Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#76


__ADS_3

Javier menunggu Sky yang sedang di rias oleh pelayan. Dan pelayan yang merias Sky tentu saja salah satu pelayan yang bekerja di mansion nya. Javier tidak percaya dengan orang lain, ia hanya percaya dengan orang-orang yang bekerja untuk nya.


Javier mendengus melirik arloji di tangan nya. Sudah hampir satu jam Sky masih saja belum selesai.


Ini bulan madu mereka, Javier meminta pelayan merias Sky sebelum di terkam olehnya.


Akhirnya pria itu mengirim pesan kepada istrinya.


Sayang apa masih lama?


Dua menit kemudian pesan masuk dari Sky.


Baby gembul : Sebentar lagi


Kenapa lama sekali, kirimkan fotomu. Aku merindukanmu.


Baby gembul : Huhh ... tidak sabaran.


Akhirnya Sky pun mengirim foto dirinya yang sedang di make up.


Baby gembul : Baby gembul mengirim satu foto.


Javier segera membukanya.



Sky mengirim foto dirinya yang sedang di rias oleh pelayan dengan memonyongkan bibirnya.


Javier membulatkan mata melihat foto istrinya, pipi gembul dan bibir bulat Sky membuat dirinya ingin segera menerkam Sky.


Kau menggodaku ya? Kau minta di cium, Sky.


Baby gembul : Tidak, Tuan mes*m!!


Baby gembul : Baby gembul mengirim satu foto.


Javier kembali membuka foto istrinya.



Ia menghela nafas, katanya tidak menggoda tapi Sky malah mengirim lagi foto dengan bibir bulatnya itu.


Hentikan bibirmu itu atau aku akan memaksa masuk ke dalam!!


Bukannya takut Sky malah memancing suaminya dengan mengirim fotonya lagi. Gadis itu benar-benar tidak sadar sedang menggoda macan yang birahi.


Baby gembul : Baby gembul mengirim satu foto.


Dengan helaan nafas Javier terpaksa membuka foto yang di kirimkan istrinya. Ia kesal karena harus menunggu lama Sky yang sibuk di dandani dan makin kesal lagi melihat foto istrinya membulatkan bibir tapi tidak bisa mencium Sky.

__ADS_1



Sayang ... Hentikan!!


Baby gembul : Hahahaha


Setelah menunggu satu jam setengah akhirnya dua pelayan keluar dari kamar.


"Tuan, Nyonya sudah selesai. Kami permisi." Mereka membungkukan badan lalu pergi meninggalkan Javier.


Javier sudah tidak sabar, ia segera membuka pintu kamar dan melihat Sky sedang sibuk di depan cermin.


Pria itu tersenyum, Sky sangat cantik walaupun hanya di lihat dari belakang. Ia memakai gaun putih dengan rambut di gerai dan jepitan menempel di rambutnya.


Javier mengeluarkan ponsel dari sakunya.


"Sayang." Sky menoleh dan.


Cekrek


Tepat ketika Sky menoleh Javier memotret istrinya


"Ih kenapa tidak bilang kalau mau foto, aku belum siap itu pasti jelek!" Sky mengerucutkan bibirnya kesal berusaha mengambil ponsel dari tangan Javier.


Javier mengangkat tangan nya ke atas, Sky meloncat-loncat berusaha meraih ponsel itu.


"Tidak, sayang. Ini cantik."


"Diamlah. Mari kita lihat hasil fotoku."


Mereka pun menunduk melihat hasil jepretan Javier.



"Ih itu jelek!!"


"Tidak sayang, ini cantik."


Sky melompat-lompat lagi berusaha mengambil ponsel itu dan Javier terus memainkan ponselnya di udara seraya tertawa melihat istri pendek dan gembulnya itu meloncat-loncat.


Sampai akhirnya Javier pun melempar ponsel itu ke kasur, Sky hendak mengambil ponsel itu tapi ketika membalik, tangan nya malah di tarik oleh Javier dan berakhir dengan ciuman.


Pria itu memegang leher Sky agar tidak bisa menjauh darinya.


Beberapa menit kemudian Javier melepaskan ciuman nya. Ia memandang istrinya yang terlihat tampak gugup.


Javier membelai wajah Sky.


"Cantik."

__ADS_1


"J-Javier ..." Sky sangat gugup sampai berbicara terbata-bata.


"Apa sayang?" Javier berbicara dengan lembut seraya tangan tak henti mengelus wajah Sky.


"A-aku ..."


"Kau mau kabur hm? tidak akan bisa!! Kau tidak bisa kabur dariku gembul!!" Javier menepuk-nepuk pipi Sky lembut.


Sky mengerucutkan bibirnya. "Berhentilah memanggilku itu."


Javier tersenyum. "Aku suka gembulku ini."


Javier hendak membuka kancing bajunya, Sky yang melihat itu langsung menahan tangan Javier.


"By, sebentar. A-aku ..." Sky menggantung ucapannya, gadis itu sedang memikirkan cara untuk mengulur waktu.


"Apa hm?" Javier menarik sudut bibirnya tersenyum. Ah, mangsa di depan nya ini sangat menggoda.


"Remedial? iya, bukannya kita seharusnya remedial sebelum ujian?"


Setidaknya remedial tidak langsung membuat Javier mengirim benihnya.


"Aku ingin langsung ujian sayang. Kita tidak perlu remedial lagi."


Sky membulatkan mata, kenapa Javier menolak.


Javier tersenyum memegang wajah Sky dengan kedua tangan nya. "Jangan gugup, jangan takut."


"A-aku belum pakai parfum, sebentar ya."


Sky menjadikan alasan parfum untuk mengulur waktu, ia menghampiri meja rias dan menyemprotkan parfum di gaun nya.


"Sudah sayang?"


"Sebentar."


Sky menghela nafas seraya terus menyemprotkan parfum. Ia sangat gugup dengan malam ini, apa yang harus dia lakukan. Sky tidak mengerti apa-apa tentang bulan madu ini.


Bersambung


Ini Javier sama Gipsi tadi di pantai. Jangan tanya siapa yang fotoin. Karena sudah pasti Sky Alexander.


Gipsi ganteng ya ... Eh Javier maksudnya 😁


Gausah bilang ketuaan ya soalnya Javier De Willson ini umurnya tiga puluh tahun. Dan lagi mukanya emang gitu, sangar tapi lembut kalau depan Sky hehe. Dan Javier ini engga suka di foto, Sky fotoin dia diem-diem makannya di foto ini Javier engga liat ke camera.


Dan lagi, ini sama persis sama yang di cover yaa.


Kalau ga cocok boleh cari visual lain buat kalian. Terimakasih❤

__ADS_1



__ADS_2