Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Kepulangan Lu Xiang


__ADS_3

Reaksi orang-orang terhadap rumor yang disebarkan oleh Liang Chenyue tidak seperti yang ia harapkan karena hanya segelintir orang yang mempercayai rumor berlebihan tersebut, mereka dari kalangan masyarakat biasa.


Untuk keluarga besar berpengaruh tentu saja tidak mempercayainya karena Adelia hidup low key dan jarang bersoalisasi dengan mereka, toko De Xiang juga hanya menjual kue asing yang tidak akan membuat toko mereka terancam, namun walaupun demikian tidak ada satupun dari mereka yang membela Adelia karena itu bukan urusan mereka.


Oleh karena itu, walaupun rumor itu beredar namun toko De Xiang tetap tidak sepi pengunjung dan beroperasi seperti biasanya, hal itu membuat Liang Chenyue yang berharap bahwa orang-orang tidak lagi membeli kue pudding dan parfait karena jijik oleh karakter pemilik toko tidak tercapai.


"Sialan! Sialan!! Sialan !!!. Kenapa berita itu tidak berpengaruh besar pada toko De Xiang?! kenapa Adelia selalu beruntung dapat menghindari semua kejadian yang datang padanya?! itu tidak adil".


Liang Chenyue mengamuk di dalam kamarnya, memecahkan apa saja untuk melampiaskan emosinya yang menggebu-gebu. Semenjak ada toko De Xiang menjual menu baru parfait, dua tokonya semakin sedikit pelanggan yang datang. Ia sudah berusaha meniru membuat parfait namun gagal karena ia tidak tau resepnya. ia juga sudah berusaha mencuri resep itu dengan membayar tinggi pegawai De Xiang namun tidak ada satupun dari mereka yang mengetahui resep tersebut.


"Apa yang kau lakukan Chenyue? mengapa kau memecahkan semua barang di kamarmu?"


"Su-suamiku!" Liang Chenyue tidak menyangka bahwa suaminya pulang lebih cepat dari berkunjung ke dua toko kue tart.


"Apa ada masalah?" Zheng Hui mengernyit tidak suka. Setelah pulang dari ekspedisi membeli kain dari kerajaan lain, pelayannya melaporkan tentang Liang Chenyue yang menghukum brutal pelayan, itu sangat membuatnya terkejut namun tidak begitu percaya karena Liang Chenyue sama sekali tidak bersikap begitu selama 10 tahun mereka menikah.


Walaupun ia sering jarang di rumah namun tidak mungkin istrinya dapat menyembunyikan sifat kejam itu selama 10 tahun terakhir namun sekarang melihat barang-barang berserakan dan pelayan yang bersujud ketakutan, ia ragu apakah ia benar-benar mengenal wanita yang tidur di sampingnya.


"Kapan kau pulang suamiku, mengapa tidak ada yang memberitahuku?". Liang Chenyue tersenyum lembut dan memeluk tangan suaminya.


"Aku baru saja pulang. Kenapa kamarmu sangat berantakan?Apa kau marah pada seseorang?"


"Tidak. Aku hanya frustasi karena toko kue kita mengalami penurunan keuntungan dari bulan ke depan".


Zheng Hui menghela napas. "Kau tidak perlu khawatir, aku membuka toko kue itu hanya untuk sampingan, kau bilang bahwa kau bosan sendirian di rumah karena tidak mengerjakan apapun kan? Aku tidak berharap banyak yang penting kau senang. Lagipula wajar jika toko kue kita sepi pelanggan karena orang-orang akan tertarik dengan menu baru De Xiang daripada kita". Zheng Hui mengatakan itu mencoba menghibur istrinya namun itu terdengar berlawanan di telinga Liang Chenyue. Wanita itu tersenyum meringis, emosi yang meredam di dadanya kembali bergejolak.


Rumor tentang Adelia hanya bertahan beberapa hari saja karena berita baru yang muncul lebih menyita fokus mereka yaitu proyek tanggul yang ditangani oleh Prefek Zhong sukses besar, mereka kembali mengingat bahwa Lu Xiang lah yang mengajukan ide tentang proyek tersebut.


Mereka semua membicarakan dampak signifikan apa saja setelah tanggul dan irigasi di bangun serta apakah proyek ini akan mendapatkan perhatian dari Kaisar.


"Nyonya! nyonya!! Proyek tanggul tuan besar sukses besar!!". Lu Mei yang mendengar berita tersebut segera mengabari majikannya, ia takut jika Adelia mendengar rumor gila tentang dirinya jika rumor tersebut masih beredar dalam masyarakat namun ia bersyukur bahwa rumor itu tergantikan oleh berita tentang tuan besar.


"Benarkah?! kapan Lu Xiang akan pulang?!!" Adelia fokus pada suaminya, sudah beberapa ia tidur sendirian, tempat tidur di sampingnya yang dingin membuatnya merasa kesepian.


"Katanya besok Prefek Zhong akan pulang bersama dengan tuan besar dan pegawai lainnya!!".

__ADS_1


Adelia berdiri, menggenggam kedua tangannya, bibirnya tersenyum lebar penuh bahagia."Cepat siapkan makanan kesukaan Lu Xiang, bebek peking dan ayam pengemis!!. Tidak! aku saja yang akan memasaknya".


Adelia ingin melangkah ke dapur namun Lu Mei segera menahannya. "Nyonya, tuan besar baru besok akan kembali. Lagipula anda tidak boleh lelah jadi biar kami saja yang akan mempersiapkan itu semua".


Adelia menggeleng kuat. "Aku tidak akan lelah hanya karena memasak, besok kalian siapkan saja bahan-bahannya. Aku yang akan memasak. Oh! beritahu juga Lu Cheng dan Lu Shan". Walaupun Lu Xiang hanya pergi seminggu namun karena merasa kesepian, Adelia merasa bahwa suaminya sudah pergi dalam waktu yang lama.


"Baiklah nyonya" Melihat Adelia yang tetap bersikeras, akhirnya Lu Mei setuju.


Li Yueyin juga mendengar berita itu dari pelayan yang lewat dan membahas antusias tentang Lu Xiang, suasana di kediaman Lu berubah menjadi cerah karena berita tersebut. Adelia sibuk menyuruh pelayannya untuk membersihkan rumah, mengganti gorden jendela dan sprei untuk menyambut kepulahgan suaminya.


Mood Adelia yang tinggi dan cerah juga ikut mempengaruhi para pelayan sehingga suasana rumah seperti sedang mempersiapkan tahun baru imlek.


Li Yueyin juga sama senangnya dengan Adelia dan yang lainnya namun senangnya ia karena,  kehancuran Adelia tidak akan lama lagi. Ia tidak sabar menunggu Lu Xiang pulang dan mendengar rumor yang beredar tentang istrinya, setelah mendengar rumor itu Lu Xiang pasti akan kecewa berat dan setelah itu terjadi maka ia akan hadir untuk menghibur laki-laki itu. Lu Xiang pasti akan jatuh cinta padanya.


Lu Yueyin membayangkan hal itu terjadi dan menutup mulutnya untuk tidak berteriak gembira, ia harus memakai baju bagus dan memoles diri untuk menyambut kedatangan Lu Xiang, ia pun meminta uang pada Li Jin untuk membeli baju dan pergi ke toko pakaian untuk membeli baju bagus.


Namun diluar ekspektasinya, pakaian di Fucheng tiga sampai lima kali lipat lebih mahal daripada pakaian  yang dijual di kota Cheng, akhirnya ia hanya membeli pakaian biasa namun elegan yang mampu ia beli sesuai isi kantongnya.


Xiaowen yang melihat itu langsung waspada dan ketika memberitahu suaminya, Li Jin malah mengatakan bahwa ia terlalu curiga pada adiknya, ia meras bahwa Li Yueyin tidak akan mengindahkan peringatan kerasnya karena gadis itu takut tinggal sendirian di penginapan.


Walaupun ia marah pada Yueyin beberapa hari yang lalu namun gadis itu tetaplah adik yang ia sayangi, ia harus mempercayai bahwa adiknya telah berubah setelah mendengar penjelasan tentang konsekuensi dan peringatan keras darinya. Ia tidak ingin karena kecurigaan hubungan mereka menjadi renggang.


Xiaowen membuka mulut dan kembali menutupnya. Percuma saja ia membuat Li Jin waspda karena bagaimanapun Li Yueyin adik kesayangan suaminya, masalah beberapa hari yang lalu tidak langsung mengubah kesan Yueyin di mata Li Jin. 


Xiaowen mengangguk lemah, ia juga berharap bahwa itu hanya parnonya saja. Li Jin senang melihat istrinya memahami apa yang ia katakan, ia memeluk dan mencium bahu Xiaowen.


"Sayang, sepertinya sudah lama kita tidak bercinta".


Bisikan rendah itu membuat wajah Xiaowen memerah dan mengalihkan perhatiannya. Ia mengangguk malu membuat Li Jin tertawa senang dan mengangkat istrinya masuk kamar.


&&&


Keesokan harinya, orang-orang berkumpul di samping jalan melihat rombongan Prefek Zhong yang baru saja memasuki gerbang. Rombongan besar itu membuat kesan tersendiri di mata masyarakat.


"Selamat atas proyeknya Prefek Zhong".

__ADS_1


"Hidup Prefek Zhong"


Entah siapa yang berteriak pertama kali, masyarakat ikut meneriakkan nama Prefek Zhong dan merayakan kesuksesan itu membuat Prefek Zhong dan rombongan menjadi bangga dan senang.


Sesampainya di gerbang pintu bagian dalam kota Fucheng, seorang pegawai mengetuk kereta kuda Lu Xiang.


"Xiefu Lu, Prefek Zhong akan membuat pesta merayakan proyek ini tiga hari lagi. Anda yang juga protagonis dari pesta ini harus ikut hadir dan bawalah nyonya Lu dan keluarga anda lainnya. Prefek akan mengirimkan undangan resmi besok hari".


"Baiklah, sampaikan terimakasih saya pada Prefek Zhong".


Lu Xiang berpisah dari rombongan dan menuju ke rumahnya, ia sudah tidak sabar melihat dan memeluk istrinya yang begitu ia rindukan.


"Lu Xiang!!!"


Lu Xiang yang baru saja ke turun dari kereta segera menangkap tubuhnya istrinya yang barlari cepat ke arahnya, ia ingin memarahi Adelia yang tidak berhati-hati walaupun dengan perut besar itu namun ketika melihat sinar bahagia dari Adelia, semua nasehat dan omelan itu hilang sekejap mata.


"Aku pulang sayang"


"Hiks..Selamat datang sayang" Adelia menumpahkan semua rasa kesepiannya dalam pelukan  Lu Xiang membuat suaminya serba salah dan hanya pasrah mendengar tangisan itu.


"Jangan menangis sayang. Aku tidak akan kemana-mana lagi, aku akan selalu berada di sampingmu" Hiburan bukan menghentikan tangisan tapi malah membuat suara tangis Adelia semakin keras.


Lu Cheng hanya menghela napas panjang, walaupun hatinya berdenyut mendengar tangisan Adelia namun ia tau bahwa tangisan kakak iparnya adalah tangisan bahagia. Sedangkan Lu Shan di sampingnya sudah terisak ikut menangis.


"Selamat datang kak Xiang"


"Kak Xiang"


Lu Xiang memeluk kedua adiknya dengan sebelah tangan, merasa semakin pasrah namun sangat bahagia, terlebih merasakan gerakan dalam perut Adelia membuat ibu si pemilik janin tersentak dan melupakan tangisannya.


"Anak kita bergerak Lu Xiang, dia juga menyambut kepulanganmu" Adelia segera menempelkan tangan Lu Xiang ke perutnya dan merasakan kembali gerakan janin mereka.


"Kau benar. ayah pulang baobao"


Lu Shan juga ikut penasaran dan ingin ikut memegang perut Adelia namun Lu Xiang segera melarang dengan gerakan posesif.

__ADS_1


"Dasar pelit" komentar itu membuat Adelia, Lu Cheng dan para pelayan tertawa lucu.


__ADS_2