
"Tenanglah. Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi?". Dada Adelia berdenyut sakit, ini pertama kalinya ia dikhianati oleh orang lain setelah tinggal di dunia ini, perasaan yang telah lama tidak ia rasakan membuatnya panik dan benci namun ia menghirup napas dalam mencoba tenang.
"Hari ini tidak begitu banyak yang membeli kue di toko kue De Xiang, hamba tidak berpikir apapun karena wajar usaha ada untung ruginya namun ada pelanggan yang melapor bahwa banyak orang yang lebih memilih membeli kue di toko yang baru buka di blok timur karena lebih murah, mereka menjualnya seharga 500 koin tembaga per potong".
Adelia menggigit jarinya dengan marah lalu memejamkan mata berusaha untuk tetap tenang.
"Apa kau sudah membeli kue di sana dan membandingkannya dengan kue kita?".
"Eh?" Lu Niang sadar bahwa ia panik dan segera melapor pada tuannya tanpa memikirkan apapun.
"Ma-maaf nyonya. Hamba sangat panik ketika mendengar itu dan langsung melapor tanpa melakukan apapun". Lu Niang segera berlutut meminta maaf.
"Berdirilah. Ini bukan salahmu, sekarang katakan pada paman Shi untuk membeli kue di toko baru itu dan bandingkan dengan rasa kue kita. Suruh juga Lu Cai untuk mencari tau siapa pemilik toko kue itu? Apakah Lu Lian bersama mereka?".
"Baik nyonya". Lu Niang merasa lebih tenang ketika melihat Adelia tetap tenang memberi perintah.
Setelah Lu Niang pergi, Adelia memukulĀ meja dengan sangat marah hingga tangannya merasa sakit. Walaupun ia sudah memprediksikannya namun ia tetap sakit hati oleh pengkhianatan yang Lu Lian lakukan, sesaat ia menyesal tidak menjual gadis sialan itu namun ia berpikir bahwa akan sama saja jika ia memilih opsi tersebut karena Lu Lian pasti akan menggunakan ilmu yang ia pelajari darinya untuk keuntungannya sendiri.
Ia tau bahwa tidak ada tembok yang tidak tembus di dunia ini, cepat atau lambat inovasi yang ia lakukan pasti akan di jiplak oleh orang lain karena keunikan yang ia miliki karena jangankan disini di dunia modern yang sudah memiliki hukum sempurna tentang pembajakan suatu produk maupun ilmu masih juga mengalami penjiplakan namun ketika itu terjadi ia tetap merasa marah.
"Tenanglah Adelia. Bukankah kau sudah menduga hal ini ketika Lu Lian kabur? Lagipula ini juga bukan kreasi aslimu, kau hanya memanfaatkan informasi yang kau dapatkan dari dunia modern".
Adelia terus mensugestikan dirinya agar menjadi tenang, yang terpenting sekarang bukan panik tapi solusi untuk masalah ini, solusi agar usahanya tidak berpengaruh oleh lawan usahanya.
Jari Adelia mengetuk monoton, memikirkan solusi namun ia menghela napas panjang, ia harus menunggu laporan dari Lu Niang baru bisa memikirkan solusi yang tepat.
"Nyonya, ini kue yang hamba beli dari toko Liangwang". Lu Niang meletakkan kue yang telah ia beli ke hadapan majikannya.
Dua potong kue tart berwarna putih dan merah serta cupcake terletak indah di piring keramik namun tidak ada satupun yang mengaguminya.
"Hanya ini saja?".
"Ya nyonya. Sepertinya mereka tidak bisa membuat coklat cair seperti yang nyonya buat".
Adelia tidak setuju, coklat cair dapat dibuat dengan mudah. "Jika Lu Lian bersama mereka maka mereka juga bisa membuat coklat cair. Mereka tidak melakukannya karena tidak ada stok buah asam lonjong".
Lu Niang tersadar. Ya, Adelia juga tidak membuat coklat cair lagi karena alasan yang sama.
__ADS_1
Adelia membagi kue tersebut menjadi tiga bagian. "Kalian juga makan kue ini dan bandingkan dengan kue milik kita".
Dekorasi kue bagian luar dan dalam tidak serapi yang Adelia buat dan itu menjadi nilai plus untuk mereka, ia mencicipi setiap kue dan mengangkat alisnya karena rasanya yang lebih manis.
"Kue ini lebih manis daripada kue De Xiang tapi tidak lebih enak daripada kue De Xiang. Pelanggan akan mudah bosan dan kembali membeli kue di toko kue De Xiang jadi jangan khawatir, biaya pokoknya juga lebih besar karena menggunakan banyak gula. Aku yakin mereka akan menaikkan harga jika ingin untung besar".
Lu Niang dan Shi Hanxi juga mencicipi kue tersebut dan setuju dengan pendapat Adelia. "Kue ini tidak seenak buatan nyonya. Aku yakin toko kue Liangwang tidak akan berpengaruh besar untuk kita".
Adelia mengangguk setuju. "Apa kalian tau siapa pemiliknya?"
"Kami mendapatkan kabar bahwa pemilik toko itu berasal dari keluarga Liang dan apakah Lu Lian berada di sana atau tidak saya masih menyelidikinya nyonya" Shi Hanxi melaporkan, ia juga terkejut ketika mendengar ada kue yang sama seperti kue yang ia jual.
"Apa kau tau tentang keluarga Liang paman?".
"Keluarga Liang adalah keluarga pebisnis yang termasuk keluarga berada di kota Cheng namun tidak ada apa-apanya di kota Qincheng, mereka menjual kain dan baju siap pakai".
"Apa mereka punya backing pejabat? Baik itu lokal atau interlokal atau backing dari keluarga sarjana?".
"Mereka menikahkan anak perempuan mereka sebagai selir dengan anak walikota".
Adelia tertegun. "Anak sah atau anak selir?"
Adelia berpikir cepat, intuisinya mengatakan bahwa ini berkaitan dengan suaminya. "Kapan rumor itu beredar?".
"Sekitar 6 bulan yang lalu" Jawab Shi Hanxi bingung.
Adelia membuka mulut skeptis, ia bahkan tertawa speechless. Sepertinya intuisinya benar, 6 bulan lalu adalah waktu yang sama dengan kejadian sekelompok orang yang membuat rusuh di toko kue miliknya hingga ia membawa perkara tersebut ke pengadilan.
Walaupun sudah yakin namun Adelia tetap memastikan. "Cari tau apakah rumor itu tersebar setelah kejadian perkara fitnah yang aku bawa ke pengadilan atau sebelum kejadian itu, dan cari juga informasi mengenai apakah Liang Wei pernah memiliki masalah Lu Xiang, gunakan uang dari toko dan cari tau sedetail mungkin".
"Baik nyonya". Jawab Lu Niang dan Shi Hanxi.
Mengenai perkara pengadilan tersebut, Lu Xiang tidak memberitahu siapa dalang yang menyuruh sekelompok orang untuk membuat rusuh di toko De Xiang sehingga Adelia berpikir bahwa dalangnya adalah musuh dari Zhao Fan namun sepertinya tidak begitu. Ia tidak bisa bertanya langsung pada Lu Xiang dan Zhao Fan karena mereka berada di Fucheng.
Tak lama Lu Niang dan Shi Hanxi pergi, Lu Fang berlutut dan memukul kepalanya ke lantai berkali-kali meminta maaf.
"Maafkan hamba nyonya. Lu Lian menimbulkan masalah besar pada anda!! Hamba dan suami hamba akan melakukan apapun asalkan nyonya tidak menjual kami! Kami tidak tau bahwa Lu Lian akan berbuat hal itu pada nyonya. Tolong jangan jual kami nyonya!". Lu Fang terus menerus memukul kepalanya ke tanah hingga berdarah.
__ADS_1
Adelia menghela napas kesal. "Bangunlah. Apa kau ingin bunuh diri di depanku?". Ucapan Lu Fang membuatnya emosi kembali.
Lu Fang tidak lagi memukul kepalanya ke lantai namun tetap bersujud. Tubuhnya bergetar hebat karena tau bahwa anak mereka telah melakukan kesalahan besar hingga bisa membuat satu keluarganya mati. "Tolong jangan jual kami nyonya. Hamba mohon!!".
Perasaan marah, kasihan dan pasrah bercampur aduk di dada Adelia namun ia tidak bisa melakukan apapun dalam menghadapi situasi tersebut. Maaf? Apa meminta maaf akan menyelesaikan masalahnya? Namun jika ia menjual keluarga Lu Fang kembali maka situasi yang sama akan terjadi lagi, satu-satunya cara untuk mengatasi hal itu dengan melenyapkan orang yang tau resep kuenya jika ia tidak ingin mempekerjakan mereka lagi namun Adelia tidak cukup gila untuk berbuat demikian.
"Kembali lah bekerja". Adelia tidak bisa berkata apapun pada Lu Fang atas apa masalah yang anaknya timbulkan dan sedikit muak melihat Lu Fang karena akan membuatnya mengingat Lu Lian. Ia merindukan Lu Xiang yang dapat menenangkan hatinya, tanpa sadar Adelia menangis mengeluarkan semua kegundahan hatinya dalam diam.
Malamnya Lu Cheng dan Lu Shan tau bahwa ada yang menjiplak kue yang toko mereka jual dan merasa khawatir namun Adelia menenangkan keduanya dan mengatakan bahwa itu bukan masalah besar.
Setelah puas menangis dan tenang, Adelia dapat berpikir jernih. Toko kue miliknya mengambil jalan highclass jadi toko kue yang menjual kue sama dengan harga murah tidak berpengaruh besar pada toko miliknya walaupun mereka meningkatkan rasa dan kualitas karena keluarga berpengaruh tidak mempedulikan harga namun kepuasan karena membeli di toko high-end. Sama seperti yang terjadi di dunia modern seperti fashion, meskipun ada kualitas yang sama dengan produk aslinya namun orang kaya lebih mementingkan kepuasan karena pujian dibandingkan dengan harga yang mereka bayar.
Lagipula rasa kue toko Liangwang tidak akan sama dengan kue buatannya karena ia memiliki air sumur teratai yang dapat meningkatkan citarasa makanan.
Keesokan harinya setelah Adelia mendapatkan jawaban seperti yang ia pikirkan bahwa Liang Wei sering mencari masalah dengan Lu Xiang ketika masih di Akademi dan tau bahwa Liang Wei lah dalang dari perkara yang ia bawa ke pengadilan.
"Sebarkan rumor tentang Lu Lian. Katakan bahwa Lu Lian adalah budak pelarian dari keluarga Xie Hsien dan berkhianat dengan membocorkan resep kue tart ke keluarga Liang. Katakan yang sebenarnya dan gunakan nama Lu Xiang dan Juren Zhao". Ia tidak peduli akan reaksi Lu Fang dan Lu Cai karena ia menghancurkan reputasi anak gadis mereka, lagipula mereka tidak berhak marah karena ini kesalahan dari Lu Lian sendiri yang dikasih hati tapi malah minta jatuh.
Shi Hanxi mengangguk mengerti dan segera menjalankan perintah Adelia. Hari itu rumor menyebar di kota Cheng tentang Lu Lian sebagai budak pelarian dan berkhianat pada keluarga Xie Hsien dengan memberikan resep berharga kue tart pada keluarga Liang dengan syarat menjadikannya sebagai selir Liang Wei.
Rumor lainnya adalah Liang Wei menjadi dalang dari fitnah untuk menghancurkan reputasi toko kue De Xiang karena iri pada Xie Hsien dan tidak suka dengan Juren Zhao Fan yang lebih memilih Xie Hsien daripada dirinya.
Liang Wei yang mendengar hal itu menjadi panik dan melampiaskannya pada Lu Lian, ia bertemu dengan gadis itu di penginapan kecil di pinggir kota Cheng ketika gadis itu ingin diperkosa oleh sekelompok preman dan menolongnya. Lu Lian mengatakan bahwa ia tau resep kue tart toko De Xiang dengan syarat ia harus menjadikannya sebagai selir.
Tentu saja ia menerima dengan senang hati, selir tidak berpengaruh apapun padanya. Namun ia ragu jika ia ketika ingin membuka toko kue yang sama karena akan mudah ketahuan dan itu tidak baik untuk keluarganya karena mereka melawan Xie Hsien namun Liang Kun, ayahnya memberikan solusi bahwa resep itu juga diserahkan pada walikota Li agar menjadi backing keluarga mereka.
Dengan backing tersebut ia tidak takut melawan Lu Xiang karena dia hanya sarjana Hsien dan jika lulus ujian maka hanya akan menjadi sarjana Fu. Jika walikota Li melakukan sesuatu maka keluarga Lu Xiang tidak bisa melakukan apapun.
Namun ia tidak menyangka bahwa Adelia tau bahwa dialah dalang dari kejadian fitnah itu dan bahkan melakukan hal yang gila seperti menggunakan nama Zhao Fan untuk menekannya. Walikota Li tentu tidak akan ikut campur jika mengenai Juren Zhao Fan, Liang Wei terus memukul Lu Lian, tidak peduli akan teriakan kesakitan gadis itu untuk melampiaskan semua kekesalannya.
"Tenanglah Liang Wei. Tidak ada gunanya memukul selir ini, yang terpenting sekarang cari solusi untuk mengatasi masalah ini. Jika tidak maka bukan hanya Juren Zhao namun juga walikota Li yang akan kita hadapi".
Lu Lian merangkak ke sudut kamar setelah Liang Wei melepaskannya. Ia mengira bahwa dengan menceritakan apa yang ia tau pada suaminya akan mendapatkan kebahagiaan dan menjadi selir paling disayangi namun ternyata salah.
Lu Lian tidak menyangka bahwa Adelia tega menyebar berita tentang apa yang ia lakukan, ia berpikir bahwa Adelia tidak akan tega melakukan apapun karena sifatnya yang terlalu baik karena tau resiko yang akan ia hadapi jika mantan majikannya melakukan itu namun ia juga salah dalam hal itu.
Lu Lian membenci Liang Wei yang tidak berterimakasih atas apa yang ia lakukan dan Adelia yang menghancurkan segalanya. Tubuhnya yang bergetar ketakutan tidak terlihat di matanya yang menatap kosong penuh kebencian.
__ADS_1
Lu Xiang yang berada di Fucheng tidak tau apa yang terjadi di kota Cheng dan fokus pada ujian sesi kedua.