Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Ulang tahun Lu Cheng


__ADS_3

Hari ini adalah hari ulang tahun Lu Cheng. Pagi hari, Adelia sudah mempersiapkan hal yang harus ia persiapkan untuk perayaan ulang tahun adik iparnya.


Adelia memasak mie panjang umur yaitu mie yi mien untuk Lu Cheng.


"Selamat ulang tahun Lu Cheng! Kakak berdoa semoga kau selalu sehat dan dapat melakukan apa yang kau inginkan".


Lu Cheng menatap mie panjang umur beberapa saat lalu tersenyum manis membuat Adelia ingin memeluk adiknya namun Lu Cheng segera menghindar, ia sudah dewasa dan tidak layak lagi mendapatkan pelukan dari kakak iparnya.


"Terimakasih kak Adel".


Lu Shan di samping bertepuk tangan dan menyanyikan lagu ulang tahun yang ia pelajari dari Adelia.


"Selamat ulang tahun~ selamat ulang tahun~ selamat ulang tahun Lu Cheng, semoga panjang umur!!" Ia semakin kuat bertepuk tangan, sangat senang akan perayaan ulang tahun kakak yang beda dua tahun dengannya.


"Kak, apa Lu Cheng juga akan dapat kejutan seperti ulang tahunku?".


Adelia tersedak oleh teh yang ia minum. Ia melirik Lu Cheng yang tidak berekspresi apapun namun jawaban Lu Cheng membuatnya pasrah.


"Tentu saja kak Adel akan membuat kejutan, dia sangat menyayangiku. Mungkin kejutannya perayaan lebih besar darimu Lu Shan". Nada bangga dan pamer terdengar jelas dari suara anak 6 tahun tersebut.


Lu Shan terdiam sesaat seakan seperti kalah oleh Lu Cheng.


"Kak Adel, Lu Cheng sudah dewasa. Dia sudah tidak pantas menerima kejutan seperti anak kecil sepertiku. Bukan begitu Lu Cheng?".


Lu Cheng kehilangan kata-kata, tidak mungkin ia mengatakan bahwa ia masih kecil. Ia akhirnya memilih diam dan memakan habis mie panjang umur, mengabaikan perkataan adiknya.


Adelia yang mendengar percakapan adiknya hanya tersenyum geli.


Lu Cheng sudah berusia 6 tahun, walaupun akan sulit untuk membuat kejutan pada anak kecil namun mental dewasa tersebut namun Adelia tetap ingin membuat kejutan seperti yang Lu Cheng katakan.


Adelia mengeluarkan tiga es krim kotak besar dari space teratai yang memiliki rasa vanila, coklat dan stroberi, ia lalu memotong setengahnya dan meletakkannya di atas satu sama lain berbentuk tiga tingkatan dan mulai mendekorasi dengan buah-buahan yang sudah ia potong kecil-kecil.


Adelia pun meletakkan lilin di atasnya dan mengangguk puas, es krim ulang tahun sudah selesai. Ia memasukkannya dalam kotak kayu dan kembali meletakkan di space agar tidak meleleh.


Untuk membuat kejutan tersebut Adelia terpaksa harus berkeliling kota Cheng sendiri demi membuat alasan tentang darimana es krim tersebut berasal. Walaupun para pelayan tidak setuju serta Lu Cheng melarang namun ia tetap bersikeras melakukannya.

__ADS_1


Beruntung kehamilannya baru menginjak usia ke 3 bulan sehingga ia masih bisa beraktivitas seperti biasanya. Adelia juga memutuskan untuk membagikan kebahagian keluarganya yang merayakan ulang tahun Lu Cheng dengan membuat diskon di toko kue miliknya. Hal ini membuat orang-orang tau bahwa Lu Cheng sedang merayakan ulang tahun.


Beberapa orang bahkan mengirim hadiah karena masih ingin membangun koneksi dengan Lu Xiang, manajer Xu juga mengirim hadiah namun niat pria tua itu berbeda karena ia ingin menjadi semakin dengan Adelia hingga mau menerima pesanan wine darinya.


Lu Cheng sengaja tidak masuk ke ruang tamu yang sedang di dekorasi agar terlihat surprise dan menyenangkan Adelia. Walaupun ia fokus belajar pada guru yang disewa oleh Lu Xiang namun senyum di bibirnya memperlihatkan bahwa ia sedang mood baik.


Selesai melakukan persiapan, Adelia membuat wine rosella yang belum sempat ia buat karena berita kehamilan dan masalah dengan keluarga Liang. Ia menyuruh Lu Mei dan Lu Yan untuk menggiling halus bunga rosella dengan batu giling lalu mulai memasaknya di panci besar dan memberi gula setelah air rebusan rosella matang.


Setelah matang, Adelia membiarkannya hingga dingin sebelum memberi ragi dan mulai menutup erat dengan tengahnya digolongkan seluas satu jari dan memasukkan selang agar oksigen dan menyimpannya di penyimpanan wine.


Berbeda dengan wine anggur, wine rosella memiliki kadar alkohol rendah sebesar 10-14% saja sehingga sangat cocok jika dikonsumsi oleh para wanita atau orang yang tidak kuat minum. Di dunia modern wine rosella dijadikan bahan cocktail karena harum bunga mawar dan warna merah yang menyegarkan.


Siangnya Adelia ingin memasak makan siang untuk Lu Cheng dan Lu Shan namun kedua adiknya menariknya dari dapur karena berpikir bahwa ia telah lelah memproses wine rosella, Adelia pun menuruti permintaan adiknya dengan pasrah.


Bosan tidak melakukan apapun. Adelia mengambil kertas dan memikirkan nasib toko kue miliknya ketika ia pindah ke kota Fucheng. Ia tidak mungkin meninggalkan Lu Niang dan pelayan lainnya untuk menjalankan toko kue tersebut karena bagaimana pun mereka adalah budak, orang-orang pasti akan membuat masalah jika ia dan Lu Xiang tidak lagi tinggal di kota Cheng.


Selama 10 bulan terakhir, dengan kepribadian introvert miliknya, Adelia tidak memiliki teman dekat untuk dapat ia bahas tentang apa masalahnya. Ia lebih betah duduk di rumah dan mengerjakan apa yang ia mau daripada bersosialisasi dengan para wanita di acara minum teh dan sebagainya.


Mata Adelia bersinar ketika mengingat Xiaowen, mungkin wanita itu dapat meneruskan usaha toko kue miliknya jika ia berbicara dengannya.


Adelia tidak takut jika Xiaowen akan mengambil keuntungan lebih darinya karena Li Jin belajar di Akademi yang sama dengan Lu Xiang di Fucheng sehingga keluarga Li tidak akan berani melakukan itu.


Adelia mengangguk puas karena mendapatkan orang yang akan meneruskan usaha kue miliknya.


Malamnya lilin-lilin kecil di hidupkan di sudut ruang tamu membuat ruangan tersebut terang benderang. Lu Cheng berjalan masuk bersama Lu Shan yang awalnya ingin menutup mata kakaknya seperti yang Lu Cheng lakukan pada ulang tahunnya namun karena perbedaan tinggi diantara keduanya Lu Shan menghela napas kecewa dan memilih memimpin Lu Cheng untuk masuk ke ruang acara.


"Selamat ulang tahun Lu Cheng!!!". Adelia dan semua pelayan mengatakan serentak.


Lu Cheng tersenyum senang. "Terimakasih kak Adel, terimakasih semuanya".


Es krim ulang tahun sudah Adelia letakkan di meja dengan fondasi es batu agar tidak mudah meleleh. Walaupun sangat aneh memakan es krim di malam hari namun Adelia tetap melakukannya karena ingin mengejutkan Lu Cheng.


"Sekarang buat harapan dan tiup lilinnya".


Lu Cheng dan Lu Shan melihat kue yang memancarkan aura dingin dengan tatapan terkejut. Lu Cheng memejamkan matanya berdoa lalu meniup lilin di atas es krim yang telah diberi whipping cream.

__ADS_1


Para pelayan mengatakan selamat ulang tahun dan memberikan kado sederhana lalu Adelia memberikan kado besar untuk Lu Cheng.


"Terimakasih kak Adel".


"Kak Adel, ini kue apa?" Lu Shan yang sangat penasaran langsung bertanya.


"Hehe, ini es krim yang terbuat dari es".


"Es?!" Kedua anak laki-laki itu terkejut.


"Ya. Sekarang potong es krimnya, jangan terlalu besar karena ini sudah malam".


Lu Cheng mengangguk antusias. Lu Shan disampingnya sudah menjilat bibirnya beberapa kali karena aroma manis es krim yang belum pernah ia cium sebelumnya.


Lu Cheng memberikan potongan pertama untuk Adelia lalu Lu Shan dan semua pelayan baru akhirnya ia memotong es krim untuk dirinya sendiri.


Semua orang yang hadir di sana terkejut oleh rasa es krim yang lembut dan sangat manis. Lu Shan bahkan meminta lagi potongan es krim namun Adelia segera menahannya.


"Besok kau boleh memakannya lagi. Malam ini sudah cukup satu potongan karena kau akan sakit perut jika memakan banyak es krim".


Lu Shan pun mengangguk kecewa. Lu Feng menatap iri pada perayaan ulang tahun Lu Cheng, ia ingin merayakan hal yang sama namun ia sadar bahwa semua itu hanya menjadi mimpi baginya. Ia melihat potongan es krim di piring, memakannya sedikit demi sedikit mencoba mengingat kuat rasa es krim yang tidak akan ia rasakan lagi.


Lu Fang dan Lu Cai yang melihatnya menghela napas berat karena tau apa yang anak mereka pikirkan. Keduanya pun memberikan jatah es krim untuk anaknya membuat Lu Feng senang dan memakan es krim lahap tidak peduli rasa dingin yang menggigit giginya.


Selesai makan Lu Cheng membuka kado pemberian Adelia dan melihat tas punggung yang terbuat dari rajutan.


"Apa ini kak?" Lu Cheng membolak-balikan tas dengan bingung.


"Ini tas. Kau bisa memasukkan buku dan peralatan menulis di dalamnya".


"Eh! Aku juga ingin kak!" Lu Shan menatap harap pada Adelia.


"Ya. Untukmu juga ada". Adelia pergi ke kamar untuk mengambil tas dan memberikannya pada Lu Shan. Lu Cheng mendapatkan tas hitam dengan resleting biru sedangkan Lu Shan mendapatkan tas krem dengan resleting coklat.


Lu Shan memakainya lalu memutar tubuhnya dengan semangat dan cekikikan senang. " Terimakasih kak Adel" Ia sudah tidak sabar menanti besok untuk memakai tas ketika belajar.

__ADS_1


__ADS_2