
Mereka benar-benar tidur di ruangan itu sampai pagi hari, untung saja sofa nya lebar, cukup untuk tidur berdua.
Javier hanya memakai bawahan hitam saja sementara atasan nya di biarkan polos dan Sky sudah memakai baju lagi.
Mereka masih tiduran di sofa dengan Sky di pelukan Javier.
"Mau lanjut tidur di kamar sayang?" tanya Javier.
Sky menggeleng. "Engga, By."
Javier mengelus lembut rambut istrinya itu. Lalu Sky penasaran dengan satu hal.
"Apa kau pernah membawa Zivania datang ke sini?" tanya Sky mendongak menatap suaminya.
"Tidak sayang."
"Kenapa?"
"Tempat ini tidak ada di pikiran ku saat aku bersama Zivania. Aku benar-benar melupakan tempat ini saat itu, di sini terlalu banyak kenangan ku dan Dad. Dan aku pikir akan menyakitkan jika aku datang lagi ke sini."
"Tapi ternyata tidak seburuk yang aku pikirkan ketika membawamu ke sini. Akan lebih baik jika aku membuat kenangan baru di tempat ini, bukan? seperti berc*nta denganmu misalnya."
"Heii!!" Sky memukul dada Javier sementara pria itu hanya terkekeh.
"Kau tidak tau tempat, huhh," hardik Sky.
"Memangnya kenapa? tidak harus di kamar setiap hari, sayang. Mungkin bisa saja nanti di dapur, di ruang tamu," pekik Javier dengan tersenyum.
Sky melebarkan mata, apa-apaan suaminya ini malah memperpanjang pembahasan tentang itu.
Javier berbisik di telinga Sky. "Aku ingin setiap sudut mansion ku mempunyai kenangan berc*nta denganmu."
"Astaga kau ini ..." Sky memukul lagi dada Javier beberapa kali sementara pria itu malah tertawa dan tertawa.
__ADS_1
"Ampun ... ampun ..." Javier menyerah, karena istrinya menggelitik tubuhnya.
Sky menghela nafas dan kemudian ia ingat sesuatu lagi.
"Oh iya, kita kan mau ke taman hari ini, By. Ayo mandi dulu ..." Sky langsung beranjak dari sofa membuat Javier melebarkan matanya seketika. Ah, kenapa istrinya tidak melupakan hal itu saja.
"Ayo, By ..." Sky mengulurkan tangan nya ke arah suaminya yang malah bengong menatap dirinya.
"S-sayang sepertinya taman nya tutup."
"Hei, ini hari minggu. Justru sekarang akan lebih ramai dari biasanya. Lagi pula aku dan Teddy sudah berjanji untuk bertemu hari ini, By. Kasian dia kalau harus menunggu terlalu lama ..."
Javier punya ide untuk mengagalkan rencana pergi ke taman nya. Ia pura-pura cemburu dan posesif terhadap istrinya saja.
"Aku melarangmu bertemu dengan si badut jelek itu!! kau harus diam di mansion hari ini!!" Javier berbicara serius kali ini.
Sky menaikkan satu alisnya, ada apa dengan suaminya ini tiba-tiba berbicara serius padahal kemarin malam ia setuju untuk pergi ke taman.
"Jangan membantah, Sky Alexander!!"
"Kau ini kenapa? itu kan hanya badut, jangan bilang cemburu dengan Teddy. Dia hadiah ulang tahun dari Liana."
"Oke ..." Javier mengalah.
"Oke, kita pergi sayang." Pria itu pun beranjak mengenggam tangan istrinya membawa nya ke kamar untuk mandi.
Pagi hari Sky benar-benar mengajak Javier ke taman. Dari sebelum berangkat Javier sudah gelisah sendiri, ia mencari-cari Athes and the geng agar bisa di jadikan badut beruang oleh nya.
Tapi entah kenapa, pagi ini suasana mansion sangatlah sepi. Sekretaris Han di kantor mengurus pekerjaan, Thomas dan Philip tidur di mansion kedua dan Athes and the geng entah pergi kemana.
Di sepanjang jalan Javier hanya fokus mengemudi.
"By ... lihat ini. Dia memberikan ku kalung bulan sabit untukku."
__ADS_1
Javier menoleh lalu berdehem. "I-iya sayang ... itu bagus."
Jelas bagus, dia sendiri yang memberikan nya.
Sky terus tersenyum seraya terus melihat dua kalung berbentuk bintang dan bulan sabit.
"Aku penasaran siapa seseorang yang ada di balik kostum badut teddy," ujar Sky membuat Javier melebarkan matanya.
Sky menoleh lagi ke arah Javier dengan penuh semangat menceritakan si Teddy.
"Kau tahu, By. Teddy kemarin menghiburku di taman, dia menari seperti anak kecil. Seperti ini." Sky menggoyangkan pinggulnya ke kanan ke kiri.
"Dan juga seperti ini." Sky kemudian menggoyangkan pinggulnya memutar.
"Dia lucu sekali, apalagi perut gendut itu, ahhh menggemaskan ..."
Javier menghela nafas terlihat panik, jangan sampai istrinya tahu dirinya lah yang berjoged kemarin.
"Aku sudah menyiapkan camera untuk berfoto bersama Teddy." Sky mengeluarkan camera kecil di tasnya.
"Kenapa terus diam sih, By?" tanya Sky.
Javier menoleh dengan gelagapan ke arah Sky. "Ah, itu ... tidak sayang, aku hanya fokus menyetir."
Padahal yang di pikiran Javier bagaimana caranya bertemu dengan Teddy di saat dirinya bersama Sky sekarang.
Apa ia harus menyuruh orang lain saja dan membayarnya.
Ya, mungkin cara itu bisa ia pakai untuk menyenangkan istrinya.
Dan lagi seseorang itu harus perempuan tidak boleh laki-laki. Javier takut Sky memeluk Teddy seperti kemarin.
Bersambung
__ADS_1