
"Li Yueyin sudah menikah?!".
"Ya" Xiaowen lalu menceritakan bahwa Li Jin mencarikan kandidat suami yang cocok untuk istrinya, beberapa adalah sarjana Hsien dan dua orang sarjana Fu, kandidat yang ia pilih berdasarkan kecocokan dengan adiknya, mulai dari keluarga yang sederhana, tidak memiliki selir dan memiliki karakter yang dapat dipercaya, semua itu ia pilih agar Li Yueyin di hargai dan di hormati di keluarga suaminya kelak, namun itu semua tidak di apresiasi oleh adiknya.
Li Yueyin yang menaruh dendam pada kakaknya karena masalah yang terjadi di Fucheng hanya melihat keadaan keluarga kandidat suaminya dari luarnya saja, ketika ia melihat banyak kandidat berasal dari kelaurga miskin dan pas-pasan, kebencian pada Li Jin menjadi semakin membuncah, ia akhirnya mengadu pada ibunya dengan maksud supaya ibunya tidak menyukai Li Jin.
Namun ibunya yang partiarki tentu saja membela Li Jin dan mengatakan bahwa kakak laki-lakinya melakukan yang terbaik untuknya, walaupun ibu Li menyanyangi Li Yueyin namun tetap saja unsur budaya partriarki tetap melekat di tubuhnya.
Li Yueyin semakin marah dan tidak suka dengan keluarga maternalnya tanpa sadar bahwa ia sangat beruntung berada di keluarga tersebut mengingat banyak keluarga yang tidak menghargai anak perempuan mereka. Li Yueyin akhirnya pergi ke kota dan memilih sendiri calon suaminya yang merupakan anak pedagang kaya di sana namun ia sendiri adalah sarjana Hsien yang akan mengikuti ujian Fu-shih.
Li Yueyin yang jatuh cinta memaksa keluarganya untuk menyetujui permintaannya dengan cara mengancam untuk bunuh diri dengan menggantung diri jika permintaannya tidak dipenuhi.
Li Jin mencari tau keluarga Luo yang dipilih oleh adiknya dan mendengar rumor bahwa Luo Bai menyimpan selir di luar rumah, ia akhirnya melarang adiknya dan memberitahu apa yang ia temukan namun adiknya yang sangat yakin bahwa ia akan menikahkannya dengan laki-laki miskin malah berburuk sangka dan semakin membencinya.
Li Jin yang semakin kecewa pada adiknya akhirnya menyerah dan membiarkan adiknya membuat keputusan sendiri, akhirnya pernikahan terjadi dan Li Yueyin pindah ke keluarga suaminya.
Tak berapa lama, suami Li Yueyin mengikuti ujian Fu-shih namun gagal membuatnya merasa malu akan tetapi berkat bujukan dan rayuan Luo Bai, Li Yueyin malah ingin memanfaatkan koneksi Li Jin agar kakaknya memasukkan suminya ke dalam kantor Prefek.
Adelia yang mendengar semua itu hanya bisa speechless dan heran oleh cara berpikir Li Yueyin, apa dia pikir hati kakaknya terbuat dari air dan tidak akan mengeras seiring rasa kecewanya yang bertambah dalam?. Hidup terlalu dimanja membuat Li Yueyin tidak menyadari bahwa ketika menikah backing seorang perempuan adalah keluarga maternalnya jika ia tidak bisa berguna atau membantu keluarga suami.
__ADS_1
"Jadi Li Yueyin akan pergi ke Fucheng?".
"Aku tidak tau, Li Jin sudah melarang dan tidak akan meladeni gadis itu dan suaminya jika tetap bersikukuh ingin pergi ke Fucheng".
Adelia mengangguk setuju, ia lalu mengalihkan percakapan kepada hal yang lain seperti persiapannya untuk pindah atau rencana kegiatan apa saja yang akan ia lakukan setelah sampai ke ibukota.
Xiaowen juga menceritakan bahwa berita tentang Lu Xiang menerima gelar dari Kaisar sudah menyebar di kota Cheng dan desa Miao maupun desa Lu.
Adelia sudah mengetahui tentang hal tersebut dari guru Lu Xiang, karena sangat bangga Zhao Fan menyebarkan berita tersebut dan menulis tentang reaksi keluarga Miao dan keluarga Lu yang begitu tidak percaya tentang apa yang mereka dengar.
Nenek Miao Lan bahkan pingsan karena berita tak terduga tersebut membuat keluarganya menjadi panik, keluarga Lu sendiri bereaksi lebih intens mereka bahkan memanfaatkan nama Lu Xiang untuk membangun koneksi membuat Zhao Fan menjadi murka dan menyebar rumor tentang keluarga Lu yang memutuskan tali persaudaraan dengan laki-laki yang menerima gelar sarjana kehormatan.
Kejadian itu membuat kepala desa Lu menjadi marah karena desa Lu terkena imbas akan apa yang telah dilakukan oleh keluarga Lu, ingin rasanya ia mengusir keluarga tidak tau malu itu namun mengingat Lu Haoran yang bekerja di kantor walikota membuat kepala desa Lu mengurungkan niatnya tanpa mengetahui bahwa keluarga Lu Haoran juga ikut terkena dampak.
Lu Haoran dipecat oleh walikota Li yang ingin menjilat dan mencari muka di hadapan Lu Xiang melalui anak dan menantunya, walaupun tidak begitu berhasil namun setidaknya gelar menjadi besan Lu Xiang membawa banyak keuntungan baginya.
Adelia menjadi terharu dan speechless di saat bersamaan setelah membaca surat dari guru suaminya, ia tidak menyangka bahwa Juren Zhao Fan yang mereka hormati ternyata juga suka bergosip dan menjadi provokator, kesan imut dan lucu pun melekat di pikiran pasutri tersebut.
"Aku akan berdoa perjalananmu akan lancar dan aman dan kau menjadi wanita terhormat di ibukota nanti!!". Ucap Xiawen tulus, ia merasa bahwa itu tidak sulit untuk dicapai karena baik Adelia maupun suaminya memiliki banyak ide cemerlang yang dapat digunakan.
__ADS_1
"Terimakasih atas doa mu Xiaowen, jika kau sudah berduski dengan suamimu tentang masalah toko, jangan lupa kabari aku".
"Tentu saja, terimakasih Adel, kau telah banyak membantuku dan keluargaku". Xiowen begitu bersyukur memiliki teman seperti Adelia yang tidak pernah meremehkannya walaupun status keluarga mereka sangatlah berbeda.
"Haha, kita ini teman jadi sudah sepatutnya".
Usaha Adelia yang sudah menyebarkan informasi tentang penjualan rumah dan toko De Xiang beserta taman di sampingnya akhirnya membuahkan hasil pada akhir bulan, karena daerah stategis dan pemilik rumah yang terkenal rumahnya terjual dengan harga 20.000 koin perak atau setara dengan 200 koin emas.
Toko De Xiang juga ikut terjual dengan harga 25.000 koin perak beserta taman, pemilik barunya bahkan membeli resep kue tart seharga 15.000 koin perak dalam memanfaatkan ketenaran toko De Xiang untuk membuka kembali toko tersebut dengan nama berbeda.
Adelia setuju karen Xiaowen menolak tawarannya untuk mencarikan toko yang strategis, karena masa melahirkan yang tidak lama lagi membuat Xiaowen dan Li Jin memutuskan untuk tidak dulu membuka toko kue karena tidak akan ada yang bisa mengelolanya.
Ibu Li sendiri tidak begitu pintar dalam perhitungan dan buta huruf sehingga tidak bisa diharapkan, satu-satunya orang yang bisa diharapkan adalah Li Yueyin namun mengamanahkan toko pada perempuan itu sama saja dengan memberinya secara percuma. Xiaowen tidak akan sudi melakukan hal itu.
Tak terasa waktu berjalan dengan cepat, Adelia yang sibuk melakukan persiapan akhirnya berangkat bersama keluarganya beserta pelayan,penjaga dan petugas yamen dari Prefek Zhong.
Ia menyewa 7 kereta untuk mengangkut barang dan pelayan ke ibukota serta menyewa 10 kuda kuat dan dewasa untuk penjaga yang telah dilatih oleh Lu Kai, walaupun tidak sekuat prajuit namun setidaknya dapat melindungi majikan mereka.
"Ayo kita berangkat".
__ADS_1