
"Wine ini bahkan dapat dijadikan tribute". Komentar manajer Xu yang masih takjub dengan rasa wine yang ia rasakan.
Adelia tersenyum. "Aku tidak bisa melindungi resepnya jika menjadi tribute".
"Hahaha, kau benar" Manajer Xu tertawa konyol.
Salah satu untuk para pebisnis untuk menaikkan status mereka selain menjadi sarjana adalah menjadi royal pebisnis yang mempersembahkan sesuatu untuk kaisar setiap tahunnya. Status mereka akan naik karena punya backing keluarga kerajaan namun masih tetap tidak bisa dibandingkan dengan menteri-menteri di ibukota.
Mata Lu Xiang bersinar kelam, ia menutupi tatapannya dengan gelas wine dan menggenggam erat gelas wine. Perkataan Adelia membuat inferioritas dalam dirinya muncul, semakin bersinar dan cemerlang istrinya semakin ia merasa tidak percaya diri dan merasa tidak pantas bersanding dengan Adelia.
Ia sangat takut jika Adelia menghilang dari hidupnya atau bahkan memilih orang lain yang lebih sempurna darinya, perasaan itu seperti menggerogoti jiwanya membuat perasaan Lu Xiang merasa berat dan susah bernapas.
"Lu Xiang?" Adelia menyadari mood suaminya yang tiba-tiba berubah, ia menggenggam tangan Lu Xiang dan menatap khawatir.
Lu Xiang tersenyum lembut dan membalas genggaman tangan Adelia tanpa kata membuat manajer Xu merasa seperti obat nyamuk, ia pun memilih menikmati wine di gelasnya.
Adelia dan Lu Xiang pulang setelah mendapatkan surat perjanjian kesepakatan dengan manajer Xu.
Lu Xiang menggenggam erat tangan Adelia sepanjang jalan hingga masuk ke gerbang rumah. Ia berbalik dan memeluk istrinya dengan cepat membuat Adelia tertegun.
"Adelia".
"Hm?"
Lu Xiang menghirup aroma tubuh istrinya dan mengecup leher Adelia membuat gadis memekik halus. "Lu-Lu Xiang, kita masih di luar, bagaimana jika pe.."
"Berjanjilah Adelia".
Adelia menyadari bahwa sesuatu yang salah terjadi pada suaminya, ia pun menenangkan Lu Xiang dengan membelai rambut belakang suaminya dengan lembut.
"Berjanji apa suamiku?"
"Berjanjilah bahwa kau tidak akan menghilang atau pergi dari kehidupanku". Lu Xiang semakin memeluk Adelia dengan erat.
"Lepaskan pelukanmu Lu Xiang, aku tidak bisa menatap wajahmu".
Lu Xiang merasa ragu sejenak lalu melepaskan pelukan. Adelia memegang kedua pipinya dan mengecup bibir suaminya. "Kau tau, setelah aku bisa beradaptasi di dunia ini. Aku memikirkan sesuatu apa pilihanku jika aku di hadapkan pada dua pilihan, kembali ke dunia ku atau tetap tinggal di dunia ini. Pilihanku tetap tinggal di dunia ini karena disini ada kau, Lu Cheng dan Lu Shan".
__ADS_1
Adelia membelai pipi Lu Xiang, tersenyum dan mengecup bibir tebal yang menggodanya. Keduanya larut dalam ciuman tanpa nafsu, hanya kasih sayang yang tersalurkan dari kedua pasang bibir tersebut.
"Kak Adel, kak Lu Xiang".
Adelia terkejut hebat dan mendorong Lu Xiang dengan kuat membuat suaminya terhuyung mundur beberapa langkah. Wajahnya memerah namun tidak begitu mencolok di cuaca dingin, ia batuk beberapa kali menenangkan hatinya terasa ingin keluar.
"Kalian sedang bermain apa?" Lu Shan menatap bingung dan penasaran.
"Aku dan Adelia sedang memainkan peran ibu dan ay...Uh!"
Adelia menyikut perut Lu Xiang dan segera memotong. "Kami tidak memainkan apapun Lu Shan, dimana Lu Feng? Mengapa dia tidak bersama mu?".
Walaupun masih tidak percaya Lu Shan tetap menjawab. "Lu Feng bersama dengan Lu Cheng".
"Ayo, kita segera siap-siap untuk ke kuil". Adelia tidak memberi kesempatan untuk Lu Shan kembali bertanya dan mengajak anak laki-laki itu bersamanya, ia menatap galak pada suaminya yang hanya tertawa.
Keluarga Lu Xiang pun pergi ke kuil yang terletak di samping kota, orang-orang masih ramai ketika mereka sampai tak jauh dari kuil menyebabkan mereka harus turun dari kereta karena banyaknya kereta yang terparkir di sana.
Lu Xiang menggendong Lu Shan dan Adelia menggenggam tangan Lu Cheng agar tidak terpisah oleh kerumunan orang, mereka naik ke atas bukit tempat kuil berada.
Adelia menatap kuil dan patung Buddha lalu menundukkan pandangannya berdoa, ia sebenarnya tidak begitu religius namun ia berterimakasih pada dewa yang telah membuatnya transmigrasi ke dunia zaman kuno.
Selesai berdoa Adelia dan Lu Xiang memberikan uang sesame ke biarawan dan mendapatkan kartu nasehat. Mereka pun berkeliling melihat pemandangan sekeliling kuil dan membeli beberapa simpul China maupun perhiasan sederhana yang buatan tangan oleh orang-orang yang berjualan di pinggir jalan kuil.
Adelia memasang simpul merah dengan berbagai macam motif khas tahun baru pada pinggang Lu Xiang dan adiknya lalu tersenyum senang, mereka pun pulang ke rumah.
Malam harinya, Lu Shan yang sibuk dengan makanan ringan di kamarnya karena takut ketahuan Lu Xiang pun bingung ketika Lu Cheng menarik tangannya lalu terkejut karena menyadari sesuatu. "Kau ingin melaporkan ku Lu Cheng?".
Lu Cheng memutar bola matanya. "Tidak. Ayo ikut aku, kak Adel akan menunjukkan sesuatu".
Lu Shan menyipitkan matanya bak detektif, menilai apakah kakaknya sedang berbohong atau tidak.
"Pokoknya ikut saja". Lu Cheng membawa Lu Shan ke pintu depan rumah utama lalu menutup kedua mata adiknya dengan tangannya.
"Lu Cheng, aku tidak bisa melihat, mengapa kau menutupi mataku? Bagaimana jika aku terjatuh?".
"Ini perintah kak Adel". Lu Cheng tidak ingin berdebat dengan adiknya dan menuntun Lu Shan yang cemberut karena tidak suka kakaknya penuh rahasia. Keduanya masuk ke ruangan tamu dan Lu Cheng melepaskan tangannya.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun Lu Shan!!" Adelia, Lu Xiang dan semua pelayan berkata serentak.
Lu Shan tertegun, ia melihat Adelia memegang kue besar yang tidak ia jual di toko kue beserta dekorasi ulang tahun sederhana tanpa balon di ruang tamu. Adelia mengganti balon dengan lilin yang ia letak di sekeliling sudut ruangan membuat ruangan terang benderang.
"Selamat ulang tahun~ selamat ulang tahun~ selamat ulang tahun Lu Shan. Selamat ulang tahun~" Adelia bernyanyi dengan canggung sendirian karena tidak ada yang tau lagu khas ulang tahun. Ia pun meletakkan kue di atas meja persegi dan menyuruh Lu Shan untuk mendekat.
"Sekarang tiup lilinnya Lu Shan".
Lu Shan melihat dekorasi kue perpaduan warna putih dan biru langit dengan gambar dirinya diatasnya yang dikelilingi oleh lilin kecil berwarna warni. Kejutan besar itu membuat Lu Shan kehilangan kata-kata.
"Ini... Kue khusus untukku?"
"Ya sayang. Ini kue khusus yang aku buat hanya untukmu karena hari kau ulang tahun. Apa kau tidak ingin meniup lilinnya? Katakan apa yang ingin kau harapkan sebelum meniupnya".
Lu Shan tidak pernah melihat atau mendengar perayaan ulang tahun yang seperti Adelia buat, ia merasa senang, bahagia dan terharu terhadap apa yang kakaknya perbuat. Ia melihat kue yang bergambar dirinya dalam bentuk Q yang imut lalu memejamkan matanya.
"Harapanku adalah bersama dengan kak Adelia".
Adelia tertegun. "Selain itu?".
Lu Shan memiringkan kepala berpikir keras lalu kembali memejamkan mata. "Aku juga ingin Lu Cheng dan kak Lu Xiang merasakan apa kebahagian yang aku rasakan saat ini".
Lu Xiang tersenyum sedangkan Lu Cheng menepuk pundak adiknya seakan mengatakan bahwa ia sudah merasakan kebahagiaan itu.
"Selain itu?" Kali ini Lu Xiang yang bertanya.
"Aku ingin membuat kak Adelia bahagia ketika aku besar nanti".
"Anak kecil, itu urusanku" Lu Xiang menjitak pelan kepala adiknya.
"Kita bisa berkompetisi dengan adil dan melihat siapa yang paling membuat kak Adel bahagia".
"Heh~ kau seribu tahun lebih muda dalam melakukan itu".
Lu Cheng mengangkat tangannya sebelah dengan ekspresi tenang. "Aku akan ikut dalam kompetisi itu".
"Hahaha" Adelia tertawa bahagia. Ia merasa malu dan senang dalam bersamaan melihat suami dan adik-adiknya berebut untuk membuatnya bahagia, akhirnya ia tau perasaan heroine yang memiliki adegan yang sama dengannya di dalam novel.
__ADS_1
"Sudah sudah. Sekarang tiup lilinnya". Para pelayan yang tertawa kecil dan berbisik untuk menggoda Adelia membuat gadis itu bertambah malu mengakhiri perdebatan kecil itu.
Lu Shan meniup satu persatu lilin kecil lalu Adelia bertepuk tangan yang diiringi oleh Lu Xiang, Lu Cheng dan para pelayan. Suasana meriah pun tercipta dalam ruangan tamu tersebut.