saja." Sky berbicara seraya mengalihkan pandangannya menahan malu.


Javier dan Sky pun keluar dari kamar. Pria itu tak henti hentinya tersenyum, ia ingin segera memamerkan hasil maha karya nya itu kepada yang lain.


"Tuan apa anda baik baik saja?" Tanya Pak Liam.


Kini mereka sudah berada di rooftop hotel dengan dua helikopter mendarat disana dan sisanya terbang di udara.


"Aku baik baik saja."


Pak Liam mengangguk kepala dengan senyuman dan ketika ingin menyapa Sky penglihatan Pak Liam berhenti di leher istri tuannya itu.


Ia memandang Sky lalu beralih memandang Javier.


Pria itu hanya tersenyum seraya menaikkan kedua alisnya bangga.


Pak Liam pun ikut tersenyum, ia senang jika hubungan Javier dan Sky sangat baik.


"TUAN... TUAN...KITA MENANG... TUAN..."


"HOREEEE... KITA MENANG... KITA MENANG..."


Javier dan Sky membalik ke arah suara. Begitu terkejutnya Sky kala melihat penampilan Athes and the geng.


Aiden berubah menjadi penjual bubur, Sergio berubah menjadi wanita hamil lengkap dengan Wig panjang dan lipstick merah di bibirnya.


Athes berubah menjadi koki dengan memegang wajan di tangannya, Nicholas memakai seragam OB hotel dengan memegang sapu.


Samuel memakai seragam satpam dan Jonathan memakai bathrobe dengan rambutnya yang basah karena baru selesai keramas.


"ADA APA INI? KENAPA KALIAN---" Javier menggantung kalimatnya beralih memandang Sekretaris Han meminta penjelasan.


Sekretaris Han mengangkat kedua bahunya seolah olah berkata aku juga bingung dengan sikap mereka.


"TUAN KITA MENANG... HOREEE!!!"


Mereka berenam meloncat loncat girang dengan penampilan aneh mereka. Sky tertawa melihat penampilan mereka semua.


Ia melirik ke arah Sergio, Oh jadi itu wanita hamil berkumis yang dimaksud Javier.


Pak Liam hanya bisa menggelengkan kepala.


"Aku menyuruh kalian menjadi anak buahku!! bukan menjadi orang gila seperti ini!!"


"Tuan... kita harus pintar memanipulasi keadaan bukan?" jawab Aiden.


"Ya, aku setuju. Lihat wajahmu dan sekretaris Han, Tuan. Ada luka. Dan lihatlah kami, kami membunuh tanpa melukai diri kami sendiri," ujar Jonathan dengan bangga.


"Yang terluka bukan fisik kalian!!" jawab Sekretaris Han.


"Tapi otak kalian!!" lanjutnya dengan menatap sinis ke arah mereka.


Sky berjalan menghampiri Sergio mengelus perutnya membuat Javier dan Pak Liam saling memandang. Untuk apa Sky mengelus perut yang isinya bahkan tidak tahu apa.


"Hamil berapa bulan?" tanya Sky.


"Tujuh bulan sis," jawab Sergio dengan mengubah suaranya lebih kemayu agar seperti perempuan.


Sky terkekeh mendengarnya, begitu pula dengan Athes dan yang lain.


"Ini isinya apa?" tanya Sky kembali.


"Makhluk halus sis." Semua orang kembali terbahak bahak mendengar celetukan Sergio.


Hanya Javier dan sekretaris Han yang tidak ikut tertawa.


***Bersambung...


Coment juga dong jangan vote aja 😌***

__ADS_1


__ADS_2