Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Masa lalu Lu Xiang


__ADS_3

Penyebab mereka tidak menganggu usaha Lu Xiang dan Adelia yang terkenal mahal itu karena surat pemutusan hubungan yang mereka tulis sendiri sehingga mereka tidak bisa meminta uang atau mengambil alih usaha keponakan mereka hanya berlandaskan pada nama saudara.


Namun ketika mendengar bahwa Lu Xiang lulus ujian sebagai Xie Hsien, keserakahan Lu Ho dan Lu Haocun kembali menyala, mereka pertama akan menyambung kembali tali persaudaraan yang telah mereka putuskan sebelumnya dan perlahan-lahan memanipulasi keluarga Lu Xiang menjadi bawahan yang dapat mereka suruh kembali seperti sebelumnya. Bagaimanapun Lu Xiang dan keluarganya pasti akan menahan diri untuk memberontak karena reputasi Xie Hsien yang tidak ingin hancur, itulah yang keluarga Lu pikirkan.


Akan tetapi, mereka tidak menyangka bahwa Lu Xiang tidak peduli akan reputasinya menurun di mata masyarakat dan bahkan berbalik mengancam mereka. Ancaman itu sangat berpengaruh pada Lu Ho, Lu Haocun dan istri keduanya, keempat orang itu merasa takut jika keponakan mereka benar-benar melakukannya.


"Usia kalian bukan hanya mempengaruhi ingatan namun juga pendengaran. Lu Tao, Lu Cai tunjukkan mereka jalan keluar, mungkin penglihatan mereka juga ikut berpengaruh". Semakin lama meladeni keluarga Lu semakin ia merasa kesal dan emosi, orang seperti itu hanya bisa diatasi secara paksaan.


Lu Tao dan Lu Cai mengusir Lu Ho dan Lu Haocun beserta istri mereka tanpa peduli teriakan para orangtua tersebut.


"Kau tidak bisa melakukan ini pada kami Lu Xiang, kami ini paman dan bibi mu. Apa kata orang jika kejadian ini sampai keluar?!" Lu Haocun masih ingin bertahan namun jawaban Lu Xiang membuatnya dan Lu Ho membeku.


"Silakan bawa kejadian ini keluar jika kalian mau Lu Huanran dikenal oleh walikota sebagai paman keji yang memutuskan hubungan dengan keponakannya. Kalian pikir siapa yang walikota Li percaya? Lu Huanran yang hanya Hsien biasa atau aku Xie Hsien yang baru saja mendapat gelar itu?". Lu Xiang tau bahwa Lu bersaudara itu takut pada Lu Huanran walaupun laki-laki itu adik mereka. Kesan gelar Hsien dan bekerja dengan dibawah walikota melekat erat di dada mereka sehingga mereka menuruti perkataan adik mereka tanpa berani membantah.


Lu Xiang membenci semua anggota keluarga Lu termasuk Lu Huanran yang menjadi dalang atas semua penderitaannya selain neneknya.


Lu Xiang duduk tak berdaya setelah menangani pamannya, wajahnya begitu sedih karena teringat ibunya yang meninggal karena tidak punya uang untuk berobat walaupun mempunyai keluarga berada seperti keluarga Lu.


Adelia memeluk suaminya tanpa kata, mungkin keluarga Lu bahkan lebih kejam daripada keluarga Miao.


"Adelia". Suara lemah suaminya membuat jantung Adelia berdenyut sakit.

__ADS_1


"Keluarga ku..." Lu Xiang menceritakan semua pengalaman pahit yang ia rasakan ketika berada di keluarga Lu.


Lu Heng, ayahnya adalah anak kedua Lu Anming dan Lan Zhu. Lu Heng anak yang sangat penurut, ia menuruti semua perintah dan perkataan ibunya Lan Zhu tanpa pernah membantah, tindakan itu biasa disebut dengan foolish filial pity atau berbakti dengan cara yang bodoh.


Mungkin karena sikap paling penurut itu, sedikit demi sedikit kesan pecundang melekat pada Lu Heng di mata di keluarga Lu membuat kakak dan adiknya meremehkannya sampai ia menikah dengan Xia He, sikap penurut Lu Heng tidak berubah walaupun istri dan anaknya yang lahir kemudian menjadi korban dari perlakuan semena-mena keluarga Lu.


Lu Heng menjalani kerja paksa karena ibunya tidak mau membayar biaya sebagai ganti kerja paksa. Tidak hanya sekali ia juga dipaksa untuk menggantikan jatah kerja paksa Lu Haocun dan itulah terakhir kalinya Lu Xiang yang berumur 16 tahun melihat ayahnya.


Kehidupan Lu Xiang di keluarga Lu sangat memprihatinkan karena sikap ayahnya, diusia yang masih 5 tahun ia harus bangun pagi buta untuk mencuci semua pakaian anggota keluarga Lu dan melakukan pekerjaan rumah bersama ibunya.


Walaupun Lu Xiang membantah dan ingin melawan namun ayahnya selalu membela neneknya dengan berkata.


Lan Zhu jarang memberi Lu Xiang makan yang cukup karena sering terlambat makan dikarenakan harus menyelesaikan dulu pekerjaan yang diembankan padanya hingga ia berusia 8 tahun, kepala desa Lu menemukan fakta bahwa ia memiliki kecerdasan dan pemahaman yang lebih dari anak biasanya dan itu membuatnya dapat bersekolah di sekolah desa.


Lu Xiang bersekolah dengan harus tetap menyelesaikan pekerjaan yang Lang Lan Zhu berikan namun harapan menjadi sarjana tidak membuat si kecil Lu Xiang patah semangat. Usia 14 tahun ia mengikuti ujian anak dan lulus dan karena itu Lan Zhu membolehkannya melanjutkan sekolah karena melihat potensi yang dibawa Lu Xiang pada keluarganya.


"Kau boleh sekolah tapi aku tidak punya untuk membiayai mu sekolah. Pakai uangmu sendiri".


Namun walaupun demikian, Lan Zhu sama sekali tidak mau membiayai Lu Xiang bersekolah sehingga Lu Xiang harus berhenti sekolah selama dua tahun untuk bekerja, menabung uang bisa kembali sekolah.


Lu Xiang beruntung dapat masuk ke akademi Zhao dan menjadi murid Zhao Fan sendiri selama dua tahun hingga ibunya sakit keras dan butuh banyak biaya untuk berobat membuat keluarga Lu mengusir Lu Xiang, ibu dan adiknya dari rumah keluarga Lu tepat setelah sebulan kematian neneknya, mereka bahkan memutuskan hubungan persaudaraan dengan membuat surat hitam putih karena takut Lu Xiang menempel dan menjadi beban untuk keluarga Lu, .

__ADS_1


"Sekarang ibu sudah tidak ada jadi kita harus hidup pisah. Rumah utama untukku dan rumah lama untuk Lu Haocun, kau cari sendiri rumahmu. Mulai sekarang keluarga Lu sudah tidak ada hubungannya lagi denganmu". Ucap Lu Ho sembari melempar surat pemutusan kekeluargaan dan barang-barang milik keluarga Lu Xiang.


Alasan paman dan bibinya memutuskan hubungan kekeluargaan dengan Lu Xiang, ibu dan adiknya karena berpikir bahwa keponakan mereka akan putus sekolah dan bahkan hidup di jalanan setelah diusir oleh mereka.


Namun dugaan mereka salah, Lu Xiang pergi ke desa Miao bersama dengan ibunya yang sakit dan adiknya yang masih dan memohon pada kepala desa untuk menjadikannya sebagai anggota clan Miao dengan memberi uang 2 koin perak.


Lu Xiang membeli rumah kecil dan dua petak tanah di desa Miao dengan uang kematian ayahnya yang diam-diam ia urus serta uang kerja kerasnya. Ia masih bertahan untuk sekolah dan menafkahi ibu dan adiknya dari menjual buku yang ia copy serta bekerja di ladang. Ia ingin membiayai pengobatan ibunya namun ibunya bersikeras mengatakan baik-baik saja namun 7 bulan mereka tinggal di desa Miao, ibunya meninggal dunia.


Tenaga terakhir yang membuat Lu Xiang bertahan hari itu telah hilang membuat segala harapannya hancur hingga akhirnya ia memutuskan untuk putus sekolah dan berladang untuk menghidupi biaya hidup dirinya dan adik-adiknya.


Air mata mengalir di pipi Adelia, matanya termangu menatap ke depan, ia tidak menyangka bahwa kehidupan Lu Xiang jauh lebih buruk dari kehidupan Miao Adelia di keluarga Miao dan bahkan lebih buruk dari kehidupannya di panti asuhan.


Ia tidak memiliki orang tua dan merasakan konsekuensi tidak punya ibu dan ayah namun Lu Xiang yang memiliki orang tua dan keluarga malah kehidupannya jauh lebih tragis dari dirinya yang yatim piatu.


"Sshh. Jangan menangis sayang. Aku menceritakannya karena aku ingin kau mengerti mengapa aku membenci keluarga Lu bukan untuk membuatmu menangis".


Kata hibur Lu Xiang malah membuat air mata Adelia mengalir semakin deras membuat Lu Xiang tidak tau harus berbuat apa, ia hanya memeluk istrinya dan membelai punggung menenangkan.


"Kau mempunyai aku Lu Xiang. Masih ada aku yang selalu ada di sampingmu" Hanya itu yang dapat Adelia katakan untuk menjelaskan perasaannya saat ini.


Mata Lu Xiang memerah. Ya, dia masih punya istrinya. Istri yang menariknya dari kegelapan yang tak punya harapan apapun.

__ADS_1


__ADS_2