
"Jadi kau menduga bahwa pamanmu yang melakukan jebakan itu untukmu?" Tanya Zhao Fan sembari menyisip wine yang lebih enak daripada wine sebelumnya.
"Ya guru. Awalnya aku tidak memikirkan bahwa Lu Huanran sebagai salah satu orang yang aku curigai namun adikku Lu Cheng mengatakan bahwa paman bungsuku sering melakukan provokasi tidak langsung dan jebakan untuk keluarga kami ketika masih tinggal di rumah keluarga Lu".
Zhao Fan menghela napas panjang ketika mendengar apa yang muridnya lewati di masa lalu, ia tidak menyangka bahwa hidup muridnya penuh lika-liku sebelum bertemu dengan Adelia. Ia menepuk pundak Lu Xiang memberi semangat. "Kau sudah sukses sekarang dan keluargamu tidak akan berani lagi muncul di hadapanmu. Aku akan mencari tau apakah pamanmu yang mengirim orang untuk membuatmu gagal ujian. Kau tenang saja".
Lu Xiang tersenyum, ia lalu menceritakan tentang apa yang disampaikan oleh petugas yamen Fucheng membuat mata Zhao Fan membesar.
"Aku tidak tau bahwa kau menulis ide brilian tersebut di ujian terakhir mu Lu Xiang!!". Zhao Fan lupa bertanya tentang ide yang Lu Xiang tulis di ujian ideologi dan moral karena masalah jebakan dan waktu yang singkat tersebut.
"Tapi aku takut membuat Prefek Zhong kecewa karena tidak memiliki ide yang detail untuk dapat direalisasikan, menurutmu apa yang harus aku lakukan guru?".
Zhao Fan melambaikan tangan dengan santai. "Kau tidak perlu khawatir, kau hanya mengatakan apa yang kau pikirkan tentang ide tersebut. Prefek Zhong adalah orang yang tidak akan marah karena sesuatu seperti itu, jika kau membual tentang ide tersebut dan akhirnya terbongkar bahwa kau hanya memiliki ide garis besar mungkin Prefek Zhong akan marah tapi bukannya kau sudah mengatakan hal yang sebenarnya. Temui saja Prefek Zhong dan bahas tentang ide, kau akan mendapatkan wawasan luas darinya".
Zhao Fan merasa bangga bahwa muridnya sangat brilian hingga dapat memikirkan solusi yang telah mengganjal di hati para petani tersebut. Ia yakin jika ide ini dapat di realisasikan maka muridnya akan menjadi terkenal bahkan sampai ke ibukota.
"Ngomong-ngomong, wine yang kau bawa lebih enak daripada sebelumnya, apa kau memberi wine biasa padaku sebelum wine enak ini?!" Tuduh Zhao Fan degan menyipitkan matanya penuh curiga.
Lu Xiang tersenyum bangga. "Wine ini terbuat dari anggur longyan yang diberikan oleh manajer Xu, makanya wine ini lebih nikmat daripada wine sebelumnya".
Zhao Fan tertegun. "Adelia menjual wine ini ke restoran Fuyuan?". Ia hanya tau bahwa Adelia menjual coklat cair pada restoran Fuyuan.
"Ya guru. Apa ada masalah?" Lu Xiang bertanya hati-hati ketika melihat raut wajah serius gurunya.
Zhao Fan menghela napas berat, jika coklat cair maka tidak akan ada masalah karena bagaimanapun tidak semua orang menyukai coklat dan transaksinya juga kecil namun berbeda dengan wine. Wine menjadi salah satu minuman penting di Kerajaan Murong, oleh karena itu ada pebisnis royal yang mempersembahkan wine anggur kepada Kaisar, orang paling penting dan tinggi statusnya di Kerajaan Murong.
"Keluarga Cheng pemilik restoran Fuyuan adalah keluarga maternal pangeran mahkota. Aku tidak mengatakan ini sebelumnya karena aku pikir kau masih terlalu dini untuk mengetahui hal rumit seperti itu".
Lu Xiang terkejut. Jika ia pergi ke ibukota untuk mengikuti ujian dan lulus maka ia harus tinggal di ibukota untuk masuk ke pemerintahan kerajaan namun ia tidak mau mengikat diri dengan pangeran yang akan merebut tahta karena tau dengan background kecilnya ia hanya akan menjadi kambing hitam.
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan guru?" Lu Xiang mengepalkan tangan kuat.
"Kau masih punya banyak waktu untuk mencari solusi yang tepat untuk masalah ini. Untuk saat ini kalau bisa jangan jual lagi wine kepada restoran Fuyuan, cari alasan yang tepat untuk menolaknya".
"Baik guru, aku akan menjadikan alasan Adelia hamil sebagai alasan untuk tidak lagi menjual wine pada restoran Fuyuan, lagipula Adelia membuat perjanjian bahwa ia hanya akan menjual wine anggur pada tempo waktu satu tahun". Lu Xiang teringat surat perjanjian yang ia dan Adelia tandatangani dan menjadi lega.
"Baguslah jika begitu. Itu tidak akan menjadi masalah yang besar ke depannya. Tapi jika kau dapat mengimplementasikan idemu tentang parit yang mengalirkan air ke kadang petani maka kau akan berada dalam pengawasan Kaisar ketika kau tiba di ibukota dan para pangeran tidak akan merebut mu dari tangan sang Kaisar, kau bisa bernapas lega dan jalani tugasmu dengan baik dan hati-hati, aku yakin kau tidak akan terkena masalah".
"Terimakasih atas nasehat guru, murid mu akan mendengar dan melaksanakannya". Lu Xiang membungkuk rendah pada Zhao Fan, merasa sangat bersyukur mendapatkan guru baik hati dan hebat seperti gurunya.
Zhao Fan merasa canggung akan rasa terimakasih yang Lu Xiang ucapkan, ia pun berdeham dan mengalihkan pembicaraan. "Lain kali bawakan kendi besar wine untukku, kemarin-kemarin kau membawa kendi sedang wine tapi mengapa sekarang malah menurunkannya menjadi kendi kecil? Apa ini rasa terimakasih yang kau katakan?".
Lu Xiang tersenyum pasrah. "Aku hanya punya wine kendi kecil. Kau bahkan mengambil jatahku wine ku beberapa waktu yang lalu".
Zhao Fan berdeham menyembunyikan rasa malu karena memeras wine dari muridnya. "Kendi kecil pun tidak apa-apa, besok bawakan lagi wine untukku".
Lu Xiang memutar bola matanya. "Guru, istrimu akan memarahiku karena membawakan banyak wine padamu". Ia menatap ke belakang Zhao Fan lalu menundukkan wajahnya.
"Is-istriku. Ini bukan wine, in-ini air biasa yang dicampur dengan buah anggur. Percayalah padaku!".
Istri Zhao Fan menghela napas panjang dan tersenyum manis pada suaminya yang membuat Zhao Fan meletakkan gelas wine dengan lemah karena tau istrinya akan memarahinya habis-habisan karena tidak tau umur dan masih minum seperti waktu mudanya.
Lu Xiang menyembunyikan senyum melihat raut kekalahan gurunya.
Malam harinya, Lu Xiang menceritakan tentang pembahasannya dengan Zhao Fan kepada Adelia membuat wanita itu tertegun.
"Pemilik restoran Fuyuan adalah keluarga maternal pangeran mahkota?" Tanya Adelia tidak percaya.
"Ya sayang. Maka dari itu kau tidak boleh lagi menjual wine pada manajer Xu, aku tidak ingin keluarga kita menjadi batu loncatan yang terjebak dalam perebutan tahta oleh para pangeran".
__ADS_1
Adelia masih tertegun. Ia tidak menyangka bahwa backing yang ia harapkan ketika Lu Xiang dan ia pergi ke ibukota adalah keluarga maternal pangeran mahkota itu sendiri.
"Kau tidak perlu khawatir, bukankah kau mengirim pesanan wine dari paman Xu. Sekarang kau sedang hamil dan jadikan itu untuk alasan untuk menolak pesanan wine dari paman Xu sampai waktu perjanjian berakhir". Lu Xiang memeluk istrinya untuk menenangkan.
"Lagipula jika aku bisa merealisasikan ide ku dengan Prefek Zhong maka kita akan masuk ke fraksi pendukung Kaisar, itu lebih baik daripada meletakkan harapan pada pangeran yang belum naik tahta".
Adelia mengangguk setuju lalu matanya melebar mengingat buku koleksinya di space teratai tentang bercocok tanam.
"Sebentar!". Adelia memejamkan matanya masuk ke dalam space mencari buku tersebut. Ia telah mengoleksi banyak buku tentang banyak hal yang dapat ia gunakan di zaman kuno atau dunia zombie karena obsesinya pada transmigrasi ke dunia lain setelah mendapat space teratai.
Adelia mengambil buku tentang cara berladang dengan efesien dan membuka matanya kembali. Sebuah buku muncul di tangannya dan ia tersenyum lebar.
"Lu Xiang, apa kau tau apa ini?" Adelia melambaikan buku di hadapan Lu Xiang.
"Apa ini?" Tanya Lu Xiang mengikuti permainan istrinya.
"Hehe, ini buku tentang bercocok tanam yang jauh lebih efesien . Dalam buku ini juga ada tentang parit mengalirkan air yang disebut dengan irigasi dan tanggul".
Lu Xiang tertegun. "Benarkah?"
Adelia mengangguk antusias, ia membuka buku dan membaca daftar isi lalu mulai membacakan tentang pengertian tanggul dan irigasi dan manfaatnya untuk bidang pertanian khususnya untuk petani yang menanam padi.
Lu Xiang mendengar dengan seksama, perlahan-lahan matanya bersinar semakin cerah hingga akhirnya ia mengambil kertas dan menggambarkan ide yang ia punya dan penjelasan dari buku yang Adelia bacakan.
Lu Xiang membuat tanggul besar untuk air yang mengalir dari bendungan dan tanggul kecil untuk pengumpulan air buangan. Ia lalu menggambar irigasi berupa parit yang tersambung ke tanggul agar dapat mengalir air ke semua tanah sawah di bagian kiri dan saluran pembuangan air yang akan mengalir ke tanggul di bagian kanan.
Adelia melihat takjub denah sawah yang Lu Xiang gambarkan hanya berdasarkan dari penjelasan yang ia bacakan. "Kau sangat hebat Lu Xiang. Kau bisa mengerti banyak hanya dari penjelasan yang aku baca".
Lu Xiang memeluk erat Adelia dan mencumbu dalam bibir menggoda istrinya. "Terimakasih sayang. Kau memang matahari ku yang selalu menyinari ku yang masuk ke dalam kegelapan".
__ADS_1
"Pft, kau memuji terlalu berlebihan sayang". Adelia tertawa lucu oleh perkataan suaminya. Kedua insan itu menatap satu sama lain lalu mulai bercumbu kembali.