Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Kue Tart


__ADS_3

Toko kue Adelia bernama De Xiang, penggabungan kedua namanya dengan Lu Xiang. Toko kue itu tidak begitu luas dan tidak juga bisa disebut sempit untuk sebuah toko. Toko yang memiliki luas 5x6m itu terlihat sangat elegan dengan lanskap di dinding dan kursi serta etalase dan meja yang di cat dengan coklat keemasan membuat kesan nyaman dan enak dipandang mata.


Tidak hanya itu Adelia juga membuat pamflet besar di balik etalase kue dengan gambar kue ulang tahun dan aneka kue krim lainnya membuat air liur mengenang dengan hanya melihatnya saja.


"Selamat datang di toko kue De Xiang, ini daftar kue untuk hari ini dan semua kue ini di diskon 20% sebagai perayaan pembukaan toko".


Adelia tersenyum simpul dan elegan lalu mulai memperkenalkan sepuluh kue yang telah ia persiapkan.


"Ini adalah kue dua musim, musim gugur dan musim salju, rasanya manis dan lezat dengan coklat yang diimpor dari kerajaan barat, ini adalah kue red velvet, viennetta dan cup cake". Adelia menunjuk setiap kue yang ia jelaskan secara perlahan dan senyum yang tidak pernah hilang dari bibirnya.


Orang-orang menjadi takjub dan selera melihat kue yang di design dengan elegan dan cantik, terlebih efek kaca dan lilin-lilin kecil yang Adelia letakkan dalam lentera cantik membuat kesan mewah.


Namun sinar takjub di mata mereka meredup melihat harga kue yang tertera di setiap kue tersebut.


"Satu potongan kue dijual satu koin perak!! Apa kau sudah gila?".


"Ya ampun. Kau menjual kue apa menjual emas?"


"Penampilannya memang bagus tapi harganya... "


Orang-orang berbisik dan menatap tidak percaya namun Adelia tetap tersenyum, Lu Xiang yang berada di sampingnya pun tidak terpengaruh oleh pertanyaan ragu dan curiga itu namun Lu Cheng dan Lu Shan menjadi panik.


Mereka menggenggam erat baju mereka lalu melangkah maju.


"Kue ini sangat manis dan lezat, kalian tidak akan menyesal jika membelinya". Ucap Lu Shan. Ia sudah mencicipi semua rasa kue itu dan jatuh cinta padanya.

__ADS_1


"Ya. Kue ini menggunakan gula putih yang tidak murah serta coklat yang diimpor langsung seperti kaca, jadi sudah wajar harga 1 koin perak untuk satu potongan kue, lagipula potongan ini sangat besar bahkan tiga kali lebih besar dari dimsum" Walaupun ia juga ragu ketika mendengar harga kue itu pertama kali dari Adelia karena baginya 1 koin perak itu sangatlah besar namun setelah mendengar penjelasan kakak iparnya ia pun mengerti terlebih setelah mencicipi rasa kue tart itu.


Adelia tersenyum penuh kasih sayang, bangga pada adik yang membelanya. Ia membelai kedua kepala adiknya lalu kembali menatap para costumer. "Seperti yang Lu Cheng katakan, komposisi kue ini bukan barang murah jadi 1 koin perak bukanlah harga yang tinggi. Hari ini adalah pembukaan pertama toko kue dan kami menyediakan acara cicip kue gratis untuk para pelanggan yang datang, kalian boleh memilih satu kue yang ada di atas nampan tanpa harus membayar".


Pegawai toko kue yang bernama Lu Niang membawa nampan besar berisi kue kecil satu gigitan sebagai contoh dari setiap kue yang dijual.


Mata orang-orang yang datang bersinar mendengar kata gratis lalu mulai mengambil satu persatu kue imut itu dan memakannya, semua mata terkejut merasakan rasa manis lemak yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.


Kue tart berbeda dengan kue tradisional atau dimsum yang sering dijual di restoran atau toko kue lainnya, kue tart kaya akan krim dan bolu lembut serta manisnya coklat yang langsung meluber dalam mulut membuat orang yang mencicipinya menghirup napas puas.


Mereka melihat satu sama lain lalu mulai memesan.


"Aku ingin satu potong"


"Aku ingin dua".


1 koin perak sebenarnya tidak besar untuk orang yang tinggal di kota Cheng namun mereka enggan menghabiskan 1 koin perak hanya untuk makanan kecil yang habis dimakan dalam beberapa gigitan saja.


Adelia mengangguk sembari tersenyum senang. Begitu juga dengan Lu Xiang dan adiknya mereka bersorak gembira.


"Kalian akan mendapatkan voucher silver jika kalian membeli satu kue tart utuh, voucher ini dapat digunakan jika kalian ingin memesan kue tart secara eksklusif dari toko De Xiang".


Adelia memperlihatkan kartu voucher berwarna silver seperti kartu ATM biasa namun tertera nama De Xiang dan logo tokonya yaitu mawar merah dan coklat.


Adelia dan Lu Niang mulai membungkus kue itu dalam kotak kertas minyak yang dilapisi kayu tipis yang didesain dengan elegan. Kotak tersebut berwarna coklat muda keemasan dengan nama De Xiang ditulis dengan tinta emas serta logo mawar merah dan coklat batang di sampingnya.

__ADS_1


Para pelanggan menerima pesanan mereka dan tertegun melihat bungkusan kue. Biasanya mereka menerima kotak kayu jika memesan dimsum di restoran atau hanya bungkusan kertas minyak, belum ada restoran apapun yang menyediakan bungkusan bergaya baru seperti itu.


"Selamat atas pembukaan toko kuenya pelajar Lu. Ini ucapan terimakasih atas undangan pelajar Lu ke restoran Fuyuan" Manajer Xu menyerahkan bungkusan kain merah kepada Lu Xiang.


"Terimakasih manajer Xu, anda berkenan datang ke acara pembukaan toko kue yang kami kelola".


Manajer Xu mengangguk dan mulai melihat jenis kue yang dijual dan merasa takjub, awalnya ia ingin asistennya yang datang untuk mengucapkan selamat namun ketika mendengar bahwa kue yang Adelia jual berbeda dengan kue yang biasa dijual membuatnya ingin mengunjungi toko kue itu sendiri. Ia semakin ingin membangun hubungan erat dengan Adelia karena ide inovatif yang gadis itu miliki. Belum lagi dengan berita bahwa coklat yang ia kirim semakin diterima di kalangan atas di ibukota.


"Nyonya Lu sangat inovatif dalam membuat sebuah ide. Kue yang kau jual sangat berbeda dan elegan daripada kue biasanya".


Adelia tersenyum sipu mendengar panggilan Nyonya Lu padanya, ia melirik Lu Xiang yang juga menatap menggoda padanya dengan alisnya yang terangkat sebelah dan senyuman seksi membuat wajahnya memerah namun ia sangat senang karena manajer Xu semakin menghormati dan meletakkan ia sejajar sebagai partner.


"Suamiku memberiku buku tentang kerajaan barat sehingga aku mendapatkan inspirasi untuk kue ini. Cicipi lah kue ini paman".


Adelia membawakan piring khusus untuk Manajer Xu berisi contoh mini kue.


Manajer Xu duduk dan mulai mencicipi satu persatu kue mini dan semakin takjub akan rasa yang ada di lidahnya. Ia lalu meminum teh dingin yang sangat pas setelah makan kue dan memesan satu kue red velvet utuh.


"Kuenya benar-benar enak. Aku yakin kue nyonya Lu bakal sangat laris".


"Terimakasih akan pujian mu paman. Ini adalah voucher silver, paman dapat memesan kue ini untuk acara ulang tahun atau acara lainnya secara eksklusif". Adelia memberikan tiga voucher silver sekaligus membuat senyuman manajer Xu semakin mengembang.


"Ya ya ya. Aku akan memesan kue untuk anakku yang akan berulang tahun bulan depan. Pelajar Lu dan nyonya Lu tidak perlu khawatir jika ada orang yang ingin mengganggu usaha kalian karena aku akan membantu kalian".


Adelia tertegun dan langsung mengajak Lu Cheng dan Lu Shan untuk berterimakasih, ketiga membungkuk rendah sedangkan Lu Xiang yang sebagai pelajar hanya sedikit merendahkan kepalanya serta menggenggam kedua tangannya untuk berterimakasih pada manajer Xu.

__ADS_1


Manajer Xu mengangguk puas lalu pergi meninggalkan toko kue.


__ADS_2