
Keesokan harinya, suasana pagi di meja makan menjadi canggung, terlebih untuk Adelia, matanya bergerak gelisah dan sesekali melirik Lu Xiang yang makan dengan mood baik lalu tersenyum padanya ketika pandangan mereka bertemu membuat wajah Adelia memerah dan salah tingkah.
Lu Cheng dan Lu Shan juga merasakan hal yang aneh yang terjadi pada kakak iparnya. Lu Cheng hanya menghela napas panjang, walaupun ia tidak tau alasannya tapi satu hal yang pasti bahwa kakaknya Lu Xiang senang melihat Adelia salah tingkah dan malu-malu padanya.
Sedangkan Lu Shan hanya bingung, ia bahkan memiringkan kepalanya dengan ekspresi imut sembari mendekatkan wajahnya tanpa sadar bahwa tindakannya malah semakin membuat wajah kakak iparnya memerah.
Tindakannya serta reaksi Adelia membuat Lu Xiang hingga ia menutup senyumnya dengan dua jarinya, keluarga kecil itu pun menyelesaikan dengan suasana aneh namun hangat.
"Adelia. Apa kau ingin ikut ke birokrasi nuli? Hari ini sekolah libur jadi aku bisa menemani mu, kita juga bisa sekalian beli kereta kuda".
Mata Adelia bersinar, ia belum pernah melihat langsung tempat penjualan properti termasuk manusia di zaman kerajaan, ia pun mengangguk antusias.
"Kami juga ingin ikut!" Lu Shan yang asik dengan mainan seketika membuang mainannya lalu menggenggam celana kakaknya.
Lu Chen juga berdiri di samping Lu Xiang tanpa kata menunjukkan keinginannya yang juga ingin ikut.
Adelia tersenyum. "Baiklah, mari kita shopping?".
Keluarga kecil itu pergi ke birokrasi nuli setelah membuka toko kue dan menyerahkan bagian kasir ke Lu Niang yang dapat menghitung sederhana.
Lu Xiang menyewa kereta kerbau dan mereka pun berangkat. Tak berapa lama mereka sampai di sebuah bangunan besar namun terlihat sedikit kumuh.
Adelia, Lu Cheng dan Lu Shan melihat ke sana kemari dengan tatapan penasaran serta antusias hingga mereka masuk ke bangunan tatapan ketiganya berubah.
__ADS_1
Wajah Adelia bahkan terlihat pucat melihat manusia berpakaian lusuh dan kotor serta kakinya dirantai berada di balik jeruji kayu, bahkan banyak diantara mereka yang sakit dan terluka, mata mereka seperti lampu yang hampir mati hanya memancar cahaya pasrah dan tidak berdaya.
Adelia tercengang, rasa bersalah, takut dan sedih bercampur menjadi satu yang tak bisa ia utarakan. Betapa kejamnya ia yang sangat antusias dalam membeli budak walaupun ia tau banyak dari mereka yang tidak rela menjadi budak dan terpaksa karena kondisi finansial keluarganya.
Seperti kata orang bahwa seeing is believing. Manusia akan sedikit bisa merasakan apa yang orang lain rasakan ketika melihat daripada hanya mendengar, dada Adelia menjadi sesak dan sulit bernapas seperti beban yang diletakkan di pundaknya dengan tiba-tiba.
Matanya memerah ingin menangis, ternyata perlakuan terhadap budak lebih tragis dari yang ia bayangkan namun yang membuatnya marah adalah ia pun tidak berdaya dalam merubah hal tersebut membuat dadanya semakin sesak namun sebuah tangan menggenggam erat tangannya membuatnya terkejut dan menengadah, melihat Lu Xiang yang menatap khawatir padanya.
Adelia tersenyum mencemooh karena menyadari bahwa ia adalah seorang wanita hipokrit, hanya bisa mengasihi nasib orang lain namun tidak ada niat membantu.
"Ak-aku baik-baik saja". Semua rasa antusias yang ia miliki sebelum masuk ke bangunan birokrasi nuli lenyap tak bersisa. Ia melihat Lu Cheng yang berekspresi datar namun sedikit penasaran serta Lu Shan yang takut namun juga penasaran dan itu membuat perasaannya menjadi berat dan takut bahwa ia tidak dapat mempertahankan logika yang ia bawa dari dunia modern dan berubah menjadi sepemikiran dengan orang-orang di dunia ini. Tanpa sadar ia menggenggam erat tangan Lu Xiang.
"Kau benar-benar baik-baik saja?" Lu Xiang semakin khawatir, setelah melihat seperti apa dunia Adelia melalui video dalam handphone, sedikit banyak ia tau bahwa dunia istrinya lebih sejahtera dan penuh kebebasan daripada dunianya, di sana tidak adanya perbudakan dan lebih manusiawi. Jadi ia tau yang istrinya rasakan sekarang.
Adelia menghela napas panjang dan mencoba tersenyum, percuma saja ia frustasi karena dunia dan kehidupan inilah yang harus ia jalani. Jika disuruh untuk memilih antara dunia modern dan dunia kuno maka ia tetap memilih dunia kuno karena laki-laki yang ia cintai ada di dunia ini, walaupun hipokrit namun itulah kenyataannya.
"Selamat datang di birokrasi nuli pelajar Lu. Apa kau ingin membeli budak baru?" Seorang laki-laki bertubuh gemuk menyapa antusias.
"Aku mencari dua orang perempuan yang dapat memasak dan membersihkan rumah, kalau bisa dapat membaca serta seorang laki-laki yang dapat mengendarai kereta". Lu Xiang mengutarakan apa yang ia cari tanpa basa-basi.
"Baiklah, tunggu sebentar".
Laki-laki itu menyuruh pegawainya untuk membawakan beberapa budak dan membariskan dengan rapi di hadapan Lu Xiang dan Adelia.
__ADS_1
"Mereka semua kriteria yang hampir mendekati apa kau inginkan pelajar Lu. Kau bisa memilihnya".
Lu Xiang menoleh pada Adelia. "Pilihlah". Tangannya membelai lembut memberikan kekuatan serta menenangkan istrinya.
Adelia mengangguk dan mulai menatap satu persatu orang-orang yang ada di hadapannya. Kebanyakan mereka adalah gadis cantik yang berusia antara 14 sampai 18 tahun dan anak kecil serta wanita 40 tahunan, hanya bagian kecil adalah laki-laki.
Beberapa gadis tidak melihatnya dan hanya menatap Lu Xiang berharap bahwa mereka di pilih membuat alis Adelia terangkat naik dan mendengus kesal. Matanya melewati mereka dan fokus pada sebuah keluarga yang terdiri dari suami istri dan anak gadis serta anak laki-laki yang masih kecil.
"Nyonya Lu. Apa kau tertarik dengan keluarga ini? Sebelumnya mereka bekerja di keluarga besar pedagang namun karena suatu hal mereka dijual kesini".
Keluarga itu pun menatap harap pada Adelia agar merekalah yang terpilih, mereka tidak ingin dijual terpisah karena akan sangat sulit bertemu jika sudah berpisah.
"Pilihlah kami nyonya. Kami rajin dan taat serta loyal, kami janji akan berusaha keras jika kau memilih kami" Seorang gadis berusia 12 tahun berlutut memohon pada Adelia.
Adelia menggigit bibir dalamnya berusaha untuk tidak menatap bersalah dan tidak nyaman pada gadis yang berlutut di hadapannya, ia tidak terbiasa melihat orang yang berlutut memohon padanya.
Adelia menghirup napas dalam lalu mengangguk pada laki-laki gemuk. "Aku akan membeli mereka semua".
Senyum sang manajer merekah seketika, sangat sulit menjual sebuah keluarga karena banyak orang maka banyak pula yang harus diberi makan terlebih jika ada anak kecil di dalamnya yang hanya akan menjadi beban, ia berterimakasih pada Adelia yang mau membeli keluarga itu.
"Sebuah pilihan yang tepat nyonya Lu. Baiklah, ikut saya untuk melengkapi prosedurnya".
Prosedur pembelian budak tidaklah rumit, mereka hanya menandatangani surat kepemilikan budak lalu membayar dan selesai, keempat orang itu menghabiskan 9 koin perak.
__ADS_1
Lu Xiang lalu membeli kuda dan kereta yang tidak mewah namun tetap nyaman untuk dipakai dalam perjalanan jauh menghabiskan 35 koin perak sangat berbeda dengan jauh kereta kerbau yang hanya dapat dibeli dengan 15 koin perak.
Keluarga budak itu diantar ke rumah oleh pihak birokrasi sedangkan Lu Xiang dan keluarganya berbelanja untuk menggantikan suasana yang Adelia rasakan.