
Lu Xiang masuk ke kamar dan melihat Adelia yang sudah tertidur pulas, ia menyadari kehadiran istrinya ketika sedang memperingatkan para pelayan dan takut jika istrinya akan merasa kecewa atas tindakannya sehingga baru berani masuk kamar ketika sudah larut malam.
Ia membelai pipi Adelia dan tersenyum lembut, Lu Cheng mengatakan bahwa Adelia seperti cahaya dan ia merasa bahwa istrinya adalah matahari yang menghilangkan segala kegelapan dalam hidupnya.
Lu Xiang merebahkan diri dan dengan hati-hati memeluk Adelia. "Maafkan aku sayang jika kau kecewa".
Adelia mengernyitkan dahi merasa terganggu lalu bergumam halus. "Lu Xiang".
Seketika perasaan berat di hatinya lenyap begitu saja, Lu Xiang tersenyum dan mengecup kening Adelia sebelum ikut menyusul ke alam mimpi.
&&&
Pagi harinya, suasana di keluarga Lu Xiang sedikit berubah biasanya. Para pelayan bangun lebih pagi dan menyelesaikan pekerjaan mereka sebelum Adelia bangun dan membantu gadis itu dalam membuat kue dengan sikap hormat dan patuh.
Adelia hanya diam karena tau alasan mereka berubah. Ia membuat sarapan dan makan bersama keluarganya dengan suasana hangat dan harmonis.
Namun berbeda dengan keadaan di rumah keluarga Miao. Pagi hari Miao Sheng pulang setelah izin dari akademi dengan perasaan marah. Ketika ia sedang sarapan, orang-orang yang tidak menyukainya menghampiri dan mencemoohnya.
"Hei Miao Sheng, aku dengar kau belajar dengan uang mas kawin bibi mu yang sudah meninggal ya?".
Wajah Miao Sheng berubah. Ia sudah menyadari ada yang tidak beres dari kemarin sore karena beberapa orang menatap aneh padanya namun teman-temannya tidak ada yang mengatakan apapun sehingga ia berpikir bahwa tatapan aneh itu disebabkan karena mereka tau bahwa Lu Xiang juga saudara iparnya namun ternyata ia salah!.
"Mengapa kau tidak menjawab? Aku dengar istri Lu Xiang itu sepupu mu dan keluargamu bahkan tidak memberinya sepeser uang pun untuk mas kawin, wow keluargamu sangat luar biasa!".
Miao Sheng berdiri cepat. "Aku tidak mengerti apa yang kau katakan". Ia segera pergi meninggalkan kantin dengan muka masam.
"Heh! Hipokrit".
Miao Sheng mendorong pintu rumah dengan kuat hingga membuat bunyi hantaman besar membuat Li Mei dan Lien Hua yang sedang membersihkan rumah terkejut.
__ADS_1
"Miao Sheng. Untuk apa kau pulang? Bukannya kau masuk sekolah hari ini?" Li Mei merasa senang dan menghampiri anak laki-laki kebanggaannya.
Miao Sheng menghirup napas panjang mencoba menenangkan emosi yang bergejolak dalam dadanya. "Ibu, apa kau pergi ke toko kue Adelia kemarin?".
"Huh?" Suara dingin anaknya membuat Li Mei tertegun.
"Jawab pertanyaanku!!!" Teriak Miao Sheng kalap.
Li Mei terkejut dan memundurkan langkahnya, menatap takut pada anaknya, ini pertama kalinya ia melihat Miao Sheng sangat marah hingga membentaknya. Lien Hua juga tidak menyangka bahwa Miao Sheng yang terkenal penyabar dan selalu bersikap wibawa dapat berteriak seperti orang gila, ia segera menuju dapur untuk menghindar agar tidak kena getah dan menjadi sasaran pelampiasan laki-laki itu.
"Ak-aku memang pergi ke toko Adelia".
"Kenapa kau pergi ibu? Apa aku tidak memberitahumu bahwa kau boleh pergi sebelum izin dariku?!"
Mata merah yang buas membuat Li Mei semakin takut.
"Nenek. Apa kau yang memaksa ibuku untuk pergi ke toko kue Adelia?". Miao Sheng berusaha keras untuk tidak meledak meluapkan segala kekesalan, kebencian, iri dan cemburu terhadap Lu Xiang yang simpan dalam hati hingga menjadi jurang yang perlahan-lahan melahap rasionalitas yang ia miliki.
"Hah! Cucu sialan itu, dia sangat tidak tau diri. Kalau bukan aku yang memberi makan padanya dia sudah lama mati. Aku hanya meminta kue dan uang, pelacur itu malah meminta suaminya untuk mengusir ku dasar cucu ti..."
"Kenapa nenek melakukan itu?! Nenek menghancurkan semua reputasi yang aku bangun!!!" Hancur sudah kesabaran yang ia pegang erat dalam jiwanya, yang Miao Sheng pikirkan saat ini adalah meluapkan semua emosi yang ada dalam dirinya.
Nenek Miao Lan tercengang. "Kau berteriak padaku? Nenekmu?". Ia seperti tidak mengenali cucunya yang selalu hormat padanya.
"Apa nenek tau bahwa teman-temanku di Akademi mengejekku memakai uang bibi yang seharusnya menjadi mas kawin Adelia untuk belajar?!! Apa kau tidak tau betapa malunya aku ketika mereka mengatakan itu!!! Bagaimana aku bisa mengikuti ujian jika tidak ada teman yang ingin menjadi jaminan untukku?!! Apa kau sadar apa yang kau lakukan nek?! Kau menghancurkan masa depanku!!".
Nenek Miao Lan termenung, ia tidak bisa berkata apapun dan hanya dapat melihat kosong ekspresi bengis cucu kesayangannya kepadanya. Hatinya remuk hingga ia tidak bisa bernapas untuk sesaat.
"Mi-Miao Sheng" Li Mei berusaha menenangkan anaknya dengan tangan bergetar.
__ADS_1
Miao Sheng menepis kasar tangan ibunya dan masuk kamar dengan membanting pintu. Ia tidak berani kembali ke akademi karena ejekan temannya namun tidak dapat juga menyewa rumah atau penginapan untuk ia tinggali karena tidak memiliki uang lebih. Lagi-lagi ia membenci keadaan keluarganya dan membenci mengapa ia tidak lahir dari keluarga berada.
Setelah kejadian itu hubungan antara Miao Sheng dan nenek Miao Lan menjadi renggang, mereka jarang berbincang dan hanya berbicara seperlunya saja. Walaupun demikian nenek Miao Lan tetap memberikan uang untuk Miao Sheng agar cucunya melanjutkan sekolah, sudah banyak uang ia keluarkan untuk Miao Sheng hingga saat ini membuatnya tidak rela memberhentikan sekolah cucunya yang akan mengikuti ujian dan menyia-nyiakan uang yang telah ia keluarkan.
Mungkin keadaan akan berubah menjadi seperti semula setelah Miao Sheng lulus ujian dan menjadi sarjana Xiucai atau bahkan menjadi Juren. Semua ini terjadi karena salah Adelia yang tidak mau memberikan uang padanya, itulah yang nenek Miao Lan pikirkan. Patriarki yang melekat erat pada tulang sangat susah dihilangkan dari pola pikirnya.
&&&
Waktu berlalu dengan cepat, hari ini Lu Xiang akan pergi ke kota Qincheng untuk mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian bersama Chen Xirang dan tiga teman seperguruan lainnya melalui Zhao Fan.
Dua bulan terakhir ini, Lu Xiang berhasil mengembangkan pengetahuannya dan masuk ke kelas A. Selain kegiatannya mengcopy buku untuk dijual, Lu Xiang menghabiskan waktunya untuk belajar dan mengajari Adelia untuk belajar bahasa China kuno.
Lu Cheng dan Lu Shan juga sudah mengenali dan menghafal seperempat buku dasar yang wajib dipelajari oleh anak-anak dengan bantuan guru yang Lu Xiang pekerjakan.
Dua bulan berlalu tanpa gangguan apapun setelah kejadian Nenek Miao Lan datang membuat kericuhan di toko Adelia. Lu Xiang tau karena Miao Sheng memperingatkan keluarganya karena reputasinya yang mulai menurun sehingga keluar hanya dapat menjalani hari mereka dengan nyaman.
"Ini air sumur teratai, jika kau merasa lelah minum air ini dan ini bekal untuk perjalanan mu. Oh! Jangan lupa uangnya" Adelia sibuk menjelaskan pada Lu Xiang agar perjalanan suaminya menjadi nyaman.
Lu Xiang tersenyum dalam diam mendengar suara lembut istrinya lalu ia mengembalikan uang yang Adelia berikan. "Aku masih punya uang simpanan".
"Tapi bagaimana jika terjadi sesuatu dan kau memerlukan uang untuk digunakan? Sudah simpan saja, aku yakin kau akan membutuhkannya". Adelia mendorong kantong uang ke dada Lu Xiang dan kembali memeriksa barang bawaan suaminya.
"Lu Xiang! Kami sudah datang".
Chen Xirang serta tiga orang laki-laki lainnya turun dari kereta kuda, sebelumnya mereka sepakat untuk menggunakan kereta Chen Xirang dan Lu Xiang karena hanya mereka berdua lah yang memiliki kereta kuda.
Adelia menoleh dan terkejut melihat seorang laki-laki yang tersenyum paksa kearahnya. Matanya melebar dan menatap suaminya meminta penjelasan.
Mengapa Miao Sheng bisa ada disini?!
__ADS_1