
Adelia bangun dan melihat sebelah tempat tidurnya yang kosong dan teringat bahwa suaminya pergi ke kota Qincheng, ia meraba tempat tidur dingin itu lalu bangun dan bersiap untuk hari yang baru.
Adelia mempersiapkan bahan krim untuk dikocok oleh Lu Kai dan Lu Tao dan mulai memanggang kue bolu yang akan dilapisi oleh krim sebelum dihias dengan cantik serta dipenuhi oleh buah-buahan atau coklat cair.
"Selamat pagi Kak Adel" Lu Shan dan Lu Cheng bangun dan menyapa sembari mengucek mata mereka.
"Selamat pagi. Cuci muka kalian dan tunggu di ruang belajar, aku akan ke sana sebentar lagi". Adelia menyiapkan sup hangat dan membawanya ke ruang belajar.
Lu Shan dan Lu Cheng menghabiskan sup hangat sebelum memulai belajar menulis kaligrafi dan mendengarkan cerita Adelia yang terkenal di dunia modern namun memiliki makna yang dalam, itulah kegiatan mereka di pagi hari sebelum sarapan dan mulai belajar dengan guru yang disewa oleh Lu Xiang.
Adelia mempunyai waktu luang dan memakainya untuk mempercantik tulisan kaligrafi karena tidak terbiasa memakai kuas atau menggambar desain perhiasan atau baju hanfu modern yang ia ingat sekedar menghabiskan waktu yang ia punya sebelum waktunya makan siang.
Adelia meletakkan kuas dan melamun memikirkan Lu Xiang, suaminya pasti sangat sibuk mempersiapkan ujian, ia khawatir jika Lu Xiang menjadi sakit karena cuaca dingin dan menyulitkannya untuk mengikuti ujian. Ia sudah menyiapkan obat paracetamol dan amoksisilin jika suaminya terkena demam dan tablet suplemen untuk menjaga imun agar tetap fit namun ia tetap khawatir karena ini adalah ujian pertama suaminya dan harapan besar yang Lu Xiang dan ia letakkan dalam ujian ini.
"Nyonya, manajer Xu dari restoran Fuyuan datang berkunjung". Laporan Lu Fang membuyarkan lamunan Adelia.
"Katakan pada paman, aku akan berkunjung ke restoran". Sepertinya berita dari ibukota telah datang. Ketidakhadiran Lu Xiang membuat Adelia tidak bisa bertemu dengan laki-laki lain yang bukan keluarga di rumahnya.
"Baik nyonya".
Adelia pergi ke restoran dan manajer Xu menyambutnya dengan hangat.
"Adelia, aku sudah mendapatkan jawaban dari tuan muda Chen. Tuan muda Chen menawarkan harga 150 koin perak untuk setiap kendi sedang wine dan ingin membeli wine buah jika kau masih memiliki stok" Manajer menjelaskan dengan antusias, ia juga mendapatkan kabar bahwa ia akan dipindahkan ke kota Dancheng yang ada di provinsi Shengnai untuk menjadi manajer di sana.
__ADS_1
Adelia tertegun sesaat, ia mengira bahwa harga paling tinggi yang dapat ditawarkan adalah 100 koin perak namun tidak menyangka bahwa wine buah miliknya lebih berharga daripada yang ia bayangkan di mata pemilik restoran Fuyuan.
Adelia memberikan wine buah yang setengah airnya adalah air sumur teratai dan hanya menyediakan wine buah dengan air sumur teratai penuh untuknya dan Lu Xiang.
Ia tersenyum simpul. "Paman, aku hanya memiliki stok untuk keluargaku sendiri dan pemberian untuk paman Zhao Fan jadi aku minta maaf jika tidak bisa membantu paman".
Manajer Xu hanya menghela napas kecewa, ia berpikir dengan harga tinggi yang ditawarkan oleh tuan muda Chen membuat Adelia akan menjual semua stok yang ada padanya namun ia salah dan tidak dapat berbuat apa-apa.
"Berapa lama pembuatan wine buah sampai siap untuk diminum?"
"Wine buah memiliki proses yang lebih singkat daripada wine lainnya dan siap untuk diminum dalam satu bulan tapi rasa mellow tidak sama dengan wine buah yang aku berikan pada paman karena wine buah itu sudah mencapai hampir lima bulan, jika paman ingin mencapai hasil yang tidak jauh berbeda dengan wine buah sebelumnya maka dua bulan sudah cukup sebelum wine nya dibuka".
Manajer Xu mengetuk jarinya di pegangan kursi lalu bertanya. "Apa kau bisa membuatnya sekarang jika aku menyediakan buahnya?".
"Aku bisa membuatnya asalkan buahnya ada paman".
Manajer Xu menepuk pahanya dengan semangat. "Baiklah. Aku akan membawakan anggur ke rumahmu dalam beberapa hari, tuan muda Chen mengatakan bahwa ia akan menyediakan buah dan kendi wine dan tetap membayar dengan harga yang sama"
"Itu terlalu berlebihan, aku tidak bisa menerimanya paman" Tidak ada yang gratis dan mudah didapat di dunia ini tanpa usaha, ia tidak ingin mengemban hutang budi hanya karena beberapa perak uang.
"Tuan muda Chen melakukan itu bukan tanpa syarat apapun. Kau tidak boleh menjual wine buah pada siapapun selama satu tahun ini saja" Syarat yang ditawarkan oleh bosnya sangat minim hingga membuatnya bingung, walaupun wine buah berkualitas tinggi namun membuat keluarga Chen menjadi backer jauh lebih berharga daripada wine tersebut.
Manajer Xu berpikir Adelia akan senang dan menawarkan syarat yang lebih menguntungkan restoran yaitu hanya menjual wine buah tersebut pada restoran Fuyuan karena ingin backing keluarga Chen namun perkataan dan ekspresi lega Adelia membuatnya tertegun.
__ADS_1
"Aku lega karena tidak mengambil keuntungan yang tidak pantas aku ambil paman. Baiklah, satu tahun ini aku tidak akan menjual wine buah ini pada siapapun selain restoran Fuyuan". Sepertinya pemilik restoran Fuyuan lebih sulit dihadapi daripada yang ia bayangkan, biasanya pebisnis akan memprioritaskan hak paten jual karena ingin memonopoli penjualan namun tuan muda Chen malah menawarkan syarat kecil untuknya membuat Adelia berpikir lebih dalam.
Ia tidak tau pengaruh apa dan sebesar apa pengaruh keluarga Chen di ibukota karena tidak memiliki koneksi atau siapapun yang dapat memberinya informasi namun pikirannya terfokus pada teman Zhao Fan yang berada di ibukota dan berpikir karena orang itulah bos restoran Fuyuan memberikan syarat renggang itu, tapi tidak mungkin tuan muda Chen mempertimbangkan poin itu dalam menentukan syarat karena teman hanyalah teman bukan sanak keluarga. Adelia memutuskan untuk tidak berpikir lebih jauh karena tidak yakin akan poin tersebut.
Manajer Xu menyiapkan kontrak penjualan termasuk syarat di dalamnya dan ditandatangani oleh keduanya.
Adelia pulang dan pikirannya teralihkan pada surat yang datang dari kota Qincheng. Ia masuk kamar dan membuka surat dari suaminya dengan tidak sabar.
Apa kabar sayang? Semoga kau masih merindukanku setiap detik ketika aku berada di Qincheng.
Bibir Adelia berdenyut speechless sembari tersenyum geli.
Cuaca di Qincheng juga sama dinginnya dengan di rumah, kau harus memakai baju rajut dan jaket agar tidak jatuh sakit walaupun tidak bepergian keluar rumah. Aku akan memberi hukuman jika kau sampai sakit ketika aku tidak berada di sampingmu. Sepertinya hukuman ranjang sangat cocok sebagai hukuman bukan?.
"Dasar mesum, kau masih memikirkan itu di tengah kesibukanmu mempersiapkan ujian" Walaupun bergumam kesal namun wajah merona menunjukkan perasaan sebenarnya yang Adelia rasakan.
Besok aku akan mengikuti ujian dan berjanji akan membawakan gelar Xie untukmu, apa aku akan mendapatkan hadiah spesial jika aku berhasil?.
Tunggulah aku dan jangan melirik laki-laki lain karena aku juga akan memberikan hukuman ranjang jika aku sampai tau. Jaga kesehatanmu dan selalu rindukan suamimu.
Salam cinta dari laki-laki yang sangat kau cintai. Lu Xiang.
Adelia semakin speechless membaca surat suaminya lalu tertawa geli, dari awal sampai akhir Lu Xiang akan meminta jatah apapun yang terjadi ketika ia pulang nanti.
__ADS_1
Adelia membalas surat Lu Xiang dengan menceritakan apa yang terjadi selama beberapa hari setelah kepergiannya dan memberikan pada Lu Cai untuk mengirimkannya melalui pedagang yang akan pergi ke kota Qincheng.