Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Efek Murong Xianming


__ADS_3

Murong Xianming tertawa kecil melihat ekspresi speechless Lu Xiang dan Adelia. "Kenapa ekspresi kalian seperti itu? Apa kalian pikir aku memiliki alasan lain datang kemari?".


"Tentu saja tidak pangeran". Walaupun dalam hati berkata ya namun jawaban mereka harus sesuai dengan ekpektasi putra mahkota.


"Hahaha. Aku memang memiliki alasan lain. Alasanya mungkin...karena aku ingin bermain dengan adikku tercinta?".


Murong Xianming lalu memesan beberapa potong kue dan minuman sebelum kembali menoleh ke Lu Xiang. "Turunlah. Adikku tercinta pasti akan datang tidak lama lagi, mereka begitu menyayangiku sampai mengetahui seluk beluk yang aku lakukan".


"Baik pangeran". 


Perkataan Murong Xianming menyadarkan Lu Xiang bahwa pengaruh lelaki itu lebih besar di ibukota hingga juga mempengaruhi kedua pangeran lainnya. Dan benar, tidak lama Murong Xianming masuk ke toko De Xiang, Murong Xianting dan Murong Xianxian mengetahui berita itu dan seperti ulat kepanasan.


Berbagai pikiran buruk terpikirkan oleh kedua lelaki yang sudah berusia hampir 30 tahun tersebut. Mereka pikir bahwa Murong Xianming tidak menaruh minat dan ketertarikan kepada kemampuan Lu Xiang sehingga mereka tidak terlalu memperhatikan lelaki yang mereka anggap sombong tersebut namun sepertinya tidak demikian!.


Murong Xianming hanya menunggu mereka lengah sebelum menarik Lu Xiang ke pihaknya!!!.


Tak berapa lama kemudian, seperti yang Murong Xianming katakan. Kedua pangeran datang bersama membuat pengunjung semakin terkejut dan tercengang dan berpikir apa background Lu Xiang hingga ketiga pangeran kerajaan Murong yang terkenal datang berkunjung ke hari pertama pembukaan toko tersebut.


"Kami bertemu dengan pangeran ketiga, kami bertemu dengan pangeran keempat!". Para pengunjung membungkuk rendah menyapa penuh hormat pada kedua laki-laki yang berpakaian mewah dan elegan tersebut.


"Haha, kalian tidak perlu terlalu kaku. Aku hanya ingin mencoba makanan dan minuman yang katanya terkenal di Fucheng. Silahkan duduk kembali". Ucap Murong Xianxian.


Murong Xianting tidak punya cukup kesabaran untuk meladeni rakyat biasa yang tidak punya manfaat apapun untuknya. 


"Jinshi Lu Xiang bertemu dengan pangeran ketiga. Jinshi Lu Xiang bertemu dengan pangeran keempat".


Adelia yang berada di samping juga ikut menyapa sembari membungkuk rendah. 


"Lu Xiang, apa kabarmu? pangeran ini sudah lama tidak bertemu denganmu". Murong Xianting mencoba berbasa-basi, ia melupakan hinaan dan ejekan yang ia lontarkan di pesta Qionling.

__ADS_1


"Baik pangeran. Suatu kebanggaan untuk saya anda berkunjung ke toko istri saya".


Barulah Murong Xianting melihat Adelia yang hanya diam saja setelah menyapa. Tatapannya tertegun sesaat karena tidak menyangka bahwa istri Lu Xiang adalah wanita yang cantik dan memesona. Ia sudah mendengar rumor kedatangan wanita itu dan berpikir bahwa istri Zhuangyuang adalah wanita yang sudah tampak tua karena terus bekerja keras di ladang layaknya wanita desa namun Adelia di hadapannya hampir mengimbangi gadis cantik yang terkenal di ibukota.


"Ini istrimu?".


Tatapan penuh arti dan sedikit ambigu membuat Adelia merasa tidak nyaman, begitu juga dengan Lu Xiang yang tatapan berubah sedikit kelam.


"Ya pangeran. Ini istri saya Miao Adelia".


"Wanita biasa bertemu dengan pangeran. Semoga anda selalu sehat sejahtera". Adelia memperkenalkan diri dengan menundukkan wajahnya agar tidak dilihat oleh Murong Xianting namun usaha tersebut tidak berhasil dan semakin membuat laki-laki itu tertarik hingga ingin meletakkan tangannya di bahu akan tetapi Adelia segera memundurkan langkahnya.


"Maaf atas ketidaksopanan saya pangeran. Saya tidak pantas mendapat perhatian anda yang wibawa dan bijaksana". Adelia menggenggam roknya dengan tangan yang ia sembunyikan menahan jijik atas tatapan sensual yang dilemparkan kepadanya. 


Senyum Murong Xianting semakin mengembang namun tawaran Lu Xiang membuat perhatiannya teralihkan.


"Pangeran, silahkan ikut saya. Saya akan menunjukkan ruangan anda".


"Baiklah". Murong Xianting melirik Adelia terakhir kalinya sebelum melangkah naik ke lantai dua.


Sebelum keduanya masuk ke ruangan yang Lu Xiang tunjukkan, kedua pangeran itu menanyakan pada Lu Xiang dimana ruangan Murong Xianming karena ingin menyapa sekaligus mengawasi.


"Kakak pertama. Aku tidak menyangka bahwa kau juga ada disini! Kebetulan sekali".


"Ya kakak pertama. Apa kakak ipar pertama tidak ikut bersamamu?".


Setelah Lu Xiang mengetuk dan mendapatkan izin, Murong Xianting dan Murong Xianxian pun masuk dan berbasa-basi.


Murong Xianming memotong kecil kue tart agar anaknya dapat menikmati dengan tanpa kendala. "Adik ketiga, adik keempat duduklah. Ini benar-benar suatu kebetulan".

__ADS_1


"Hahaha. Ya kami juga tidak menyangka akan bertemu denganmu disini kak. Aku pikir kau tidak menyukai kue manis tapi sepertinya tidak. Kau datang kesini di hari pertama pembukaan toko".


"Ya. Hahaha. Aku yakin kue disini pasti sangat enak sampai kau ikut merayakan pembukaan pertama toko istri Lu Xiang".


Mata Murong Xianming berkilat tertarik, seperti yang ia harapkan dari adiknya. Penyelidikan berbalut pertanyaan begitu mahir keluar dari mulut mereka. Bagaimana jika ia menambahkan kegelisahan mereka, mungkin akan menghasilkan sesuatu yang menarik?.


"Jangan mengejekku adik ketiga, adik keempat. Aku datang kesini ingin menemani anakku yang suka dengan makanan dan minuman manis. Selain itu aku juga dapat berbicara dengan Jinshi Lu Xiang, kau tau kan adikku bahwa dia adalah sarjana yang kompeten?".


Senyum keduanya sesaat menjadi kaku. "Benarkah? Apa ingin kau bicarakan kak? Apa aku boleh ikut bergabung?".


"Ya kakak pertama. Akan sangat menyenangkan berbicara dengan minuman arak dan wine. Pembicaraan kita pasti akan berlangsung lama".


"Kau benar Xianting. Aku berbicara karena akan membosankan jika hanya menemani Zaoer makan kue jadi aku pikir akan menyenangkan jika Lu Xiang juga ikut bergabung tapi karena sekarang ada kalian berdua aku tidak membutuhkan Lu Xiang lagi".


Jawaban Murong Xianming membuat keduanya menjadi curiga bahwa ada pembicaraan rahasia yang akan terjadi jika mereka tidak berkunjung hari ini. Sepertinya prosesnya harus dipercepat, semakin mereka menunda akan membuat pengaruh kakak mereka akan semakin dalam baik di ibukota maupun di kota lainnya.


Berita tentang kedatangan ketiga pangeran menyebar dengan cepat ke seluruh kota Shenyang membuat banyak orang yang membicarakan kejadian spektakuler tersebut dan tanpa disadari membuat toko De Xiang terkenal tanpa promosi apapun. Tidak hanya itu, Lu Xiang juga kembali muncul di hadapan publik dan rumor lainnya juga ikut naik seiring dengan pembicaraan tentang laki-laki di berbagai kedai teh dan restoran. 


Hari kedua toko De Xiang dipenuhi oleh orang-orang yang penasaran dengan toko, menu dan pemilik toko hingga membuat ketiga pangeran terkenal di ibukota mau berkunjung. Hal itu membuat toko De Xiang seketika menjadi penuh dan bahkan orang rela mengantri dan menunggu ataupun membooking kursi untuk keesokan harinya.


Berbagai pihak juga berspekulasi tentang kehadiran ketiga kakak beradik Murong ke toko De Xiang sampai membuat Kaisar tersenyum ketika mendengarnya dari kasim Han.


"Sepertinya MingEr benar-benar bosan dan ingin mengubah suasana ibukota".


Kasim Han juga ikut tersenyum, sama seperti Kaisar ia juga menyayangi anak laki-laki yang dekat dengannya.


"Apa putra mahkota ingin mempercepat prosesnya?".


Kaisar Murong tersenyum tipis, matanya menatap dan membaca laporan yang ia terima dari para pejabat mengenai masalah-masalah yang terjadi di kerajaannya. "Dia ingin mengetes air".

__ADS_1


Kasim Han mengangguk mengerti. Mengetes air akan berdampak pada dua hal, hal buruk dan dan hal baik yang akan menguntungkan namun mengingat sifat sang ayah dan anak, ia yakin hal baiklah yang menjadi hasilnya.  


__ADS_2