Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Kedatangan mak comblang


__ADS_3

Episode Lu Lian melarikan diri tidak berpengaruh signifikan pada keluarga Lu Xiang, mereka bahkan tidak mencari gadis itu dan membiarkannya mencari kebahagiaan yang ia impikan.


Lu Xiang pergi ke acara perkumpulan sarjana dan pelajar di kedai Wanxioling dan berpapasan dengan Zhang Yunlei dan Shao Yunan.


"Lu Xiang! Kebetulan kita bertemu disini, ayo masuk" Ajak Zhang Yunlei.


Selamat siang, apa acaranya sudah dimulai?".


"Belum tapi para sarjana sudah banyak datang. Ayo kita masuk".


Lu Xiang dan temannya masuk yang disambut oleh penyelenggara acara yaitu Fu Lin, pemilik akademi Lin.


"Selamat datang Xie Hsien. Aku sudah lama ingin bertemu denganmu tapi Juren Zhao tidak pernah menyetujuinya". Laki-laki setengah baya itu memperkenalkan Lu Xiang pada yang lainnya.


Banyak sarjana Hsien biasa antusias berkenalan dengan Lu Xiang namun beberapa orang bersikap sinis dan nyinyir.


"Oh ini Xie Hsien. Aku kira prefek yang datang karena membuat kita semua menunggu".


Senyum Lu Xiang tidak berubah. "Senang bertemu denganmu Hsien Xia".


"Hmph! Kau Hsien muda tapi sama sekali tidak menghargai Hsien yang lebih tua darimu. Apa gelar Xie membuatmu sombong?" Ucapan provokasi terdengar jelas di telinga orang lain.


Namun Lu Xiang hanya tersenyum dan berbalik badan berbicara dengan orang lain membuat Hsien Xia merasa seperti anjing menggonggong kafilah berlalu. Tangannya meremas kipas tangan dengan kuat. Ia terkenal sebagai Hsien yang nyentrik dan selalu mencari masalah dengan orang hingga orang-orang tidak ada yang membelanya.


Para sarjana mulai membahas poem atau puisi baik dari pembuat puisi ternama di masa lalu atau sarjana yang terkenal di ibukota.


"Xie Hsien".


Lu Xiang menoleh pada Hsien Xia yang ingin mencari masalah dengannya.


"Kau mendapat gelar Xie dan pasti pandai membuat poem kan? Bisakah kami memiliki kehormatan untuk mendengar poem milikmu?"


Sebagian sarjana mengernyit akan tindakan berlebihan Hsien Xia karena mereka berkumpul untuk membahas poem dan puisi bukan berkompetisi untuk membuat sajak puisi. Namun tidak ada yang melangkah untuk menginterupsi karena mereka juga penasaran dengan kemampuan Xie Hsien.


Lu Xiang melangkah maju dan mengulurkan dua kepal tangan meminta maaf. "Hsien Xia terlalu berlebihan dalam memujiku. Aku hanya beruntung mendapatkan gelar Xie".

__ADS_1


Hsien Xia menatap tajam. "Jadi kau menatap rendah padaku sehingga aku tidak pantas mendengar poem milikmu?".


Lu Xiang menatap datar lalu tersenyum kecil. "Jika Hsien Xia berpikir seperti itu maka aku tidak bisa berbuat apapun".


"Kau!".


"Junior ini masih dalam tahap belajar dan mohon untuk senior semuanya agar tidak kecewa dengan kemampuan junior ini yang masih serba kekurangan. Junior ini mempunyai sebuah poem akan tetapi tidak begitu bagus di bandingkan dengan poem milik senior sekalian". Lu Xiang sedikit menunduk untuk meminta maaf. Sikap murah hati Lu Xiang membuat sarjana Hsien yang sudah tua merasa malu, mereka batuk beberapa kali untuk menyembunyikan rasa malu di wajah mereka.


Lu Xiang duduk di depan meja persegi, mengambil kertas, kuas dan tinta dan mulai menulis rapi sebuah poem yang berkelebat di pikirannya. Ia membuat poem ini ketika memikirkan Adelia dalam kehidupannya.


Kegelapan akan datang dengan sendirinya


Tubuh dan jiwamu akan terlepas sejenak dan hanyut dalam mimpi


Angin gelap menembus setiap rongga kehidupan


Raih setiap apa yang ada di sana dengan perlahan dan ganas


Lupakan ingatan palsu itu


Rindu saja tidak akan bertahan selamanya


Mengubah temperamen buruk menjadi kebahagiaan (dari spezer.net)


Para sarjana Hsien membaca syair tersebut dan menjadi kagum.


"Syair yang bagus! Syair yang bagus. Kau membuatnya dengan konten yang rapi dan perasaan yang sebenarnya. Ini adalah puisi yang bagus" Fu Lin memuji takjub, ia bahkan membaca poem tersebut berkali-kali dan masih merasa takjub.


Situasi yang tidak terpikirkan oleh Hsien Xia terjadi membuat wajahnya merah padam karena malu dan marah. Ia akhirnya mendengus kesal dan pergi dari kedai teh Wanxioling namun tidak ada satupun yang memperdulikan kepergiannya.


Di sisi lain Adelia menyuruh Lu Fang untuk mengantarkan ramuan herbal untuk sakit ringan dan ginseng ke rumah keluarga Miao setelah mendengar bahwa neneknya jatuh pingsan. Ia hanya menjalankan formalitas dan tidak peduli akan reaksi keluarga maternalnya.


Siang hari Adelia kedatangan tamu yang mengejutkan dirinya. Seorang wanita yang mengaku berprofesi mak comblang yang bernama Mak Li, awalnya ia tidak tau maksud kedatangan wanita berumur 40 tahunan itu.


"Senang bertemu dengan mu nyonya Xie Hsien. Anda sangat cantik seperti yang orang katakan, tidak hanya itu anda juga mempunyai ide brilian seperti kue tart. Aku adalah salah satu yang mengagumi bakat dan talenta yang anda miliki".

__ADS_1


Perasaan Adelia menjadi tidak enak akan pujian melambung tinggi dari Mak Li. Ia segera menanyakan maksud kedatangan wanita itu dan menjadi speechless.


"Kedatangan saya kemari untuk menunjukkan beberapa wanita bertalenta dan juga cantik. Mereka semua berasal dari keluarga terhormat yang lebih penting adalah mereka gadis yang menjunjung tinggi norma wanita sehingga anda tidak perlu bersaing dan merebut kasih sayang suami anda dengan mereka" Mak Li berceloteh seakan ia adalah ibu Lu Xiang yang dapat menentukan apapun untuk laki-laki itu.


"Mak-maksud Mak Li?" Saking speechless Adelia, ia bahkan gagap dalam berbicara.


"Mereka akan menjadi selir sarjana Xie Hsien" Reaksi Adelia membuat Mak Li menjadi bingung.


Adelia menghirup napas dalam mencoba menenangkan emosi yang meledak-ledak di dadanya, ia tidak mau reputasinya menjadi hancur karena mengusir Mak comblang, tindakan itu akan membuatnya di cap istri pencemburu, salah satu dari 7 sifat yang menjadi dosa besar seorang wanita di dunia ini.


Namun keinginan untuk menambah rambut wanita tua itu dan melemparnya keluar hampir membuat rasionalitasnya hilang.


"Mak Li. Sayang sekali kau datang tidak tepat waktu karena yang SANGKUTAN tidak ada di rumah". Senyum Adelia hampir runtuh.


"Tapi ini kan tugas anda nyonya Xie Hsien".


Perkataan innocent membuat urat-urat di kepala Adelia bermunculan.


"Tapi aku harus mendiskusikan terlebih dahulu dengan suamiku. Bagaimana jika dia tidak menginginkan selir? Aku tidak bisa membuat hubunganku dengan Lu Xiang renggang karena masalah ini kan MAK LI?"


Mak Li tertawa lucu. "Lelaki mana yang tidak suka dengan gadis cantik. Anda tidak perlu membicarakannya dengan sarjana Xie Hsien karena aku yakin beliau akan setuju".


"Apa kau Xie Hsien?".


Suara dingin dan tatapan tajam Adelia membuat Mak Li terkejut dan menjadi takut. "Ti-tidak".


"Lalu bagaimana kau tau apa yang suamiku pikirkan?".


"Ak-aku... Bagaimana jika anda memperlihatkan sketsa para kandidat pada Xie Hsien dan kabari aku jika Xie Hsien sudah memilihnya?" Mak Li masih tidak ingin menyerah dan menyatakan ide lainnya, ia meletakkan buku berisi sketsa kandidat yang ingin menjadi selir Lu Xiang di atas meja.


"Baiklah. Jika Mak Li sudah selesai menyampai perihal kedatangan mu kemari. Pintu keluar ada di sebelah sana". Senyum yang tak sampai ke mata terlihat wajah Adelia.


"Aku akan menunggu kabar baik dari anda nyonya Xie Hsien".


Mak Li melangkah pergi lalu berbalik badan dan meludah ke arah rumah Lu Xiang ketika ia sudah berada jauh.

__ADS_1


"Cih. Kau bersikap sangat angkuh, menjadi istri sah tidak ada apa-apanya ketika suami lebih memilih selir daripada kau! Aku doakan semoga itu terjadi, biar tau rasa kau!" Wanita itu pergi sembari memaki Adelia yang tidak memperlakukannya dengan baik ketika berkunjung, ia adalah mak comblang terkenal dan banyak orang yang mendatanginya untuk urusan pernikahan.


Lu Xiang yang baru pulang dari perkumpulan sarjana mendapati istrinya yang merajuk dan mengabaikannya. Ia pun bingung karena tidak tau apa yang membuat Adelia berbuat hal demikian.


__ADS_2