Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#159


__ADS_3

"Kau!!" ucap Xander melebarkan matanya kala melihat Javier di dalam kamar Sky.


"Kenapa kau ada di sini?!!" lanjut Xander.


"Aku memang tidur bersama istriku," sahut Javier.


"Apa Sekretaris Set*n mu itu juga ada di sini?" tanya Keenan seraya mengedarkan pandangan nya ke kamar Sky. Siapa tahu Sekretaris Han sedang sembunyi.


"Dia di hotel," jawab Javier.


"Kau, keluarlah dari kamar anakku!!" bentak Xander.


"Tidak mau, karena di kamar ini juga ada anakku. Ada dua malah," sahut Javier santai.


Sky menghampiri mereka semua.


"Kau baik-baik saja, Sky?" tanya Xander panik.


"Aku baik-baik saja, Dad."


Xander kembali menatap tajam Javier yang dengan santai nya melipat keduan tangan di dada seraya tersenyum.


"Keluar," ucap Xander. "Jangan sampai aku menyuruh satpam mengeluarkanmu!!"


"Aku akan membunuh satpam itu kalau sampai dia memaksa ku jauh dari anak-anakku."


"Lalu kau akan membunuhku juga karena aku memintamu keluar baik-baik dari mansion ini?" tanya Xander.


"Ah, tidak mungkin aku membunuh Ayah mertua."


"Menjijikan!!" Sahut Xander.


Sky hanya bisa menggelengkan kepala melihat pertengkaran mereka.


"Oh ayolah Ayah mertua, kita bisa minum kopi bersama dari pada bertengkar seperti ini ..."


"Tidak, aku tidak mau!!"


"Kau sedang mencari siapa sial*n?" tanya Javier yang melihat Keenan celengak-celinguk tidak jelas.


"Sekretaris set*n mu itu. Dia selalu mengikutimu kemanapun kau pergi!! aku yakin dia ada di sini!!"

__ADS_1


Javier mendengus. "Tidak ada Sekretaris yang mengikuti Tuan nya tidur bod*h!!"


Xander berdecak. "Kenapa kalian malah bertengkar di mansionku? Aku menyuruhmu untuk pergi Javier!!"


"Akhh!!"


"Sky ..."


"Sayang kenapa?"


Tanya mereka panik melihat Sky memegang perutnya.


"Aku dan twins sepertinya kelaparan. Kami ingin makan sesuatu di pagi hari, bukan melihat keributan yang tidak jelas ini."


Xander dan Javier menghembuskan nafas, mereka pikir Sky akan lahiran.


Sky, Xander dan Keenan duduk di meja makan menunggu Javier menyiapkan sarapan. Pria itu memohon kepada Xander agar melayani istri dan anak-anaknya.


Apalagi Javier tidak kebagian melayani istrinya ketika ngidam.


"Apa masih lama?" teriak Xander.


"Sebentar lagi," sahut Javier.


"Si set*n ini lagi," gumam Keenan.


Sekretaris Han melayangkan tatapan kebencian kepada Keenan lalu menoleh ke arah Sky.


Keenan juga melakukan hal yang sama. Dia juga tidak suka dengan Sekretaris Han.


"Apa kabarmu Sky?"


"Baik, Kak. Perutku sangat besar lihat." Sky menunjukan perutnya kepada Sekretaris Han.


Sekretaris Han mengulurkan tangan nya hendak menyentuh perut gadis itu tapi sebuah pisau melayang ke arahnya. Dan untungnya Sekretaris Han handal menangkap pisau itu.


Xander sudah biasa melihat pisau melayang tapi Keenan, jangan tanya seberapa kagetnya pria itu sampai mulutnya terbuka melihat lemparan pisau dari Javier.


"Jangan berani menyentuh anak-anakku!!" kesal Javier yang melihat tangan Sekretaris Han hendak menyentuh si kembar di dalam perut Sky.


Sekretaris Han menatap tajam ke arah Javier seraya tersenyum sinis lalu melempar lagi pisau itu dan Javier dengan cepat menangkapnya.

__ADS_1


"Kepar*t malah melempar balik!!"


Javier melempar lagi pisau itu dan kini Xander yang menangkap nya.


"Lemparan mu kurang!!" Ia melempar lagi pisau nya ke arah Javier.


"Ah benarkah?" tanya Javier yang melempar pisau itu kini ke arah Xander tapi yang menangkap Sky Alexander.


Semua orang terkejut melihat tangan Sky yang lihai menangkap pisau padahal mata nya tertuju ke arah Keenan yang mulutnya terbuka karena kaget melihat sesi lempar pisau di pagi hari.


"Sky ..." gumam Javier melebarkan matanya tak percaya, kenapa istrinya bisa menangkap pisau itu.


Sky menarik ujung bibirnya tersenyum. "Tangkap Keenan ..."


"TIDAK!!" Keenan langsung masuk ke kolong meja makan dari pada harus menangkap pisau itu. Sky dan Keenan duduk berhadapan lalu gadis itu meminta nya menangkap pisau, bagaimana jika pisau itu mendarat di wajahnya.


Sky terkekeh pelan lalu menyimpan pisau itu di meja.


"Dad, aku sangat lapar."


Xander menoleh ke arah Javier. "Apa kau tidak dengar anakku dan cucuku ini kelaparan!! lama sekali kau ini!!"


"I-iya sebentar." Javier masih menatap bingung istrinya. Apa ia tidak salah lihat, Sky menangkap pisau. Kenapa bisa.


Ah tapi pria itu harus melanjutkan masaknya dulu sebelum bertanya siapa yang mengajari istrinya seperti itu.


Tak lama kemudian makanan pun jadi. Javier membawa bubur ayam pesanan Sky. "Silahkan Tuan putri," ucapnya dengan tersenyum hangat menyimpan bubur itu di depan Sky.


Dan ia membawa nasi goreng pesanan Xander. "Silahkan Ayah mertua ..."


Xander hanya berdecak kesal menatap Javier. Tapi tetap saja nasi goreng nya di makan.


Dan Javier makan sandwich bersama Sekretaris Han.


"Makananku mana?" tanya Keenan yang melihat Javier hanya menyimpan makanan untuk Xander dan Sky saja.


"Tuh ... di tempat sampah!!" sahut Sekretaris Han menunjuk tempat sampah dengan dagu nya.


Keenan menatap kesal. "Mukamu yang seperti sampah set*n!!"


Keenan dengan kesal pergi ke dapur. Sudah nunggu lama ia pikir akan di buatkan sarapan eh malah tidak di anggap.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2