
Pesta pun dimulai dengan kehadiran Prefek Zhong, Liang Shu dan keponakannya, Liang Chenyue serta selir kesayangan Prefek Zhong yang berjalan di belakang. Mata Liang Chenyue menatap singkat Adelia yang berdiri menyambut kedatangan mereka dan tersenyum miring, terlebih ketika pelayan menggantikan kue dan cangkir berisi teh dan wine.
Siapa sangka bahwa ia memiliki mata-mata di kediaman keluarga Zhong untuk mengabarkan apa yang terjadi di rumah bibinya itu, walaupun mereka tidak mendapatkan kabar rahasia apapun mengenai Prefek Zhong karena hanya menjadi pelayan di rumah Liang Shu namun itu sudah cukup memperlihatkan gerak-gerik keluarga Zhong.
Dan mata-mata itu ia gunakan untuk mencelakakan Adelia, ia menaruh rempah fenugreek dan asafoeda ke dalam kue yang diletakkan di hadapan Adelia dan Lu Xiang. rempah tersebut bukanlah racun namun sangat mematikan pada wanita hamil.
Liang Chenyue yakin bahwa tidak ada yang akan mencurigainya ketika terjadi sesuatu pada Adelia karena Lu Xiang yang mencicipi kue tersebut tidak memiliki masalah kesehatan apapun. Liang Chenyue bergabung ke meja suaminya sembari tersenyum lembut pada Zheng Hui.
"Aku sangat berterimakasih atas kehadiran anda semua di pesta yang aku adakan secara dadakan, ini menjadi kehormatan tersendiri bagi keluarga Zhong".
Susunan tempat duduk dalam pesta keluarga Zhong adalah tingkatan pertama di duduki oleh Prefek Zhong beserta istri dan selirnya lalu anak-anak dan istri mereka, anggota klan keluarga Zhong baru meja Lu Xiang dan Adelia dan meja keluarga lainnya.
Itu menunjukkan bahwa Prefek menganggap penting sosok Lu Xiang yang juga menjadi protagonis acara ini.
"Saya juga berterimakasih pada Lu Xiang atas ide dan kerjasama yang kau berikan. Paman sangat senang bahwa proyek ini berhasil dengan sukses berkat dirimu"
Mata para tamu yang hadir membesar dan menatap tertegun pada Lu Xiang, mereka tidak menyangka bahwa hubungan pemuda itu dengan Prefek Zhong sangat baik dan dekat hingga Prefek Zhong menyebut dirinya sendiri paman.
Lu Xiang bangun dan menangkup kedua tangannya ke arah Prefek Zhong sembari sedikit membungkuk hormat. "Pujian paman terlalu berlebihan. Lu Xiang hanya menyampaikan ide dan pamannya yang berbaik hati merealisasikan ide Lu Xiang hingga membuatnya sukses. Lu Xiang mengucapkan selamat atas proyek tanggul yang paman lakukan dengan sukses besar".
"Hahaha, kau memang pandai membuatku senang Lu Xiang"
__ADS_1
"Silahkan cicipi makanan minuman yang telah disediakan, jangan sungkan anggap saja ini rumah kalian masing-masing".
Orang-orang bersulang dan berbincang tentang proyek tanggul dan rencana ke depannya serta topik pembahasan lainnya. Para keluarga yang duduk di dekat Lu Xiang dan Adelia mengajak ngobrol keduanya dengan antusias, backing keluarga Zhong sudah cukup membuat Lu Xiang bebas melakukan apapun selama tidak berlebihan di Fucheng, jika mereka berhubungan baik dengan laki-laki itu maka mereka juga akan masuk ke dalam payung besar itu.
Adelia hanya minum teh dan tidak menyentuh kue dan cemilan lainnya, hal itu membuat para wanita yang mengajaknya bicara menjadi aneh, walaupun kue tersebut tidak sesuai dengan selera lidah mereka namun mereka tetap memakannya demi menghormati sang pemilik acara namun tindakan Adelia membuat mereka bertanya-tanya dalam hati apakah ada sesuatu hal yang membuat wanita ini tidak mempercayai keluarga Zhong hingga tidak mau mencicipi kue tersebut.
Bahkan salah satu dari mereka bertanya langsung tentang penasaran yang mereka alami. "Adelia, mengapa kau tidak mencicipi kue ini? Apa tidak enak?" Ia bertanya penasaran sembari ingin membuat Adelia malu, kecantikan wanita itu membuatnya iri terlebih setelah menangkap basah suaminya melirik ke arah Adelia.
"Tidak. Aku telah makan di perjalanan kemari sehingga hanya minum teh saja. Maaf, karena kehamilan membuat mood makanku menjadi berubah-ubah. Maaf jika ini menganggu kalian"
"Tidak. Kami sama sekali tidak terganggu. Wajar jika mood beruabah-ubah ketika hamil"
"Pasti anaknya akan menawan seperti ibu dan ayahnya"
Sesi pujian kembali dilemparkan oleh para wanita itu membuat otot wajah Adelia menjadi kaku karena selalu memasang wajah tersenyum bahagia. Ia tidak menyadari tatapan Liang Chenyue yang sedikit mengernyit melihatnya tidak menyentuh kue di piring sedikit pun, tangannya di bawah meja terkepal kuat menunjukkan ketidaksabaran. Malam ini ia harus melenyapkan wanita itu agar tidak lagi menjadi lubang dikehidupannya.
Namun Adelia yang tidak bekerjasama membuatnya semakin kesal dan gelisah, jika ia tidak menggunakan kesempatan malam ini maka akan sangat sulit mencelakakan wanita sialan itu. Liang Chenyue menunggu hingga ke titik puncak kekesalannya namun melihat Adelia yang berpamitan pada Lu Xiang untuk suatu tempat, matanya berkilat dan ia hampir tidak bisa mengontrol ekspresi wajahnya yang sangat antusias.
Liang Chenyue melirik ke arah pelayan yang sedang memberikan minuman pada tamu lain dan tersenyum setelah mendapat anggukan halus dari pelayan tersebut. Ia pun menyisip wine di gelasnya dan duduk santai.
"Kau yakin ingin ke kamar mandi sendirian?" Lu Xiang bertanya khawatir, ia beberapa kali melirik ke arah Liang Chenyue secara diam-diam dan menangkap satu kali wanita itu melihat istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan dan menjadi sedikit waspada.
__ADS_1
"Aku akan ditemani oleh Lu Mei Lu Xiang, aku tidak akan kenapa-napa lagipula akan sangat aneh kau menemaniku ke kamar mandi" Jawab Adelia berbisik. Hamil membuatnya lebih sering ke kamar mandi untuk buang air kecil, awalnya ia ingin menahannya namun acara yang baru saja dimulai akan berlangsung satu atau jam kemudian, Adelia berpikir bahwa ia tidak akan mampu menahan selama itu.
"Ha~ baiklah. Kau harus kembali secepatnya, aku tidak ingin terjadi apa-apa padamu".
"Baiklah" Adelia mengangguk dan mengatakan secara implisit tujuan ia pergi ke kamar mandi pada teman bicaranya lalu memegang Lu Mei dan pergi ke kamar mandi di bawah arahan pelayan.
Lu Mei masuk ke kamar mandi membantu Adelia memegangi pakaian hanfu yang berlapis-lapis namun ketika keluar dari kamar mandi pelayan yang menuntun mereka ke sana sudah tidak ada lagi. Baik Adelia maupun Lu Mei tidak berpikir apapun dan kembali ke pesta.
Akan tetapi ketika di pertengahan jalan, seorang pelayan menabrak Adelia dari belakang dengan keras hingga membuat genggaman tangan Lu Mei terlepas.
Adelia sangat terkejut merasakan sakit di bagian belakang tubuhnya dan terlebih melihat tubuhnya yang terjatuh dengan posisi perut menghadap tanah.
"Nyonya!!" Lu Mei begitu terkejut dan ingin menangkap tangan Adelia namun kejadian yang terjadi dengan cepat itu membuatnya telat bereaksi dan tidak bisa meraih tangan majikannya.
Adelia memeluk perutnya dengan satu tangan sedangkan tangan lainnya ia letakkan di tanah agar dapat menahan perutnya untuk tidak mengenai tanah namun berat tubuhnya membuat tangan kanannya terkilir dan ia terjatuh ke samping dengan posisi bokong yang mengenai tanah terlebih dahulu. Wajah pucat pasi Adelia sedikit lega melihat perutnya yang tidak kenapa-napa.
"Am-ampuni hamba nyonya!! hamba tidak melihat nyonya yang berjalan di depan. Seseorang mencoba mengejar hamba dari belakang!!. Ampuni hamba nyonya ampuni hamba!!" Pelayan itu segera bersujud meminta maaf sembari memukulkan kepalanya ke tanah hingga keningnya berdarah.
"Cepat! beritahu tuan Xiefu Lu Xiang untuk kemari!!" Lu Mei menyandarkan punggung Adelia dan menatap wajah serta pakaian dan aksesoris yang dipakai oleh pelayan tersebut sebelum memerintahkannya untuk memanggil Lu Xiang.
"Baik!. Baik akan saya beritahu tuan Xiefu Lu Xiang" Pelayan itu segera berlari ke arah tempat diadakan pesta namun di ujung bangunan ia berbelok. Bagaimana mungkin ia memberitahu Lu Xiang dan membuat wajahnya terlihat. Ia yakin bahwa Adelia dan Lu Mei tidak begitu melihat jelas wajahnya karena begitu panik.
__ADS_1