
"Sayang masuk," perintah Javier lagi.
"Aku mau ikut konvoi juga, By. Kenapa aku tidak di bawa?"
Javier menghela nafas. "Ini khusus laki-laki. Nanti aku membawamu konvoi lagi aku janji, oke."
Tidak mungkin kan Javier bilang kalau mereka hendak menyerang dan membunuh.
"Huhh ..." Sky menekuk wajahnya.
Javier terkekeh gemas dan memainkan kedua pipi istrinya.
Sementara itu di atas motor Jonathan berbicara kepada Aiden.
"Seandai nya aku dan Ara seperti Tuan Javier dan Sky pasti aku se bahagia mereka," ucap Jonathan dengan wajah sendu.
"Ara lagi Ara lagi ... Move sial*n!! seperti tidak ada perempuan lain lagi di dunia ini!!" hardik Aiden.
"Aku bosan di mansion terus," ucap Sky.
"Kalau begitu buatlah pesta untuk kepulangan kami," jawab Javier.
"Benarkah?" Mata Sky berbinar senang. "Kita membuat pesta seperti hari itu di taman? bersama mereka?" Sky menunjuk mereka yang duduk di atas motor.
Javier mengangguk. Sementara yang lain saling melirik bingung kenapa tiba-tiba nyonya nya menunjuk ke arah mereka.
"Aku boleh tidak mengajak Chef Bara dan Chef Juna memasak di taman?"
Javier menghela nafas berusaha sabar padahal ia buru-buru harus pergi.
"Terserah kau saja, sayang. Mau ajak para pelayan yang lain juga."
Sky makin senang mendengarnya. "Bagaimana dengan Aliandra, boleh?"
Javier mendengus, kapan dia bisa berangkat kalau Sky masih berbicara.
__ADS_1
"Boleh sayang, boleh. Sekalian ajak semuanya saja," jawab Javier dengan menahan frustasinya.
"Oke."
Javier pun mencium Sky sebentar lalu kembali ke motor dan memakai helm. Ia menghidupkan mesin, memainkan gas motor sampai berderum beberapa kali lalu menoleh ke belakang dan menganggukan kepala.
Mereka semua pun menganggu kan kepala juga dengan artian mereka sudah siap.
Lima puluh motor keluar dari mansion, Sky melambaikan tangan di teras mansion kala melihat mereka semua keluar.
"Bye ... Hati-Hati ...," Teriaknya.
Mereka semua pun ikut melambaikan tangan ke arah Sky.
Di bawah bulan purnama rombongan motor Yakuza berhamburan di jalanan dengan pemimpin nya Javier De Willson berada di barisan paling depan. Deruman motor saling bersahutan dan beberapa dari mereka juga memainkan klakson.
Pengendara yang ada di depan mereka memilih menyisi karena bergidik ngeri kala mendengar deruman motor yang tak henti-henti.
Mereka yang berada di samping kiri dan kanan mengulurkan tangan nya dengan maksud pengendara umum yang berada di belakang mereka tidak boleh menyalip motor mereka.
Beberapa ada yang menurut dan membiarkan jalanan raya di kuasai lima puluh pengendara motor berjaket kulit hitam. Tapi tak sedikit yang mendumel kesal.
Sampai-sampai ada seorang lelaki yang berniat menghadang mereka berjalan ke tengah, hendak melakukan pemberontakan karena mereka di anggap menganggu. Tapi tiba-tiba.
Tiga tembakan di layangkan ke atas oleh Thomas. Alhasil lelaki itu kembali menyisi dengan tubuh gemetar ketakutan. Thomas tersenyum miring.
Di sepanjang jalan menuju markas mudork Javier terlihat fokus dengan jalanan tapi sebenarnya ia sedang memikirkan istrinya.
Langit itu seharusnya ada di atas.
Kenangan indah mu akan menjadi kenangan yang paling menyakitkan ketika kau mengingatnya.
Itu adalah kalimat yang di tulis oleh pemimpin Mudork. Pikiran Javier kacau mengingat kalimat itu. Perasaan takut dan khawatir setiap hari selalu memenuhi pikiran nya, hanya saja ia berusaha baik-baik saja di depan istrinya yang sekarang menjadi incaran utama Mudork.
Ia menghela nafas, menancap gas motor dengan kuat agar cepat sampai ke markas mereka. Yang di belakang pun ikut menyusul Javier yang sekarang melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Di mansion Sky, Bibi Gail dan Pak Liam sedang mengeluarkan beberapa alat masak dan membawanya ke taman.
Gadis itu tampak bahagia, hal yang tidak Sky tahu bahwa lima puluh orang sekarang sedang berusaha melindungi nyawa nya.
Jalanan mulai sepi, mereka masuk ke dataran tinggi di sebuah pegunungan. Di sepanjang jalan juga cukup gelap, hanya cahaya dari lampu motor mereka yang menerangi jalanan.
Tiba-tiba mereka di hadang oleh sebuah mobil dari depan. Sontak mereka semua berhenti.
Tujuh orang keluar dari mobil. Yang lain membuka helm mereka, hanya Javier yang masih menutupi wajahnya dengan helm.
"Siapa kalian?!" teriak salah satu dari mereka.
"Kenapa kalian memasuki wilayah kami?!!"
"Dan kau, buka helm mu!!" perintah mereka kepada Javier.
Javier enggan membuka helm karena identitas dirinya sebagai pemimpin Yakuza sudah pasti di kenali banyak orang.
Javier menggerakkan kepala nya ke belakang dengan maksud meminta yang paling belakang mengurusi mereka.
"Satu lawan satu bagaimana?" ucap Sekretaris Han kepada mereka.
Mereka tertawa meremehkan. Mereka tidak mengeluarkan senjata maka anggota Yakuza pun tidak mengeluarkan senjata nya.
Tujuh orang paling belakang menghampiri mereka.
BUGH
Salah satu anggota Yakuza tertendang sampai jatuh berlutut di lantai. Musuh tertawa, sebenarnya itu hanya pemanasan saja sampai akhirnya mereka memberikan pukulan bertubi-tubi ke musuh mereka.
Yang lain masih setia menonton, ketujuh anggota Yakuza berhasil melumpuhkan kaki mereka sampai tergelatak di lantai.
Brrrruummmm ...
Javier melajukan motornya dengan kecepatan tinggi melindas mereka yang tergeletak di aspal. Yang lain pun ikut melakukan hal sama seperti Javier.
__ADS_1
Alhasil ketujuh pria itu mendapatkan lindasan motor beberapa kali sampai muntah darah kala perutnya di lindas anggota Yakuza yang lain.
Bersambung