
Lu Xiang mencium, menjilat dan mengulum lidah Adelia dengan buas hingga membuat gadis itu kewalahan dalam mengimbangi apa yang ia lakukan.
"Kau yang memintanya istriku" Suara parau namun lembut membuat tubuh Adelia kembali bergetar. Ingin rasanya melarikan diri ketika melihat tatapan liar suaminya yang seakan ingin memakannya dari ujung kaki sampai kepala namun kekuatannya tidak sebanding dengan suaminya membuatnya pasrah di gerilya oleh laki-laki itu.
Lu Xiang mencium setiap inchi wajah Adelia hingga turun ke leher, ia menggigit dan menghisap kuat hingga membuat Adelia mendesis kesakitan. Tangannya meraba hingga meremas pelan gundukan kenyal yang selalu membuatnya gila, rasa kenyal dan halus membuat kejantanan Lu Xiang mengeras kembali.
"Adelia, sayang~". Lu Xiang memasukkan tangannya ke baju Adelia membuat mata istrinya menjadi cemas dan menahan tangannya dengan cepatnya.
"Su-suamiku. Apa kau ingin janjimu?"
Lu Xiang tersenyum lembut namun nafsu di matanya semakin menyala. "Janji apa sayang?".
"Jan-janji bahwa kita akan melakukannya ketika kau lulus uj-ujian?" Adelia tersenyum ingin menangis. Ia menyesal melakukan ******* yang membuat suaminya kehilangan akal sehat.
Senyuman Lu Xiang semakin mengembang. "Siapa yang berjanji seperti itu? Biarkan dia mati hari ini" Lu Xiang kembali melanjutkan kegiatannya, menyentuh perut Adelia hingga meraih bra.
"Ta-tapi..." Tidak ada persiapan mental membuat Adelia takut, ia belum pernah melakukan hubungan intim sebelumnya.
"Sshhtt" Lu Xiang menutup bibir Adelia dengan jari telunjuknya dan berkata seraya tersenyum manis. "Aku akan membuatmu menjadi wanita malam ini Adelia sayangku".
Ia kembali meraih bibir merah yang sedikit membengkak dan menciumnya, melakukan apapun yang dapat ia lakukan hingga membuat pikiran Adelia memudar dan mulai mendesah.
Keduanya membuka baju satu persatu hingga telanjang bulat, jakun Lu Xiang bergerak naik turun melihat pemandangan panas namun sangat indah di matanya. Tubuh putih dan mulus Adelia serta wajahnya yang memerah karena nafsu membuat Lu Xiang hampir keluar kembali, ia menghirup napas dalam berusaha menenangkan juniornya yang gelisah dan berdenyut lalu memegang gundukan sedang yang kenyal itu kembali.
"Adelia~. Aku mencintaimu sayang~" Lu Xiang meraup bakal buah di puncak gunung dengan lidahnya dan memainkan hingga mengeras lalu menghisapnya dengan kuat.
"Hiss.. Pelan-pelan sayang" Adelia memejamkan erat matanya, punggungnya naik merasakan sakit dan nikmat di saat bersamaan.
"Maaf" Lu Xiang menjilati lembut untuk menenangkan dan membuat pikiran Adelia teralihkan.
__ADS_1
Tangan Lu Xiang turun ke bawah dan mulai memainkan lembah basah dengan tangannya hingga air bening mulai keluar dan memasukkan jarinya.
"Sakit Lu Xiang" Mendapati sesuatu yang asing masuk ke dalam tubuhnya membuat Adelia menghimpit tangan Lu Xiang dengan pahanya.
Lu Xiang mencium bibir Adelia seraya terus memasukkan jarinya satu persatu hingga ia merasa cukup.
"Bertahanlah Adelia, kau akan merasa sakit untuk pertama kalinya". Lu Xiang mencium Adelia dan meletakkan juniornya di gua basah, menggosoknya beberapa kali hingga Adelia mendesah dan memasukkan seutuhnya dalam satu kali gerakan.
"Aahh!! Sakit Lu Xiang" Adelia menjerit kesakitan, ia meronta membuat bagian bawahnya yang diserang Lu Xiang semakin sakit.
Lu Xiang menggertakan giginya menahan betapa sempitnya genital istrinya, ia berhenti dan mencium kembali Adelia dan memainkan gundukan untuk mengalihkan rasa sakit hingga Adelia beradaptasi.
Napas sahut menyahut terdengar beberapa saat hingga Adelia memanggil Lu Xiang dan suaminya mengerti bahwa ia sudah mampu menangani rasa sakit.
Lu Xiang mulai memainkan pinggang membuat suara derik tempat tidur perlahan-lahan mulai terdengar hingga terdengar semakin cepat.
Suara derik tempat tidur terdengar hingga melewati tengah malam sampai Adelia menangis karena tidak mampu lagi menangani perjaka Lu Xiang yang baru membuka pintu kenikmatan suami-istri.
"$&&xx" Adelia memaki dengan suara tidak jelas membuat Lu Xiang terkekeh dan kembali mengecup pipi istrinya. Ingin rasanya ia berada dalam kehangatan tubuh Adelia yang sempit namun sangat memabukkan namun ia tau bahwa istrinya tidak mampu lagi melayaninya.
Lu Xiang bangun, memakai baju dan merebus air sendiri sebelum membawa air hangat ke kamar dan mulai membersihkan Adelia.
"Aku mencintaimu Miao Adelia" Rasa puas yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya membuat Lu Xiang tidak bisa tidur, ia memeluk istrinya, merasakan suhu tubuh wanita yang membuatnya bahagia.
&&&
Hubungan ranjang yang intens membuat Adelia bangun telat hingga hampir tiba makan siang. Ia merasa tubuhnya remuk dan sakit terlebih di bagian bawahnya.
"Selamat pagi sayang" Lu Xiang duduk di sampingnya membaca buku dengan suasana hati cerah, senyuman laki-laki itu membuat Adelia mengingat kembali apa yang mereka lakukan tadi malam, wajah wanita itu memerah dengan cepat dan ingin bersembunyi dalam selimut namun gesekan bagian bawah tubuhnya membuatnya mendesis kesakitan.
__ADS_1
"Kau tidak apa-apa sayang?" Senyuman Lu Xiang berubah cemas. Ia menutup buku dan berniat ingin membantu namun Adelia segera menepis tangannya, wajahnya yang memerah semakin matang seperti kepiting rebus.
"Ba-bawakan aku bak mandi".
"Baik sayang" Lu Xiang segera mengambil bak mandi dan meletakkan di lantai.
"Keluar sekarang".
Lu Xiang tertegun. "Sayang?" Apa istrinya marah akan kejadian semalam?.
"Keluar Lu Xiang" Adelia tidak bisa keluar dari selimut karena suaminya berada disana
"Sayang~" Suara sedih namun manja dipadu dengan ekspresi terluka membuka Adelia merasa bersalah namun ia tetap kekeuh meminta suaminya untuk keluar.
"Aku ingin mandi, bagaimana aku mandi jika kau disini?"
"Tapi aku sudah melihat tubuhmu seutuhnya kenapa aku harus kelu..." Bantal menimpa wajahnya membuat Lu Xiang menyerah dan tidak ingin lagi menggoda istrinya.
"Baiklah. Aku akan keluar, panggil aku jika kau butuh sesuatu" Lu Xiang pun menghilang dari balik pintu.
Adelia menghela napas lega, ia memegang wajahnya yang panas lalu menepuk nya beberapa kali kemudian tersenyum dan cekikikan konyol karena mengingat kembali apa yang ia lewati tadi malam.
Adelia bangun dengan pelan sembari menahan sakit perih di selangkangannya, memenuhi bak mandi dengan air sumur teratai dan merendam seluruh tubuhnya lalu menghela napas nyaman.
Air sumur teratai membuat rasa perih di bagian tubuhnya sedikit mereda baru ia membersihkan diri. Ia tersenyum melihat tubuhnya yang tidak oleh keringat berkat bantuan Lu Xiang. Selesai mandi, ia pun meminum air sumur teratai dan memakai baju sebelum memanggil suaminya.
"Kita akan berkunjung ke rumah guru Zhao Fan kan?" Tanya Adelia sembari menyisir rambutnya.
"Ya sayang. Pelayan sudah menyiapkan hadiah tahun baru yang akan dibawa. Kau harus sarapan dulu sebelum kita berangkat".
__ADS_1
Adelia mengangguk. Tradisi tahun baru di Kerajaan Murong adalah berkunjung ke rumah orang tua dan kerabat yang lebih tua namun bagi Lu Xiang dan Adelia yang tidak memiliki orangtua atau kerabat dekat yang ingin dikunjungi membuat keduanya memutuskan untuk berkunjung ke guru Lu Xiang terlebih dahulu sebelum pergi ke desa Miao untuk berkunjung ke keluarga Miao dan kepala desa Miao.