Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#157


__ADS_3

Javier tidak pulang, pria itu bersembunyi di balik semak-semak yang ada di taman bersama Sekretaris Han.


Jangan tanya seberapa kesalnya Sekretaris Han harus menunggu sampai tengah malam hanya untuk membantu Javier masuk lewat jendela kamar Sky. Dan lagi, tak henti-henti nya nyamuk mengigiti kulit mereka.


"Kapan kau akan naik?!! aku sudah tidak tahan dengan nyamuk-nyamuk ini!!" ucap Sekretaris Han seraya menampar bagian tubuhnya yang di gigit nyamuk.


"Sebentar lagi." Javier melihat jam di tangan nya. "Sepuluh menit lagi," lanjutnya.


"Ini sudah tengah malam," kesal Sekretaris Han.


"Kalau begitu kau awasi pengawal yang ada di sekitar sini, tembak saja kalau dia mengangguku naik," ucap Javier.


"Kalau aku menembaknya akan memancing Xander keluar karena jeritan mereka," sahut Sekretaris Han.


"Kalau begitu buat dia pingsan dengan obat yang kau tetesi di sapu tangan itu," pekik Javier.


Sekretaris Han hanya berdehem sementara Javier mulai berjalan mengendap-ngendap mendekati kamar Sky. Untung saja ada tangga di sana.


Perlahan ia menaiki anak tangga satu persatu dengan hati-hati sampai akhirnya ia berhasil sampai di balkon kamar Sky.


Misi meluluhkan hati Sky kali ini sangat sulit. Karena bukan hanya Sky yang harus di luluhkan tapi Xander juga.


Setelah berhasil sampai di balkon, Javier menghela nafas. Mencoba mengamati situasi, ada penjaga atau tidak. Dan ternyata tidak ada, dia aman.


Ia mencoba mendorong pintu perlahan dan betapa senangnya ketika pintu itu tidak di kunci.


Javier masuk mengendap-ngendap ke kamar Sky. Ia hanya melihat bantal dan guling di sana lalu Javier menoleh ke arah pintu kamar mandi. Sky pasti ada di dalam sana.


Agar tidak ketahuan oleh Sky, Javier memutuskan untuk masuk ke kolong kasur dan diam di sana.


Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka. Walau hanya bisa melihat kaki istrinya, Javier sudah sangat senang. Ia tersenyum seraya telungkup di kolong kasur.


Sky sedang sibuk sendiri di meja rias setelah selesai ia naik ke ranjang.


"Twins kita tidur ya ..." gumam Sky seraya tersenyum mengelus perutnya dan Javier di bawah sana juga ikut tersenyum.


"Oh iya lupa, Mommy belum minum susu."


"Bisa-bisanya kau lupa minum susu untuk si kembar, Mommy," gumam Javier sangat pelan di bawah sana.


"Oke, Mommy minum susu dulu." Sky beranjak kembali dari ranjang menyeduh susu di meja.


"Mau yang mana twins. Coklat atau strawberry?" tanya Sky berbicara dengan mengelus perutnya sendiri.

__ADS_1


"Ada rasa cherry tidak, Mommy?" sahut Javier pelan.


Javier terkekeh pelan, lucu sekali berbicara diam-diam bersama istrinya.


"Eumm ... coklat aja ya twins."


"Oke, Mommy," ucap Javier.


Sky pun meminum segelas susu lalu kembali ke ranjang.


"Kalian merindukan Daddy tidak?" tanya Sky.


Javier termenung seketika dengan ucapan Sky. Senang sekali rasanya mendengar Sky bertanya seperti itu kepada si kembar.


"Aku Mommy ... aku yang merindukan kalian," sahut Javier dengan mata berkaca-kaca.


...🏁 Mafia Gila 🏁...


Han mengirim satu foto.


Sekretaris Han mengirim foto Javier yang sedang menaiki tangga tadi.


Philip : Apa dia sudah bangkrut sampai harus menjadi pencuri?


Thomas : Kenapa dia memanjat tengah malam?


Aiden : Kenapa misi kali ini kita tidak di ajak?


Han : Tentu saja tidak di ajak, karena ini misi meluluhkan hati Sky dan Xander.


Jonathan : Xander pasti sulit memberi restu untuk Tuan Javier.


Athes : Ya, pasti Tuan Javier kesulitan meluluhkan hati Sky sekarang.


Philip : Ini alasanku tidak mau menikah. Masalah berdatangan ketika sudah menikah.


Thomas : @Philip bukan masalah yang berdatangan tapi mukamu yang terlalu jelek sampai tidak ada yang mau menjadi kekasihmu dan lagi tidak ada yang mau menjadi Ibu sambung Momo.


Philip : @Thomas, Kau berbicara seperti itu memangnya kau punya kekasih juga huhhh ... Lagi pula Momo tidak membutuhkan sosok Ibu sepertinya.


Nicholas : Punya, dia punya kekasih aku melihat isi chatnya bersama seorang perempuan.


Thomas : Diam kau Nicholas!!!

__ADS_1


Han : Javier berhasil masuk.


Samuel : Tuan Javier pintar memanjat.


Philip : Javier si monyet berotot 🐒


Han : Siapa pacarmu Thomas?


Philip : Ya, siapa?


Thomas keluar dari grup.


Han : manusia lakn*t. Malah keluar!!


Han telah menambahkan Thomas.


Athes : Thomas ketar-ketir, takut kekasihnya terbongkar.


Jonathan : @Nicholas, apa kau kenal pacar Thomas.


Nicholas : Aku tidak melihat wajahnya.


Samuel : Namanya ... siapa namanya?


Nicholas : Lupa.


Thomas keluar dari grup.


Philip : Lihat, dia tidak suka di jadikan bahan gibahan.


Jonathan : Nicholas yang memulai.


Nicholas : Aku hanya memberitahu berita baru saja. kenapa salahkan aku.


Han telah menambahkan Thomas.


Thomas keluar dari grup.


Han telah menambahkan Thomas.


Han : Jangan keluar lagi Thomas sial*n!!


Thomas : Sekali lagi saja. Bye 👋🏻

__ADS_1


Thomas keluar dari grup.


Bersambung


__ADS_2