
Shao Yunan dan Miao Sheng juga keluar ruangan ujian dengan wajah pucat. Miao Sheng ragu akan jawaban nomor satu dan tidak menjawab pertanyaan nomor tiga, ia berharap bahwa ia termasuk peserta yang lulus ujian walaupun dengan peringkat yang tidak baik dengan akumulasi ujian sesi satu sampai empat.
Kelompok Lu Xiang kembali ke penginapan untuk membersihkan diri sebelum pergi ke aula untuk membahas jawaban aritmatika yang kemarin mereka jawab.
Chen Xirang mendengar pembahasan dengan mata sayu sedangkan Miao Sheng menjadi pucat dan menggenggam erat kuas ditangannya karena jawaban nomor 2 tidak lengkap, Shao Yunan bahkan menangis dan di tenangkan oleh Zhang Yunlei.
Dari 20 pelajar yang ikut hanya 12 orang yang lolos ke sesi empat dan menunggu peringkat ujian dengan was-was, ada yang santai, melamun bahkan menangis seperti Shao Yunan karena merasa tidak menjawab dengan baik.
"Zhang Yunlei dan Lu Xiang menjawab dengan baik di sesi ini. Ada beberapa pertanyaan yang jawaban kalian berdua berbeda namun merujuk pada hasil yang sama sehingga peringkatnya diserahkan pada walikota Li yang menangani ujian".
Para pelajar menatap kagum pada Lu Xiang dan Zhang Yunlei.
"Bagi kalian yang merasa tidak akan lulus jangan menyerah dan tetap berusaha agar dapat mengikuti ujian pada tahun depan".
"Untuk yang lulus ujian jangan sombong dan tetap belajar dan berusaha lebih baik lagi untuk melanjutkan ujian sebelumnya. Sekarang beristirahat atau lakukan apapun yang kalian mau, besok peringkat ujian akan di tempat di depan gerbang walikota".
"Baik guru Juren Zhao".
Sore harinya, Chen Xirang dan lainnya mengajak Lu Xiang untuk pergi ke rumah Baimei untuk melepaskan kepenatan ujian dan mencoba bersenang-senang namun Lu Xiang menolak membuat temannya menjadi kesal.
"Ayolah, kita hanya minum saja di sana, aku janji tidak akan menyewa wanita"
Rumah bordil atau yang disebut dengan rumah bordil memiliki level dan kualitas. Ada gadis yang hanya menjual bakat menyanyi atau memainkan musik, ada yang khusus untuk melayani minum para lelaki dan level terendah adalah melakukan hubungan intim.
Rumah Piaoxiang adalah rumah Baimei terbesar di kota Qincheng yang sangat terkenal oleh kepala gadis pelayanan yang bernama Liu Rishi yang hanya menjual bakat memainkan alat musik Zheng dengan sangat mahir, karena kecantikannya banyak lelaki yang ingin menebusnya namun tidak ada satupun yang berhasil.
Lu Xiang tetap menggeleng tidak setuju membuat Chen Xirang dan Shao Yunan menjadi kesal. Ia berpikir walaupun tempat itu menjadi tempat berkumpul para pelajar literasi namun ia sudah memiliki istri dan ingin berkomitmen padanya. Ia tidak ingin membuat Adelia merasa kecewa karena mendengar ia pergi ke rumah bordil.
Tidak masalah jika teman-temannya berpikir bahwa ia laki-laki kaku dan pedantik karena yang terpenting baginya adalah pendapat istrinya.
"Lu Xiang. Hanya kali ini saja, kau tidak akan menyesal karena malam ini Liu Rishi melakukan performa khusus untuk pelajar yang baru saja mengikuti ujian. Kau tau Liu Rishi kan? Dia wanita paling cantik di rumah Piaoxiang. Aku dengar bahkan dia masih gadis". Chen Xirang tidak menyerah dan tetap membujuk Lu Xiang namun temannya tetap keras kepala.
"Baiklah teman kaku. Aku tau kau pria takut istri, aku akan menceritakan padamu tentang hebatnya performa Liu Rishi agar kau menyesal karena tidak ikut".
Lu Xiang tersenyum miring penuh bangga. "Adelia ku jauh lebih cantik".
Komentar itu membuat teman-temannya memutar bola mata dengan jengah dan masuk ke dalam kamar masing-masing meninggalkan Lu Xiang sendiri.
__ADS_1
Lu Xiang membaca surat balasan Adelia dan tersenyum lembut. Ia tidak akan menyesal tidak ikut bersama dengan temannya, justru malah sebaliknya. Ketulusan istrinya hanya pantas di balas dengan ketulusan pula.
&&&
Keesokan harinya adalah hari yang para pelajar tunggu-tunggu, hari dimana nasib seseorang ditentukan oleh kertas besar yang ditempel di gerbang walikota.
Para pelayan pun disuruh di depan kantor walikota menunggu agar dapat melihat peringkat ujian dengan cepat. Kelompok Lu Xiang dan lainnya duduk di kedai teh menunggu laporan dari pelayan mereka.
Mereka memesan kue dan teh dan menunggu dengan was-was dan penuh harap bahkan tidak berniat memakan kue pesanan karena terus menatap ke luar kedai teh menunggu pelayan mereka.
"Peringkat ujian sudah keluar!! Peringkat ujian sudah keluar" Orang-orang berteriak melaporkan berita.
Para pelajar berdiri dan mencondongkan badan mereka melihat apakah pelayan yang mereka kirim sudah kembali.
"Tuan!! Tuan kau lulus".
"Aku lulus? Aku benar-benar lulus. Yeahh!!" Suara girang para pelajar yang lulus ujian terdengar dari berbagai sudut kedai teh.
"Bagaimana denganku?" Shao Yunan bergumam pasrah.
"Aku lulus. Aku lulus Yunlei. Hahaha".
Zhang Yunlei tersenyum senang untuk temannya. Zhang Yunlei menempati peringkat tiga dan menjadi sarjana San Hsien yang berarti peringkat tiga dalam ujian Hsien-shih. Sedangkan Shao Yunan peringkat 23.
"Selamat Zhang Yunlei, Shao Yunan" Chen Xirang dan Lu Xiang memberi selamat.
"Hehe, terimakasih. Dengan ini aku bisa mengikuti ujian fu shih".
"Ba-bagaimana denganku?" Miao Sheng bertanya dengan wajah pucat, ia menitipkan nomor ujian pada pelayan Shao Yunan.
"Oh maaf, saya lupa. Tuan muda Miao juga lulus, kau peringkat 21".
Miao Sheng duduk dan bernapas lega.
"Selamat Miao Sheng. Peringkat mu lebih tinggi dariku". Shao Yunan memberi selamat dengan tulus.
"Aku hanya beruntung". Jawab Miao Sheng rendah hati namun dalam hati ia sangat bangga. Akhirnya ia lulus ujian setelah menjalani beberapa ujian.
__ADS_1
"Selamat Miao Sheng" Lu Xiang dan Chen Xirang juga memberi selamat.
"Aku tidak tau peringkat berapa Lu Xiang dan Chen Xirang. Semoga kalian masuk ke sepuluh besar".
Lu Xiang tersenyum kecil dan Chen Xirang mengaminkan beberapa kali.
"Kepala juara nomor 203, kepala peringkat 203!! Siapa yang memiliki nomor ujian 203?" Pembawa berita meneriakkan laporan yang ia lihat.
Lu Xiang tertegun dan memeriksa kembali nomor ujian miliknya.
Chen Xirang menarik nomor ujian Lu Xiang dan tercengang. "Kau kepala juara. Kalau kepala juara Xie. Xie Hsien Lu Xiang!!"
Teriakan Chen Xirang membuat orang-orang menoleh tajam dan melihat Lu Xiang yang masih tertegun tidak percaya.
Mereka berdatangan satu persatu dan mengucapkan selamat. "Selamat pelajar. Siapa namamu?".
"Apa kau sudah memiliki istri? Aku punya anak gadis yang cantik di rumah".
"Kakak perempuan ku lebih cantik daripada anak gadis mu. Kau tinggal dimana Xie Hsien?"
Berbagai pertanyaan membuat Lu Xiang kewalahan dalam menjawabnya dan memilih untuk tidak melayani mereka setelah menjawab beberapa pertanyaan.
"Sudah, sudah. Kalian membuat Xie Hsien merasa sesak. Nanti dilanjutkan sesi pertanyaannya. Peringkat ku belum keluar". Chen Xirang membantu temannya mengusir orang-orang yang antusias pada Lu Xiang membuat laki-laki itu bernapas lega.
"Tuan muda Lu tuan muda Lu. Kau kepala juara!! Peringkat satu!!" Pelayan Chen Xirang berteriak histeris lupa siapa sebenarnya majikannya.
"Kami sudah tau. Berapa peringkat ku? Aku yakin kalau aku lulus ujian. Katakan cepat!!".
"Oh, tuan muda. Kau peringkat 16".
Chen Xirang bersorak gembira, ia tidak menyangka mendapatkan peringkat dua puluh besar.
Lu Xiang tersenyum senang dan mengucapkan selamat tidak menyadari wajah menghitam Miao Sheng yang mengepalkan tangannya dengan kuat.
Xie Hsien!! Mengapa harus Lu Xiang yang mendapatkannya?!
Semua rasa senang Miao Sheng yang lulus ujian sirna mendengar berita menggetarkan itu.
__ADS_1