
Mereka sampai di negara M setelah terbang berjam jam menggunakan pesawat pribadi milik Javier De Willson.
Javier dengan setia mengenggam tangan Sky, mereka kembali menaiki mobil dengan formasi seperti biasa, mobil pertama Sekretaris Han, Javier dan Sky. Sisanya di mobil kedua.
Pesta yang di selenggarakan oleh O'Brien grup di gelar di sebuah hotel mewah di negara M.
Seperti rencana awal, Javier masuk bersama Carla. Carla terlihat menggandeng lengan Javier sementara di belakangnya Sky menggandeng lengan Jonathan.
Kedua pasangan itu masuk ke aula khusus para petinggi perusahaan ternama.
Sementara sekretaris Han, Athes dan yang lain berada di Aula yang lain. Yang di khususkan untuk sekretaris dan para bodyguard.
"Seandainya aku punya pacar, mungkin aku akan seperti mereka." Aiden melirik ke aula yang di isi oleh mereka para petinggi perusahaan yang membawa pasangan nya masing masing.
"Semua orang bisa punya pacar," jawab Sergio.
"Tapi tidak semua orang bisa membawa pacarnya ke tempat seperti ini," lanjutnya.
"Kau harus menjadi orang kaya dulu, Aiden. Dengan begitu wanita akan menempel seperti lem di tubuhmu," pekik Nicholas.
"Aku setuju dengan Nicholas." Kini Samuel yang berkomentar.
Athes datang menghampiri Aiden dan yang lain dengan membawa minuman dan juga cake di tangannya.
"Dari pada melihat mereka, lebih baik isi perut kalian. Makanan mahal sayang sekali untuk di lewatkan."
"Sekarang aku lebih setuju dengan Athes." Samuel pun melangkah mencari makanan yang ia suka.
"Ah, aku juga lapar." Sergio mengelus ngelus perutnya lalu ikut mencari makanan bersama Samuel.
Sekretaris Han berdiri tak jauh dari mereka dengan menyesap minumannya. Tapi tiba tiba ia mendengar suara dari earphone yang terpasang di telinga kirinya.
Ia menyimpan minumannya di meja.
"Ada apa?" tanya nya memegang earphone di telinga nya.
"Sepertinya ada hal yang mencurigakan." Suara itu berasal dari Philip yang berada di hotel lain di negara M.
Thomas dan Philip memang tidak ikut ke pesta itu, mereka bertugas untuk menyadap semua cctv yang ada di hotel tempat pesta di selenggarakan. Dan mereka sudah sampai di negara M tiga hari sebelum acara di mulai.
Mereka yang mengawasi pergerakan setiap tamu yang keluar masuk dari hotel itu.
Sekretaris Han pergi ke pojokan mencari tempat yang sepi agar tidak ada yang mendengar.
"Apa maksudmu?"
"Berhati hatilah dengan dua orang lelaki yang memakai dasi merah."
Sekretaris Han mengalihkan pandangan ke aula tempat dimana Javier dan Sky berada. Ia menyipitkan matanya berusaha mencari cari lelaki berdasi merah itu. Tetapi.
"Kau gil*!! Dua orang dari mana? ada puluhan yang memakai dasi merah itu. Dua orang yang mana yang kau maksud, Philip?!"
Philip di seberang sana menepuk jidat nya. "Iya juga!"
Thomas mendengus kesal di samping Philip, ia mengambil earphone di telinga ayah Momo itu dengan kasar.
__ADS_1
Betapa bodohnya Philip, dasi merah mencurigakan? Javier saja memakai dasi berwarna merah. Huh...
"Han, ada dua orang yang sedang berbincang. Yang lain membawa pasangan hanya mereka yang tidak." penjelasan dari Thomas.
Han mencoba melihat lagi ke aula utama.
"Yang satu memegang minuman berwarna biru, yang satu lagi berwarna merah."
"Aku melihatnya," jawab sekretaris Han.
"Sepertinya mereka sedang mengintai Javier."
Terlihat dari pandangan kedua orang itu diam diam memperhatikan Javier.
"Aku mengerti."
"Ngggookkk!!" suara momo terdengar di earphone sekretaris Han.
"Diam kau momo!!" bentak Thomas kepada Momo yang di gendongan Philip.
"Hei, jangan membentaknya!!" Philip menjauhkan momo dari Thomas.
Sekretaris Han menghela nafas dalam keadaan seperti ini Philip masih saja melibatkan Momo.
"Thom, hubungkan suaramu kepada Athes dan yang lain."
"Siap."
"Dengarkan aku."
Aiden dan Nicholas yang sibuk mengobrol langsung memegang earphone di telinga nya.
Hanya satu yang menjadi masalah. Jonathan lupa memasang earphone itu.
"Ada seseorang yang mencurigakan di dekat tuan Javier."
Athes dan yang lain mengedarkan pandangan mereka ke arah Javier lalu mencari cari dua orang mencurigakan itu.
"Mereka tidak membawa pasangan, satu orang memegang minuman berwarna biru dan satu lagi berwarna merah."
Athes dan yang lain fokus mencari cari dua orang itu sampai akhirnya mereka berhasil menemukan dua pria asing tak jauh dari tempat Javier yang sedang berbincang dengan rekan bisnis yang lain dan Carla yang masih setia menggandeng Javier.
"Aku yakin tidak hanya dua orang, mereka pasti membawa pasukan yang lain," lanjut sekretaris Han.
Athes dan yang lain masih setia mendengarkan.
"Nicholas, pergi ke lantai dua. Berjaga disana dan habisi siapapun yang mencurigakan!"
"Siap." Nicholas pun pergi dari kerumunan ke lantai dua.
"Samuel, pergi ke halaman hotel."
"Siap."
Samuel pun bergegas ke luar hotel, menjaga di halaman hotel untuk menangkap atau menghabisi siapapun yang berusaha mengintai tuan nya.
__ADS_1
"Sergio, kau pergi ke lantai tiga."
"Siap."
"Aiden, cari orang yang mencurigakan di parkiran."
"Siap."
"Jonathan, kau-"
"Tunggu, sekretaris Han," suara itu dijawab oleh Athes.
"Sepertinya Jonathan lupa memasang earphone nya."
Sekretaris Han melihat ke arah Jonathan yang sibuk makan ice cream seraya tertawa bersama Sky.
"Si*l!! Anak itu ceroboh sekali!!" kesal sekretaris Han.
Athes menyipitkan matanya menatap intens dua orang pria mencurigakan itu, salah satu dari mereka sedang mengeluarkan sesuatu dari jas hitam nya.
"Sekretaris Han..."
"Ya."
"Pisau!!"
Mendengar itu sekretaris Han dengan cepat melihat ke arah Javier dan Athes dengan cepat pula berlari ke arah Javier menubruk kerumunan orang orang yang menghalanginya.
"TUANN!!!" teriakan Athes yang berlari ke arah Javier mengundang perhatian semua tamu.
Thomas dan Philip yang melihat kejadian itu dari cctv hanya menatap layar laptop di depannya dengan intens. Mereka benar benar fokus tanpa mengedipkan mata menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Bahkan wajah mereka sangat dekat dengan layar laptop.
Mereka gugup dan tegang di waktu bersamaan. Philip merapatkan kedua tangannya seolah olah sedang berdoa untuk keselamatan Javier.
Akan kah Javier tertusuk pisau dari pria asing itu atau Athes akan berhasil menyelamatkan Javier.
"Ngggookkk!!"
Plakk
Dalam keadaan gugup dan tegang seperti ini Momo malah mengagetkan Thomas dan Philip sampai membuat kedua bahu mereka meloncat saking kagetnya dengan suara momo, alhasil bokong anak babi itu berhasil di tampar oleh Thomas.
"Jauhkan anak babi itu Philip!!" geram Thomas.
Philip pun melepaskan momo membiarkan anak babi itu bermain, sekarang ia tidak membela momo karena bokongnya di tampar oleh Thomas karena fokusnya untuk keselamatan Javier.
Dan yang terjadi di dalam aula.
Jlebb
Penusukan itu membuat satu aula menjerit seketika. Athes yang berusaha berlari ke arah tuan nya berhenti seketika melihat kejadian itu. Matanya membulat kaget, Javier cukup jauh dari jangkauan nya.
***Bersambung....
Coment yang banyak dong biar semangat nih😁***
__ADS_1