
"Selamat malam paman" Lu Xiang sedikit membungkukkan badannya menyapa Prefek Zhong.
Ia sampai ke desa Shu pada siang hari sedangkan Prefek Zhong sampai pada sore hari sehingga ia baru menemui Prefek Zhong menjelang makan malam.
"Oh Lu Xiang! Duduklah duduklah. Ayo kita makan bersama, apa kau sudah melihat tanggul yang sudah selesai dibuat oleh pekerja corvee?".
"Sudah paman. Di bawah pengawasan paman pekerja corvee melakukan pekerjaan dengan sangat baik". Sore hari ia sempat berkeliling melihat tanggul baru yang masih kering, batu-batu besar yang di susun rapi dan dieratkan membuat tanggul tersebut menjadi indah di pandang mata.
"Hahaha. Kau sangat bisa membuatku senang. Tapi memang benar pekerja corvee melakukan pekerjaan itu dengan sangat baik".
"Apa menurutmu proyek ini akan sukses besar?".
"Paman memiliki kemampuan yang hebat jadi aku yakin proyek akan sukses besar. Paman tidak perlu khawatir".
Kata hibur biasa Lu Xiang terdengar begitu istimewa di telinga Prefek Zhong, ia pun tertawa keras dan bersulang sarjana Xiefu itu setelah makan malam.
Keduanya membahas langkah selanjutnya jika proyek ini tidak memiliki masalah apapun, walaupun hubungan mereka sempat canggung karena masalah yang ditimbulkan oleh Liang Chenyue namun tidak ada satupun yang menyalahkan satu sama lain dan memilih melupakan hal itu.
Lu Xiang kembali ke tenda dan bersiap untuk menyambut hari esok yang sudah ia nanti dari 3 bulan yang lalu, sebelum memejamkan matanya, ia teringat pada istrinya dan kejadian kemarin malam yang panas membuatnya tersenyum bodoh.
&&&
Keesokan harinya Lu Xiang dan Prefek Zhong pergi ke gerbang pembuka air yang tidak jauh dari desa Shu. Di sana pegawai Prefek, pegawai pemerintah perangkat desa dan pekerja corvee sudah menunggu kedatangan mereka.
"Selamat datang Prefek Zhong". Sapa pegawai prefek sembari membungkuk hormat yang diikuti oleh pekerja corvee namun mereka harus berlutut menyapa Prefek Zhong.
"Selamat datang Xiefu" Pegawai Prefek hanya menangkup kedua tangannya ke arah Lu Xiang untuk menyapa sedangkan pekerja corvee hanya perlu membungkuk hormat.
"Selamat pagi semuanya. Sebelum kita melakukan ritual dan melepaskan air dari bendungan. Aku selalu Prefek sangat berterimakasih atas kerja keras yang kalian lakukan, aku dan Xiefu serta pegawai semuanya tidak akan melupakan kerja keras kalian pada proyek ini".
Pekerja corvee yang merupakan petani menggeleng kepala, merasa tidak pantas mendapat apresiasi dari pejabat tinggi seperti Prefek Zhong. Mereka berlutut dan membungkuk kepada Prefek Zhong karena merasa sangat terharu, Prefek Zhong masih mengingat rakyat kecil seperti mereka.
__ADS_1
Baru corvee tahun ini berhasil dijalankan dengan sangat baik, tingkat kematian corvee tahun ini sangat rendah dibandingkan dengan corvee pada tahun-tahun sebelumnya.
Pekerja corvee tau bahwa itu semua karena kebaikan Prefek Zhong dan Xiefu Lu yang menyarankan ide donasi sehingga mereka dapat makan hingga kenyang dan mendapatkan perawatan medis ketika sakit. Kebaikan itu tidak akan pernah mereka lupakan.
Prefek Zhong menyuruh pekerja corvee untuk berdiri dan mengangguk pada anak buahnya.
Dua pegawai segera memanggil Shaman yang akan melakukan ritual pembuka gerbang air agar diberkahi oleh dewa dan tidak ada halangan apapun selama proses itu.
Shaman yang memakai pakaian jubah putih serta menutup wajahnya dengan kain senada berjalan pelan ke altar yang sudah disiapkan sebelumnya.
Suasana menjadi sakral ketika Shaman membacakan tulisan suci dan mulai menari menggunakan pedang uang selama beberapa saat sebelum mengambil mangkuk berisi kembang tujuh rupa lalu menebar kelopak bunga itu di depan gerbang air yang besar.
"Naik ke atas gunung untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan". Perintah Prefek Zhong.
Pegawai segera menyebarkan perintah tersebut kepada pekerja corvee agar segera naik gunung.
"Ayo Lu Xiang".
Prefek Zhong memberikan aba-aba pada anak buahnya untuk membuka pintu gerbang air.
Perlahan air dan lumpur keluar karena sudah lama tidak dibuka lalu air keluar semakin kuat hingga menimbulkan suara keras yang menggema di area gunung itu.
Pekerja corvee yang baru pertama melihat gerbang air dibuka merasa begitu ketakutan oleh suara keras air itu namun melihat Prefek Zhong dan Lu Xiang yang berdiri tenang, kegelisahan mereka meredam lalu ikut fokus pada air tersebut.
Air bergerak cepat memenuhi tanggul besar menuju parit besar penghubung bendungan dengan tanggul baru memenuhi area apa saja yang dilewatinya.
Lu Xiang dan Prefek Zhong menunggu dengan antisipasi dan cemas, sangat berharap tidak akan terjadi sesuatu apapun yang merugikan.
Dan doa mereka terkabul, walaupun air bergerak cepat dan ganas namun tanggul yang kuat dapat menahan tekanan air hingga masuk ke tanggul desa Shu baru pegawai Prefek Zhong menutup kembali gerbang air bendungan dari atas.
"Proyek ini berhasil paman!!" Lu Xiang tertawa senang.
__ADS_1
Prefek Zhong begitu antusias hingga bertepuk tangan keras seperti anak kecil. "Hahaha. Proyek ini berhasil Lu Xiang, proyek tanggul ini sukses besar!!".
"Selamat pada Prefek Zhong atas berhasilnya proyek tanggul ini. Semoga Budha membalas kebaikan anda di kehidupan selanjutnya". Pegawai Prefek bersorak gembira dan membungkuk hormat pada atasan mereka.
Pekerja corvee bersujud syukur pada Prefek Zhong dan Lu Xiang atas kesuksesan proyek ini, jika desa Shu berhasil membangun tanggul yang kuat maka desa-desa lainnya tidak akan lama menyusul desa Shu dalam membangun tanggul dan irigasi. Rasa syukur begitu dirasakan oleh pekerja corvee terlebih yang tinggal di desa Shu.
Lu Xiang dan Prefek Zhong segera berangkat menuju ke sawah desa Shu dan melihat warga yang sudah berkumpul penasaran dengan air yang mereka lihat memenuhi tanggul.
Warga desa berlutut menyapa Prefek Zhong sembari mengucap beribu terimakasih atas apa yang telah laki-laki itu ucapkan.
"Prefek Zhong! Terimakasih banyak atas apa yang anda perbuat, kami warga desa Shu tidak lagi harus susah payah membawa air dari sumur untuk menyiram padi!!".
"Ya Prefek Zhong. Kebaikan Anda seperti Budha".
"Semoga kebaikan ini dapat membangun merit setinggi langit dan membangun tujuh tingkatan pagoda"
Lu Xiang melihat raut wajah berseri para warga dan tersenyum senang. Prefek Zhong juga sangat senang hingga membuat senyumnya mengembangkan lebar, ia tertawa bahagia mendengar perkataan warga desa Shu.
"Sekarang buka pintu air tanggul, biarkan air mengalir pada setiap sawah petani!".
"Baik Prefek Zhong".
Sawah yang sudah ditanami padi hanya tampak basah karena kerja keras pemiliknya dalam menimba air sumur. Banyak hal dan prosedur yang dilakukan oleh petani dalam bercocok tanam padi.
Mereka harus merendam bibit padi hingga tumbuh kecambah lalu menabur nya di tempat area yang telah dibuat sampai tumbuh hingga tinggi satu telapak tangan dewasa baru bibit itu dicabut dan ditanami kembali dengan jarak tertentu hingga menunggu untuk siap panen.
Semua proses itu membutuhkan air yang sangat banyak, curah hujan yang rendah membuat para petani terpaksa menggunakan air sumur dan semua itu memakan proses 2 bulan lebih sehingga ketika melihat air yang memenuhi tanggul para warga bersorak gembira dan menangis haru.
Pintu air tanggul dibuka membuat air mengalir ke parit besar di samping jalan sawah lalu membelah menuju irigasi kecil yang telah dibuat di sepanjang area sawah desa Shu.
Semua warga bertepuk tangan melihat air masuk ke dalam tanah sawah mereka, mereka menangis dan bersorak gembira lalu kembali berlutut berterimakasih kepada Prefek Zhong.
__ADS_1
Proyek tanggul sukses besar!!!