Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Ketidakberdayaan yang Lu Xiang kembali rasakan


__ADS_3

"Hei kalian!!. Kenapa kalian tidak menyapa putri Huangzhi ketiga!!". Pelayan wanita yang berada di samping Zhang Yunfei berteriak dengan tatapan penuh mencemooh dan juga peringatan. 


Lu Xiang yang sebagai sarjana Jinshi dan pejabat kelas 5 tidak perlu membungkukkan badannya ketika menyapa keluarga kerajaan yang bukan putra mahkota sehingga ia hanya sedikit menundukkan kepalanya. "Saya bertemu dengan putri Huangzhi ketiga".


Namun Adelia dan kedua adiknya yang hanya rakyat biasa harus membungkuk rendah kepada Zhang Yunfei. "Saya bertemu dengan putri Huangzhi ketiga".


Lu Cheng dan Lu Shan yang tidak tau melihat Lu Xiang yang menyuruh melakukan hal yang sama dengan apa yang Adelia lakukan.


Zhang Yunfei tidak menjawab, ia memilih duduk dan menatap Adelia yang memiliki paras yang cantik dan itu membuatnya sedikit iri. Ia telah mengetahui bahwa Lu Xiang menolak tawaran suaminya sehingga apa yang ia lakukan saat ini sudah benar yaitu membuat Murong Xianting senang dengan membuat Lu Xiang menjadi terhina.


Walaupun sayang ia tidak bisa menghukum Lu Xiang langsung namun istrinya yang tidak memiliki gelar apapun menjadi targetnya. Zhang Yunfei adalah anak perempuan sah dari keluarga Zhang yang memiliki tingkatan ketiga di kalangan bangsawan yaitu bergelar Sangshuanghsu atau count, ia telah menikah dengan pangeran ketiga selama 5 tahun dan memiliki anak laki-laki sehingga statusnya di mansion pangeran ketiga sangat stabil.


Suasana menjadi tegang ketika pelayan dan manajer tau bahwa istri pangeran ketiga membuat masalah di toko mereka. Mereka ingin membantu namun mengingat bahwa Lu Xiang berlawanan dengan laki-laki yang memiliki kasih sayang Kaisar, mereka pun memilih untuk diam.


Rahang Lu Xiang mengeras dan tangannya mengepal erat di dalam lengan baju lebar yang ia pakai, melihat istrinya dan kedua adiknya yang membungkuk rendah hingga terhuyung namun tidak bisa berbuat apapun membuat kembali menyadari bahwa status yang ia miliki saat belum cukup untuk membuat istrinya menjadi terhormat.


Tidak hanya Lu Xiang, Adelia dan Lu Cheng juga pertama kali menyadari bahwa perbedaan status antara rakyat biasa dan bangsawan. Keduanya yang jarang bersosialisasi dan belum pernah melihat seorang bangsawan yang memiliki status tinggi belum pernah mengalami apa yang mereka rasakan saat ini.


Sedangkan Lu Shan yang tidak mengerti hanya bisa menahan airmata, walaupun tidak mengerti namun ia tau bahwa menangis hanya akan membuat masalah menjadi runyam sehingga dengan wajah memerah ia berusaha untuk tidak menangis dan berusaha keras untuk tidak terjatuh karena kepalanya yang mulai berkunang.

__ADS_1


Hampir 10 menit keadaan itu berlangsung hingga Zhang Yunfei puas melihat ekspresi keluarga tengik yang tidak tau tempat tersebut. "Bangunlah. Lain kali kalian harus punya tata krama sehingga pelayanku tidak harus menghukum kalian".


Zhang Yunfei sengaja berkata demikian karena ingin bermaksud untuk membuat keluarga Lu Xiang semakin malu karena disamakan dengan status seorang pelayan. Ia yakin ketika suaminya mendengar hal itu dia pasti akan sangat senang.


Lu Cheng dan Lu Shan yang masih kecil terjatuh karena kepalanya yang pusing akibat membungkuk rendah dalam waktu yang lama. Adelia dan Lu Xiang membantu keduanya sebelum berterimakasih pada Zhang Yunfei. Begitulah kejamnya statra sosial, walaupun mereka dihina namun mereka harus berterimakasih atas hinaan yang baru saja terima.


Lu Xiang memilih untuk pergi dari toko itu karena tidak mau Zhang Yunfei mencari alasan baru untuk menghukum istri dan kedua adiknya. Ekspresi dingin ketika melihat manajer dan pelayan membuat keduanya bergidik ngeri dan menelan ludah tanpa sadar. 


"Sepertinya kita tidak ditakdirkan untuk memiliki hubungan bisnis. Tolong kembalikan gambarnya setelah kalian selesai membuatnya. Terimakasih".


"Ayo sayang kita pulang". Lu Xiang menggendong Lu Cheng dan Adelia menggendong Lu Shan yang menjadi lemas dan takut. Mereka kehilangan gairah untuk berbelanja lagi setelah apa yang baru saja terjadi.


Keduanya diam saja dalam kereta kuda yang menuju rumah sampai Adelia memegang tangan Lu Xiang. "Jangan pikirkan lagi sayang. Membungkuk rendah lebih baik daripada dihukum dengan hukuman yang lain".


"Lu Xiang. LIhat aku, semua hal membutuhkan proses. Langkah awal kita hanya telat beberapa langkah daripada orang lain, kita bisa mencapai langkah yang sama jika kita berusaha lebih keras. Kau mengerti maksudku kan?". Jangan ambil jalan pintas.


Lu Xiang menarik dan memeluk erat Adelia. "Maafkan aku sayang". Ia tidak hanya tidak memberikan status yang baik kepada istrinya dan membuat istrinya yang menjadi korban mencoba menghibur dirinya.


Ha! Kau masih menjadi laki-laki yang lemah Lu Xiang!!.

__ADS_1


Sesampai di rumah keduanya tidak lagi membahas tentang kejadian yang terjadi di toko Heng Zhe dan lebih fokus untuk mempersiapkan pembukaan toko dan mendaftarkan Lu Cheng dan Lu Shan ke akademi.


Karena tidak ingin hal itu terjadi kembali, Lu Xiang meminta bantuan pada Ming Baixin untuk mencari seseorang untuk mengajarkan mereka siapa saja bangsawan dan anggota keluarga kerajaan yang harus mereka waspadai, terlebih untuk Lu Cheng dan Lu Shan yang akan masuk ke akademi Hanlin, tempat anak para aristokrat dan bangsawan berkumpul.


Walaupun mereka harus mewaspadai namun berarti mereka harus menghindar dan takut pada mereka. Seperti kata pepatah mengetahui musuh dapat memenangkan seribu perang.


Tak lama kemudian, setelah persiapan matang akhirnya toko De Xiang resmi dibuka di kota Shenyang, ibukota kerajaan Murong. Orang-orang menghampiri toko yang memiliki design interior unik tersebut dan masuk dengan ekspresi penasaran.


Toko kue tart sudah buka dari tahun yang lalu oleh pedagang yang memiliki koneksi dengan keluarga berpengaruh di ibukota sehingga mereka tidak terlalu antusias ketika masuk ke dalam toko De Xiang, mereka hanya penasaran dengan dekorasi unik yang memanjakan mata yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.


Sofa yang empuk dan ruangan yang cerah memberikan rasa nyaman dan kesan tersendiri oleh para pengunjung, terlebih ketika pelayan menunjukkan sikap ramah ketika melayani mereka yang hanya rakyat biasa tanpa sedikit pun memasang ekspresi remeh. 


"Aku ingin pesan kue tart dan cappucino cincau".


"Aku juga. Boleh aku bertanya apa itu parfait? Aku belum pernah melihat kue secantik ini sebelumnya".


"Tentu saja boleh tuan. Parfait adalah kue manis dan lembut dengan berbagai toping seperti stroberi, mangga, blueberry dan buah lainnya, menu ini sangat cocok untuk musim panas karena rasa dingin, manis dan tidak membuat orang yang memakannya menjadi cepat bosan".


"Kalau begitu, aku juga ingin mencoba parfait".

__ADS_1


Parfait yang diletakkan dalam botol kaca yang unik menjadi favorit orang-orang yang masuk ke  dalam toko De Xiang. Terlebih untuk wanita dan anak-anak.


"Selamat datang tuan Shu Shinzhi, suatu kehormatan bagi kami atas kehadiran anda disini". Manajer Lu yang dipilih oleh Ming Baixin mengetahui semua para bangsawan yang ada di ibukota sehingga ia segera mengenal anak Shu Taifu yang akan meneruskan gelar Duke ayahnya.


__ADS_2