Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Makan malam


__ADS_3

"Sakit ibu, kau sangat kuat mencengkram tanganku" Lu Lian menepis tangan ibunya dan menggosok lengan yang sakit.


"Katakan padaku Lu Lian. Apa kau punya pikiran yang tidak seharusnya kau pikirkan?".


Lu Lian terdiam. "Apa maksud ibu? Aku tidak mengerti".


"Jawab aku dengan benar!. Apa kau punya pikiran seperti itu? Apa kau belum puas membuat keluargamu dijual kembali karena ulah mu?!"


Teriakan ibunya membuat Lu Lian menjadi kesal. "Ibu! Aku hanya ingin kebahagiaan. Apa aku tidak pantas mendapatkannya?".


"Tapi kebahagiaan itu ditukar dengan pengorbanan keluarga mu. Apa kau tidak kasihan melihat Lu Feng? Dia baru bisa beradaptasi dengan majikan barunya. Beruntung sekarang ia punya majikan dan teman yang dapat membuatnya senang".


"Lu Feng! Lu Feng! Lu Feng. Apa hanya Lu Feng di mata ibu? Bagaimana denganku?!".


"Kau tidak boleh merayu tuan Lu!! Apa kau tidak sadar betapa tuan Lu menghormati dan menyayangi istrinya? Berhenti bermimpi!!" Lu Fang sangat marah pada anaknya yang egois. Ia tidak mempermasalahkan jika majikannya juga menaruh hati pada Lu Lian namun Lu Xiang bukanlah tipe yang seperti itu, ia sangat takut akan konsekuensi perbuatan anaknya.


Lu Lian tersentak dan duduk menangis, ia membenci ibunya karena tidak mau mendukungnya sedikitpun. Apa salahnya ia berusaha? Bukankah laki-laki akan punya 3 istri dan 4 selir? Ia hanya menginginkan status selir saja, apa itu juga tidak pantas untuknya hanya karena ia seorang budak?!. Bukan kemauannya menjadi budak!!.


"Usap air matamu. Aku tidak ingin membuat nyonya curiga, hilangkan semua perasaan yang kau rasakan saat ini pada tuan Lu. Aku akan mencarikan laki-laki yang baik untukmu". Lu Fang segera pergi karena tidak ingin membuat Adelia menunggu.


Mata Lu Lian terbelalak menatap punggung ibunya, tidak menyangka bahwa ibunya akan menikahkannya dengan laki-laki lain. Ia tau bahwa ibunya hanya akan menikahkan dengan seorang budak saja karena status yang ia miliki.


Ia tidak mau itu terjadi! Ia tidak akan menikah dengan laki-laki hina dan hanya akan menikah dengan laki-laki terhormat, apapun caranya.


&&&


Menjelang malam, pelayan sibuk menata 10 meja serta meletakkan bahan-bahan untuk masakan hotpot yang memenuhi meja di halaman belakang yang awalnya lahan kosong yang kemudian Lu Xiang beli untuk memperluas area rumah mereka.


Terdapat tahu, sayur, daging tipis yang digulung cantik, jamur dan kerang maupun udang yang diletakkan pada masing-masing piring mengelilingi panci besar yang dibagi menjadi dua bagian, bagian kuah putih yang tidak pedas serta kuah merah yang mengundang selera makan.


Pelayan juga tidak lupa meletakkan botol wine buah di sudut-sudut meja beserta gelasnya. Bahan masakan berwarna warni membuat nilai artistik tersendiri serta membakar arang tak berasap dan meletakkannya di dalam pemanas besi.

__ADS_1


Tak lama kemudian, satu persatu teman-teman Lu Xiang datang dengan membawa hadiah berkunjung. Adelia, suami dan adiknya yang sudah memakai baju bagus menyambut hangat para sarjana beserta istri mereka.


Adelia memakai hanfu berbahan satin transparan berwarna biru muda dengan dalaman kain sutra ombre gradasi perpaduan biru muda dengan biru dongker dilapisi oleh jaket bulu dengan warna senada. Rambutnya ia sanggul dengan gaya dinasty Qing serta memakai satu set perhiasan berwarna silver biru dongker disempurnakan dengan make up natural, terlihat begitu cantik dan sempurna.


Lu Xiang memakai hanfu laki-laki bermotif bunga teratai di dada dilapisi oleh jaket besar khas pelajar, terlihat begitu elegan dan berwibawa. Adik-adiknya juga memakai hanfu yang sama dengan kakak mereka, terlihat menjadi pakaian ayah dan anak.


"Ini adalah Li Jin, Li Jin ini istriku Adelia".


Adelia, Lu Cheng dan Lu Shan sedikit membungkuk dengan gerakan pelan sembari tersenyum simpul. "Selamat datang tuan".


Li Jin tersadar dan segera mengenalkan diri dan istrinya."Senang bertemu denganmu, kenalkan ini istriku Xiao Wen".


Xiao Wen segera memperkenalkan dirinya, ia adalah wanita yang cantik berusia 23 tahun dengan tubuh ramping dan tinggi semampai untuk seorang wanita.


"Senang bertemu denganmu nyonya Lu. Saya sudah banyak mendengar tentang anda karena toko kue De Xiang. Anda benar-benar wanita inspiratif" Xiao Wen mencoba mendekatkan diri pada Adelia, ia benar-benar mengagumi wanita itu karena berhasil membuat nama di kota Cheng melalui toko kue unik miliknya.


Xiao Wen tidak menyangka bahwa pemilik De Xiang sangatlah cantik, ia tidak pernah mendengar rumor tentang kecantikan Adelia karena wanita itu berpakaian sederhana dan tidak berdandan ketika mengunjungi toko kue.


"Panggil saja aku Adelia. Senang juga bertemu denganmu nyonya Li, ini adik Lu Xiang bernama Lu Cheng dan Lu Shan. Sapa lah tuan Hsien Li dan nyonya Li, Lu Cheng, Lu Shan".


"Senang bertemu dengan anda tuan Hsien Li dan nyonya Li" Lu Cheng dan Lu Shan menyapa dengan penuh sopan santun membuat pasangan suami istri itu menjadi senang.


"Baiklah, aku akan memanggilmu Adelia tapi kau juga harus memanggil Xiao Wen".


Dalam beberapa kalimat, kedua wanita itu menjadi dekat dan dapat berbincang-bincang nyaman.


Lu Xiang memperkenalkan satu persatu nama teman sarjananya pada Adelia terkecuali pada Chen Xirang, Zhang Yunlei, Shao Yunan dan juga Miao Sheng yang telah mengenal Adelia. Tindakan Lu Xiang membuat sebagian temannya heran karena di mata mereka wanita hanya dapat berbaur dengan wanita lainnya, tidak ada tempat bagi wanita di tempat laki-laki.


Dari 12 sarjana yang lulus ujian Hsien, hanya lima orang yang sudah menikah termasuk Lu Xiang sehingga jumlah tamu yang berkunjung hanya 16 orang saja.


"Kakak ipar. Apa makan malamnya sudah siap? Aku sangat lapar?" Chen Xirang sengaja tidak mengganjal perutnya dengan makanan ringan sebelum ia datang karena pernah mencicipi masakan Adelia yang sangat enak melalui bekal makan siang Lu Xiang.

__ADS_1


Adelia tersenyum geli. "Makan malam sudah siap, silahkan tuan dan nyonya sekalian".


Adelia dan Lu Xiang menuntun para sarjana Hsien ke belakang halaman rumah yang telah di hias dengan lentera di tali yang dipasang di atas kepala serta beberapa lampion di pohon yang belum berbunga membuat kesan perayaan dan meriah.


Namun fokus para sarjana dan istri mereka adalah hidangan yang terletak di atas meja. Mereka hanya melihat bahan-bahan masakan yang belum di masak di atas meja, tidak ada satupun makanan siap saji.


"Ini..." Mereka segan membuka mulut dan membuat Lu Xiang tidak nyaman namun tidak mungkin mereka yang memasak bahan-bahan ini?!.


"Tuan, nyonya. Silahkan duduk. Nama masakan ini adalah hotpot, cara makannya adalah kalian memasak sendiri bahan yang kalian suka seperti ini". Adelia memperagakan bagaimana cara memakan hotpot.


Para istri sarjana tertarik untuk mencobanya, bahan-bahan masakan yang segar serta beranekaragam terlihat enak dipandang. Mereka mencelupkan daging tipis gulung sebentar seperti yang Adelia lakukan lalu memakannya dengan hati-hati.


Mata mereka melebar, daging empuk dan kuah yang lezat saling melengkapi satu sama lain membuat lidah mereka seperti terbuka oleh rasa kuat yang memijit seluruh sel-sel perasa.


"Ini sangat enak. Suamiku, cobalah!" Para istri meletakkan daging yang sudah matang ke dalam mangkuk suaminya.


Reaksi para sarjana tidak berbeda dengan wanita, perasa lidah dihantam kuat oleh rasa daging empuk berkuah yang begitu menggugah selera.


"Ini sangat enak. Bagaimana kau bisa memikirkan cara makan seperti ini nyonya Xie Hsien?". Salah satu sarjana bernama Lin Zheng bertanya.


Adelia merasa canggung karena ini bukanlah masakan ciptaannya namun ia juga tidak bisa mengatakan yang sebenarnya. "Aku hanya ingin makan makanan panas karena cuaca yang begitu dingin jadi aku berpikir cara makan seperti ini".


"Kau jenius Adelia" Xiao Wen menatap takjub. Ini akan menjadi cara unik dalam memakan sesuatu dan pasti bernilai tinggi.


Adelia membantu Lu Shan dan Lu Cheng memasak bahan-bahan hotpot lalu meletakkannya ke mangkuk mereka. Kedua adiknya begitu pendiam karena banyak orang namun sangat antusias dalam


Lu Xiang melihat para pelayan mengisyaratkan untuk menuangkan minuman wine buah, ia pun berdiri sembari mengangkat gelas wine.


"Aku sangat berterimakasih atas kedatangan kalian kemari. Aku harap kita bisa berteman baik dan saling membantu dalam persiapan ujian, semoga kita semua lulus ujian fu-shih, bersulang!!".


"Bersulang!!" Para sarjana meneguk wine buah dan terbelalak.

__ADS_1


!!!


__ADS_2