Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Mengundang grup teater


__ADS_3

Senyuman Prefek Zhong semakin mengembang melihat bahwa kerja kerasnya selama 3 bulan ini terbalaskan. Selama 3 bulan terakhir ia terus memikirkan dan harap cemas akan hasil dari proyek besar ini namun akhirnya semua terbayarkan.


"Warga semuanya, kalian juga harus berterimakasih pada sarjana Xiefu Lu yang mengajukan ide brilian ini, tanpa dia aku tidak akan bisa melakukan ini sendirian".


Warga desa Shu terkejut, menyadari bahwa pria tampan di samping Prefek adalah sarjana Xiefu Lu yang pernah mereka dengar beberapa kali. Mereka pun berlutut dan berterimakasih pada Lu Xiang.


"Paman" Lu Xiang berkata pasrah, ia tidak terbiasa oleh pujaan berlebihan dari orang lain.


Prefek Zhong tertawa keras, ia begitu senang melihat Lu Xiang yang tidak sombong dan pongah akan kesuksesan ini, ia semakin yakin bahwa Lu Xiang adalah laki-laki yang memiliki masa depan yang sangat sukses karena kecerdasan dan kepribadian rendah hati yang ia miliki.


Prefek Zhong ingin segera pulang dan menulis surat untuk Kaisar, melaporkan pencapaian yang daerah kekuasaannya raih.


Namun ia tau bahwa ia tidak bisa gegabah, ia harus menginap di kota kecil dekat desa Shu untuk mengawasi tanggul selama beberapa hari untuk memastikan bahwa tidak masalah yang timbul ke depannya.


&&&


Di rumah kediaman Lu, LI Yueyin yang iri dan cemburu pada Adelia melampiaskannya pada pelayan wanita itu, ia mengamuk, memarahi dan membuat keributan serta mempersulit pekerjaan pelayan yang membuat semua pelayan tidak suka dengannya.


Nasehat dan peringatan Xiaowen tidak diindahkan oleh Li Yueyin sampai akhirnya Li Jin turun tangan dan berniat menyewa penginapan kecil untuk tempat tinggal adiknya selama di Fucheng barulah Li Yueyin merasa takut dan menciut serta meminta maaf pada kakaknya dan memohon untuk tidak menyewa penginapan untuknya.


Satu kediaman saja ia begitu sulit menemui Lu Xiang apalagi ketika tinggal di penginapan, iaa masih belum menyerah dan ingin merayu laki-laki itu ketika ia pulang nanti. Li Yueyin merindukan wajah tampan Lu Xiang yang memikat hatinya dan berdoa agar laki-laki itu baik-baik saja.


Apa yang terjadi di rumah bagian barat tidak memiliki pengaruh apapun pada Adelia, kegiatan yang ia lakukan untuk menghabiskan waktu adalah membaca, menganalisa keuangan toko De Xiang, berbincang dengan Xiaowen atau mengunjungi taman.


Namun hari ini Adelia begitu bosan dan tidak mood mengerjakan apapun namun ingin dihibur.


Ia duduk di jendela kaca melihat daun-daun pohon yang tertiup angin serta bunga yang telah bermekaran sempurna lalu menghela napas panjang, ia merindukan suaminya yang selalu dapat membuatnya tertawa.


"Kenapa anda menghela napas nyonya? Apa sesuatu mengganjal di hati anda?". Lu Mei yang melihat gelagat Adelia bertanya khawatir.


"Lu Mei".


"Hamba nyonya".

__ADS_1


"Menurutmu kapan Lu Xiang pulang?".


Lu Mei tertegun oleh pertanyaan tidak terduga itu. "Tuan besar mungkin akan pulang beberapa hari lagi".


"Oh" Adelia kembali menghela napas panjang.


"Nyonya bagaimana kalau saya bacakan cerita?".


Adelia menggeleng sembari memanyunkan bibirnya, ia tidak tau apa yang terjadi padanya hari ini namun perasaan hatinya begitu buruk hingga ia ingin marah dan sedih.


Melihat Adelia yang ingin menangis, Lu Mei dan Lu Yan berusaha mengalihkan perhatian majikan mereka.


"Ba-bagaimana kalau nyonya ke taman. Cuaca hari ini tidak begitu panas sangat cocok untuk berjalan-jalan sekitar taman. Nyonya juga bisa memberi makan ikan di kolam".


Adelia berpikir sesaat lalu kembali menggelengkan kepala.


"Nyonya, bagaimana jika hamba mengundang rombongan pertunjukan ke sini? Anda bisa menonton pertunjukan teater dan bisa meminta judul drama itu sendiri". Lu Yan teringat selir majikan sebelumnya yang sangat suka mengundang rombongan pertunjukan. Ia berpikir bahwa Adelia juga akan menyukainya.


Ia pun merasa tertarik dan mengangguk antusias pada Lu Yan, kedua pelayan Adelia bernapas lega, mereka tidak tau harus berbuat apa jika majikan mereka menangis karena mood yang buruk.


"Baik nyonya. Hamba akan segera mengundang grup teater yang terkenal di Fucheng". Lu Yan segera pergi dengan langkah semangat.


"Nyonya. Apa anda ingin mengundang nyonya Li?".


"Ya, cepat undang Xiaowen. Menonton teater bersama akan lebih menyenangkan".


Lu Mei menyuruh pelayan lainnya untuk menyiapkan panggung pertunjukan serta tempat duduk yang nyaman untuk Adelia dan Xiaowen. Walaupun ia mengatakan panggung pertunjukan namun ia tidak menyiapkan podium melainkan mempersiapkan tempat yang luas agar grup dapat berperforma dengan leluasa.


Lu Mei lalu memberitahu Xiaowen bahwa majikannya mengundang ia ke halaman depan untuk melihat grup teater.


"Kakak ipar. Aku ingin ikut?". Li Yueyin bersikap seperti biasa, seakan bukan ia yang membuat masalah kemarin hari dan menyakiti Xiaowen. Tumbuh manja membuatnya berpikir bahwa semua orang harus menuruti dan sayang padanya.


"Kau tidak boleh ikut. Aku tidak ingin membuat Adelia tidak nyaman, lagipula dia tidak mengundang mu". Xiaowen tidak lagi menahan bicaranya dan memikirkan perasaan Li Yueyin, ia sudah muak melihat tingkah adik iparnya yang selalu berbuat semena-mena.

__ADS_1


"Tapi aku bosan sendirian di rumah. Kau tidak pernah membawaku jalan-jalan berbelanja di Fucheng, aku seperti terkurung disini".


Xiaowen memutar bola matanya. "Apa kau lupa kedatangan kita ke Fucheng untuk melayani kakakmu Li Jin, bukan bersenang-senang".


Li Yueyin mengerat giginya kesal. "Aku akan mengadukan mu pada ibu ketika pulang nanti. Kau pikir kau akan selamanya di sini?"


Perkataan ancaman itu tidak lagi membuat Xiaowen takut. Ia benar-benar jengah dengan tingkah laku Li Yueyin dan patriarki ibu mertua dan merasa sudah saatnya ia melindungi dirinya dari bully ibu dan anak itu.


Walaupun ia tidak tau akan reaksi suaminya ketika itu terjadi namun ia ingin membuat dirinya bebas dari tekanan keluarga suaminya.


"Terserah kau saja".


Respon tak terduga itu membuat Li Yueyin tertegun, ia tidak menyangka bahwa kakak iparnya yang selalu menunduk dan patuh sudah tidak lagi takut pada ancamannya.


Xiaowen pergi ke halaman depan rumah utama dan bertemu dengan Adelia yang melambaikan tangannya antusias.


"Terimakasih untuk nyonya Xiefu yang telah mengundang kami untuk melakukan perform" Pemimpin grup dan anggotanya membungkuk hormat pada Adelia.


"Aku juga berterimakasih karena kalian mau menerima undangan dadakan dariku".


"Jangan berkata seperti itu nyonya. Mana mungkin kami mengabaikan undangan dari anda. Ini suatu kehormatan bagi kami melakukan performa di hadapan anda".


Adelia tertawa senang mendengar pujian itu


"Maaf nyonya. Cerita mana yang anda ingin tonton nyonya?".


"Cerita apa yang sedang populer?". Adelia belum pernah melihat teater di dunia ini sebelumnya sehingga tidak begitu paham tentang cerita populer yang akhirnya di buat teater oleh grup pertunjukan.


"Bagaimana dengan Kang San, sarjana yang sukses?".


"Baiklah, cerita itu saja" Walaupun ia tidak tau isi ceritanya namun judulnya cukup menarik.


Grup teater itu pun mulai bersikap untuk melakukan performa.

__ADS_1


__ADS_2