
Lu Xiang pulang dan segera mencari Adelia lalu tersenyum lega melihat istrinya sedang menjelaskan perhitungan perkalian pada Lu Cheng dan Lu Shan dengan sabar. Ia pun duduk di samping adiknya dan mendengarkan dalam diam.
Tatapan lembut namun penuh kasih sayang kuat membuat Adelia menyadari keberadaannya. "Lu Xiang. Kau sudah pulang?".
"Um".
Adelia melihat suaminya yang tidak ingin beranjak dari duduknya lalu kembali menjelaskan perhitungan perkalian pada kedua adik iparnya.
"Itu penjelasannya, sekarang kalian harus menghapal perkalian 1x1 sampai 10x10 untuk memudahkan kalian dalam menghitung, ini tabel perkaliannya". Adelia memberikan satu kertas besar yang telah ia tulis perkalian 1 sampai 10 kepada Lu Cheng dan Lu Shan.
Lu Cheng menerimanya dengan wajah serius dan yakin bahwa ia bisa menghapal perkalian tersebut sedangkan Lu Shan menerima dengan enggan, alas~ pekerjaan rumahnya semakin bertambah.
Helaan napas berat membuat Adelia tersenyum geli, ia membelai rambut adiknya dengan gemas. "Kau tidak perlu buru-buru dalam menghafalnya yang penting kau tau dari mana hasil perkalian yang telah kau hafal itu. Kau mengerti Lu Shan?".
"Mengerti kak" Lu Shan mengangguk kuat lalu diam-diam bernapas lega. Perkataan kakak iparnya melepaskan beban di pundaknya.
Selesai belajar, keluarga Lu Xiang makan malam dengan harmonis. Adelia melihat suaminya yang tidak mengatakan apapun apakah ia menceritakan tentang apa yang terjadi hari ini pada Prefek Zhong.
Lu Xiang meletakkan lauk ke piring istrinya yang dibalas dengan senyuman manis.
Lu Cheng yang melihat hal itu juga ikut memberikan lauk ke atas piring Adelia yang diikuti oleh Lu Shan.
Adelia menjadi speechless melihat lauk yang bertumpuk di atas piring nasi. "Aku tidak bisa makan sebanyak ini".
"Makanlah, kau harus makan banyak biar sehat sayang".
"Ya kak. Jangan sakit, kau harus makan banyak biar tetap fit" Lu Cheng menyetujui perkataan kakaknya.
Adelia memutar bola mata speechless. "Apa kalian tidak lihat kalau tubuhku sudah menjadi gemuk?" Ia bahkan menggembungkan pipinya agar terlihat bahwa ia benar-benar mulai obesitas.
Lu Xiang tersenyum lucu, pipi chubby membuat Adelia semakin terlihat imut di tambah dengan matanya yang bulat dan cerah. Tidak tahan, ia pun mencubit pipi bakpao itu membuat Adelia mendelik gusar.
"Kau tidak gemuk sayang. Kau hanya berisi karena ada anak kita di perutmu. Jadi makan yang banyak agar kau dan anak kita bisa sehat". Lu Xiang kembali meletakkan lauk ke atas piring istrinya.
__ADS_1
Pasrah, Adelia mengabaikan suaminya dan fokus pada makanannya namun diam-diam ia mencubit pinggangnya yang mulai berisi dan menjadi bertambah gusar namun tidak bisa berbuat apapun akan keadaannya.
Selesai makan malam, Adelia melihat pekerjaan Lu Yan, Lu Mei dan Lu Fang yang membuat parfait, menu baru mereka di musim panas.
Adelia telah melakukan uji coba membuat lemari kaca pendingin yang memiliki sisi depan untuk menyimpan parfait serta dibelakangnya diberi es batu, sisi tengah penghubung ia beri lubang kecil sebesar dua kelereng agar parfait menjadi dingin namun tidak berhasil karena rak kaca yang tipis tidak mampu menahan es batu.
Setelah beberapa kali ia memesan lemari kaca yang ia perbaiki desainnya akhirnya ia dapat membuat lemari pendingin manual untuk parfait.
Adelia juga membutuhkan waktu memesan banyak toples parfait sehingga bulan Juli baru ia dapat mengeluarkan menu baru tersebut. Respon selai dan roti lumayan bagus namun karena pembuatannya mudah, tidak berapa lama ada orang lain yang menjual produk yang sama dengan toko De Xiang sehingga selai buah dan roti tidak selaris kue tart.
Adelia mengeringkan rambut panjangnya didepan cermin, menatap dirinya yang semakin berisi dan chubby, ia menghela napas panjang, ia merasa tidak percaya dengan tubuhnya saat ini walaupun ia tau bahwa salah berpikir seperti itu namun tetap saja ia merasa insecure.
Lu Xiang yang selesai mandi melihat istrinya yang bad mood. Ia pun mengambil alih handuk dan mengelap rambut panjang istrinya dengan lemah lembut.
"Apa yang kau pikirkan sayang?".
Adelia menatap Lu Xiang di cermin. "Lu Xiang, katakan yang sejujurnya. Apa aku hanya berisi dan tidak gemuk?"
Lu Xiang memeluk istrinya dari belakang. "Tidak sayang. Kau hanya berisi karena hamil, sekarang kau tampak seksi di mataku".
"Aku tidak suka wanita kurus, berisi atau gemuk. Aku hanya menyukai mu tidak peduli baik kau langsung atau gemuk, aku hanya suka Miao Adelia semata" Lu Xiang mencium pipi dan leher istrinya.
Adelia tersenyum manis dan haru walaupun ia tau kata-kata Lu Xiang hanya bujukan namun hatinya seperti tersiram gula, perasaan manis, senang dan bahagia bercampur aduk tak bisa ia jabarkan.
"Hehe, kau memang pintar membujuk ku".
"Aku berkata jujur" Ucap Lu Xiang dengan wajah serius. Responnya semakin membuat senyum Adelia mengembang.
"Oh ya. Bagaimana dengan pertemuan mu dengan Prefek Zhong? Apakah berjalan lancar?".
Lu Xiang kembali mengeringkan rambut Adelia sembari menjawab. "Semua berjalan lancar. Dua minggu lagi aku akan pergi ke desa Shu bersama Prefek Zhong untuk melihat hasil akhir proyek tanggul".
Adelia mengangguk mengerti. "Kau akan pergi berapa hari?".
__ADS_1
"Aku tidak tau, mungkin 3 sampai 5 hari".
Adelia memanyunkan bibirnya, sudah lama Lu Xiang tidak bepergian membuatnya menjadi tidak terbiasa melepas suaminya ke luar kota lagi.
"Kau sudah merindukanku?" Nada jahil membuat Adelia menggeleng tidak mengaku.
"Tidak. Siapa yang cemburu".
"Benarkah?" Lu Xiang menyisir perlahan rambut istrinya.
"Ya. Aku..aku akan merindukanmu setelah kau pergi, sekarang tidak".
Lu Xiang tertawa senang membuat wajah Adelia memerah malu. "Kau sangat manis sayang".
Ia menggendong Adelia ala bridal style lalu membaringkannya di atas tempat tidur dan berbaring di sisinya, ia menatap lembut istri yang sangat ia cintai, memainkan rambut panjang lalu menciumnya.
"Kau tidak perlu merasa khawatir. Wanita yang datang ke tadi siang tidak akan mengganggumu lagi".
"Eh! Kau melaporkannya pada Prefek Zhong?!" Adelia pikir bahwa Lu Xiang tidak memberitahu Prefek Zhong dalam pertemuan tadi sore karena sama sekali tidak membahasnya.
"Ya. Bagaimana mungkin aku diam saja mendengar istriku di marahi oleh orang lain".
Adelia menggenggam tangan Lu Xiang yang memainkan rambutnya sembari menatap khawatir. "Apa tidak apa-apa kau melakukan itu? Bagaimana jika hubungan mu dengan Prefek Zhong menjadi renggang hanya karena permasalahan sepele ini".
"Sayang~. Permasalahan sepele yang kau pikirkan tidak sepele di mataku. Istriku yang tidak pernah aku marahi dimarahi oleh orang lain bagaimana aku bisa diam saja?. Lagipula kau jangan cemas, aku memberitahu secara halus pada Prefek Zhong, Prefek Zhong pasti akan mencari tau secara detail dan akan menilai sendiri. Aku juga ingin mengetes apakah hubungan ku dengan Prefek Zhong dapat dipererat lagi atau tidak".
Penjelasan panjang itu akhirnya membuat Adelia merasa lega, ia pun mengecup bibir Lu Xiang dan tersenyum manis. "Terimakasih sayang. Kau selalu memprioritaskan ku daripada dirimu sendiri".
Lu Xiang tidak mensia-siakan kesempatan langka yang Adelia berinisiatif, ia menangkup pipi istrinya memperdalam kecupan yang berubah menjadi ciuman basah.
Tangannya bergerak turun dan mempersiapkan Adelia untuk bisa menerima pejantannya, malam itu kedua insan itu memulai hubungan penuh keringat dengan hati menggelora.
Keesokan harinya, Qiao Xue berkunjung ke rumah Adelia sembari membawakan buah tangan. Ia tidak membahas tentang masalah yang dibuat oleh keponakan ibu mertua, hanya berbincang dan berbasa-basi menanyakan kabar dan gosip yang beredar di Fucheng.
__ADS_1
Namun Adelia tau bahwa inilah respon yang Prefek Zhong berikan atas masalah tersebut, mungkin Liang Chenyue akan datang kembali untuk meminta maaf. Respon Prefek Zhong membuat Adelia bernapas lega karena suaminya dapat menjalin hubungan yang lebih erat lagi dengan pejabat yang bijaksana tersebut.