
Banyak hal yang harus Adelia persiapkan untuk pembukaan toko kue, ia harus mendekorasi lantai pertama toko, memesan furnitur dan mempersiapkan bahan-bahan minuman dan kue tart.
Adelia meminta jasa pelukis untuk mengubah screen di dinding toko menjadi lebih cerah dan menggambarkan jenis kue yang akan ia jual di sisi dinding lainnya namun hasilnya tidak yang seperti ia harapkan karena mereka tidak bisa melukis 3D yang tampak seperti asli.
Adelia akhirnya mengganti dengan screen pemandangan yang sama seperti bagian dinding lainnya. Ia juga meminta Lu Kai dan Lu Tian untuk mencari buah coklat ke desa-desa dan melakukan kontrak dengan para warga di sana.
Bulan Juni tidak lama lagi akan datang dan pohon-pohon buah mulai berbuah satu persatu sehingga ia ingin membeli buah coklat yang notabene ada di hutan dekat desa karena belum ada yang menanamnya sebelumnya.
"Aku sudah membuat agar-agar dan milk tea sekarang tinggal cincau dan selai buah. Apa lagi yang harus aku persiapkan ya?".
Adelia berpikir keras dan alisnya naik ketika mengingat bahwa ia belum memiliki es, musim panas akan segera menggantikan musim semi dan akan sangat nikmat menikmati minuman dingin sembari mencicipi manisnya kue tart.
Ia menyuruh Lu Xiao yang menjadi budak lokal untuk mencari toko yang khusus menjual es setelah laki-laki itu menjemput Lu Cheng dan Lu Shan dari akademi.
Hari ini Adelia membuat cincau dan selai stroberi bersama dengan Lu Mei dan Lu Yan.
Mereka memproses daun cincau yang sudah kering menjadi cincau jelly dengan merebus daun kering cincau hingga air menjadi kehitaman lalu menyaringnya dan menambahkan tepung sagu kemudian di rebus kembali.
Setelah airnya mendidih, air cincau dituangkan ke dalam ember dan membiarkan menjadi padat dan keras seperti jelly.
Untuk selai stroberi sendiri tidak memerlukan waktu lama karena tinggal merebus buah stroberi yang telah dibelah menjadi dua bersama dengan parutan lemon dan gula hingga air ekstrak stroberi mengental.
"Kami pulang~" Suara Lu Shan terdengar dari depan rumah utama.
"Kalian sudah pulang, cuci tangan kalian dan kita akan makan".
"Baik kak Adel" Lu Shan dan Lu Cheng segera mencuci tangan dan duduk di kursi makan menunggu makan siang siap disajikan.
"Apa yang kalian lakukan hari ini di akademi Lu Shan, Lu Cheng?".
Lu Shan berpikir sesaat dan menggeleng kepala. "Tidak ada yang spesial kak, kami menghafal buku Konfusius dasar dan klasik dan mulai belajar menghitung".
"Heh~ tapi aku melihatmu kena hukuman berdiri di depan kelas hari ini" Lu Cheng yang menikmati makan siang tersenyum miring melihat adiknya.
Alis Adelia terangkat naik. "Benarkah?"
"I-i-itu karena Jun Shi kak Adel. Dia memaksaku berbicara ketika guru sedang menjelaskan sehingga aku dan Jun Shi kena hukuman". Lu Shan menjelaskan dengan panik, ia tidak mau Adelia berpikir bahwa ia menjadi anak nakal hingga mendapatkan hukuman di Akademi.
"Dia memaksamu berbicara?"
Lu Shan bernapas lega melihat raut wajah Adelia yang tidak berubah, ia mengangguk kuat untuk meyakinkan kakak iparnya. "Ya, dia selalu bertanya kapan tas itu mulai dijual, haa~ aku kelimpungan dalam meladeni Jun Shi dan teman-temannya".
Ah, hari ini Adelia belum sempat pergi menemui manajer Zhou yang menjual kain, baju dan benang rajutan di toko besar baju di Fuchenh.
"Kak Adel, kapan kita bisa menjual tas itu? Mereka terus menanyakannya membuatku sibuk".
__ADS_1
"Tapi kau menikmatinya" Timpa Lu Cheng sembari memutar bola matanya.
Wajah Lu Shan sedikit memerah malu, ia segera menggeleng kepala. "A-aku tidak menikmatinya. Bagaimana mungkin aku menikmati itu ketika mereka terus mengganggu ku".
Adelia tersenyum lucu melihat perdebatan kecil itu. "Tas itu mungkin dapat kita jual sekitar 2 minggu lagi".
"Kenapa lama sekali kak? Teman-teman ku pasti akan mengeluh".
Adelia mengacak gemas rambut adiknya. "Membuat tas itu butuh waktu lama karena banyak prosesnya. Katakan saja pada temanmu, tas itu akan dijual sekitar 2 minggu lagi".
Lu Shan mengangguk. "Baiklah".
"Untuk toko kue kapan kau akan membukanya kak?".
"Beberapa hari lagi, setelah pemasangan lemari tempel selesai kita sudah bisa membuka tokonya" Meja kaca tempat kue dan dua meja lainnya sudah selesai dikerjakan hanya lemari tempel kaca yang belum selesai dikerjakan.
"Bagaimana jika kalian mengajak teman kalian waktu pembukaan toko De Xiang?" Adelia ingin adik-adiknya mempunyai banyak teman dan menikmati masa kecil dengan sempurna, bermain bersama teman mereka bukan hanya fokus belajar.
Lu Cheng dan Lu Shan tertegun. "Aku boleh membawa temanku?!" Keduanya bertanya bersamaan.
"Tentu saja. Aku akan memberikan satu potong kue dan minuman untuk teman-teman kalian".
Kedua anak laki-laki itu tersenyum dan berterimakasih pada Adelia.
&&&
"Selamat datang nyonya Adelia. Manajer kami sudah menunggu anda" Pegawai yang melihat Lu Mei segera mengenali bahwa Adelia lah yang ingin bertemu dengan manajernya.
Adelia tersenyum dan naik ke lantai dua, seorang laki-laki tua berpakaian jubah hanfu segera berdiri menyambut kedatangan Adelia.
"Senang bertemu dengan anda nyonya Xiefu. Saya terkejut ketika pelayan anda mengatakan bahwa anda ingin membuat pertemuan".
"Saya juga senang bertemu dengan anda manajer Zhou. Bagaimana jika kita langsung ke pokok pembicaraan?".
Manajer Zhou tertegun dan mengubah mimik wajahnya menjadi serius. "Kerjasama apa yang ingin nyonya lakukan dengan saya?".
"Paman. Panggil saja aku Adelia, aku akan memanggilmu paman Zhou, kita akan bekerjasama dan menjadi saudara ke depannya".
"Baiklah jika kau mengatakan seperti itu Adelia, jadi kerjasama apa yang kau bicarakan?".
Adelia meminta tas yang Lu Mei pegang lalu meletakkan di atas meja. "Apa pendapat paman tentang barang ini?".
Manajer Zhou mengambil tas coklat rajutan, membolak-balikan lalu melihat dalamnya.
"Ini...tas?". Mata manajer Zhou melebar. Model tas ini lebih cantik dan elegan daripada tas perjalanan yang terbuat dari kain dengan tali serut. Namun tas ini memiliki pengait besi yang cukup unik untuk membuka dan menutup tas.
__ADS_1
"Ya paman. Menurutmu apa tas ini akan laku di pasaran?".
"Tentu saja" Jawab manajer Zhou cepat lalu ia menyadari sikapnya yang antusias dan tertawa malu.
"Tas ini akan laku di pasaran. Apa kau ingin melakukan kerjasama denganku untuk membuat tas ini?".
Adelia tersenyum melihat manajer Zhou yang cepat tanggap, berbicara dengan orang pintar tidak perlu berbasa-basi. "Ya paman. Aku dapat mengajari bagaimana membuat tas ini pada pegawai mu".
Mata manajer Zhou berkilat, ia sudah bisa membayangkan tokonya akan ramai oleh orang-orang yang ingin membeli tas ini.
"Bagaimana dengan keuntungan 6:4? 6 untuk paman dan kau mendapatkan 4 bagian".
Adelia menggeleng pelan. "Paman, aku hanya menjual ide ini padamu. Tas ini akan laris manis dan kau dapat memonopoli penjualannya karena pebisnis lain akan butuh waktu lama untuk memplagiat tas ini. Aku rasa aku berhak mendapat bagian lebih".
Manajer Zhou tersenyum pasrah. Adelia benar bahwa tas ini akan membutuhkan waktu lama untuk mempelajarinya secara otodidak, terlebih pengait besi yang harus dibuat dengan telaten yang tinggi karena ukurannya yang kecil.
"Baiklah. Bagaimana kita 5:5? Kita akan mengambil setengah keuntungan masing-masing dan aku pikir bahwa ini adalah bagian yang tepat".
"Deal. Selamat bekerjasama paman".
"Hahaha. Selamat bekerjasama. Aku dengar bahwa kau wanita yang punya banyak ide unik seperti kue tart yang kau jual di kota Cheng".
Adelia tersenyum riang. "Informasi tentangku sudah menyebar ke Fucheng rupanya. Aku hanya memiliki beberapa ide paman".
"Kau sangat rendah hati. Informasi bahwa kau menjual resep kue tart sudah menyebar di Fucheng, beberapa pebisnis bahkan ingin bertemu denganmu untuk membeli resep kue itu tapi kau sudah pergi ke Fucheng. Apa mereka tidak mendatangi mu?". Sebenarnya informasi itu tidak menyebar ke publik, hanya beberapa pebisnis besar yang punya koneksi luas di Fucheng yang mengetahui informasi tersebut.
Adelia tertegun. "Benarkah? Tidak ada yang berkunjung untuk membeli resep kue tart. Lagipula aku tidak akan menjualnya lagi karena akan membuka toko kue sendiri di Fucheng".
Manajer Zhou mengangguk mengerti. "Tapi kau akan bersaing dengan pebisnis lainnya. Di Fucheng sudah ada dua toko kue tart yang buka sebelum kau pindah ke sini".
Adelia tertegun karena proses membuka toko yang pebisnis lain lakukan sangat cepat. Ia tersenyum tidak khawatir.
"Aku tidak akan bersaing dengan mereka paman".
Manajer Zhou mengangkat alisnya lalu tersenyum mengerti, wanita di hadapannya memiliki resep kue tart lainnya sehingga ia berani menjual resep kue tart tersebut. Adelia memang wanita hebat seperti yang ia dengar, dia bahkan menghasilkan banyak uang hanya dari resep-resep tersebut.
Manajer Zhou membuat surat perjanjian dan keduanya menandatangani surat tersebut. Manajer Zhou akan mengirim pegawainya untuk belajar membuat tas dari Adelia dan mengirim pengait besi pada teman pengrajinnya agar dibuatkan dalam jumlah yang besar.
Adelia memutuskan untuk berkunjung ke toko kue yang menjual kue tart di bagian luar kota, merasakan bagaimana rasanya kue tart tersebut dan membandingkannya dengan miliknya.
Walaupun ia yakin dengan rasa kue tart yang ia buat namun tidak salahnya mengetahui informasi tentang pesaingnya.
Dua toko itu bernama MeiZhen dan Lan Gangwang. Desain interior kedua toko itu hampir sama seperti toko kue miliknya di kota Cheng, memiliki lukisan jenis kue dan meja kaca tempat peletakan kue.
Namun rasanya tidak sebanding dengan buatannya karena mereka tidak menambahkan air sumur teratai ketika membuat kue namun dekorasi kue tampak lebih variasi dibandingkan miliknya, punya nilai plus minusnya tersendiri.
__ADS_1
Kedua toko tersebut juga memberikan voucher silver dan emas pada setiap pelanggan setia yang membeli kue tart utuh, tidak hanya itu mereka juga membuka ruangan VIP dan kartu VIP untuk keluarga besar dan berpengaruh di Fucheng, lebih inovatif.
Adelia pun pulang setelah mengetahui informasi keluarga dan rasa kue tart dari dua pesaingnya.