
Itulah tekad Li Yueyin namun seperti kata pepatah bahwa istri tidak bisa memasak tanpa peralatan masak, Lu Xiang yang tidak memberi kesempatan pada gadis itu untuk bertemu membuat Li Yueyin tidak bisa menjalankan aksinya untuk merebut laki-laki itu dari Adelia.
Lu Xiang dan Adelia sama-sama berkepribadian introvert sehingga mereka banyak memilih untuk beraktivitas di rumah utama baik itu untuk bersantai atau belajar dan mengcopy buku konfusius sehingga Li Yueyin tidak memiliki kesempatan sekalipun untuk menunjukkan eksistensinya dan kelebihannya pada Lu Xiang.
Walaupun ia sudah beberapa kali mengunjungi rumah utama dengan berbagai alasan untuk menemui Lu Xiang namun Lu Mei dan Lu Yan tentu saja tidak mengizinkan gadis itu masuk dan mengganggu ketentraman dan keharmonisan majikan mereka.
Li Yueyin juga meminta bantuan Xiaowen agar sering menemui Adelia yang tidak langsung juga akan bertemu dengan Lu Xiang yang selalu berada di samping istrinya namun respon yang ia dapatkan hanya bola mata diputar jengah dan mengabaikan permintaannya membuatnya mood memburuk. Ia hanya ingin mewujudkan mimpinya bersuami yang hebat seperti Lu Xiang, apa salahnya membantunya? Bukankah setelah ia sukses menjadi selir laki-laki itu, keluarganya juga akan menikmati keuntungannya?! Namun kakak iparnya sama sekali tidak mengerti perasaannya. Sangat menyebalkan!!
Li Yueyin menjadi frustasi setelah Li Jin mengetahui apa yang ia rasakan dan gerak-gerik yang ia lakukan beberapa hari ini.
"Katakan sejujurnya pada kakak Yueyin! Apa kau menyukai Lu Xiang?".
Wajah Li Yueyin memerah, ia mengangguk malu namun respon Li Jin membuatnya tertegun.
"Apa kau sudah gila?! Kau tau dia teman kakak yang sudah menikah dan bahkan istrinya sedang mengandung, terlebih setelah Adelia lakukan pada keluarga kita, kau masih berani menaruh hati pada suaminya?!".
Li Yueyin tersentak. Ini pertama kali kakaknya marah besar padanya, raut wajah emosi itu sangat asing baginya dan itu membuatnya takut.
"Kak. A-ku tidak merebut kak Xiang dari Adelia, aku hanya ingin jadi selir".
"Kenapa kau ingin menjadi selir?! Dengan status sarjana yang aku miliki kau bisa bebas menikah dengan sarjana Hsien mana pun di kota Cheng dan menjadi istri sah. Kenapa kau lebih memilih untuk menjadi selir!". Li Jin tidak mengerti jalan pikiran adiknya, status selir tidak jauh berbeda dengan budak yang dapat dijual ketika suami mereka tidak lagi senang dengan mereka. Namun Li Yueyin lebih memilih status rendah itu daripada menjadi istri sah?.
Mata Li Yueyin memerah ingin menangis namun ia bersikeras mempertahankan alasannya. "Tapi aku suka kak Xiang!".
"Apa yang kau sukai dari Lu Xiang? Setahu kakak dia tidak pernah berbicara banyak denganmu". Melihat air mata yang mengalir di pipi adiknya, Li Jin melembutkan suaranya.
"Aku tidak tau. Aku hanya jatuh cinta pada Lu Xiang dan ingin menjadi istrinya walaupun hanya sebagai selir sampingan".
Li Jin pasrah oleh keras kepala adiknya, ia menghela napas panjang. "Yueyin, apa kau merasakan perubahan di keluarga kita setelah Adelia menitipkan toko miliknya untuk kakak iparmu kelola?".
Li Yueyin diam membisu. Keluarganya menjadi lebih baik setelah mengelola toko De Xiang, bukan hanya karena mendapatkan penghasilan tambahan namun kehormatan yang keluarga mereka dapatkan karena mendapatkan dukungan dari sarjana Xiefu yang kemungkinan besar akan menjadi Xie Juren.
Di kota Cheng yang kecil sarjana Fu sudah membuat orang-orang menjadi kagum dan dihormati tidak hanya sarjana itu sendiri namun juga keluarganya sehingga dapat bisa dibayangkan bagaimana mendapatkan dukungan Xiefu yang akan menjadi Xie Juren. Status keluarganya di desa Li meningkat drastis, para warga mendekati dan memuji keluarga mereka, berbagai lamaran dari keluarga besar cendikiawan datang untuk melamar Li Yueyin sehingga membuat gadis kecil menjadi sombong dan tidak merasa cukup dengan apa yang ia dapatkan dan masih menginginkan lebih.
Ibu Li Jin juga merasa bahwa anak perempuannya pantas menikah keluarga yang lebih baik lagi sehingga menolak semua lamaran itu dan bangga lalu membual pada teman-temannya.
Melihat adiknya yang diam dan mengerti keuntungan apa yang mereka dapatkan karena Adelia.
"Yueyin, kau mengerti bukan keuntungan besar seperti apa yang dibawakan oleh nyonya Lu. Keluarga kita menjadi sangat terhormat di kota Cheng karena Xiaowen, kakak iparmu mengelola toko De Xiang dan setelah semua bantuan itu kau masih berani menikam nyonya Lu dengan merebut suaminya?! Dan lebih parahnya suaminya nyonya Lu teman kakakmu sendiri yang juga mendapat banyak bantuan darinya!! Tolong sadarlah Yueyin, kau tidak pantas bersanding Lu Xiang dengan menjadi selir. Kau berharga lebih dari itu adikku, mengerti lah ".
Dada Li Yueyin seperti tertusuk pisau tajam mendengar kata 'tidak pantas' dari mulut kakaknya. Bahkan kakaknya sendiri bilang kalau dia tidak cukup pantas untuk Lu Xiang?!!.
__ADS_1
"Aku tidak mengerti!! Aku tidak mau mengerti. Aku hanya ingin menjadi istri kak Xiang, kenapa kalian semua tidak mengerti perasaan ku!!!!". Li Yueyin berteriak histeris.
"Yueyin!! Kalau aku menangkap mu membuat masalah lagi, aku akan mengirim mu pulang ke kota Cheng!!" Li Jin kesal dengan keras kepala adiknya dan memilih jalan akhir yaitu mengancam adiknya.
Li Yueyin tertegun, suaranya tercekat mendengar perkataan kakaknya. Tidak! Ia tidak ingin dipulangkan dan tidak pernah lagi bertemu dengan kak Xiang!!, Li Yueyin terisak sedih, putus asa akan mimpinya yang tidak bisa direalisasikan.
Di rumah utama, Lu Xiang dan Adelia tidak mengetahui pertengkaran Li Jin dengan Li Yueyin. Adelia menyandarkan punggungnya ke dada suaminya, Lu Xiang memeluknya dengan lembut sembari memainkan rambut panjangnya yang menjuntai di kasur.
Lu Xiang mengecup rambut hitam sehat itu, menghirup aroma shampoo yang harum lalu mengecup bahu dan leher istrinya setelah bosan memainkan rambut.
Namun Adelia yang sibuk membaca buku cerita dan mengabaikan rayuannya dan kode yang ia berikan membuatnya gusar dan cemburu pada buku yang istrinya pegang.
Ia pun menarik buku dan menjauhkannya sembari memasang wajah merajuk, menatap istrinya dengan tatapan menuduh.
"Sayang. Kau sudah tidak lagi mencintaiku!".
Adelia yang ingin marah karena kesenangannya diganggu menjadi speechless dan tertawa geli oleh tampang suaminya.
"Jangan membuat masalah sayang. Kembalikan bukunya".
Bujukan lembut itu malah membuat Lu Xiang semakin cemburu, ia menatap tidak percaya pada Adelia. "Kau...kau lebih memilih buku ini daripada suamimu?!".
"Itu karena kau lebih fokus pada buku daripada aku. Sekarang katakan kau memilih ku atau buku sialan ini?" Lu Xiang semakin keras kepala dan tidak masuk akal, ia ingin bermesraan dan bercinta dengan istrinya karena ini malam terakhir sebelum ia berangkat ke desa Shu tapi Adelia malah sibuk dengan buku.
Adelia tidak tau siapa yang sekarang sedang hamil dan membuat emosi tidak stabil ketika melihat Lu Xiang merajuk hebat dan keras kepala. "Aku memilihmu, ayo kita tidur" Ia mengakhiri pertengkaran konyol ini.
Lu Xiang tersenyum lebar, ia membuang buku cerita itu ke lantai lalu memeluk istrinya dengan erat. Tangannya bergerak turun ke bawah dan ingin masuk ke dalam rok namun Adelia segera menangkap tangan mesum itu.
"Apa yang kau lakukan?".
"Tidur?".
Bibir Adelia semakin berdenyut speechless, ia menghirup napas dalam dan tersenyum manis. "Sayang~".
"Ya sayang~" Lu Xiang menggunakan nada yang sama untuk menjawab panggilan istrinya.
"Aku sedang tidak mood melakukannya. Lain kali aja ya~?".
"Tapi besok aku harus pergi dalam waktu yang lama sayang. Kau ingin membiarkanku merindukan tubuh nikmat mu, kau ada di hadapanmu tapi aku tidak bisa menikmatinya?".
"Kau hanya pergi beberapa hari Lu Xiang".
__ADS_1
"Tapi itu lama bagiku sayang".
Adelia membuka mulut dan menutupnya ia kehilangan kata-kata, sangat speechless dengan perdebatan konyol ini. Ia memutuskan untuk berbalik badan dan tidur, mengabaikan sentuhan mesum suaminya.
"Sayang".
"Hm"
"Bagaimana jika kau memakai lingerie seksi itu lagi?".
"Kau!!" Lu Xiang seperti dikasih hati minta jantung membuat Adelia kesal.
"Kau sangat seksi memakai baju itu, membuatku sangat bergairah".
"Kau tidak lihat perutku yang semakin membesar? Mana mungkin pakaian itu masih muat". Urat-urat di kepala Adelia terasa seperti menyembul karena sangat kesal, ia merasa suaminya seperti sedang mengejeknya yang bertambah gendut.
"Oh benarkah? Baiklah".
Adelia memutar bola mata jengah dan kembali ingin tidur.
"Sayang~".
"Hmmm!!".
"Coba ceritakan padaku bagaimana orang-orang modern melakukan olahraga ranjang? Mereka pasti memiliki banyak variasi bukan?".
Adelia tertegun dan membayangkan video dewasa yang ia tonton ketika berada di dunia modern. Terlebih ketika mengingat BDSM dengan memakai kostum kelinci atau kucing serta intensitas **** yang tinggi dan liar, wajahnya memerah hingga ke telinga, ia menggeleng kuat tidak mau suaminya mengetahui dan membuka pintu pengalaman baru.
"A-aku tidak tau. Aku belum melakukan itu sebelum bertemu denganmu! Bagaimana mungkin aku tau hal yang belum pernah aku lakukan!".
Alis Lu Xiang terangkat naik melihat wajah merona istrinya, ia tersenyum miring yang menggoda. Adelia sangat tidak pandai berbohong apalagi berbohong darinya.
"Tapi kau pasti pernah melihat buku kuning kan? Bagaimana permainan ranjang di sana? Apakah lebih mengesankan daripada kita?".
Wajah Adelia semakin memerah seperti kepiting rebus.
Aku tidak hanya membaca tapi menonton langsung videonya!!!
Ia menutup wajahnya sangat malu dan menggeleng. "Mereka melakukannya seperti kita Lu Xiang, tidak ada yang berbeda!".
Senyuman Lu Xiang semakin mengembang. "Hmm~ benarkah~?" Ia bertanya dengan suara berbisik yang rendah namun seksi.
__ADS_1