
Pelanggan di lantai pertama tertegun melihat Lu Kai yang membuat minuman langsung di depan mereka. Ini pertama kalinya mereka melihat minuman yang tidak dibuat di dapur akan tetapi langsung dipraktikkan di depan mata mereka.
Resep makanan dan minuman hingga cara penyajiannya biasanya akan dirahasiakan oleh pemilik dan pegawai toko sehingga mereka hanya akan memperlihatkan makanan atau minuman yang sudah dihidangkan.
Berbeda dengan penyajian teh yang disebut seni yang hanya diperlihatkan cara pembuatan air teh nikmat untuk pelanggan VIP di kedai teh atau ketika ada suatu acara. Pembuatan teh dapat dijadikan sebagai performa yang elegan untuk para sarjana sehingga ini pertama kalinya mereka melihat pembuatan minuman langsung selain teh.
Para pelanggan tertarik oleh performa yang dilakukan oleh Lu Kai yang sudah berlatih dibawah instruksi Adelia beberapa hari belakangan ini. Walaupun tidak begitu mulus hingga memanjakan mata bagi orang yang melihatnya namun tetap itu menjadi performa menarik bagi orang yang belum melihat penyajian minuman yang dibuat langsung dihadapan mereka.
Lu Kai memasukan sedikit cincau, susu dan karamel lalu menuangkan cappucino dingin yang sudah disiapkan lalu meletakkan whipped krim dari sendok karena Adelia tidak dapat mengeluarkan semprotan whipped krim. Walaupun tidak begitu menarik jika dihidangkan di dunia modern namun cukup di zaman kuno yang belum pernah mengenal krim putih salju yang sangat manis itu. Terakhir Lu Kai menaburkan bubuk coklat di atasnya membuat minuman cappucino cincau terasa lebih menarik.
Semua pelanggan yang ada di lantai pertama melihat gerakan Lu Kai yang lincah dalam membuat minuman hingga selesai lalu bertepuk tangan, ternyata tidak hanya pembuatan minuman teh yang enak dipandang mata namun juga pembuatan minuman lainnya.
Para pegawai membawakan pesanan kue puding atau pancake dan minuman kepada pelanggan satu persatu ke para pelanggan lalu menjelaskan cara meminum cappucino cincau memakai sedotan kaca dan sendok.
Mata mereka melebar merasakan minuman dingin manis yang belum pernah mereka coba sebelumnya. Terlebih ketika cincau masuk ke mulut dan merasakan lembutnya jelly di lidah mereka.
Pelanggan VIP juga merasakan hal yang sama. Pengalaman unik cara baru minum minuman serta rasa minuman baru yang belum pernah mereka rasakan.
Mereka fokus merasakan rasa kopi namun tidak pahit serta whipped krim lembut dan manis yang terdapat butiran coklat bubuk.
Tatapan mereka kemudian fokus pada kue puding, lembutnya kue jelly serta rasa membuat lidah mereka seperti meleleh, rasa coklat yang baru mereka rasakan juga menambah kenikmatan baru.
Untuk pancake sendiri juga memiliki karismatik tersendiri walaupun tidak begitu menakjubkan seperti kue puding namun tetap membuat puas pelanggan yang memakannya.
"Toko De Xiang sangat berbeda dengan toko kue lainnya. Aku pikir mereka akan sama-sama hanya menyajikan kue tart saja". Qiao Xue sangat puas dengan menu yang dimakan dan minum. Ia bahkan ingin memesan lagi jika saja suaminya tidak menahannya karena tidak bisa banyak minum minuman dingin.
__ADS_1
"Adelia memang hebat. Tidak heran jika dia menjual resep kue tart karena dapat membuat menu baru".
Di ruangan VIP lainnya juga mendiskusikan kue dan minuman yang baru saja mereka cicipi bahkan kembali memesan menu yang sama karena belum puas memakannya.
Pelanggan keluar dari toko De Xiang dengan perasaan puas setelah memberi pujian pada para pegawai atas makanan dan pelayanan bagus yang mereka terima.
"Adelia. Kue puding dan cappucino cincau sangat enak, aku sangat puas akan rasanya" Linlin menggenggam dan memainkan tangan Adelia dengan antusias membuat suaminya pasrah.
"Aku senang kau puas dengan menu De Xiang. Kapan-kapan mampirlah kemari lagi".
Linlin mengangguk kuat. "Aku juga akan mengundangmu ke rumah ke depannya. Kau harus datang ya?".
"Tentu saja".
Adelia memberikan voucher silver pada Linlin.
Tak lama kemudian pasangan Zhong juga turun ke lantai pertama setelah membayar dan kembali mengucapkan selamat pada Lu Xiang dan Adelia.
"Toko kue kalian pasti akan ramai dikunjungi. Desain interior dan menu yang disajikan sangat memuaskan membuat ku dan Qiao Xue ingin mengunjunginya lagi".
"Aku senang kak Zihan sangat puas dengan pelayanan dan menu di toko kami. Kapan-kapan mampirlah lagi" Lu Xiang memberikan voucher silver dan kartu VIP lalu menjelaskan fungsi keduanya.
"Aku sangat puas dengan menu yang toko mu sajikan Adelia. Aku begitu takjub kau bisa membuat kue puding yang lembut serta cappucino cincau yang tidak pahit sama sekali walaupun terbuat dari kopi".
"Tolong jangan memujiku berlebihan kakak ipar. Aku hanya terinspirasi dari buku yang aku baca" Banyaknya pujian yang ia dapatkan hari membuat wajahnya memerah.
__ADS_1
Qiao Xue tertawa kecil melihat respon menggemaskan Adelia, tatapannya lalu turun ke perut Adelia yang mulai menunjukkan eksistensi kehidupan baru di dalamnya.
"Selamat atas kehamilan mu. Semoga kau melahirkan anak laki-laki yang lucu".
"Terimakasih kakak ipar. Aku sangat senang kakak ipar bisa datang kemari hari ini".
Adelia dan Lu Xiang menatap kereta keluarga Zhong yang mulai menjauh lalu kembali masuk ke toko.
"Kau sudah kelelahan sayang. Sebaiknya kau beristirahat saja, biar aku yang menyambut pelanggan VIP lainnya".
Adelia menggeleng lemah, walaupun keletihan namun ia tidak ingin membuat suaminya menyambut pelanggan VIP sendirian karena akan berpengaruh pada reputasinya yang sebagai sarjana.
"Aku belum lelah Lu Xiang. Aku masih bisa menyambut mereka, lagipula aku tidak melakukan apapun selain berbicara dengan mereka".
Lu Xiang masih tidak setuju. "Wajahnya mulai pucat sayang. Jangan khawatir akan reputasi ku, reputasi ku tidak akan menurun hanya karena menyambut pelanggan di toko. Ayo aku antar kau belakang, kau harus beristirahat sebelum teman Lu Cheng dan Lu Shan datang".
Melihat suaminya yang bersikeras, Adelia menghela napas dan akhirnya menurut. Keduanya pergi ke belakang toko yang terdapat rumah berukuran.
Lu Xiang merebahkan Adelia ke tempat tidur dan mengecup lembut kening istrinya. "Sebentar lagi Lu Fang akan datang membawakan makan siang. Sekarang istirahat lah, nanti aku bangunkan seketika makan siang".
Adelia mengangguk dan mulai memejamkan matanya. Hamil membuatnya menjadi mudah lelah dan mengantuk.
Lu Xiang menunggu istrinya tertidur lelap lalu kembali mengecup kening dan bibir Adelia sebelum kembali ke toko menyambut pelanggan VIP yang datang.
Orang-orang yang keluar dari toko dan merasa puas dengan menu dan pelayanan di toko De Xiang menceritakan apa yang mereka rasakan tentang toko De Xiang kepada teman dan keluarga mereka hingga lainnya menjadi penasaran dan akhirnya memilih untuk datang berkunjung.
__ADS_1
Keluarga besar yang mengutus anak atau cucu mereka untuk mengucapkan selamat juga sangat senang ketika pulang ke rumah. Mereka bahkan membeli kue puding untuk orang tua atau kakek mereka karena kue lembut tersebut dapat dimakan oleh orang tua yang sudah tidak memiliki gigi.