
"Ap-ap... Apa maksudmu aku berubah?" Pertanyaan mendadak itu membuat Adelia panik dan tidak bisa menyembunyikan ekspresinya dan itu tertangkap jelas di mata Lu Xiang.
Mata Lu Xiang bersinar tajam, bibirnya sedikit menyungging merasa menarik. "Kenapa kau menjadi panik?"
Suara bariton rendah yang tenang semakin membuat Adelia panik, ia bahkan kehilangan kemampuan untuk membela dirinya sendiri. "Aku... Aku... "
"Tapi aku suka kau yang sekarang".
Kelanjutan perkataan Lu Xiang membuat Adelia terkejut dan terpaku.
Lu Xiang tersenyum."Dulu sebelum aku menebus mu dari keluargamu, kesan ku padamu adalah kau gadis penakut dan pengecut yang hanya nurut dan diam ketika orang lain memaki bahkan memukulmu. Sewaktu aku ingin menikahi mu aku tidak berharap banyak padamu, kau cukup menjaga dan merawat adik-adikku ketika aku berburu walaupun kau akan menjadi beban karena akan tetap membantu keluargamu yang menyusahkan mu"
Lu Xiang menatap lembut sesaat lalu mengangkat tangannya merapikan anak rambut Adelia dan berkata. "Tapi sekarang kau berubah menjadi percaya diri dan bebas seperti tidak ada beban. Kau bahkan memperlakukan adik-adikku dengan lembut. Aku sangat berterimakasih untuk itu"
Adelia membuka mulutnya beberapa kalinya ingin mengucapkan sesuatu tapi bingung harus memulainya dari mana. Apa yang harus ia katakan? Bahwa ia bukan si pemilik tubuh dan tidak berasal dari dunia ini? Bahwa ia datang dari dunia modern yang tidak satu bumi dengan dunia ini? Bagaimana jika ia dianggap gila bahkan lebih parah dianggap sebagai monster?.
"Kau tidak perlu menjelaskannya, semua orang punya rahasia yang ingin ia simpan untuk dirinya sendiri. Yang terpenting adalah kau berubah menjadi lebih baik dan memperlakukan aku dan adik-adikku sebagai bagian keluargamu. Maka kami juga akan memperlakukan mu sama dan tidak akan meninggalkan mu sendiri"
Ucapan Lu Xiang membuat mata Adelia memerah karena terharu. Walaupun ia baik-baik saja namun siapa yang akan tenang tiba-tiba berada di tempat yang sangat asing baginya. Ia pun memeluk Lu Xiang dan menangis lirih, bahunya terguncang melampiaskan semua perasaan yang berkecamuk di dadanya.
Ini pertama kalinya ia mendengar seseorang akan menjadikannya sebagai keluarga setelah ia menjalani dua kehidupan. Perasaan bahwa seseorang berada dibelakang mu dan mendukungmu sangat indah yang membuat kebahagiaan memenuhi hatinya. Ternyata seperti ini rasanya jika kau memiliki keluarga, perasaan yang belum ia rasakan sebelumnya, perasaan yang membuatnya ingin bekerja keras dan mengerahkan semua kemampuan untuk mereka.
__ADS_1
Lu Xiang terkejut dengan pelukan dadakan tersebut namun merasakan air hangat membasahi bajunya dan melihat baju Adelia yang mengguncang lemah membuatnya menghela napas dan membalas pelukan tersebut. Beberapa saat lama sepasang suami istri itu berpelukan dalam diam menikmati kehangatan satu sama lain dan setelah ini hubungan keduanya akan lebih dekat daripada sebelumnya.
&&&
Keesokan harinya Adelia bangun dengan mata sedikit membengkak dan merasa malu karena menangis di dada Lu Xiang. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa setelah menangis perasaannya menjadi lebih baik dan lebih bersemangat dalam menyiapkan sarapan dan bekal untuknya, Lu Xiang maupun adiknya.
"Sepertinya kak Adel lagi senang? Ada apa kak?" Lu Shan yang sedang sarapan bertanya heran melihat antusiasme Adelia.
Adelia tersenyum. "Hari ini kakak akan ikut kak Xiang untuk berburu?"
"Eh! Lu Shan ikut juga" Ucap Lu Shan dengan mata lebar penuh antisipasi.
Lu Cheng juga ikut menatap kakaknya dengan maksud yang sama namun ditolak oleh Lu Xiang dengan tegas.
Lu Shan memanyunkan bibirnya, makan enak dan perasaan nyaman yang ia rasakan membuat sifat kekanakan yang ia tekan timbul. "Pokoknya Lu Shan mau ikut. Pokoknya Lu Shan mau ikut!!" Teriak Lu Shan mengamuk. Ia memukul meja dengan sumpit kecil di tangannya.
"Tidak. Kau tidak boleh ikut" Lu Xiang tidak terpengaruh dengan sikap melawan adiknya.
"Uuwaaahh!!!" Tangisan Lu Shan pun pecah karena sikap tegas kakaknya.
Lu Xiang menghela napas pasrah, ia tidak marah akan sikap melawan adiknya karena tau bahwa anak kecil pasti memiliki sifat egois karena masih simpel namun ia tetap tidak akan mengubah keputusannya hanya karena ia senang akan perubahan sikap adiknya.
__ADS_1
Lu Cheng hanya menghela napas panjang, walaupun ia juga sangat ingin ikut namun ia paham bahwa masih terlalu kecil untuk bisa ikut berburu dengan kakaknya.
Adelia merasa bersalah karena dirinya kini Lu Shan menangis. Ia pun menggendong Lu Shan dan menenangkannya. "Jangan menangis Lu Shan. Kau kan anak baik dan penurut, nanti kak Xiang bakal bawa pulang daging dan kakak akan memasaknya dengan enak untukmu"
Bujukan Adelia berhasil meredakan tangisan Lu Shan, anak kecil itu melihatnya sembari masih terisak-isak. "Bagaimana jika kak Xiang tidak mendapat buruan?" Tanyanya tidak yakin. Ia tau bahwa tidak setiap hari Lu Xiang mendapat buruan ketika pergi ke hutan.
Adelia terdiam sesaat namun segera menjawab ketika melihat air mata yang kembali mengenang di pelupuk mata Lu Shan. "Bagaimana dengan minuman manis? Kalau kau berjanji akan jadi anak penurut, kakak akan beri kamu minuman manis". Setelah itu ia mengutuk dirinya sendiri karena berkata tanpa berpikir terlebih dahulu.
Mata Lu Shan melebar dan sedikit berbinar, sudah sangat lama terakhir kalinya ia minum minuman manis. " Benarkah?" Tanyanya tidak yakin. Seingatnya kemarin kak Xiang tidak membeli gula, kalau kakaknya membeli gula maka dia pasti akan membuatkannya minuman manis.
Ugh!
Adelia speechless lalu beberapa saat kemudian ia mengeratkan giginya, cepat atau lambat Lu Xiang pasti akan tau kalau dia punya space teratai karena sangat tidak mungkin ia punya space namun sama sekali tidak memakainya jika ingin menyembunyikan space tersebut lagipula ia dapat mempercayai karakter Lu Xiang setelah beberapa hari ia bersama dengan laki-laki itu. Walaupun naif namun ia percaya pada instingnya.
"Ya. Kakak akan memberimu minuman manis tapi kau harus janji akan menurut dan tidak akan mengatakan kepada orang lain kalau kau meminum minuman manis. Kau mengerti?"
Bibir kerucut Lu Shan pun mengembang, ia mengangguk antusias dan menatap Adelia berbinar-binar. "Aku mengerti kak Adel"
Adelia menghela napas lega dan berbalik lalu terkejut melihat Lu Xiang dan Lu Cheng berdiri di belakangnya. Alis suaminya terangkat naik sembari tersenyum tipis seakan meminta penjelasan darinya, belum lagi dengan tatapan heran dan curiga Lu Cheng yang menatap menyelidik padanya.
Adelia menurunkan Lu Shan dan pergi ke dapur tanpa kata lalu mengambil dua gelas, berhenti sejenak dan memutuskan untuk menambah satu gelas lagi untuk Lu Xiang kemudian mengambil susu coklat dari space teratai yang selalu ia stok dan menuangkannya ke gelas.
__ADS_1
Adelia membawakan gelas berisi coklat ke ruang depan dan meletakkannya di hadapan Lu Xiang dan adiknya.
Tiga bersaudara itu serentak melihat isi gelas. Lu Xiang melirik Adelia, sedangkan Lu Cheng mengernyit karena warna keruh dari susu coklat, ia mengira bahwa di dalam gelas itu adalah air tanah bukan minuman manis yang Adelia katakan, hanya Lu Shan yang menatap penasaran lalu meminum susu coklat dan seketika matanya terbelalak.