Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Apa kau ingin melanjutkan belajar?


__ADS_3

"Jadi kau ingin meminta bantuan ku" Alis paman Xu terangkat sebelah.


Adelia mengangguk sembari tersenyum tanpa bersalah. "Ya paman. Aku yakin dengan koneksi yang kau punya tidak sulit mengumpulkan buah lonjong asam itu"


Bibir Paman Xu berdenyut speechless namun ia tetap menyetujui permintaan Adelia. "Aku akan tetap menetapkan harga dan biaya transportasi". Tidak ada yang mau buah lonjong asam itu karena rasa asam sedikit manis serta kulit buah dalamnya saja yang dapat di cicipi layaknya permen. Jadi tidak banyak yang mau membeli buah itu.


Senyum Adelia semakin merekah. "Itu sudah pasti paman. Terimakasih paman".


Paman Xu hanya menggelengkan kepala, dalam hati ia juga akan bereksperimen bagaimana buah itu dapat menghasilkan coklat cair yang enak.


Lu Xiang dan Lu Cheng menatap syok kepada Adelia, keduanya tidak menyangka bahwa coklat ini dapat menghasilkan banyak uang hanya dalam sekali penjualan. Sedangkan Lu Shan fokus kepada coklat milkshake dengan atasan whipped krim di lumuri coklat di atas meja, ia menarik baju Adelia dan berbisik. "Kak, aku juga ingin coklat misyek itu"


Adelia tertawa lucu dan meminta izin kepada paman Xu untuk membuat coklat milkshake untuk Lu Shan dan Lu Cheng.


"Gunakan apa yang kau suka" Paman Xu melambai tangan tidak peduli dan kembali meminum coklat milkshake. Musim panas sangat cocok meminum minuman ini.


Lu Cheng dan Lu Shan juga takjub dan jatuh cinta kepada coklat Milkshake yang Adelia buatkan. Mulut keduanya penuh dengan whipped krim yang terlihat seperti janggut putih membuat Adelia dan Lu Xiang tersenyum geli.


"Ayo kita berbelanja" Ajak Adelia antusias. Ini pertama kalinya ia menghasilkan uang di dunia ini dan tidak ingin segera membelanjakannya.


"Bahan makanan kita masih ada".


Adelia menggeleng tidak setuju. "Kita harus membeli baju, sepatu sendal, selimut dan peralatan masak".


Lu Xiang ingin menahan Adelia agar tidak menghabiskan uang untuk barang yang tidak berguna namun melihat wajah antusias istrinya, ia pun mengurangkan niatnya.


Mereka pun memilih satu set baju biasa untuknya,Lu Xiang dan adiknya dan dua set baju musim dingin. Adelia memilih warna cerah seperti biru dan kuning untuknya dan warna kalem yang berat untuk Lu Xiang seperti biru gelap dan hijau.


"Sebaiknya kita buat sepatu sendiri saja. Kita bisa memberi upah ke tante Lin untuk membuat kita sepatu dan sendal" Lu Xiang menarik lengan Adelia dan berbisik setelah melihat harga sepasang adalah sepatu 10 koin tembaga.


Adelia berpikir sesaat dan mengangguk. Ia hanya membayar masing-masing satu pasang sepatu. "Lu Cheng dan Lu Shan tidak ada sepatu bagus. Tidak apa membeli satu untuk langsung bisa dipakai". Bujuknya ketika melihat tatapan pasrah suaminya.


Setelah belanja dua jam dan menghabiskan hampir 4 koin perak. Lu Xiang membawa belanja mereka ke kereta lembu yang telah menunggu.

__ADS_1


Warga yang tidak banyak berbelanja dan menunggu di kereta terkejut melihat banyak barang yang Lu Xiang bawa.


"Kau belanja banyak sekali Lu Xiang" Tatapan iri terpancar jelas di mata mereka.


"Aku menemukan ginseng kecil di hutan" Lu Xiang menjawab sekedarnya, ia tidak bisa memberitahu tentang coklat yang Adelia buat dan hanya dapat beralasan tersebut karena ia seorang pemburu yang 'wajar' jika mendapat sesuatu yang  berharga di hutan.


Mereka pun syok. Ginseng!! Tumbuhan herbal mampu menyelamatkannya nyawa pada masa kritis. Tentu saja dapat dijual dengan harga mahal.


Rasa cemburu mulai merasuki hati para warga namun mereka tidak dapat berbuat apapun dan kecewa karena bukan mereka yang menemukan tumbuhan berharga tersebut.


"Kau sangat beruntung".


"Dimana kau mendapatkannya?"


"Apa kau masih menyimpan ginseng Lu Xiang?"


Berbagai pertanyaan menyerbu Lu Xiang yang dibahas hanya dengan kata 'tidak' lalu mengangguk sopan kepada para warga dan menjemput Adelia dan adik-adiknya yang masih menjaga barang lainnya.


Berita tentang Lu Xiang yang membeli banyak barang serta bahwa dia menemukan ginseng menyebar ke seluruh warga desa. Mereka berbondong-bondong melihat Lu Xiang yang memasukkan barang belanjaan ke rumah dan berkomentar masam dan nyinyir serta iri pada pemuda itu.


Keluarga Miao pun mendengar hal itu dan kaget.


"Ginseng!!" Seru nenek Lan tidak percaya.


"Mereka pasti menjual dengan harga tinggi" Sambung Li Mei, menantu pertama keluarga Miao, ia menggenggam rok penuh iri.


"Ibu mertua. Kau bisa meminta bagian mu pada Adelia" Ujar Lien Hua dengan raut wajah senang.


Nenek Lan melirik kedua menantunya lalu memutar bola mata jengah. "Itu uang Lu Xiang bukan Adelia" Hukum dinasti Murong adalah anak perempuan yang telah menikah akan menjadi anggota keluarga laki-laki dan orangtua sang perempuan tidak bisa memaksa apapun terhadap anak mereka. Oleh karena itu tidak heran jika banyak keluarga patriarki di zaman ini.


"Tapi Adelia bisa memintanya pada Lu Xiang" Jawab Li Mei. Ia begitu iri melihat barang-barang yang Lu Xiang bawa pulang.


Nenek Lan hanya diam namun matanya berkilat memikirkan sesuatu.

__ADS_1


Di rumah Lu Xiang, Lu Shan merengek ingin kue yang Adelia belikan lalu duduk tenang setelah kue itu diletakkan di atas meja makan.


"Kak. Kau coba juga kuenya. Ini sangat manis" Lu Shan menyodorkan tangannya ke mulut Adelia, sekarang kakak iparnya lah yang menjadi favoritnya.


Adelia tersenyum dan memakan kue tersebut. "Terimakasih Lu Shan" Ia membelai kepala anak kecil itu dengan penuh kasih sayang.


Lu Shan tertawa senang dan kembali melanjutkan makannya. Lu Cheng tidak begitu tertarik akan kue tersebut, ia lebih senang menghitung barang yang Adelia beli lalu tersenyum senang. Akhirnya dia bisa punya baju baru!! Sudah lama ia tidak memiliki baju baru semenjak ibunya meninggal dunia.


Lu Xiang sangat senang melihat raut gembira adik-adiknya, setelah sekian lama akhirnya keduanya punya baju baru yang bagus. Ia sangat berterimakasih kepada Adelia.


Malam harinya setelah makan malam nikmat dengan menu daging kambing dan ayam, Lu Shan dan Lu Cheng tertidur pulas setelah mandi karena lelah berbelanja dan bergembira seharian.


Adelia keluar kamar Lu Cheng dan Lu Shan dan melihat Lu Xiang yang membaca buku di ruang depan. Tatapan serius dengan wajah tenang membuat kharisma tersendiri di matanya.


Tatapan kagum Adelia membuat Lu Xiang merasakan dan menoleh kepada istrinya. "Mereka sudah tidur?"


"Sudah. Kau masih ingin belajar? Baca dalam remang tidak baik untuk kesehatan matamu"


"Sebentar lagi"


Adelia menghela napas panjang. Ia sangat tau seberapa besar keinginan Lu Xiang untuk dapat melanjutkan belajar karena lulus ujian negara menjadi kebanggaan di keluarga maupun di desa itu sendiri. Dinasti Murong yang sangat menjunjung tinggi sarjana membuat banyak laki-laki yang ingin belajar namun sebagian mereka tidak bisa karena kondisi keuangan.


"Lu Xiang"


"Hm?"


"Apa kau ingin melanjutkan belajar?"


Gerakan Lu Xiang berhenti. Ia menatap Adelia yang juga menatap serius padanya lalu tertawa sedih. "Tentu saja aku ingin, siapa yang tidak ingin menjadi sarjana lalu bekerja di pemerintahan?"


Adelia memegang pundak suaminya. "Kalau kau ingin belajar, lanjutkan saja. Sekarang kita sudah punya uang"


Tatapan Lu Xiang membesar lalu menggeleng lemah. "Aku tidak ingin memakai hasil kerja kerasmu"

__ADS_1


__ADS_2