
"Hai temanku yang sukses. Aku telah mendengar kesuksesan proyek yang kau lakukan bersama dengan Prefek Zhong. Selamat!".
"Selamat Lu Xiang"
"Kau pasti akan mendapatkan gelar kehormatan jika pencapaian ini sampai ke telinga Kaisar"
Chen Xirang dan yang lainnya mengucapkan selamat dan bangga pada prestasi yang Lu Xiang dapatkan.
"Terimakasih atas ucapan selamat kalian. Bagaimana dengan kabar kalian? Kalian tidak membuat masalah apapun kan?"
"Cih, kau pikir kami ini apa?" Song Yuan mengacak pinggang kesal.
"Sepertinya hidung teman kita sudah naik hingga ke surga. Kau berpikir kami pembuat onar karena tidak ada dirimu selama sepekan ini?" Canda Zhang Yunlei dengan majas ironis.
"Tidak salah lagi Yunlei, kau lihat saja ekspresinya yang angkuh. Kita sudah tidak selevel lagi dengannya" Tianjin ikut menggoda Lu Xiang.
"Ya, lihat saja wajahnya yang bersinar seakan puas dengan pencapaian yang ia lakukan" Timpa Chen Xirang.
Mata Lu Xiang berkilat. "Kau ingin tahu kenapa wajahku cerah tidak seperti kalian?".
"Kenapa?"
Senyum Lu Xiang semakin mengembang membuat Wang Tianjin memiliki firasat buruk dan ingin menutup mulut Chen Xirang. "Ah, Chen Xirang kenapa kau bertanya!!"
Chen Xirang menatap bingung, ia heran mengapa Wang Tianjin mengeluh namun beberapa detik kemudian ia tau alasannya!!.
"Itu karena aku mendapatkan banyak cinta dari istriku, Adelia. Apa yang kalian para jomblo sejati tau. Ya kan Li Jin?".
"Pftt! Kau benar" Li Jin terkekeh melihat raut wajah teman speechless temannya.
Lu Xiang kemudian menceritakan perlakuan khusus yang Adelia siapkan menyambut kepulangannya, mulai suasana rumah baru, menyiapkan baju dan perlengkapan keperluannya serta masakan yang ia buatkan sendiri.
Teman Lu Xiang mendengar itu dengan perasaan iri dan kesal pada Chen Xirang yang tersenyum meringis merasa bersalah. Song Yuan bahkan melemparkan kaca almond ke arah temannya yang tidak peka. "Semua ini salahmu"
Mereka memang merasa lega dan menyukai kepribadian Lu Xiang yang mulai terbuka akan kehidupan pribadinya namun memamerkan cinta bukan salah satunya!!. Song Yuan, Chen Xirang dan Wang Tianjin menjadi ingin segera menikah mendengar cerita bahagia dari Lu Xiang.
"Ah~ aku jadi ingin ke rumah Banmei, siapa yang ingin ikut?" Chen Xirang ingin melepaskan iri dan cemburu akan kehidupan rumah tangga bahagian Lu Xiang dengan menghabiskan waktu malamnya bersama dengan gadis-gadis di rumah Banmei.
"Aku!" Song Yuan mengangkat tangannya dengan tinggi.
Zhang Yunlei dan Wang Tianjin yang lebih bersikap dewasa tidak menjawab namun mengangkat sedikit tangan mereka yang memegang gelas wine.
__ADS_1
"Aku ju..." Li Jin juga ingin menikmati waktu bersama dengan wanita lain, ia tidak akan tidur karena menghargai istrinya.
"Maaf lelaki yang sudah beristri tidak di ajak" Putus Chen Xirang membalas dendam atas sikap setuju Li Jin pada Lu Xiang.
Song Yuan bertepuk tangan bahagia dan bersulang dengan temannya. Li Jin hanya pasrah oleh balasan temannya dan memilih bersulang dengan Lu Xiang.
"Lu Xiang, berikan wine ini, aku ingin membawanya dan memamerkan wine Rosella ini pada gadis-gadis itu. Mereka mengatakan bahwa wine yang mereka memiliki adalah kualitas terbaik, harganya begitu mahal hingga menguras isi kantongku". Zhang Yunlei sudah beberapa kali meminum wine Rosella ini dari Lu Xiang, walaupun kadar alkoholnya rendah dan tidak begitu cocok untuk diminum oleh lelaki namun ia juga menyukai wine ini sama seperti wine anggur yang pernah ia cicipi sebelumnya.
"Kau benar!!" Song Yuan dan Chen Xirang menjawab bersamaan.
Wang Tianjin juga setuju. Mata teman Lu Xiang berkilat dan membujuk teman mereka agar diberikan satu botol wine perorang.
"Baiklah, tapi jangan bilang wine ini dariku".
"Kami mengerti"
Mereka lalu membahas tentang ujian yang akan dilaksanakan 2 minggu lagi, mereka semua sudah mendaftarkan ujian yang akan dilaksanakan pada pertengahan bulan Agustus dan sudah melakukan persiapan yang matang.
Suasana di taman ini begitu santai dan rileks oleh bercandaan garing Chen Xirang atau jawaban Wang Tianjin dan Lu Xiang tentang pertanyaan yang ditanyakan oleh Li Jin dan Zhang Yunlei.
Namun itu tidak berlangsung karena suara centil dan manja Li Yueyin yang tiba-tiba saja muncul di taman.
"Yueyin! kenapa kau ada disini? Dimana Xiaowen?" Li Jin mengernyit akan kedatangan dadakan adiknya.
Mata Li Jin membesar, ia teringat akan peringatan Xiaowen dan memiliki firasat buruk. "Yueyin apa kau tidak lagi mendengarkan kakakmu?".
Nada dingin terdengar jelas dari perkataan dan ekspresi Li Jin.
"Aku...aku mendengarnya kak tapi ini menyangkut kak Adelia, aku tidak ingin kak Xiang terus dibohongi oleh kak Adelia".
"Li Yueyin!!" Li Jin memanggil adiknya dengan nada mendesis, memperingati adik perempuannya untuk tutup mulut namun raut wajah Li Yueyin yang keras kepala membuatnya tersadar bahwa peringatan istrinya sangat lah benar, ia tidak seharusnya mempercayai adiknya yang mengatakan ingin berubah.
Lu Xiang dan lainnya tertegun. Ada apa tentang Adelia?.
Chen Xirang dan lainnya lalu menyadari bahwa adik Li Jin ingin mengatakan tentang rumor beberapa hari yang lalu!!. Mereka ingin mencegahnya namun tidak tau cara yang tepat agar Lu Xiang tidak curiga.
"Itu menyangkut Adelia, katakanlah...ah, ikut aku" Lu Xiang menjadi penasaran namun kehadiran teman-temannya menyadarkannya, ia tidak tau apa yang Li Yueyin ingin katakan dan akan lebih baik jika teman-temannya tidak mendengarkan.
Namun Li Yueyin ingin teman-teman kakaknya juga ikut mendengar agar memiliki kesan buruk pada Adelia. "Aku mendengar rumor tentang kak Adelia. Aku pikir kakak-kakak lainnya juga mendengar rumor itu".
"Li Yueyin!! ikut aku pulang!"
__ADS_1
Mata Lu Xiang menjadi dingin dan menahan Li Jin, Li Yueyin harus menyelesaikan perkataannya agar tidak membuat teman-temannya menjadi salah paham pada Adelia, ia tau apa yang Li Yueyin pikirkan dengan mengatakan itu di hadapan teman-temannya dan itu semakin membuat hatinya menjadi dingin.
"Itu hanya rumor yang tidak benar Lu Xiang"
"Ya. Kami sangat tau bagaimana kepribadian kakak ipar dari beberapa kali bertemu dengannya serta dari cerita yang kau sampaikan".
"Mereka hanya iri pada Adelia sehingga menyebarkan rumor yang tidak jelas. Sumber rumor itu berasal dari grup teater. Kau tau sendiri bukan bahwa grup seperti itu tidak memiliki kredibilitas sedikit pun karena menyangkut uang" Wang Tianjin mencoba menjelaskan agar Lu Xiang tidak curiga dan marah pada Adelia. Walaupun hubungan keduanya harmonis namun rumor yang tidak jelas akan merenggangkan keharmonisan itu jika tidak diatasi dengan benar.
Lu Xiang semakin penasaran, ia menatap tajam pada Li Yueyin dan berkata dingin. "Katakan, rumor tentang Adelia seperti apa yang kau dengar".
Nada dingin itu membuat Li Yueyin merasa tidak nyaman namun ia harus menjelaskan dan membuat Lu Xiang mengetahui wajah asli istri sahnya.
"Aku...beberapa hari yang lalu. Kak Adel menyewa grup teater untuk tampil di rumah. Grup itu dipenuhi oleh banyak laki-laki"
"Dan juga perempuan, nyonya Lu juga mengundang Xiaowen untuk menonton bersama. Katakan yang jujur dan lengkap Yueyin. Apa kau tau perkataanmu membuat orang lain salah paham?" Habis sudah kesabaran Li Jin, ia begitu malu pada temannya karena memiliki adik perempuan yang ingin menikam halus orang yang memberi bantuan pada keluarganya.
"Terus?" Lu Xiang sama sekali tidak mempermasalahkan itu. Adelia bukan gadis yang senang melihat pria lain karena ia lebih banyak memilih untuk tinggal di rumah daripada keluar bersenang-senang menghabiskan waktu, satu-satunya orang yang ia percayai 100% di dunia ini adalah Adelia, wanita yang mengeluarkannya dari keterpurukan yang kelam.
Li Yueyin menatap jemu pada kakaknya namun langsung merasa takut melihat tatapan dingin Li Jin, ia merasa sedih karena kakaknya tidak pernah mendukungnya untuk menjadi istri Lu Xiang, selaku keluarganya seharusnya kakaknya lah yang selalu mendukungnya walaupun ia melakukan kesalahan.
Ia lalu menceritakan kejadian beberapa hari yang lalu dan jawaban mengerikan Adelia ketika ditanya apa yang akan ia lakukan jika Lu Xiang bersikap sama seperti Kang San.
Lu Xiang tersedak oleh ludahnya sendiri mendengar kronologis ceritanya lalu tersenyum pasrah dan kasih sayang. "Sepertinya aku tidak akan memiliki selir dalam hidupku karena tidak ingin itu dipotong" Jangan bercanda, bagaimana ia akan membully istrinya jika tidak ada senjata pamungkas itu.
Komentar canda Lu Xiang membuat teman-temannya tertawa terbahak-bahak dan merespon balik.
"Kakak ipar memang sangat hebat hingga berani memikirkan itu"
"Selamat Lu Xiang. Akhirnya ada wanita yang dapat mengontrolmu"
"Apa maksudmu mengontrol? Bukankah itu sejalan dengan pemikiran Lu Xiang yang tidak ingin memiliki selir?"
"Ya. Dia bahkan tidak mau ke rumah Banmei karena terlalu bucin pada Adelia"
"Tapi membayangkan Lu Xiang menjadi kasim..."
"Pftt!!! hahaha. Ya ampun, perutku menjadi kram"
"Lu Xiang, sang kasim Adelia, hahaha"
Suasana tegang itu mencair oleh komentar Lu Xiang dan respon teman-temannya. Li Jin bernapas lega dan melirik dingin pada Li Yueyin yang tercengang, sepertinya ia tidak bisa lagi tinggal di rumah Lu Xiang, melihat obsesi adiknya, percuma saja jika hanya Li Yueyin yang tinggal di penginapan, ia tau bahwa adiknya akan pergi ke rumah Lu Xiang dengan berbagai alasan, ia tidak ingin lagi kehilangan muka di depan temannya.
__ADS_1
Li Yueyin menatap tidak percaya pada Lu Xiang. Bagaimana mungkin laki-laki ini tidak marah dan malah membuat bercandaan?! Ini tidak seperti yang ia bayangkan!!!.