
"Tidak akan ada masalah Lu Xiang. Pengrajin Yang bilang walaupun di kerajaan Murong belum ada yang bisa menciptakan gelas kristal namun di kerajaan barat sudah ada, kita tinggal bilang saja kalau kita memesannya dari pebisnis yang mengambil barang dari kerajaan barat".
Lu Xiang kembali menggelengkan kepala. "Di sini berbeda dengan Fucheng sayang. Jika di Fucheng maka kita bisa memakai alasan itu tapi di sini berbeda, yang diatas adalah orang yang sangat curiga. Mereka pasti akan memastikan kebenaran itu, kita tidak bisa memastikan bahwa kebohongan kita tidak akan terbongkar". Ia berbicara dengan suara pelan, walaupun di toko ini hanya ada mereka namun Lu Xiang ingin memastikan bahwa tidak ada yang mendengar percakapan mereka.
Adelia berpikir dan itu masuk akal, ia pun menghela napas kesal pada dirinya, ia sudah membaca novel tentang heroine yang ketahuan latar belakang dan space karena terlalu high profile di ibukota sehingga mengundang banyak mata dan kecurigaan namun sekarang ia sendiri akan memilih jalan itu sendiri.
"Kau benar Lu Xiang. Aku gegabah, aku tidak akan memamerkan gelas kristal ini" Walaupun merasa enggan karena design ruangan akan terlihat sempurna dengan kehadiran gelas kristal namun Adelia tidak ingin mengambil resiko apapun.
"Kira-kira apa pengganti yang cocok untuk mengisi ruang kosong ini?".
Lu Xiang berpikir sesaat. "Bagaimana jika kau membuat ukiran binatang shio kecil dari kaca. Kau bisa menjualnya sebagai aksesoris toko De Xiang bersama dengan ukiran kayu kue tart. Kau bisa bekerjasama dengan pengrajin Yang untuk jangka panjang".
Adelia bertepuk tangan dengan mata membesar penuh sinar takjub, ia lalu melompat ke arah Lu Xiang dan memeluk senang suaminya. "Itu ide brilian sayang! Kau benar-benar jenius!!".
Lu Xiang memeluk pinggang ramping istrinya, menjaganya agar tidak terjatuh. "Mana hadiah untukku?".
Bibir Adelia berdenyut speechless akan mengambil kesempatan kapanpun ada peluang suaminya namun ia tetap mencium bibir Lu Xiang dengan kilat lalu melepaskan diri sebelum suaminya bereaksi.
Lu Xiang tertegun oleh kecupan sangat singkat tersebut, ia melihat Adelia yang merasa menang dan menjulurkan lidahnya dengan gerakan imut kepadanya, ia hanya dapat tertawa pasrah. Semakin hari Adelia semakin bisa mengatasi dirinya dengan baik.
Selesai menginspeksi toko, Lu Xiang dan Adelia membawa Lu Cheng dan Lu Shan yang sudah bosan menunggu berkeliling kota bagian dalam tepatnya di distrik toko. Adelia dan Lu Xiang membelikan Lu Cheng dan Lu Shan, tas dan perlengkapan sekolah berupa alat tulis dan buku pelajaran yang akan digunakan di akademi nantinya, sedangkan Lu Xiang membeli kertas dan batu tinta baru untuknya dan perhiasan dan make up untuk istrinya.
"Kita harus memesan baju musim dingin, baju musim dingin Lu Cheng dan Lu Shan tahun lalu sudah tidak bisa di pakai".
"Baiklah".
__ADS_1
Lu Xiang sudah mencari tau informasi tentang toko di kota bagian dalam yang memiliki reputasi yang baik dan memilih untuk pergi toko pakaian Heng Zhe yang terkenal karena selalu dipesan keluarga bangsawan.
"Selamat datang, ada yang bisa saya bantu tuan Zhuangyuang?". Pegawai toko menyambut hangat kedatangan keluarga Lu Xiang.
"Kami ingin memesan baju musim dingin beberapa set".
Sang pegawai sedikit menaikkan alisnya karena heran kenapa tuan Zhuangyuang yang terhormat tidak menyuruh pelayan saja yang datang karena biasanya keluarga bangsawan dan keluarga pebisnis kaya menyuruh pelayan mereka untuk memesan namun ia segera tersenyum kembali ketika mengingat informasi bahwa Lu Xiang berasal dari keluarga petani miskin, walaupun demikian ia tetap tidak memasang ekspresi cemooh karena tau kontribusi dan potensi yang dimiliki oleh laki-laki itu. "Baiklah. Silahkan ikut saya, karena anda pertama kali datang ke toko pakaian Heng Zhe maka kami harus mengukur ukuran pakaian anda terlebih dahulu".
Lu Xiang mengangguk dan pergi bersama dengan Adelia dan kedua adiknya mengikuti sang pelayan. Di dalam toko yang luas itu terdapat beberapa ruang untuk mengukur baju dan konsultasi mengenai fashion dan design pakaian yang sedang populer di ibukota. Sang pegawai toko membawa Lu Xiang ke salah satu ruangan yang kosong dan memanggil pegawai yang akan mengukur ukuran pakaian.
Sang pegawai datang dengan cepat, memperkenalkan dirinya dan menjelaskan apa saja design yang sedang populer di ibukota kepada Lu Xiang dan Adelia sembari menunjukkan sketsa.
"Kami memilih ini dan ini. Untuk pakaian anak kecil kami memilih yang ini dan ini lalu yang ini tapi aku ingin memesan topi dengan warna senada namun design berbeda".
"Ya".
Sang pegawai memberikan kertas dan kuas kepada Adelia dan melihat gambar topi anak kecil yang lucu dan imut.
"Design topi yang anda gambarkan sangat menarik nyonya!. Apa anda ingin menjual design ini kepada toko kami? Kami akan menawarkan dengan harga yang pantas". Sang pegawai menatap takjub, ia mengenal Lu Xiang sebagai Zhuangyuang karena melihat parade Jinshi dan secara otomatis tau bahwa Adelia adalah istri laki-laki itu. Ia berpikir bahwa Adelia walaupun cantik namun tetap tidak memiliki wawasan yang luas karena berasal dari desa namun ternyata ia salah.
Adelia tersenyum dan mengangguk.
"Baiklah. Sekarang saya akan mengukur pakaian anda dan anak anda terlebih dahulu setelah itu baru saya akan memperlihatkan design ini kepada manajer kami untuk diperiksa berapa harga jualnya. Bagaimana nyonya?".
"Baiklah!".
__ADS_1
Sang pegawai dengan antusias mengukur ukuran tubuh pakaian keluarga Lu Xiang satu persatu sebelum meminta izin untuk pergi sementara untuk menemui manajernya.
"Kak Adel. Apa baju musim dingin kami tidak kebanyakan, kami masih punya baju musim dingin tahun lalu?". Lu Cheng bertanya bingung.
Adelia memesan 6 set pakaian untuk kedua adiknya membuat Lu Cheng yang terbiasa dengan gaya hidup sederhana dan memakai dua atau tiga baju selama musim dingin menjadi sedikit tidak nyaman.
"Kalian dalam masa pertumbuhan, walaupun baju musim dingin masih muat tapi akan tidak nyaman karena sudah sedikit ketat jadi 6 set pakaian bukan jumlah yang banyak".
"Tapi...".
"Sudah. Terima saja apa yang Adelia berikan, lagipula Adelia memesan banyak baju karena tidak ingin kau diejek ketika masuk ke akademi nanti. Di ibukota banyak anak yang bangsawan yang akan satu akademi denganmu nantinya".
Lu Shan melipat tangannya dan mengangkat wajah dengan angkuh. "Aku tidak takut pada mereka, jika mereka berani mengangguku maupun Lu Cheng maka aku akan memukul mereka". Tatapan serius dan tangan yang mengepal menunjukkan bahwa perkataan Lu Shan bukanlah main-main.
Lu Xiang menjitak pelan kepala adiknya. "Kau tidak bisa berbuat seenaknya di ibukota, status kakak belum cukup tinggi untuk kau berbuat sesukamu".
Lu Shan tidak begitu mengerti maksud kakaknya, ia pun melihat Lu Cheng meminta penjelasan namun yang ia terima hanyalah putaran bola mata dengan ekspresi jengah.
Lu Xiang ingin menjelaskan perbedaan status sosial antara bangsawan dan cendikiawan serta kelas jabatan namun suara ribut di luar membuatnya mengurungkan niat.
Belum sempat keluar untuk melihat apa yang terjadi, seorang wanita cantik memakai baju mewah dan glamor masuk dengan beberapa gadis yang berpakaian pakaian.
"Sudah aku katakan untuk selalu mengosongkan ruangan ini hanya untukku, mengapa kalian tidak dengar? Apa kalian tidak menghargai istri pangeran ketiga?".
Lu Xiang dan Adelia tertegun. Keduanya tidak menyangka bertemu dengan istri Murong Xianting, merasa terkejut membuat mereka termenung sesaat namun suara teriakan penuh peringatan menyadarkan mereka.
__ADS_1