
Pagi buta satu orang pegawai toko menggebrak kuat pintu gerbang samping kediaman Lu yang dekat dengan rumah pelayan membuat Lu Tao dan pelayan lainnya tersentak dan bangun.
"Ada apa?!".
"Berita buruk! Berita buruk!! Toko tuan dan nyonya kebakaran! Aku harus memberi tau nyonya Lu!".
Lu Tao dan yang lainnya terkejut. Mereka segera membangunkan Lu Mei dan Lu Yan untuk memberitahu Adelia akan berita buruk ini.
Sedangkan Lu Kai, Lu Tian dan Lu Xiao berlari ke toko De Xiang untuk membantu memadamkan api.
"Tuan! Nyonya! Gawat. Ada berita buruk!!" Lu Mei awalnya ragu ingin membangunkan Adelia karena Lu Xiang pasti tidak akan suka namun ia akhirnya memberanikan diri, ini masalah pemasukan utama majikannya, masalah yang sangat penting.
Suara keributan dan panik di luar tidak hanya membangunkan Lu Xiang dan Adelia namun juga Lu Cheng di rumah bagian timur.
"Ada apa kalian ribut?".
"Tu-tuan muda. Kami ingin mengabarkan tuan besar dan nyonya bahwa toko kebakaran!!".
"Apa?!! Bagaimana mungkin!".
"Ya tuan muda. Saya yang melaporkan berita ini".
Lu Cheng segera masuk ke rumah dan ingin membangunkan Adelia dan kakaknya namun ia berhenti karena mengingat kakak iparnya sedang hamil dan tidak bisa stress. Akhirnya ia menunggu cemas di luar kamar menunggu Lu Xiang bangun.
Adelia mengernyit dan bertanya bingung. "Ada apa Lu Xiang? Sepertinya di luar ada keributan".
Lu Xiang menahan Adelia untuk bangun. "Tidak apa-apa sayang. Tidurlah lagi".
"Benarkah?".
"Ya, itu terjadi di luar rumah. Biar pelayan yang mengeceknya. Tidur lah kembali".
Adelia tidur kembali dengan Lu Xiang yang mengelus kepalanya lembut dan penuh kasih sayang.
Raut wajah Lu Xiang setelah memastikan istrinya tertidur, ia mengambil piyama bagian luar dan meletakkan di bahunya.
"Kak".
"Kenapa kau bangun? Kembali tidur, besok kau ada sekolah".
__ADS_1
Lu Cheng tidak menjawab dan mengikuti Lu Xiang keluar rumah.
"Apa yang kalian lakukan pagi-pagi buta? Apa kalian sudah gila?" Suara bass khas bangun tidur terdengar sangat dingin di telinga para pelayan.
Lu Mei dan yang lainnya segera berlutut meminta maaf. "Maaf tuan, kami terpaksa membangunkan anda karena terjadi sesuatu yang buruk. Toko De Xiang kebakaran!!".
Lu Xiang terkejut. "Bagaimana itu bisa terjadi?!".
Pegawai toko melangkah maju dan melaporkan apa yang ia lihat. "Manajer Zhu yang menemukan api pertama kali, sekarang mereka sedang memadamkan api tuan".
"Siapkan aku kuda! aku akan melihatnya sendiri!!. Lu Mei dan Lu Yan jaga Adelia, jangan katakan apapun sebelum aku pulang! Dan kalian harus tidur kembali. Aku ingin aktivitas besok seperti biasanya. Kalian mengerti?!".
"Baik tuan!!".
"Sshh. Jaga suara kalian!"
Lu Cai segera mempersiapkan kuda dan Lu Xiang segera berangkat setelah memakai bajunya.
Sesampainya di toko, Lu Xiang melihat orang-orang yang duduk di tanah karena kelelahan dalam memadamkan api. Beruntung api tidak masuk ke dalam toko karena pemadaman cepat yang dilakukan oleh manajer Zhu dan dua pegawai lainnya yang tinggal di rumah belakang toko serta bantuan Lu Kai dan yang lainnya.
Petugas yamen yang bertugas jaga malam menanyakan beberapa pertanyaan pada manajer Zhu lalu segera menyapa Lu Xiang.
"Terimakasih atas kerja keras anda" Lu Xiang hanya merespon singkat.
Petugas yamen tidak mempermasalahkan hal itu dan segera melapor pada atasannya. Kejadian ini terjadi dibawah pengawasan mereka sehingga mereka juga harus mempertanggung jawabkan dan menjelaskan kasus agar masyarakat lainnya tidak panik dan mengeluh pada petugas.
"Apa yang terjadi?".
"Tuan besar" Manajer Zhu membungkuk hormat.
Ia lalu menceritakan tentang kronologi bagaimana ia bisa menemukan api yang membakar bagian kanan toko.
"Saya bangun karena ingin ke kamar mandi lalu saya mencium bau minyak tanah, saya tidak berpikir aneh dan mengira bahwa seorang pegawai menumpahkannya namun suara langkah berlari membuat saya curiga dan segera memastikan tapi saya hanya melihat api yang menjalar cepat sampai ke lantai dua".
Rahang Lu Xiang mengeras, ia menghirup napas dalam berusaha menenangkan pikirannya, ia melangkah ke taman samping dan melihat kayu hitam serta sedikit tanaman bunga yang hancur oleh orang-orang yang ingin memadamkan api.
Lu Xiang memijit ujung keningnya dan bernapas lelah. Ia tidak menyangka bahwa dengan keamanan tinggi masih ada orang yang dapat melakukan kejahatan di bagian dalam kota. Pikirannya menjadi cemas karena khawatir jika pelaku tersebut akan melukai Adelia karena ia tau bahwa orang yang menyuruh melakukan ini adalah pesaing usaha istrinya.
Matanya melebar ketika mengingat nama Liang Chenyue. Apa mungkin wanita itu?!.
__ADS_1
Tidak, tidak mungkin wanita itu menjadi gila sampai melakukan ini setelah baru beberapa hari meminta maaf.
Pikiran Lu Xiang berkecamuk, ia tidak tau harus bagaimana menjelaskan hal iniĀ pada istrinya. Melihat bahwa tidak ada yang bisa ia lakukan disini, akhirnya ia menyuruh Lu Kai dan Lu Xiao untuk menjaga dan membersihkan kekacauan di toko lalu memilih untuk pulang.
Walaupun tokonya hanya terbakar bagian kanan luar namun Lu Xiang tetap takut jika pelakunya tidak puas dan mengincar Adelia.
Pagi hari setelah Adelia bangun, ia merasakan bahwa suasana rumah dan pelayan bersikap aneh.
"Apa sesuatu terjadi? Tadi malam aku mendengar keributan. Apa kau tau apa yang terjadi Lu Xiang?".
Lu Xiang tersenyum lemah, ia meletakkan lauk di atas piring Adelia. "Nanti kita akan membahasnya sekarang kau harus sarapan dulu".
Lu Cheng melihat kakaknya lalu melanjutkan sarapan sembari melirik khawatir pada Adelia.
Lu Shan juga merasakan keganjilan, ketika hendak bertanya Lu Cheng menahan tangannya dan menggelengkan kepala, walaupun ia tidak tau kenapa namun ia memilih untuk mempercayai kakaknya.
"Kebakaran?! Ba-bagaimana mungkin!!" Adelia berteriak terkejut hingga berdiri dari tempat duduk.
Lu Xiang menangkap tangan istrinya dan menariknya untuk duduk kembali. "Ya sayang. Tapi beruntung mereka gagal".
"Lalu bagaimana dengan tokonya? Apa semuanya terbakar?! Tidak. Aku harus melihatnya!!"
"Tenanglah sayang~. Tokonya tidak kenapa-napa karena manajer Zhu dan yang lainnya segera memadamkan api. Hanya bagian dinding kanan yang basah, setelah mengganti kayu dindingnya toko De Xiang bisa beroperasi kembali".
Adelia menggelengkan kepala. "Aku harus melihatnya langsung Lu Xiang. Aku harus melihatnya langsung". Ia begitu panik hingga Lu Xiang memeluk untuk menenangkannya.
" Oke. Ayo kita lihat langsung tapi kau tenang sayang. Ambil napas dalam-dalam dan keluarkan perlahan".
Ucapan lembut suaminya membuat Adelia sedikit lebih tenang. Lu Xiang menemani istrinya ke toko mereka setelah memastikan bahwa istrinya baik-baik saja.
Suasana di toko De Xiang tidak sekacau tadi pagi namun banyak orang-orang yang ingin melihat langsung tempat kebakaran hingga membuat lingkungan tersebut penuh. Beruntung pada akhirnya petugas yamen memecah kerumunan sehingga Adelia dan Lu Xiang dapat masuk ke dalam toko tanpa kendala.
Adelia baru bernapas lega ketika melihat ruangan dalam yang baik-baik saja, ia dan Lu Xiang segera memanggil pengrajin kayu dan tukang bangunan untuk merenovasi dinding toko.
Prefek Zhong yang mendengar berita tersebut juga terkejut dan merasa marah, pikirannya langsung menuduh bahwa Liang Chenyue yang melakukannya namun sesaat kemudian ia ragu karena wanita itu tidak cukup gila mengabaikan peringatan darinya. Ia sedikit cemas jika Lu Xiang curiga dan berpikir Liang Chenyue pelakunya lalu menyalahkannya yang tegas.
Walaupun Lu Xiang hanya seorang sarjana Fu namun ia tau bahwa laki-laki muda itu mempunyai ide cemerlang yang dapat membantu karirnya serta memiliki masa depan yang luas, sehingga menghancurkannya tidak lebih untung daripada menjadikannya kolega.
Ia tidak ingin hanya karena orang yang tidak ada hubungan dengan keluarganya membuat karirnya yang seharusnya meningkat bersama dengan Lu Xiang menjadi gagal karena hal ini.
__ADS_1
Prefek Zhong lalu menyuruh petugas yamen untuk menambahkan anggota untuk mencari pelaku demi menenangkan pikiran Lu Xiang serta demi keselamatan keluarganya juga karena ini terjadi di bagian dalam kota, tempat dimana ia dan keluarganya tinggal. Jika hari ini pelaku itu bisa membakar toko tanpa ketahuan maka besok mungkin mereka bisa membakar rumahnya tanpa ketahuan.