Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Lu Xiang komplain pada Prefek Zhong


__ADS_3

"Lu Xiang kau sudah datang? Duduklah" Prefek Zhong menyambut senang kedatangan Lu Xiang.


"Paman. Apa kabarmu?" Lu Xiang duduk di hadapan Prefek Zhong dan memberikan dua botol wine rosella.


"Oh! Kau tidak perlu repot-repot membawa hadiah kemari Lu Xiang" Walaupun mulutnya menolak, tangan Prefek Zhong dengan cepat mengambil dua botol wine rosella, senyumnya semakin mengembang.


Botol kaca bening dipadu dengan warna merah namun tidak kental wine rosella membuat botol itu begitu menarik. Prefek Zhong sudah menerimanya botol wine beberapa saat yang lalu setelah pembukaan toko De Xiang bersama dengan selai dan roti gandum.


"Paman bukan orang lain dan sudah menjadi keluarga untukku jadi sudah seharusnya ia membawa hadiah berkunjung".


"Hahaha. Kau ini sangat pandai berbicara".


"Aku menyuruhmu kemari karena proyek tanggul akan memasuki tahap akhir. Para pekerja corvee mulai membuat irigasi kecil di sawah dan tempat pembuangan air, dua minggu lagi semuanya akan siap. Apa kau ingin datang melihat ketika proyek sukses?".


"Ya paman. Maaf jika sebulan ini aku tidak pergi ke desa Shu karena pekerjaanku di divisi Matematika".


Prefek Zhong menggeleng tidak setuju. "Jangan meminta maaf. Mengawasi bukan kewajiban mu, aku senang kau juga ikut andil mengawasi proyek ini. Selama proyek tidak ada masalah besar karena kau ada mengatasinya".


"Paman terlalu berlebihan. Paman dan Pegawai Prefek yang banyak berkontribusi dalam proyek ini. Jika tidak ada paman mungkin aku bahkan tidak bisa mendedikasikan ide untuk kepentingan masyarakat petani". Lu Xiang tentu saja tidak ingin mengambil hasil proyek itu sendiri, ia tidak berbohong ketika mengatakan bahwa jika tidak ada Prefek Zhong maka mungkin ia bahkan tidak bisa merealisasikan ide tersebut.


Prefek Zhong semakin senang atas pujian Lu Xiang. Pemuda di hadapan tidak arogan dengan prestasi yang ia raih dan dapat berbicara tanpa canggung dengannya walaupun mereka berbeda generasi.


Keduanya berbincang tentang kegiatan selanjutnya jika proyek tanggul di desa Shu sukses besar serta pembahasan lainnya yang menyangkut pemerintah dan serta pajak.


"Paman. Tadi pagi ada tamu yang berkunjung ke rumah namanya Liang Chenyue. Dia bilang kalau dia dari keluarga Zhong".


Prefek Zhong tertegun. "Liang Chenyue?".


"Ya. Apa paman mengenal siapa Liang Chenyue?".


Raut wajah Prefek Zhong menjadi kelam namun ia berusaha untuk tersenyum. Ia tau keponakannya istrinya yang selalu menggunakan namanya untuk membuat onar, mendengar nama itu dari Lu Xiang membuat Prefek Zhong memiliki firasat buruk. Apa wanita itu berbuat masalah lagi?!.


"Ya. Dia keponakan dari istriku. Untuk apa dia datang ke rumahmu?".

__ADS_1


"Dia bertamu ke rumah dengan tujuan ingin membeli resep menu baru di toko De Xiang namun istriku menolaknya. Mungkin karena itu dia pergi dengan marah. Aku minta maaf paman, istriku tidak bisa menjual resep rahasia keluarga kami" Walaupun meminta maaf namun tatapanĀ  datarnya menunjukkan bahwa ia sedang mengeluh.


Firasat buruknya ternyata benar. Liang Chenyue mencari masalah dengan Adelia?!!.


Ekspresi Prefek Zhong sulit untuk dilihat. Air muka menghitam karena marah dan kecewa pada istrinya yang tidak bisa mengontrol keluarganya agar tidak membuat masalah atas namanya. Ia tersenyum meringis.


"Paman minta maaf jika Liang Chenyue menyakiti perasaan Adelia Lu Xiang".


Lu Xiang melambaikan tangannya menolak permintaan maaf Prefek Zhong. "Jangan meminta maaf paman. Aku hanya memberitahu agar paman maupun Liang Chenyue tidak salah paham karena penolakan istriku".


Prefek Zhong menggeleng. "Adelia melakukan hal yang benar. Sudah seharusnya ia menolak permintaan itu. Kau tidak perlu minta maaf, nanti paman akan jelaskan pada Liang Chenyue agar dia tidak salah paham" Prefek Zhong mendesis ketika berkata nama keponakan istrinya. Wanita itu hanya bisa mendatangkan masalah untuknya!!.


"Baik paman. Minggu kita akan pergi ke desa Shu bersama bukan? Aku sudah tidak sabar melihat proyek ini dapat bermanfaat bagi warga desa Shu". Lu Xiang segera mengalihkan pembicaraan.


"Ya. Paman juga tidak sabar" Suasana yang canggung itu menjadi harmonis kembali setelah Lu Xiang mengembalikan topik ke proyek.


Keduanya berbincang tentang keluarga masing-masing sebelum Lu Xiang berpamitan.


Ia tau sifat angkuh dan suka memaki Liang Chenyue karena bukan kali ini saja wanita itu membuat masalah menggunakan namanya.


Mencari tau kejadian detailnya tentu saja dari pelayan Liang Chenyue yang hadir di tempat kejadian. Seperti orang bilang, uang bahkan dapat memperkerjakan iblis, pelayan Prefek Zhong menggunakan skill berbicara yang handal serta memberikan uang 400 koin perak pada salah satu pelayan Liang Chenyue yang lebih.


Gadis itu langsung membeberkan semua kejadian itu tanpa kurang sepatah katapun. Pelayan Prefek Zhong menyampaikan apa yang didengarnya pada majikannya.


Prefek Zhong pulang dengan ekspresi menahan marah. Ia tidak menyangka bahwa Liang Chenyue berani memanggil istri Lu Xiang sebagai wanita sundal terlepas dari gelar yang suaminya raih!.


"Kau sudah pulang suami ku. Apa kau makan dulu atau mandi dulu? Aku akan menyuruh pelayan untuk menyiapkannya". Liang Xue menyambut kepulangan suaminya senang. Tidak biasanya Prefek Zhong pulang dan segera ke rumah utama bukan ke ruang belajar terlebih dahulu.


Namun senyum Liang Shu sedikit menghilang karena suaminya tidak menjawab dan hanya melihatnya datar. "Ada apa suami ku?".


"Apa kau tau yang Liang Chenyue lakukan?".


"A-apa?". Pertanyaan tak terduga itu membuat Liang Shu terkejut.

__ADS_1


Prefek Zhong tersenyum miring "Kau tau bukan?"


"Bagaimana kau tau?".


"Heh~ bagaimana aku tau? Tentu saja karena Lu Xiang komplain padaku!! Sudah berapa kali aku katakan, kontrol keluarga mu agar mereka tidak selalu membuat masalah untukku!!" Prefek Zhong menaikkan suaranya karena kembali mengingat kejadian sore tadi yang membuatnya kehilangan muka di depan Lu Xiang.


Liang Shu terkejut dan sedikit menjadi takut pada wajah marah Prefek Zhong. Ia tidak menyangka bahwa Lu Xiang mengeluh langsung pada suaminya, ia pun sadar bahwa ia tidak tau kejadian sebenarnya dan separah apa hingga Lu Xiang melakukan komplain langsung.


Prefek Zhong menghirup napas dalam berusaha tenang. "Apa yang Liang Chenyue komplain padamu?".


"Chen-Chenyue hanya mengatakan bahwa dia pergi ke rumah Xiefu Lu untuk membeli resep menu baru toko De Xiang namun istri Xiefu Lu tidak menjualnya".


Emosi yang sempat meredam kembali memanas. "Dia hanya bilang itu? Kau bilang dia hanya bilang itu?! Apa kau tidak tau sifat keponakanmu!! Dia memaki istri terhormat Xiefu Lu dengan kata wanita sundal!! Ini bahkan pertemuan pertama mereka tapi Chenyue sama sekali tidak takut karena kau selalu mengusap pantat kotornya!!".


Mata Liang Shu terbelalak!.


"Kau harus menyuruh Liang Chenyue untuk minta maaf. Aku tidak ingin masalah ini menjadi runyam karena ego tinggi yang tidak bertempat itu! Aku akan menyuruh Qiao Xue untuk berkunjung ke rumah Lu Xiang terlebih dahulu. Kau harus membuat keponakan mu datang dan meminta maaf".


Prefek Zhong menjadi malas melihat istrinya yang tidak bisa untuk tidak mendatangkam masalah untuknya, ia pun meninggalkan istrinya dan pergi ke tempat lain.


Sesaat ruang keluarga rumah utama menjadi sepi lalu pelayan dengan hati-hati menghampiri Liang Shu dan menyapa dengan takut-takut. "Nyo-nyonya".


"Kemana suamiku pergi?". Liang Shu menatap nelangsa ke depan.


"Tu-tuan besar pergi ke rumah barat nyonya". Rumah barat adalah kediaman selir kesayangan Prefek Zhong, sudah bertahun-tahun majikannya bersaing kasih sayang dengan wanita beranak satu itu, beruntung anak selir itu perempuan jika lelaki mana pasti akan mendatangkan lebih banyak masalah pada majikannya karena masalah pewaris.


Liang Shu menggenggam erat roknya hingga kuku-kuku panjangnya menancap telapak tangan namun ia sama sekali tidak merasakan rasa sakit.


Tatapan Liang Shu berubah tajam, ia sekarang begitu membenci keponakannya. Karenanya hubungan dengan suaminya menjadi semakin renggang!!.


"Besok panggil Liang Chenyue, jika dia tidak mau datang bilang itu akan menjadi akhir keluarga Zhong menjadi payung untuknya".


"Baik nyonya".

__ADS_1


__ADS_2