Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Gelar Xiao Xieyuan


__ADS_3

Para sarjana beberapa kali melihat ke arah pintu masuk restoran menunggu berita yang ingin mereka dengar.


"Lulus!! Aku lulus!!!" Teriakan sarjana tua  yang berumur hampir setengah abad itu membuat orang-orang semakin antusias, apalagi melihat laki-laki itu menangis haru karena semua usahanya selama ini tidak sia-sia. Ia adalah salah satu sarjana yang mengikuti ujian Sheng-shih beberapa kali karena tidak ingin menyerah.


Lu Cai juga berlari ke restoran setelah melihat nomor ujian yang diberikan padanya.


"Tuan besar!! Anda kepala juara, anda Xiao Xieyuan!!" Lu Cai berteriak histeris, begitu senang akan pencapaian majikannya, walaupun ia sudah berpikir bahwa tuannya akan mendapatkan gelar itu namun melihat langsung membuat sensasi yang berbeda.


"Selamat Lu Xiang!!".


"Selamat menjadi Xiao Xieyuan".


"Ya, selamat Lu Xiang. Di Akademi kita sekarang dua orang yang memiliki gelar tersebut"


"Ya. Senior Wang juga memiliki gelar yang sama".


Teman Lu Xiang dan sarjana lainnya yang mendengar hal itu menghampiri Lu Xiang dan mengucapkan selamat sekaligus mengenalkan diri mereka. Sarjana Xiao Xieyuan kedua!! Kesan kagum pada Lu Xiang semakin bertambah karena gelar tersebut berada pada tingkat berbeda.


Li Yueyin juga merasa senang akan berita kebahagiaan itu dan semakin obsesi pada Lu Xiang, ia melirik laki-laki itu dan tersipu malu oleh pemikirannya sendiri.


"Eh! Bagaimana denganku?!"


Pertanyaan Song Yuan membuat yang lainnya tersadar dan menanyakan pada Lu Cai ataupun kembali pada tempat duduk mereka untuk menunggu.


"Tuan muda Wang menduduki peringkat kedua, tuan muda Zhang peringat ke 14, tuan Li Jin peringat 23".


Senyum Song Yuan menghilang. "Apa aku gagal?".


Lu Cai merasa tidak enak mengatakan berita buruk itu, ia hanya mengangguk pelan.


Song Yuan menghela napas kecewa, walaupun sudah menduga namun merasakannya sendiri tetap menyakitkan, ia berusaha tersenyum namun wajahnya terlihat seperti ingin menangis.


"Jangan putus asa Song Yuan, kau masih memiliki kesempatan berikutnya".


"Ya. Kau sama seperti ku, kita akan berusaha keras lagi untuk menjadi Juren. Hanya masalah waktu saja".


"Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, tetap semangat Song Yuan".


"Aku akan memberikan catatan ku padamu, kau bisa mempelajarinya dan mungkin itu akan membantumu" Hibur Lu Xiang dan yang lainnya.


"Benarkah? Kau mau memberikan catatan ku untuk kami?" Chen Xirang berteriak senang.

__ADS_1


Para sarjana lainnya juga ikut tertarik pada catatan seorang Xiao Xieyuan, mereka menatap harap pada Lu Xiang.


"Ya, kalian bisa memilikinya".


Song Yuan akhirnya tersenyum dan mengatakan kalau ia baik-baik saja. "Aku yang pertama mengcopy catatan itu".


"Baiklah baiklah. Sebagai teman yang baik aku akan mengizinkan mu mengcopy catatan Lu Xiang terlebih dahulu".


Suasana kembali menjadi ramai dan antusias. Satu persatu informasi datang mengatakan bahwa para sarjana itu lulus atau tidak lulus.


Reaksi mereka semua sama, kecewa dan menangis jika gagal, berteriak girang dan tersenyum lebar jika lulus.


"Untuk merayakan kemenangan dan menghibur sarjana yang belum beruntung, restoran Fuyuan akan memberikan desert untuk kalian gratis". Manajer Xie mengumumkan berita baik itu pada para sarjana yang membuat tingkat kebahagiaan mereka semakin tinggi serta dapat mengobati kecewa yang mereka rasakan.


"Selamat kak, kau lulus ujian dan menjadi sarjana Juren" Li Yueyin yang duduk di samping kakaknya menunduk hormat.


Li Jin tersenyum dan mengangguk. "Terimakasih Yueyin".


Senyumnya sedikit menghilang melihat adiknya melirik pada Lu Xiang dan melangkah mendekat. "Selamat kak Xiang atas gelar yang kau dapatkan. Aku sangat bangga mendengar berita baik itu".


Perkataan Li Yueyin yang ambigu membuat para sarjana yang dekat dengan meja Lu Xiang menoleh dan melirik pada gadis itu dan Xiao Xieyuan tersebut.


"Ah, selamat kak Tianjin, tuan muda Zhang".


Wang Tianjin dan Zhang Yunlei mengangkat alis mereka akan sapaan berbeda itu namun mereka hanya tersenyum dan berterimakasih.


"Kak Xiang. Bolehkah aku berbicara sesuatu padamu?".


"Panggil Lu Xiang dengan sebutan tuan muda Xiao Xieyuan Yueyin, kau tidak bisa lagi memanggilnya seperti itu". Li Jin memperingatkan, rahangnya mengeras karena adiknya kembali ingin mencari ulah.


Semua sarjana yang mendengar melirik kembali diam-diam pada Li Yueyin dan Lu Xiang, tatapan ambigu itu seakan mereka menangkap rumor baru yang akan muncul.


"Baiklah, istriku ada di lantai dua, kita akan bicara di sana". Jawaban Lu Xiang membuat suasana ambigu tersebut menghilang.


Ia bangun dan melangkah ke lantai dua tanpa menunggu jawaban dari gadis itu. Tentu saja Lu Xiang memesan ruangan lainnya kepada pelayan ketika sampai ke lantai dua, ia tidak ingin Adelia tau pada hal yang tidak penting tersebut.


Pelayan segera menyiapkan ruangan setelah mendapat izin dari manajer Xie.


"Apa yang ingin kau katakan?". Lu Xiang ingin menyadarkan sendiri Li Yueyin tentang mimpi kosong yang gadis itu harapkan darinya.


Li Yueyin awalnya merasa kecewa karena Lu Xiang mengajaknya bicara dibawah pengawasan Adelia namun ketika ia masuk ke ruangan dan mendapati hanya mereka berdua yang ada di sana, ia merasa bahagia dan berpikir bahwa laki-laki yang ia cintai mulai tertarik padanya.

__ADS_1


Wajahnya memerah karena antisipasi serta bangga karena akhirnya dapat mengalahkan Adelia. Lihat! Lu Xiang akhirnya luluh padanya!.


Namun tatapan datar dan acuh tak acuh Lu Xiang membuat senyum Li Yueyin sedikit meredam, ia menggenggam erat roknya dan menghirup napas dalam, ini adalah kesempatan langka yang tidak boleh ia lewatkan.


"Kak Xiang, aku..aku menyukai mu" Wajah Li Yueyin memerah seperti kepiting rebus karena begitu malu menyatakan cintanya, tubuhnya bahkan panas dingin merasakan pengalaman tersebut.


"Terus?".


Li Yueyin terkejut dan melihat Lu Xiang yang tidak bereaksi apapun pada pernyataan cintanya, wajahnya mulai kehilangan warna.


"Aku...aku ingin menjadi selir mu kak Xiang".


Lu Xiang tertawa remeh dan konyol yang membuat wajah Li Yueyin menjadi pucat, ia menuangkan teh ke gelas lalu memutarnya seperti wine.


"Nona Li, apa kau tau status seorang selir?".


Li Yueyin tertegun. "Seorang selir berada dibawah istri sah".


"Salah" Lu Xiang meletakkan gelas teh dengan kuat di atas meja, suara tersebut menghentakkan tubuh Li Yueyin dan membuat gadis itu bergetar ketakutan.


"Status seorang selir tidak ada bedanya dengan status seorang budak. Apa kau tau bahwa seorang suami dapat menjual selirnya sendiri?".


Mata Li Yueyin terbelalak.


"Kau tidak tau kan?, bahkan anak laki-laki bisa menjual selir ayahnya sendiri ketika ayahnya sudah tiada, konon lagi properti miliknya sendiri".


Lu Xiang berdiri dan menghampiri Li Yueyin dengan langkah pelan. Tatapan dingin yang mencekam membuat gadis itu melangkah mundur dengan tubuh yang semakin ketakutan.


"Nona Li, coba tebak. Berapa persentase kemungkinan aku akan menjual mu ketika kelak kau menjadi selir ku?".


Wajah Li Yueyin semakin pucat pasi, ia tidak pernah melihat laki-laki begitu mengerikan seperti Lu Xiang.


"Kau tidak seperti Adelia. Kau naif, tidak tau diri dan tempat dan juga bodoh! Hahaha, kau bahkan tidak mahir mencari uang dan akan menjadi parasit di rumah ku nanti".


Langkah Lu Xiang berhenti tepat di depan Li Yueyin yang tidak lagi dapat memundurkan langkahnya. "Bisa kau tebak nona Li, berapa besar persentase kau akan ku jual jika kau menjadi selir ku nanti? Heh~ Biar ku tebak sendiri, 90%?" Ucapnya sembari mengelus rahang berpikir serius.


Li Yueyin begitu ketakutan hingga lututnya kehilangan kekuatan dan jatuh terduduk.


Lu Xiang memundurkan langkahnya dan melanjutkan perkataannya tanpa peduli ketakutan yang gadis di hadapannya rasakan. "10% lagi karena kakakmu, Li Jin. Tapi itu bukan masalah untuk ku, keluarga istri sah saja tidak boleh mencampuri lagi kehidupan anak perempuan mereka yang sudah menikah konon lagi hanya sekedar selir rendahan. Itulah nasib dari mimpi dan angan-angan kosong mu nona Li".


Lu Xiang menatap dingin tidak berbelas kasihan pada Li Yueyin yang begitu ketakutan hingga memeluk tubuhnya yang gemetar lalu membuka pintu namun matanya membesar melihat istrinya yang sudah berdiri di sana dalam jangka waktu yang ia tidak tau!!.

__ADS_1


__ADS_2