
Lu Mei memeluk Adelia yang mengernyit menahan rasa sakit di tangan kanan serta perutnya yang mulai sakit karena kontraksi akibat syok akan apa yang baru saja terjadi.
Keduanya menunggu pelayan memanggil Lu Xiang namun sudah beberapa menit menunggu tidak ada tanda-tanda kedatangan orang ke tempat mereka berada.
Lu Mei melihat ke sekeliling mencari pelayan yang lewat namun matanya melebar menyadari keanehan!. Tidak ada satu pun pelayan yang muncul di jalan menuju ke kamar mandi, ini bukan hal yang wajar terjadi karena begitu banyak pelayan yang ada, tidak mungkin tidak ada satupun yang tidak melangkah ke jalan tersebut.
"Tolong!! Tolonggg!!!" Lu Mei berteriak keras, tidak peduli akan keributan dan malu yang ia timbulkan, yang terpenting sekarang adalah menolong majikannya dengan cepat.
"Toloonngg!!! Tolonggg!!".
Teriakan histeris itu terdengar hingga ke tempat pesta membuat orang-orang menjadi heran dari mana arahnya datangnya teriakan tersebut.
Lu Xiang yang mendengar hal itu terkejut dan segera berdiri cepat dan berlari ke arah sumber suara membuat orang-orang terkejut.
Prefek Zhong juga mendengar dan terkejut oleh tindakan Lu Xiang, ia menyuruh pelayannya untuk mengecek dan melaporkan padanya apa yang terjadi.
"Adelia!! Kau ada dimana?!!". Lu Xiang berteriak kuat.
"Tuan besar!! Kami disini tuan besar!!!" Lu Mei begitu senang mendengar suara Lu Xiang dan segera menjawab keras.
Mata Lu Xiang terbelalak melihat istrinya berbaring di tanah dipeluk oleh Lu Mei, napasnya tercekat jantungnya seakan digenggam erat oleh sesuatu.
"A-Adelia! Apa yang terjadi?" Lu Xiang duduk di samping, tangannya yang menyentuh wajah istrinya bergetar hebat.
"Seorang pelayan menabrak nyonya dari belakang dan melarikan diri. Tuan besar! Nyonya mengalami kontraksi dan sakit di tangannya".
Lu Xiang mengambil alih tubuh Adelia yang semakin pucat lalu mengangkat tubuhnya dan berjalan cepat ke gerbang pintu, ia ingin segera memeriksa kondisi istrinya pada tabib namun baru beberapa langkah ia bertemu dengan pelayan Prefek Zhong.
"Tuan Xiefu, kau bisa membawa nyonya Xiefu ke kamar utara. Saya akan segera memanggil tabib pribadi Prefek Zhong!" Mereka tidak tau apa yang terjadi namun sekarang adalah menyelamatkan dan mengobati Adelia.
Lu Xiang tersadar dan mengangguk cepat lalu berjalan cepat dibawah arahan pelayan. Satu pelayan kembali ke tempat pesta dan melaporkan apa yang mereka lihat pada Prefek Zhong sedangkan satunya segera memanggil tabib pribadi keluarga Zhong.
Akan berakibat fatal jika istri tuan Xiefu Lu terjadi apa-apa padanya.
"Lu Mei, jaga diluar jangan biarkan orang lain masuk selain tabib".
"Baik tuan besar" Lu Mei berdiri di luar dengan tangan menggenggam erat hingga bergetar, ia berharap dalam hati tidak terjadi apa-apa pada Adelia.
__ADS_1
"Lu Xiang" Adelia yang semakin pucat memanggil lirih nama suaminya.
"Aku disini sayang. Sayang...apa kau mendengar ku? Keluarkan air sumur teratai sayang, kau harus meminumnya agar tubuhnya tidak lagi sakit".
Adelia mendengar perkataan suaminya dan mengeluarkan botol air yang berisi air sumur teratai namun ia tidak mampu mengangkat tangannya untuk minum. Perutnya yang kontraksi membuatnya sangat sulit fokus pada hal lain.
Lu Xiang minum air sumur teratai dan mencium Adelia hingga istrinya meminum air dalam mulutnya, ia melakukannya hingga beberapa kali hingga Lu Mei melaporkan bahwa tabib sudah datang.
Prefek Zhong, Liang Shu, selir Prefek Zhong dan Liang Shu segera pergi ke kamar bagian utara dan melihat tabib yang baru saja tiba.
Sedangkan anak-anaknya tinggal di tempat pesta dan menenangkan tamu lainnya lalu mengakhiri pesta. Walaupun banyak orang yang bertanya-tanya namun mereka tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dan terpaksa meninggalkan rumah keluarga Zhong.
Sang tabib memeriksa denyut nadi Adelia dan melihat tangan kanan yang keseleo.
"Kandungan nyonya Xiefu baik-baik saja, hanya tangannya saja yang keseleo. Aku akan mencatat obat herbal untuk nyonya Xiefu".
Tabib lalu memijit tangan Adelia yang keseleo hingga membuat wanita itu memilih kesakitan lalu memakai obat topikal pada pergelangan tangan sebelum membalutnya dengan kain agar otot ligamen tidak mengalami pergerakan yang akan memperburuk keseleo.
"Apa yang sedang terjadi?" Prefek Zhong yang menunggu di luar bertanya pada Lu Mei, ia begitu terkejut mendengar apa yang pelayannya laporkan.
Lu Mei melirik ke dalam kamar dan menggigit bibir bawahnya lalu bersujud pada Prefek Zhong.
Semua orang yang hadir di sana terkejut, terlebih Liang Chenyue, pupil matanya bergetar panik namun ia segera menenangkan dirinya sendiri. Tidak, ia harus tetap tenang, ia sudah mempersiapkan semuanya dan tidak mungkin akan ketahuan.
"Apa maksudmu? Siapa yang berniat membuat Adelia?".
Lu Mei lalu menceritakan dari awal ia dan majikannya pergi ke kamar mandi hingga seseorang menabrak kuat Adelia dari belakang, serta apa yang ia lakukan setelahnya.
"Hamba mengingat jelas seperti apa rupa wajah pelayan itu sampai pakaian dan aksesorisnya!! tuan Prefek tolong bantu nyonya hamba menangkap pelaku kejam itu!! Dia ingin membunuh dua nyawa satu tubuh!!".
Lu Mei bersujud dan memohon pada Prefek Zhong. Lu Xiang yang ada dalam kamar juga mendengar hal itu, tangannya terkepal hingga memucat, rahangnya mengeras membayangkan apa yang terjadi pada istrinya.
Liang Chenyue!!
Hanya satu nama itu yang ia pikirkan sebagai pelaku yang menyakiti istrinya!! Dasar wanita bangsat!! Hanya karena aku diam kau berani memanjangkan tanganmu sampai ke Adelia!!.
Liang Chenyue semakin panik, wajahnya sedikit memucat namun tidak seorang pun yang menyadari karena semua fokus pada Lu Mei.
__ADS_1
"Baik. Aku pasti akan menangkap pelakunya, Lu Xiang kau tenang saja. Paman tidak akan membiarkan pelakunya kabur begitu saja".
Lu Xiang tidak menjawab dan hanya fokus pada wajah Adelia yang mulai membaik, air sumur teratai dalam meredam kontraksi karena syok dan ia sangat bersyukur akan hal itu. Ia mengelus lembut kening istrinya dan mengecup pelan dan hati-hati.
"Gambarkan pelayan yang menabrak Adelia sedetail mungkin, aku akan menyuruh petugas untuk mencarinya secepat mungkin". Perintah Prefek Zhong, ia menyuruh pelayannya untuk mengambil kuas dan kertas dan memberikannya pada Lu Mei.
Lu Mei mengangguk kuat dan mulai melukis wajah yang ia ingat, walaupun keadaan tidak begitu terang namun itu cukup baginya mengingat wajah pelayan itu.
"Keningnya berdarah karena memohon ampun, ketika aku menyuruhnya untuk memanggil tuan besar Lu Xiang, dia melarikan diri".
Prefek Zhong melihat sketsa kasar yang digambar oleh Lu Mei dan menyuruh pelayannya untuk melihat apakah mereka mengenal pelayan tersebut.
"Ini! Ini Meng Yueyue!!" Seorang pelayan mengenal pelayan tersebut.
"Cari dia di seluruh rumah ini!! dan perintahkan penjaga untuk memperbanyak sketsa ini dan berikan pada petugas yamen yang bertugas malam ini!".
"Baik Prefek!!".
Lu Mei yang melihat sketsa itu semakin panik dan pucat, tangannya yang bergetar ia sembunyikan dalam hanfu namun gerakan itu malah membuat selir pamannya teralihkan perhatian padanya.
Sang selir menatap heran pada sikap aneh Liang Chenyue, alisnya terangkat dan matanya sedikit membesar ketika memikirkan suatu kemungkinan. Ia menatap Liang Chenyue lalu Liang Shu yang menatap cemas, pesta ini dibawah pengawasannya, suaminya pasti akan menyalahkannya jika terjadi sesuatu pada istri Lu Xiang.
Tabib menyerahkan secarik kertas pada Lu Xiang dan pelayan Prefek Zhong berisi tentang tanaman herbal yang harus dipersiapkan dan merebusnya untuk diminum.
Pelayan Prefek Zhong segera mencari obat tersebut ke toko farmasi dan merebusnya sesuai petunjuk yang ada pada secarik kertas dan membawanya ke kamar utara.
"Ini obatnya tuan tabib".
"Tuan Xiefu, minumkan ini pada nyonya agar tubuhnya merasa baikan".
"Baik tabib". Lu Xiang kembali meminumkan obat pahit itu dari mulut ke mulut hingga Adelia mengernyit merasakan betapa pahitnya cairan yang masuk ke mulutnya.
"Saya akan membawa pulang istri saya. Terimakasih atas pertolongannya tabib". Lu Mei menggendong Adelia dan keluar kamar.
Langkahnya berhenti ketika melihat Prefek Zhong dan yang lainnya.
"Tolong selidiki pelaku pembakaran beberapa waktu yang lalu paman. Aku yakin pelakunya orang yang sama". Lu Xiang berbicara pada Prefek Zhong namun matanya menatap tajam dan dingin pada Liang Chenyue.
__ADS_1
Ia tidak ingin lagi hanya diam dan membiarkan sesuatu kembali terjadi pada keluarganya. Malam ini ia tersadar bahwa ia bisa kehilangan Adelia yang menjadi pondasi hidupnya kapan saja jika ia membiarkan kejadian ini terkubur seperti pembakaran toko beberapa waktu yang lalu.
Mata Liang Chenyue terbelalak karena tidak menduga bahwa Lu Xiang tau bahwa dirinya lah pelaku pembakaran itu!!!.