
Lu Xiang melihat Adelia yang sibuk menghitung uang dari penjualan toko De Xiang hari ini dan tersenyum pasrah. Hingga saat ini, istrinya masih suka menghitung koin perak satu persatu dengan wajah ceria.
"Si kecil penyuka uang" Gumam Lu Xiang sembari memeluk istrinya dari belakang.
Adelia mendengar gumam suaminya dan mengangkat bahu acuh tak acuh. Siapa yang tidak menyukai uang. Pekerjaan yang tidak pernah bosan adalah menghitung uang pribadi.
"Kita mendapatkan hampir 900 koin perak hari ini. Itu hanya satu hari ini, berjualan di Fucheng memang berbeda, hehehe".
Lu Xiang terkekeh lucu, ia menghujani kecupan gemas pada istrinya dan kembali memeluk Adelia, menunggu hingga istri kecilnya selesai dengan pekerjaannya.
"Sayang".
"Hm?".
"Aku ingin kau memakan baju seksi yang beberapa malam yang lalu kau pakai. Apa kau memiliki model yang lain".
Bisikan rendah dan napas hangat di telinga Adelia membuatnya mematung, ia bahkan lupa hitungan di kepalanya. Ia baru mengetahui bahwa Lu Xiang akan blak-blakan dalam meminta sesuatu yang ia inginkan walaupun permintaan tersebut sangat memalukan.
"Ak-aku masih harus memberi instruksi pada Lu Mei tentang ku..." Suaranya meredam dibawah bibir hangat Lu Xiang.
"Jangan lari sayang. Aku tidak akan berbuat sesuatu padamu" Tatapan dalam dan liar Lu Xiang ketika melihatnya sembari membelai bibirnya yang memerah membuat Adelia semakin alarm peringatan.
"Aku... Aku" Adelia gugup hingga tidak bisa mengucapkan apapun yang ada di kepalanya.
Lu Xiang terkekeh dalam, ia menjilat bibirnya dan tersenyum lembut. "Kau tidak percaya pada suamimu sayang?".
Adelia masih ragu, ia sangat familiar dengan senyuman lembut namun tatapan buas penuh nafsu suaminya, ia tau bahwa malam ini ia tidak dapat bisa lepas dan memilih untuk bernegosiasi. Walaupun proses bercinta liar dengan Lu Xiang yang tidak bisa mengontrol gelora nafsunya memang begitu nikmat hingga membuatnya hilang akal namun hasilnya membuatnya tidak bisa bangun cepat esok hari karena tubuh lelah.
"Kau janji? Kau hanya akan melihatku saja?".
"Ya Adelia. Aku janji" Lu Xiang bahkan mengangkat tangannya seperti bersumpah.
"Ba-baiklah. Sekarang keluarlah. Aku akan menganti baju". Walaupun mereka sudah banyak melihat tubuh telanjang satu sama lain namun sangat canggung ditatap oleh orang ketika mengganti pakaian.
"Tidak. Aku hanya berbalik badan. Tenang saja aku tidak akan mengintip". Lu Xiang tau bahwa sekarang bukan waktunya menggoda dan menjahili istrinya sebelum keinginannya terpenuhi. Ia pun berbalik badan dengan sikap patuh.
Adelia menatap suaminya sesaat, memastikan bahwa Lu Xiang benar-benar tidak mengintip, ia pun mengeluarkan lingerie seksi dengan model yang sama namun berwarna merah.
__ADS_1
Adelia membuka pakaiannya dengan cepat namun karena gugup suaminya akan mengintip malah membuatnya durasi mengganti pakaiannya lebih lama dari biasanya. Ia akhirnya menghirup napas dalam berusaha tenang dan berbalik badan.
Sedikit Adelia tau bahwa ia keputusan buruk karena ia tidak tau bahwa Lu Xiang berbalik badan melihat tubuh ramping istrinya yang kini sedikit berisi dan perut buncit hamil yang menambah keseksiannya.
Napas Lu Xiang semakin berat dan memburu, matanya berkilat ingin menerkam dan memakan hidup-hidup istrinya namun ia menahannya agar Adelia tidak curiga
Namun tatapan kuat dan panas itu membuat Adelia curiga dan melihat ke belakang akan tetapi hanya melihat punggung suaminya saja, ia pun bernapas lega dan kembali pada kegiatannya.
"Ka-kau boleh berbalik badan".
Adelia berdiri canggung. Bahan satin yang transparan membuat perutnya yang mulai membesar menjadi mencolok, ia bahkan tidak berani melihat Lu Xiang.
"Kemari Adelia. Bagaimana bisa aku melihat mu jika kau berdiri jauh seperti itu".
"Tapi kau bilang kau hanya melihat saja" Adelia berusaha menutupi bagian dada dan genitalnya namun itu tampak seperti mangsa ketakutan yang menambah daya tarik pemangsanya.
"Ya sayang. Akun hanya melihatnya".
Adelia yang malang belum mengerti bahwa perkataan laki-laki di atas ranjang tidak dapat dipercaya. Ia berjalan pelan dan ditangkap oleh Lu Xiang yang tidak sabar hingga jatuh ke pelukannya.
"Su-suamiku. Kau bilang kau hanya melihat saja!" Gugup, takut dan antisipasi membaur menjadi satu dalam tubuh Adelia membuatnya tidak tau harus berbuat apa.
Perkataan 'aku hanya' terucap berkali-kali dari mulut Lu Xiang hingga ia memasukkan stik keras dan panasnya ke dalam genital Adelia dan disitu bahwa wanita malang itu tau bahwa ia telah diperdaya oleh suaminya dan mulai berontak yang sia-sia.
"Uh! Kau menghimpit ku terlalu keras sayang. Rileks" Suara parau yang seksi di telinganya membuat tubuh Adelia bergetar dan semakin menghimpit pejantan Lu Xiang hingga hampir membuat laki-laki *******.
"Kau sangat nakal sayang. Bukannya aku bilang untuk rileks. Aku harus menghukum mu" Lu Xiang mencubit bokong Adelia lalu menampar pipi bolong yang kenyal itu dan mengelusnya.
Suara tamparan kuat namun tidak begitu sakit membuat wajah Adelia semakin memerah bak kepiting rebus, ia menutup wajahnya bantal karena begitu malu.
Lu Xiang menghirup napas dalam merasakan dinding yang menghimpit juniornya merespon lalu terkekeh seksi. "Apa kau tau kesalahan mu sayangku~?".
Pikiran blank karena malu dan rasa nikmat yang suaminya berikan hanya dapat menuruti permainan Lu Xiang. Ia pun mengangguk lemah.
Lu Xiang semakin terkekeh senang. Ia mengambil bantal dari wajah istrinya dan mencium bibir yang mekar sempurna itu, mengecup, menjilatinya dan menggigit pelan.
"Apa yang harus kau katakan kalau kau bersalah?" Lu Xiang semakin adiktif dengan permainan cinta yang ia lakukan.
__ADS_1
"Aku...aku minta maaf".
"Kau lupa dengan sebutan suamiku sayang~".
"Aku minta maaf suami..ku".
Lu Xiang merasa seperti melayang, ia menaikkan tempo percintaan mereka hingga keduanya mencapai puncak dan bernapas memburu, menikmati reaksi gelombang setelah puncak yang datang mendayu-dayu.
"Aku mencintaimu sayang. Aku sangat mencintai mu" Lu Xiang berbisik halus namun Adelia yang kelelahan tidak mendengar apapun, matanya mulai sayu dan terlelap dibawah pelukan suaminya. Tidak peduli akan burung suaminya yang masih setia bertengger di dahan miliknya.
Lu Xiang melepas juniornya dan bernapas puas. Ia memakai celana dan keluar untuk menghangatkan air lalu mulai mandi air dingin, musim semi yang akan berakhir membuat temperatur air tidak begitu dingin.
Selesai membersihkan diri, Lu Xiang membawa baskom berisi air dan handuk kecil dan mulai membersihkan istrinya yang tertidur lelap tanpa terganggu oleh kegiatannya.
"Aku tau kau akan marah besok sayang. Hehe, kau begitu menggemaskan dan bertambah cantik ketika sedang marah, selamat tidur sayangku".
Dan benar apa yang Lu Xiang katakan. Adelia yang bangun dan mendapati tubuhnya yang lelah dan kaku segera teringat oleh kejadian panas tadi malam. Wajahnya memerah dan menggembulkan pipinya namun sang pelaku tidak berada di kamar membuat emosinya yang labil karena hamil semakin membara.
Lu Xiang masuk ke kamar membawakan sarapan dan tersenyum manis pada istrinya. "Selamat pagi sayang. Apa kau sudah lapar?".
Adelia tidak menjawab dan membuang wajahnya ke samping. Mata Lu Xiang semakin tersenyum, ia meletakkan nampan di atas kaki Adelia dan memberikan sumpit.
"Ayo sarapan sayang. Aku minta maaf ya soal tadi malam".
Lu Xiang tau membahas kejadian tadi akan membuat Adelia semakin gusar namun ia harus melakukannya.
Dan benar, tatapan Adelia semakin tajam dan semakin tidak ingin berbicara dengannya.
"Sayang, jangan marah istriku. Walaupun kau sangat cantik dan menggemaskan ketika marah namun aku lebih suka melihatmu tersenyum".
Bibir Adelia berdenyut menahan senyum dan tetap bersikeras tidak ingin menatap atau berbicara dengan suaminya.
"Sini, biar aku suapi sarapannya" Lu Xiang mengambil sumpit dari tangan Adelia namun istrinya tidak memberikan dan lebih memilih untuk makan sendiri.
Lu Xiang pun tersenyum karena tau bahwa istrinya tidak lagi marah. Ia menatap Adelia yang makan dalam diam lalu mengambil nampan piring kotor lalu mengecup dahi istrinya yang diam.
"Aku pergi sayang".
__ADS_1
"Hati-hati di jalan" gumam Adelia yang mulai merasa bersalah karena terus mengacuhkan suaminya. Lu Xiang tersenyum senang dan berangkat ke Akademi dengan mood baik.