Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Pesta perayaan keluarga Zhong


__ADS_3

Berita tentang pesta besar yang diadakan oleh keluarga Zhong menyebar ke seluruh kota Fucheng. Undangannya pun dikirim dengan cepat oleh para petugas yamen ke seluruh walikota provinsi Chennai yang dipimpin di bawah kekuasaan Prefek Zhong serta kepada keluarga cendikiawan dan berpengaruh lainnya.


Hal itu membuat kereta kuda mulai berdatangan masuk ke bagian dalam kota serta luar kota menyewa villa serta rumah yang ada di sana. Walaupun hari pesta sangat dekat namun ia tidak menyurutkan para walikota untuk datang ke Fucheng.


Masyarakat kota Fucheng pun membahas siapa saja yang datang ke pesta itu melalui logo kereta kuda dari para walikota dan keluarga cendikiawan membuat keadaan kota menjadi semarak.


"Tuan Xiefu Lu. Ini adalah undangan dari Prefek Zhong, anda juga protagonis dalam pesta ini jadi Prefek Zhong menyiapkan undangan khusus. Anda dan keluarga anda harus datang ke pesta itu tuan". Petugas Wei yang berhubungan baik dengan Lu Xiang menyampaikan pesan Prefek Zhong.


"Baik. Saya dan Adelia akan datang ke pesta itu, sampaikan terimakasih saya kepada Prefek Zhong"


"Baik tuan Xiefu Lu"


Besoknya Adelia berdandan rapi dan elegan, ia memakai hanfu biru muda berlapis kain satin biru transparan yang bergelombang sampai ke kaki, dengan ikatan di dadanya kehamilan Adelia tidak begitu terlihat jika tidak diperhatikan dengan seksama. Ia memakai aksesoris sederhana berupa kalung, anting dan tusuk kode di rambutnya dipadu dengan make natural membuatnya begitu innocent dan pure yang sepadan dengan temperamen lembut yang ia miliki.


Sedangkan Lu Xiang juga memakai hanfu biru senada dengan istrinya dengan bordiran lengan dan leher yang berwarna biru dongker menambahkan elegan dan kewibawaan pada dirinya.


"Kau cantik sekali kak" Lu Shan terpesona oleh kecantikan alami yang Adelia miliki.


"Kak Adel memang cantik apapun pakaian yang kakak kenakan" Lu Cheng mengangguk puas, tidak ada yang mengalahkan kecantikan kakak iparnya di kota Fucheng ini.


"Ya. Istriku memang cantik seperti biasanya". Lu Xiang segera memeluk istrinya dari belakang dan menghela napas takjub, kecantikan Adelia tidak pernah bosan di pandang mata.


Adelia hanya tersenyum malu pada pujian kakak beradik itu dan segera mengalihkan pembicaraan. "Ayo kita berangkat. Lu Mei jangan lupa bawakan hadiah yang sudah kita persiapkan".


"Baik nyonya"


Adelia menyiapkan teh berkualitas tinggi serta kosmetik seperti blush on dan lipstrik berwarna merah dan oranye matte yang telah ia pindah ke dalam peralatan kosmetik yang ada di dunia ini. Awalnya ia ingin menyiapkan wine seperti biasanya namun kehadiran banyak berpengaruh akan membuatnya semakin mencolok sehingga lebih memilih daun teh berkualitas terbaik.


Lu Xiang mengangkat tubuh Adelia masuk ke dalam kereta lalu keduanya melambaikan tangan pada Lu Cheng dan Lu Shan yang mengantar mereka ke depan gerbang. Kedua adiknya tidak mau ikut karena terlalu banyak orang dan itu sejalan dengan pemikiran Lu Xiang karena Liang Chenyue juga pasti akan ikut ke pesta tersebut.


Walaupun kejadian pembakaran toko sudah lama berlalu namun Lu Xiang mengingat pelaku di balik kejadian tersebut hingga saat ini dan ia tidak akan naif berpikir bahwa Liang Chenyue tidak akan melakukan hal gila lainnya jika diberi kesempatan.


Untuk berhati-hati, Ia dan Adelia makan sore terlebih dahulu sebelum berangkat agar tidak memakan apapun di pesta nanti walaupun terlihat terlalu waspada namun itu harus dilakukan, ia tidak mau menyesali susu yang tumpah dan bahkan istrinya terluka karena ketidakhati-hatiannya.


Adelia menurut saja perkataan Lu Xiang walaupun suaminya tidak mengatakan apapun namun ia tau pasti ada sesuatu yang membuat laki-laki itu berbuat demikian. 

__ADS_1


Mereka sampai lebih cepat dari waktu dimulainya acara sehingga kereta tidak macet oleh kereta lainnya. Lu Xiang menyerahkan undangan pada penjaga pintu lalu masuk dibawah laporan pelayan Prefek Zhong.


"Tuan dan nyonya Xiefu Lu dari keluarga Lu datang".


Laporan itu membuat orang-orang yang hadir menoleh dengan serentak karena tau bahwa Lu Xiang menjadi protagonis lainnya dari acara ini.


"Selamat atas proyek tanggul yang sukses besar tuan Xiefu Lu. Ide anda benar-benar brilian dan sangat bermanfaat bagi orang banyak"


"Selamat Xiefu Lu saya Ma Dongzi dari keluarga Ma"


"Selamat Xiefu Lu saya Feng Liaoxu dari keluarga Feng"


Mereka mengucapkan selamat pada Lu Xiang sembari memperkenalkan diri mereka, Lu Xiang tersenyum dan berterimakasih atas ucapan selamat itu lalu mengantar Adelia menuju meja yang disediakan untuk perempuan.


"Jaga Adelia baik-baik Lu Mei"


"Baik tuan besar" Lu Mei yang sedari tadi berdiri diam di belakang mengangguk dan sedikit membungkukkan badannya.


"Aku pergi sebentar sayang untuk bersosialisasi nanti aku akan kembali lagi"


"Maaf. Anda nyonya Xiefu Lu? Perkenalkan saya Chen Xueyi dari keluarga Liao" Seorang perempuan yang memakai pakaian mewah namun tidak vulgar menyapa Adelia dengan hangat namun matanya bergerak cepat seakan menilai wanita di hadapannya.


"Ya nyonya Liao. Saya Miao Adelia dari keluarga Lu"


"Oh, saya tidak tau bahwa anda sangat cantik"


"Anda berlebihan nyonya Liao. Bagaimana mungkin saya dikatakan cantik jika berhadapan dengan anda"


"Anda terlalu merendah nyonya Lu, bukan yang baru mekar tentu akan lebih cantik daripada bunga yang akan layu"


"Bagaimana mungkin anda menyebut diri anda layu, bunga yang telah lama mekar akan semakin indah karena telah menunjukkan semua kelebihannya"


Adegan 'aku memujimu dan kau memujiku' berlangsung beberapa saat hingga keduanya tertawa kecil dan mulai berbicara dengan bahasa informal.


"Aku tidak pernah melihatmu bersosialisasi dalam acara apapun sebelumnya Adelia"

__ADS_1


"Aku lebih suka tinggal di rumah lagipula hamil membuatku lebih malas untuk keluar rumah, hehe"


"Oh! kau hamil? Selamat Adelia!!"


"Terimakasih Xueyi"


Beberapa istri dan ibu lainnya juga menyapa Adelia dan mengucapkan selamat atas suksesnya proyek Lu Xiang sedangkan sebagian besar lainnya hanya duduk dan menatap Adelia dari kejauhan, menilai wajah cantik yang membuat mereka cemburu sembari menunggu Adelia untuk datang menyapa mereka.


Mereka berpikir walaupun suami Adelia mencapai suatu prestasi gemilang namun tetap saja ia hanya seorang sarjana Fu meskipun akan memiliki peluang besar untuk menjadi Juren akan tetapi tetap saja berbeda dengan Juren yang memiliki daerah kekuasaan seperti walikota.


Namun lama mereka menuggu namun Adelia tidak kunjung menghampiri mereka dan memperkenalkan diri. Adelia yang introvert dan tidak pandai bersosialisasi tentu saja tidak memikirkan itu, perutnya yang membesar membuatnya tidak ingin bangun dari kursi dan itu disalahartikan oleh para istri dan ibu walikota dari berbagai kota sebagai sikap arogan.


"Dia sama sekali tidak menghargai kita!"


"Dia pikir dia siapa? Hanya karena prestasi kecil itu saja sudah arogan seakan menjadi ratu yang hanya mau dilayani"


"Itu karena dia berasal dari keluarga desa yang miskin sehingga tidak pernah belajar etika bangsawan"


"Oh! pantas saja! Heh~ dasar wanita kampungan"


Mereka mengejek Adelia dan tertawa geli dan lucu membuat Lu Mei menjadi marah namun masih menundukkan wajahnya, ia tidak ingin tatapan emosinya dijadikan alasan untuk mereka menghukumnya dan membuat malu majikannya.


Sedangkan para istri yang berbicara pada Adelia hanya diam tanpa membela dan menunggu reaksi dari Adelia, mereka ingin menilai apakah wanita ini layak menjadi teman mereka dan melanjutkan hubungan.


Adelia hanya tersenyum lalu mengangkat cangkir teh dan mengangguk tenang pada istri dan ibu yang mengejeknya lalu melakukan gerakan menyeruput teh dan kembali berbicara dengan para wanita yang duduk disampingnya.


Sikapnya seakan mengatakan anjing menggonggong kafilah berlalu membuat wajah para wanita itu memerah karena malu dan marah namun tidak ada seorang pun yang datang melabrak Adelia karena tau ini bukan tempat mereka mencari masalah.


Mata para wanita yang duduk dekat Adelia berkilat tertarik, mereka semakin antusias berbicara tentang apapun pada Adelia menunjukkan bahwa istri Xiefu Lu layak untuk dijadikan teman.


"Adelia! Kau sudah datang. Maaf aku baru bisa menyapamu sekarang" Qiao Xue menghampiri dan menyambut hangat kedatangan Adelia di pesta keluarganya.


Adelia segera berdiri dan tersenyum lembut. "Jangan berkata seperti itu Qiao Xue, seharusnya aku lah yang mendatangimu. Kau adalah pemilik acara ini, maaf jika baru menyapamu sekarang"


Qiao Xue tertawa senang dan berbincang sesaat pada Adelia lalu kembali pergi menyambut tamu lainnya namun kehadirannya membuat arti lain di mata para wanita yang hadir di tempat itu karena Qiao Xue adalah istri sah pewaris keluarga Zhong.

__ADS_1


__ADS_2