Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Kehilangan kontrol


__ADS_3

Adelia, Lu Xiang dan Lu Cheng membungkus hadiah ulangtahun dengan kado beserta pita cantik dan memberikannya pada Lu Shan satu persatu.


"Ini hadiah dari kak Adel". Adelia memberikan kado sedang berisi balok susun yang bertuliskan kata-kata dari buku dasar agar Lu Shan dapat mengingatnya dalam bermain.


"Woah, terimakasih kak Adel".


"Ini dari kakak" Lu Xiang memberikan hadiah kecil, Lu Shan membukanya dan tertawa senang, itu adalah 10 voucher snack kesukaannya.


"Terimakasih kak Lu Xiang" Lu Shan merasa sangat senang karena tidak lagi harus bersembunyi ketika memakan makanan ringan.


"Ini dariku" Lu Cheng juga memberikan hadiah kecil berupa kuas kecil yang pas digunakan oleh Lu Shan.


"Terimakasih Lu Cheng" Suara enggan membuat orang-orang yang berada di sana tertawa lucu.


Lu Shan memutuskan membagikan kue ulang tahun ukuran besar itu dengan keluarganya dan para pelayan untuk membagikan kebahagiaan yang ia rasakan saat ini.


Para pelayan tersenyum senang dan memberikan hadiah kecil padanya berupa mainan yang mereka buat sendiri atau membelinya dari stan kecil yang ada di samping jalan. Adelia telah memberikan uang khusus untuk hadiah ulang tahun Lu Shan.


Para pelayan pun kembali ke kamar masing-masing setelah selesai acara meninggalkan keluarga Lu Xiang yang masih berbincang dan melihat pemberian yang pelayan berikan, ada yang memberikan pahatan Lu Shan yang kecil dan imut, pahatan binatang kecil atau permen. Lu Shan tidak bisa mengutarakan kebahagiaan besar yang pertama kali ia rasakan saat ini dalam kata-kata.


Hatinya berdegup senang, wajahnya memerah antusias dan bibirnya tidak lepas akan senyuman lebar yang menggemaskan.


"Ambilkan dua kado yang ada di kamar". Ucap Adelia pada Lu Xiang.


Lu Xiang mengambil dua kado besar yang hanya ditutupi kain merah dan meletakkannya di lantai.


Mata Lu Shan semakin bersinar. "Apa ini kak?"


"Ini adalah hadiah tahun baru untuk kai dan Lu Cheng".


Lu Shan dan Lu Cheng terkejut. Bukannya mereka sudah diberi angpao? Mengapa ada hadiah lainnya.


Adelia tertawa kecil lalu menyibak kain merah memperlihatkan isi di dalamnya.

__ADS_1


Mata Lu Shan semakin membesar antusias lalu ekspresinya membeku karena tidak tau apa yang Adelia siapkan.


Sepeda kecil dan sedang dengan roda kecil di belakangnya khas anak-anak terpampang jelas namun baik Lu Shan dan Lu Cheng tidak tau apa itu karena belum pernah melihatnya sebelumnya.


Adelia menggambar dengan detail bagian sepeda dengan mengganti roda sepeda dengan kayu walaupun senyaman dengan sepeda yang biasanya ia kendarai namun itu cukup untuk mainan adik-adiknya.


Ia bahkan mendapatkan uang karena menjual gambar rangka sepeda pada pengrajin yang membuatkan sepeda.


"Ini adalah sepeda, fungsinya seperti kereta tapi hanya bisa diduduki oleh satu orang".


Lu Shan dan Lu Cheng semakin bingung, keduanya tidak melihat keledai kecil yang akan menarik kereta mereka.


"Sini kakak perlihatkan". Adelia mengangkat Lu Shan dan mendudukkannya di atas sadel yang telah dilapisi oleh kapas sehingga nyaman diduduki.


"Kaki mu letakkan disini dan kayuh lah" Adelia menjelaskan dan memperagakan bagaimana mengayuh sepeda.


Lu Shan mengayuh dan terkejut karena sepeda bergerak, ia pun mempercepat kayuhan dan tertawa antusias.


"Sepedanya berjalan kak. Sepedanya berjalan!".


"Lu Cheng, apa kau ingin mengendarainya juga? Sini" Adelia membimbing Lu Cheng untuk naik sepeda.


Keduanya berkeliling antara ruang tamu dan makan dengan sangat senang. lu Cheng yang jarang tertawa pun ikut tertawa senang merasakan pengalaman baru yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


Adelia mematikan lilin yang ada di lantai agar Lu Shan dan Lu Cheng lebih leluasa dalam mengayuh sepeda.


"Kau begitu banyak ide Adelia" Lu Xiang memeluk pinggang Adelia dengan posesif seraya menatap adiknya yang sibuk dengan sepeda walaupun mulai keringatan dalam mengayuh sepeda tersebut.


"Itu karena aku istrimu". Adelia bermaksud untuk bangga dan menatap pongah ke arah Lu Xiang.


"Oh~ tapi karena kau tidak memberikan ku apapun. Bolehkah aku mengambil hadiahku sendiri?".


Adelia tertegun dan memekik halus melihat tubuhnya terangkat dan reflek memeluk leher suaminya. "Kau sangat antusias rupanya sayang".

__ADS_1


"Kau..."


"Lu Cheng, Lu Shan. Jangan bermain larut malam. Besok kau harus bangun pagi". Teriak Lu Xiang mengingatkan.


"Baik kak". Lu Cheng dan Lu Shan berteriak dari ruang makan.


Lu Xiang merebahkan Adelia yang wajahnya memerah dan menghimpitnya dari atas, ia menatap wajah istrinya yang ingin bersembunyi lalu mengecup bibir merah yang selalu membuatnya kehilangan kontrol.


Kecupan berubah menjadi ciuman basah yang membuat suara seksi, lidah Lu Xiang menjilati setiap inchi mulut Adelia, menarik dan bermain antusias dengan lidah istrinya.


Keduanya bernapas terengah-engah ketika bibir terpisah dengan menyisakan air liur yang masih terhubung antara keduanya.


Lu Xiang kembali mencium gairah bibir Adelia lalu turun ke leher, menghisap kuat hingga istrinya menjerit halus yang membuat gelora nafsunya semakin meningkat. Ia menjilat dan menggigit leher Adelia lalu kembali mencium bibir ranum yang mekar oleh ciuman dalamnya.


"Mmhhnn" Adelia tidak mampu menahan ******* dan membiarkan dirinya larut dalam kenikmatan yang membuat tubuhnya bergetar dan basah.


"Adelia" Gigi Lu Xiang gemeretak menahan nafsu yang hampir membakar tubuhnya. Ia menggosok bagian bawah tubuhnya yang tegang dan panas ke paha istrinya.


"Kau mau aku membantumu?" Adelia melihat wajah merona suaminya serta merasakan benda tajam yang menusuk pahanya.


"Sayang~" Suara parau yang seksi terdengar halus di telinga Adelia, Lu Xiang pun mengangguk. Ia menyesal memprovokasi istrinya karena dia sendiri yang terkena getahnya.


Adelia membantu suaminya melepaskan hasrat ingin dipuaskan baik dengan tangannya maupun dengan mulutnya ketika melihat stik keras dan panas yang seakan menggodanya untuk di cicipi.


"Apa kau sudah gila?!" Lu Xiang tidak habis pikir bahwa istrinya akan memasukkan junior miliknya ke dalam mulutnya, pemandangan Adelia yang melakukan itu sembari menatapnya membuat Lu Xiang hampir gila.


"Cukup Adelia! Aku akan..." Napas Lu Xiang semakin memburu seiring meningkatnya rasa untuk memuntahkan apa yang ia tahan dalam tubuhnya.


Namun Adelia tetap kekeuh melanjutkan apa yang sedang ia lakukan walaupun Lu Xiang mendorong kepalanya hingga suaminya menarik rambutnya menjauh untuk menghindari muncratan cairan putih dari tubuhnya.


Adelia tertegun, walaupun reaksi Lu Xiang cepat namun cairan putih kental itu tetap mengenai wajahnya, bau khas maskulin laki-laki membuatnya blank sesaat sebelum menjilat cairan putih yang ada di dekat mulutnya.


Tali terakhir yang menghubungkan kewarasan Lu Xiang putus sudah melihat apa yang istrinya lakukan, matanya menatap nyalang seakan sosok liar yang buas dalam jiwanya bangun pada malam itu.

__ADS_1


Lu Xiang mendorong Adelia dan menciumnya dengan liar.


__ADS_2