
"Selamat pagi guru" Sapa Lu Xiang dengan senyum cerah membuat Zhao Fan tertegun dan melihat matahari yang sudah bersinar terang.
"Selamat pagi" Jawab Zhao Fan dengan bibir berdenyut. Ia merasa ada yang aneh dengan anak muridnya.
"Ini adikku guru, Lu Cheng dan Lu Shan. Berikan salam pada paman Zhao".
"Senang bertemu denganmu paman Zhao" Lu Cheng dan Lu Shan membungkuk hormat.
Zhao Fan senang melihat adik Lu Xiang yang sehat dan gemuk, menunjukkan bahwa kehidupan muridnya mulai membaik.
"Bagus, bagus. Kau memiliki adik yang pintar Lu Xiang. Jangan berada di depan rumah, masuklah".
Lu Xiang meletakkan hadiah tahun baru berupa dua kendi sedang wine dan satu bungkus teh berkualitas tinggi dan makanan ringan yang Adelia buat. Senyum Zhao Fan merekah melihat kendi wine yang lebih besar dari yang biasa Lu Xiang bawa.
"Hahaha. Kau memang murid kebanggaan ku" Tangannya membelai janggut dengan puas.
Lu Xiang hanya menggelengkan kepala dan tersenyum. Mereka berbincang mengenai banyak hal, ujian bisnis ataupun soal pertanian, sedangkan Lu Cheng dan Lu Shan duduk manis sembari memakan manisan yang disediakan di atas meja.
"Kita akan pergi ke kota Qincheng lima hari lagi. Kau harus mempersiapkan semua perlengkapan ujian dan jangan sampai ada yang ketinggalan".
"Baik guru".
Zhao Fan menepuk pundak Lu Xiang dengan penuh bangga. "Aku yakin kau mampu lulus ujian dengan peringkat yang sangat baik".
"Aku akan berusaha keras untuk tidak mengecewakan mu guru".
Zhao Fan menyuruh Lu Xiang untuk pulang dan berkata. "Aku senang kau dapat tersenyum lebar sekarang".
Lu Xiang tersenyum haru, dari banyak orang gurunya lah yang banyak membantunya sebelum ia bertemu dengan Adelia. Ia menoleh pada istrinya lalu tersenyum bahagia. "Itu semua karena istriku".
Adelia merasa wajahnya kembali memanas, ia bahkan tidak berani melihat Zhao Fan yang tertawa keras akan jawaban muridnya.
__ADS_1
"Kita akan pergi ke desa Miao?" Ekspresi Lu Cheng berubah ketika melihat arah jalan kereta kuda.
"Ya. Kak Adel harus mengunjungi keluarganya".
"Kenapa? Keluarga kak Adel sama sekali tidak peduli dengannya". Lu Cheng berkata dengan wajah kesal, kesan buruk keluarga Miao masih melekat erat di ingatannya.
"Karena aku belum memutuskan hubungan dengan keluarga Miao, Lu Cheng, tahun baru adalah hari besar jadi aku tidak bisa absen dalam mengunjungi keluarga Miao. Kau akan mengerti ketika besar nanti" Jelas Adelia.
"Aku tau, kau melakukannya karena tidak ingin merusak reputasi kak Lu Xiang" Gumam Lu Cheng.
Adelia hanya tersenyum melihat Lu Cheng yang mengerti walaupun tidak diberitahu, adiknya sangat pintar dan dewasa membuatnya bangga dan khawatir di saat bersamaan.
Warga desa Miao terkejut melihat kereta kuda yang jarang masuk ke desa dan penasaran siapa yang berkunjung. Mata mereka melebar melihat Lu Xiang dan kelurganya yang keluar dari kereta kuda.
"Itu bukannya Lu Xiang sama Adelia?!"
"Mereka pasti kesini untuk mengunjungi keluarga Miao"
"Aku tidak menyangka bahwa Adelia kini sudah kaya raya, lihat saja kereta kuda itu pasti sangat mahal".
"Heh~ Lu Xiang kan memang sudah lama begitu".
"Kini Adelia pun masa, seperti kata orang buah jatuh akan menggelinding ke buah jatuh lainnya".
Berbagai komentar iri dan cemburu tertuju pada keluarga Lu Xiang membuat Lu Cheng dan Lu Shan menjadi tidak nyaman, mereka tidak ingin lagi mengunjungi tempat yang selalu membuat mereka gelisah.
Lu Xiang dan Adelia tidak peduli komentar pedas, ia menyuruh Lu Cai dan Lu Kai untuk membawa hadiah yang telah ia persiapkan dan berdiri di depan rumah keluarga Miao yang pintunya terbuka.
"Oh~ cucuku rupanya, aku kira kau sudah mati karena tidak pernah lagi mengunjungi ku". Nenek Miao Lan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengkritisi Adelia.
Adelia tetap tersenyum. "Kami datang untuk berkunjung dengan niat baik tapi sepertinya nenek masih tidak mau menganggap ku cucumu, kalau begitu kami pergi nek. Ini adalah hadiah dari ku, semoga nenek panjang umur dan sehat selalu". Alasannya kemari hanya formalitas jadi ia tidak mau mendengar sarkasme dari siapapun.
__ADS_1
Senyum sinis nenek Miao Lan membeku, ia tidak menyangka bahwa Adelia sangat tidak sabar menghadapinya. "Kau!!".
"Nenek" Miao Sheng keluar dan menghentikan neneknya. Ia tersenyum pada Adelia dan Lu Xiang.
"Kakak ipar, sepupu. Kalian sudah datang, silahkan masuk. Kami sudah lama menanti kedatangan mu". Miao Sheng tersenyum hormat dan mempersilahkan masuk.
"Miao Sheng?" Nenek Miao Lan tertegun, Miao Sheng adalah orang yang paling tidak menyukai Lu Xiang dan sekarang ia sangat ramah menyambut kedatangan laki-laki itu.
"Nenek, aku sekelompok dengan Lu Xiang" Miao Sheng berbisik sembari tersenyum pada Adelia dan Lu Xiang.
Adelia menahan kuat agar bibirnya tidak berdenyut speechless, ia tau alasan perubahan Miao Sheng dan menjadi kesal namun ia harus meladeni sepupunya ini.
Lu Xiang mengajak Lu Cheng dan Lu Shan yang enggan untuk masuk, mereka duduk di ruang tamu yang sudah di penuhi oleh keluarga Miao.
Li Mei, Miao An dan Lien Hua terkejut akan kedatangan Lu Xiang dan Adelia, mereka ingin menghardik pasangan suami istri itu namun tatapan peringatan Miao Sheng menghentikan mereka.
"Kami tidak akan lama disini nek. Kami berkunjung untuk memberikan hadiah tahun baru untukmu, aku dengar kau sering sakit kepala dan jantung berdenyut sakit ketika mendengar berita seseorang. Huft, tolong jaga kondisi tubuhmu dengan baik nek. Tapi jangan khawatir aku membawakan ramuan obat mungkin dapat membantumu" Adelia menyindir dengan mata tersenyum.
Napas nenek Miao Lan tercekat. Ia menunjuk Adelia dengan jari bergetar namun tidak mampu mengatakan apapun.
"Guru Zhao Fan juga berpesan bahwa kita akan berangkat lima hari lagi. Kau harus mempersiapkan berkas dan peralatan ujian Miao Sheng" Sambung Lu Xiang yang menyembunyikan senyum di matanya.
Adelia berdiri dan sedikit menundukkan kepalanya dengan hormat, senyum senang tidak lepas dari bibirnya sedetik pun. "Kalau begitu kami permisi dulu, kami masih ingin mengunjungi kepala desa dan tetua desa".
Lu Xiang dan adiknya keluar tak lama dari mereka masuk, meninggalkan keluarga Miao yang mematung tidak percaya akan sandiwara yang keluarga Lu Xiang mainkan. Mereka bahkan tidak mengucapkan satu patah kata pun.
Raut wajah Miao Sheng menjadi dingin, tangannya mencengkeram kuat namun ia berdiri dan mengantar keluar Lu Xiang ke pintu depan rumah.
"Terimakasih sudah mengunjungi keluargamu Adelia, aku harap kau selalu mengingat bahwa ini juga keluarga mu. Jangan di tahun baru saja" Sikap acuh tak acuh dan santai Adelia membuat Miao Sheng hampir tidak bisa mengontrol emosinya.
Adelia mengangguk dan tersenyum. "Aku akan mengingatnya. Terimakasih nasehatnya sepupu".
__ADS_1
Lu Xiang dan Adelia yang selesai berkunjung dengan cepat membuat para warga yang menonton kembali berbisik dan mencemooh maupun penasaran walaupun mereka tau kenapa hal itu terjadi.
Lu Xiang dan Adelia mengunjungi kepala desa yang menyambut hangat mereka serta tetua desa, mereka memberi wine kualitas sedang, rokok linting dan sedikit makanan pokok membuat mereka merasa bahwa Lu Xiang menghargai dan membutuhkan mereka. Kesan buruk laki-laki itu di mata kepala desa dan tetua sedikit membaik.