Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Pertengkaran karena kegelisahan


__ADS_3

Setelah kunjungan Miao Sheng dan Li Yaoyao, kehidupan Adelia dan Lu Xiang kembali seperti semula. Lu Xiang kembali belajar di akademi dan sorenya bekerja di kantor divisi matematika sedangkan Adelia fokus mempersiapkan kelahiran dan sesekali mengintruksi Lu Mei dan Lu Yan dalam membuat wine atau selai buah.


Selama masa panen buah ini, ia memanfaatkan waktu untuk memperbanyak pembuatan wine dan tidak takut kebanyakan karena dapat di simpan di space teratai, ia berpikir bahwa ia tidak bisa leluasa dalam membuat wine ketika masa kelahiran dan ketika pindah ke ibukota.


Hari-harinya ia lewati dengan cepat dan menyenangkan walaupun sesekali Li Yaoyao menunjukkan eksistensinya namun kehadiran gadis itu tidak menjadi masalah padanya karena gadis itu begitu pandai dalam menghindari topik yang membuatnya tidak suka setelah kejadian persembahan teh tempo hari akan tetapi topik tentang pembukaan toko di Qincheng masih dibahas oleh Li Yaoyao karena masih menginginkan resep gratis dan tentu saja Adelia selalu menolak dengan alasan yang tidak bisa mudah dibantah.


Waktu berjalan dengan cepat dan tidak terasa masa kehamilan Adelia memasuki bulan akhir dan itu membuat Lu Xiang menjadi sedikit panik dan mempersiapkan masa kelahiran jauh hari bahkan mengundang dukun anak yang dapat dipercayai untuk tinggal di rumah mereka sehingga tidak perlu susah-susah memanggil dukun anak ketika istrinya melahirkan secara tiba-tiba.


Adelia berjalan lucu dan tertatih seperti anak kecil yang baru saja belajar berjalan karena perutnya yang semakin berat dan membesar, pemandangan itu membuat Lu Xiang dan kedua adiknya menjadi khawatir dan menjadi protektif yang berlebihan.


Lu Xiang bahkan menemani istrinya ke kamar mandi dan bersikeras memandikan Adelia membuat wanita itu kesal, pasrah dan terharu oleh perhatian dan kasih sayang suaminya.


Protektif berlebihan itu bahkan membuat Lu Xiang panik ketika melihat Adelia melakukan senam yoga kehamilan, terlebih ketika menggunakan balon besar dan duduk diatasnya.


"Kau bisa terjatuh menggunakan benda ini, aku akan menyitanya".


Penyitaan itu membuat kesabaran Adelia berada pada puncak dan ia memarahi suaminya yang terlalu overpotective dan terjadilah pertengkaran sepihak. Adelia yang juga panik menyambut kelahiran anaknya membentak dan memarahi Lu Xiang dengan suara keras membuat Lu Cheng dan kedua pelayan terkejut karena tidak pernah melihat Adelia marah besar seperti ini.


"Aku hanya ingin keselamatan mu sayang".


"Tapi ini untuk keselamatanku juga Lu Xiang. Kau tidak tau kan bahwa yoga dapat melancarkan proses kelahiran! Orang kuno sepertimu mana tau pengetahuan modern seperti itu!!".


Adelia menyadari bahwa ia sudah terlalu keterlaluan dalam berdebat dan memilih untuk diam. Keduanya terdiam dan hanyut pada pemikiran masing-masing.


"Maaf jika aku pria kuno yang tidak memiliki pengetahuan canggih sepertimu. Aku hanya seorang suami yang mengkhawatirkan istriku, maaf jika itu menganggumu".


Lu Xiang pergi meninggalkan Adelia yang hanya terpaku, beberapa hari hubungan keduanya seperti menjauh dan merasa asing. Mereka tetap tidur bersama namun terasa seperti ada dinding tebal yang memisahkan keduanya.


Situasi itu membuat Lu Cheng dan Lu Shan menjadi panik dan gelisah, mereka berusaha membuat hubungan kedua kakak mereka kembali menjadi seperti semula namun tidak ada dukungan dari Lu Xiang dan Adelia membuat rencana mereka gagal.


Sampai akhirnya, Adelia menjadi tidak tahan dan menangis keras mengeluarkan segala perasaan takut dan khawatirnya.

__ADS_1


"Lu Xiang, aku takut melahirkan. Bagimana jika aku mati ketika melahirkan?". Keterbatasan ilmu medis dan peralatan membuat Adelia tidak bisa melakukan caesar di dunia ini, ia menjadi semakin panik ketika mendengar kabar bahwa proses melahirkan membutuhkan banyak waktu hingga berhari-hari, membayangkan proses menyakitkan itu membuat Adelia sangat ketakutan.


Lu Xiang memeluk Adelia dan menyadari bahwa istrinya memendam rasa takut yang sama dengannya, ia menyesal mengabaikan istrinya dan tidak peka terhadap apa yang Adelia tahan dalam hatinya.


"Tidak akan terjadi apa-apa sayang. Kau akan melahirkan dengan cepat dan mulus, tabib sudah mengatakan kalau bayi kita tidak begitu besar hingga l akan menyulitkan proses melahirkan, terlebih kau juga selalu merawat tubuhmu dengan baik dan selalu minum air sumur teratai. Itu sesuatu yang tidak dimiliki oleh wanita hamil lainnya sehingga kau akan melahirkan lebih cepat dan aman daripada mereka".


Lu Xiang berusaha menghibur dan menenangkan istrinya serta mengulang kata-kata bahwa semua baik-baik saja.


"Percaya pada dirimu sayang. Kau ini wanita yang kuat dan akan melahirkan dengan lancar. Kita juga sudah melakukan persiapan dengan matang jadi tidak akan terjadi apa-apa".


Adelia sedikit merasa tenang setelah mendengar penjelasan panjang dari suaminya. Rasa gelisah dan cemas yang menggelayuti hati selama akhir-akhir ini sedikit menghilang.


Ya, ia memiliki space teratai dan sudah minum banyak air sumur teratai, tidak akan terjadi apa-apa padanya. Jika ia terus cemas dan takut maka mungkin ketakutan ini lah yang membuatnya celaka ketika proses melahirkan.


Keduanya berpelukan dan berusaha memberikan tenaga dan kekuatan pada satu sama lain. Mereka hanya pasangan yang belum berpengalaman dan tidak memiliki orang dewasa yang dapat mereka diskusikan, wajar jika cemas dan kegundahan hati menghinggapi hati hingga membuat keduanya takut dan tidak tau solusi apapun.


"Semuanya akan baik-baik saja sayang". Lu Xiang berulang kali mengucapkan kata tersebut untuk menenangkan Adelia dan juga dirinya sendiri.


Setelah mengeluarkan isi hati masing-masing, Adelia dan Lu Xiang berbaikan, hubungan mereka kembali normal dan bahkan lebih dekat dan dalam dari sebelumnya.


Lu Xiang dan Adelia merasa bersalah, pertengkaran mereka juga membuat Lu Shan dan Lu Cheng gelisah dan tidak nyaman.


"Kami sudah baikan Lu Shan. Maaf sudah membuatmu cemas" Adelia mengelus lembut rambut adik iparnya.


"Maaf Lu Cheng". Lu Xiang juga meminta maaf, situasi di rumah dua hari ini pasti tegang dan canggung karena perang dinginnya dengan Adelia.


Lu Cheng menghela napas lega dan menggeleng kepala. "Aku senang kalian berbaikan kak. Jangan cemas kak, semua akan baik-baik saja".


Lu Cheng tidak begitu mengetahui jelas tentang apa yang membuat kakaknya bertengkar namun ia percaya bahwa kedua kakaknya akan dapat melewati bersama permasalahan yang sedang mereka hadapi.


"Terimakasih Lu Cheng" Adelia sangat bersyukur memiliki adik ipar yang dewasa dan seperti Lu Cheng dan menggemaskan seperti Lu Shan.

__ADS_1


Malamnya keduanya berbincang mengenai banyak hal seperti apa kegiatan Lu Xiang selama beberapa hari ini dan juga menerka jenis kelamin anak mereka ketika lahir nanti dan akan mirip siapa dia.


Lu Xiang dan Adelia tidur dengan menggenggam tangan satu sama lain, ingin rasanya mereka berpelukan erat namun perut besar yang hampir waktunya membuat keduanya tidak bisa nyaman melakukannya.


Tengah malam, Adelia terbangun karena merasa bagian bawahnya seperti basah, ia terkejut melihat pahanya yang basah dan perutnya mulai merasa sakit.


"Lu Xiang!! Aku...aku ingin melahirkan!!".


Adelia berteriak terkejut dan mengguncang keras tubuh suaminya. Lu Xiang yang tidur ringan segera bangun dan berlari melaporkan pada pelayan untuk segera memanggil dukun anak.


"Jangan panik sayang. Semua akan baik-baik saja, sekarang tarik napas pelan-pelan dan buang".


Lu Xiang lalu menggendong istrinya dengan hati-hati dan pergi ke rumah bagian utara yang kosong dan merebahkan istrinya dengan penuh kehati-hatian.


Tidak lama dukun anak datang dan segera menyuruh pelayan menyiapkan air dan segala persiapan lainnya.


Lu Xiang berjalan mondar-mandir dengan gelisah, ia berdoa dalam hati seraya menenangkan dirinya sendiri.


"Kak Xiang. Apa kak Adel baik-baik saja?" Keributan membuat Lu Cheng terbangun dan tau bahwa Adelia akan melahirkan.


"Semua akan baik-baik saja". Lu Xiang tidak tau harus menjawab apa dan mengulang lima kata itu secara tidak sadar.


Pikirannya fokus pada Adelia yang menahan sakit. Ia begitu terkejut mendengar teriakan histeris yang menyayat hati dari istrinya.


Tangan Lu Xiang bergetar hingga ia harus mengepalkan tangannya untuk menenangkan diri.


Teriakan demi teriakan seakan mencambuk hati Lu Xiang dengan keras hingga ia tidak bisa bernapas. Waktu seakan berlalu dengan sangat lambat dan berat.


Tak berapa lama suara teriakan terakhir terdengar begitu kuat lalu tangisan bayi pun menggema hingga terdengar keluar.


"Tuan besar, nyonya melahirkan dengan aman!!" Lu Mei menangis haru, ia juga sangat takut jika terjadi apa-apa dengan Adelia.

__ADS_1


Lu Xiang segera masuk ke dalam untuk melihat sendiri apakah istrinya baik-baik saja, ia tidak peduli tradisi melarang laki-laki untuk tidak dekat dengan wanita yang sedang melahirkan karena bau dan pemandangan darah akan membuat laki-laki itu sial.


Mata Lu Xiang terbelalak melihat pemandangan tragis di hadapannya!! Kakinya seperti kehilangan tumpuan membuat ia hampir terjatuh berlutut.


__ADS_2