
Rombongan pun tiba dan disambut dengan meriah oleh para masyarakat, mereka pertama kali datang ke kediaman Prefek Zhong.
Seorang kasim memakai jubah hijau membuka gulungan kertas bertinta emas, semua orang yang berada di kediaman Zhong berlutut menunggu titah Kaisar yang akan disampaikan.
"Fengtian!! Kaisar bertitah bahwa Zhong Yuanji dari keluarga Zhong adalah seorang Prefek yang bijaksana dan berwibawa yang begitu banyak memberikan kontribusi kepada Kerajaan Murong. Maka dari itu kami akan memberikan gelar kehormatan 'Sanshuangxu' kepada Zhong Yuanji untuk jasa yang telah ia lakukan pada Kerajaan kami, Kerajaan Murong. Segera laksanakan!!".
Baik Prefek Zhong dan istrinya Liang Shu sama-sama terkejut oleh hadiah yang mereka dapatkan. Sanshuangxu!! Gelar kehormatan peringkat ketiga!!
"Prefek, tolong ambil mandat Kaisar". Kasim memperingatkan Prefek Zhong.
"Oh! Saya berterimakasih dan menjalankan mandat Kaisar. Hidup Kaisar!! Hidup Kaisar semoga panjang umur sepuluh ribu tahun!!".
Prefek Zhong bersimpuh dan mengucapkan pujian pada Kaisar yang diiringi oleh istri, anak dan pelayannya. Ia lalu berdiri dan mengambil kantong uang dari istrinya dan memberikan pada sang kasim.
"Terimakasih sudah datang jauh-jauh kemari. Kasim Han, apa anda ingin minum sejenak?".
Kasim Han meremas kantong uang dan menebak isinya yang lumayan berat lalu tersenyum senang. "Tidak perlu Prefek Zhong, saya masih harus menyampaikan dekrit Kaisar kepada sarjana Lu Xiang Xiao Xieyuan".
"Baiklah. Saya tidak akan menganggu waktu anda kembali. Terimakasih telah datang ke kediaman keluarga Zhong".
Rombongan tersebut lalu pergi ke rumah Lu Xiang yang juga dipenuhi oleh banyak orang yang ingin melihat titah apa yang akan diberikan oleh orang pertama di Kerajaan ini.
"Rombongan datang! Tuan besar, nyonya, tuan muda. Cepat pergi ke depan!!". Lu Yan dan Lu Mei berteriak histeris, keduanya sangat gugup karena ini pertama kalinya bagi mereka mendengar titah Kaisar yang agung.
Lu Xiang, Adelia dan kedua adiknya segera pergi ke depan gerbang utama untuk menyambut kedatangan rombongan yang diutus oleh Kaisar.
"Selamat datang kasim".
Petugas yamen lalu memberi jalan pada Kasim Han. "Kau yang bernama Lu Xiang Xiao Xieyuan?".
"Ya kasim".
"Berlutut lah. Aku akan menyampaikan dekrit dari sang Kaisar!!".
Semua orang berlutut dengan antisipasi, bahkan beberapa pelayan sampai bergetar karena terlalu gugup dalam menunggu.
Hari ini adalah hari bersejarah bagi tuan dan juga mereka. Titah dari Kaisar!!
__ADS_1
"Fengtian!!! Dekrit Kaisar yang Agung mengatakan bahwa Lu Xiang dari keluarga Lu adalah seorang sarjana yang berwawasan luas, bijaksana dan juga dermawan dalam memberikan pengetahuannya kepada masyarakat, dengan ini kami memberikan gelar 'sarjana kehormatan' kepada Lu Xiang atas pengetahuan yang ia miliki dan juga perhiasan, empat sutra sutra dingin, empat brokat hangat, empat rouye kain kasa dan satu toko fragrant di ibukota. Sekian".
Semua mata terbelalak oleh hadiah yang Kaisar berikan!!.
Lu Xiang menenangkan hatinya yang berdegup kencang lalu mengangkat kedua tangannya dengan hormat menerima dekrit dan mandat Kaisar. "Lu Xiang menerima dan menjalankan dekrit Kaisar. Hidup Kaisar langit, Naga agung semoga panjang umur sepuluh ribu tahun!!".
"Hidup Kaisar langit, Naga agung semoga panjang umur sepuluh ribu tahun!!" Adelia dan yang lainnya mengulang perkataan Lu Xiang sembari bersimpuh.
Kasim Han tertegun oleh pujian Lu Xiang dan juga kewibawaan yang laki-laki itu perlihatkan, sepertinya Kaisar tidak salah dalam menilai dan ingin menjadikan Lu Xiang sebagai pegawai setianya.
"Terimakasih Kasim atas kedatangan kalian ke kediaman keluarga Lu. Jika berkenan mari minum teh terlebih dahulu, perjalanan panjang pasti membuat anda lelah". Lu Xiang memberikan kantong uang yang sudah ia persiapkan.
Kasim Han lagi-lagi meremas kantong dan menilai isinya lalu tersenyum senang menimbang berat uang koin tersebut. "Tidak perlu tuan Xiao Xieyuan, saya harus berangkat pulang untuk segera melaporkan pada Kaisar".
"Baiklah kalau begitu. Semoga perjalanan pulang anda selamat dan menyenangkan".
Kasim Han tertawa lalu pamit pada Lu Xiang.
Adelia menggenggam tangan suaminya dengan antusias, keduanya bertatapan lalu tersenyum girang, sebelah tangan Lu Xiang menggenggam erat dekrit yang baru saja ia terima.
"Selamat kak Xiang!!". Lu Shan juga ikut mengucapkan selamat dan memeluk Lu Xiang dan Adelia.
"Hahaha, terimakasih adikku sayang". Lu Xiang sangat bahagia, ia mengelus kepala kedua adiknya sembari tertawa riang.
"Selamat tuan besar atas gelar sarjana kehormatan yang anda dapatkan" Para pelayan juga mengucapkan selamat.
"Terimakasih, sebagai bentuk perayaan, kalian akan mendapatkan bonus gaji dua bulan".
"Terimakasih tuan besar!! Terimakasih nyonya!!" Para pelayan sangat senang mendapatkan bonus besar itu dan berulang kali mengucapkan terimakasih dan selamat.
Adelia lalu menyuruh Lu Mei untuk melemparkan segenggam koin pada masyarakat yang menonton dan mengucapkan selamat, kali ini ia melempar koin perak sebagai bentuk kebahagiaan besar yang keluarganya terima pada hari ini.
"Selamat tuan Xiao Xieyuan!!".
"Anda memang sarjana hebat yang bijaksana".
"Selamat tuan Juren!!".
__ADS_1
Berbagai selamat datang dari masyarakat yang juga ikut mendengar titah Kaisar yang disampaikan oleh Kasim Han dengan suara lantang dan kuat.
"Terimakasih atas ucapan selamat yang kalian berikan pada keluarga ini, sebagai perayaan toko De Xiang akan memberikan bonus 30% untuk setiap pesanan yang kalian pesan".
Masyarakat bersorak gembira dan pergi beramai-ramai ke toko De Xiang, siapa yang tidak menyukai diskon apalagi produk yang sangat laris di kota Fucheng tersebut.
Adelia lalu menyuruh Lu Yan untuk menyampaikan berita gembira pada Lu Niang dan pegawai toko serta bonus yang sama yang seperti pelayan lain dapatkan sebagai perayaan atas kebahagiaan yang keluarganya rasakan.
Lu Xiang memeluk Adelia dari belakang dan bergumam dengan suara serak. "Aku berhasil sayang. Aku berhasil mendapatkan gelar kehormatan dan perhatian dari Kaisar".
Adelia menggenggam tangan suaminya. "Kau berhasil suamiku. Kau memang sangat hebat seperti biasanya, aku sangat bangga padamu!!".
Lu Xiang tertawa senang lalu mengecup bahu dan leher istri dengan penuh kasih sayang. Hari ini ia akhirnya bisa meraih buah yang ia tanam dari beberapa bulan yang lalu, ketika ia memasuki ibukota nanti ia sudah membangun pondasi untuk karirnya, yang harus ia lakukan adalah menilai sikap Kaisar dan memutuskan kepada siapa ia akan berpihak pada akhirnya!!.
Gelar sarjana kehormatan hanya gelar biasa namun spesial karena mendapatkan langsung dari Kaisar, mungkin sang Kaisar tau bahwa gelar kehormatan tersebut tidak sepadan dengan ide dan kontribusi yang ia lakukan sehingga memberikan hadiah lainnya padanya.
Yang ia tidak sangka adalah Kaisar memberikan sebuah toko untuknya!! Sepertinya sang Kaisar telah menyelinap secara detail tentang ia dan keluarganya sehingga memberikan hadiah sangat tepat untuk itu.
Dengan toko tersebut, ia dan Adelia tidak perlu susah-susah mencari toko di tempat strategis yang tentu sangat sulit untuk di dapatkan. Lu Xiang berpikir bahwa ini adalah apresiasi yang Kaisar lakukan untuknya.
Orang-orang kembali berdatangan untuk menyampaikan selamat serta membawa hadiah ke rumah kediaman keluarga Lu, kali ini tidak ada yang berani mengirimkan lamaran setelah penolakan yang Lu Xiang berikan sehari yang lalu.
"Selamat Lu Xiang. Kau akhirnya mendapatkan gelar kehormatan".
"Sarjana kehormatan, gelar yang bagus!!".
"Karirmu di ibukota akan aman dengan gelar tersebut!!"
Teman-teman Lu Xiang datang ke rumah dan mengucapkan selama atas gelar sarjana kehormatan. Walaupun gelar itu tidak menunjukkan kekuatan dan jabatan apapun namun dengan gelar itu keluarga Lu Xiang berhasil mengubah statusnya dari keluarga sarjana menjadi keluarga bangsawan karena gelar tersebut didapatkan langsung dari Kaisar!!.
Di sisi lain, Li Yueyin yang mendengar berita tersebut kembali tumbuh pohon angan-angan untuk menjadi selir Lu Xiang walaupun setelah ketakutan dengan perkataan kejam dari laki-laki itu!.
Namun keluarga bangsawan!! Siapa yang tidak ingin menjadi keluarga bangsawan statusnya lebih tinggi daripada keluarga cendikiawan.
Li Yueyin mengepal tangan kuat, matanya yang penuh ambisi menunjukkan bahwa ia tidak takut pada ancaman yang Lu Xiang berikan dan berpikir bahwa laki-laki itu hanya menggertak saja.
Namun yang Li Yueyin tidak tau bahwa ambisi itu tersebut tidak dapat dilaksanakan karena ia dan kakaknya harus pulang ke kota Cheng keesokan harinya.
__ADS_1