
Lu Xiang tidak ingin lagi berurusan dengan siapapun yang menjadi bagian dari keluarga Lu. Ia pun menulis surat pada dalangnya kejadian kemarin untuk memperingatkan bahwa ia akan melaporkan semua pengalaman pahitnya pada walikota Li jika Lu Huanran masih berani menyuruh kakaknya untuk datang pada Lu Xiang.
Ia mengirim surat peringatan itu melalui petugas yamen yang ada di kota Cheng, gelar Xie Hsien membuatnya dapat dengan mudah meminta tolong hal tersebut.
Adelia juga tidak ingin suami kembali terluka oleh keluarga Lu yang tidak tau malu itu. Ia berdandan bak Ibu-ibu dengan kemampuan make up miliknya lalu memakai sepatu berhak tinggi yang mirip dengan sepatu desain dunia ini agar tidak ada yang mengenalinya lalu membayar para gelandangan untuk mencari informasi siapa keluarga yang tidak menyukai Lu Ho dan Lu Haocun lalu membayar gelandangan untuk memasukkan kedua paman sialan itu ke karung beras besar dan memukulnya hingga babak belur.
Adelia memanfaatkan musuh dua keluarga Lu bersaudara itu untuk menjadi kambing hitam, tidak hanya itu Adelia juga membayar gelandangan itu untuk memberikan informasi tentang keduanya yang memutuskan hubungan persaudaraan dengan Xie Hsien karena tidak ingin membayar biaya pengobatan ibu Xie Hsien.
Adelia memastikan berita itu viral di desa Lu yang cukup jauh dari kota Cheng. Walaupun berita tersebut akan menjadi buah bibir orang-orang namun menyerang terlebih dahulu lebih efisien daripada mencari solusi apa kejadian itu tersebar tanpa persiapan.
Adelia sama sekali tidak menyembunyikan apa yang ia lakukan dari suaminya. Lu Xiang terharu apa yang dilakukan oleh istrinya. Ia mengecup bibir Adelia seraya berkata. "Aku mencintaimu Adel".
Suasana di rumah Lu Xiang kembali menjadi normal. Adelia mendapatkan buah anggur berkualitas tinggi dari manajer Xu setelah menunggu hampir setengah bulan, ia langsung memproses buah itu dan memasukkan buah itu untuk di fermentasi menjadi wine berkualitas tinggi.
Lu Xiang juga kembali masuk akademi, kini ia dan teman-temannya yang lulus ujian mempunyai kelas belajar tersendiri untuk persiapan mengikuti ujian selanjutnya yaitu ujian fu-shih.
Hari ini, Lu Xiang mengundang teman yang lulus ujian bersama dengannya untuk pergi makan malam di rumah sebagai perayaan telah lulus ujian bersama.
"Eh! Tidak pernah pernahnya kau mengundang kami ke rumah sebelumnya. Apa hari akan turun hujan?" Chen Xirang menggoda Lu Xiang sembari menatap langit di luar kelas.
"Kau tidak ingin ikut, baik..."
"Hei hei teman. Siapa yang tidak ingin ikut? Aku tidak pernah mengatakan itu, kau tidak bisa diajak becanda cih".
Shao Yunan terkekeh di samping. "Mengapa kau selalu mencari kekalahan mu sendiri Xirang. Sadar lah, kau tidak pernah bisa menang dari Lu Xiang".
"Kami akan datang tepat waktu". Zhang Yunlei tersenyum dan mengangguk setuju.
"Bawa juga istri kalian".
Seketika Zhang Yunlei, Chen Xirang dan Shao Yunan berwajah datar.
"Kau!" Ucap mereka serentak. Ketiga belum menikah karena fokus pada belajar, lagipula pelajar seperti mereka akan telat menikah karena ingin mencari istri terbaik setelah mendapat gelar sarjana. Oleh karena itu ucapan mereka seperti panah yang menusuk tubuh mereka.
Lu Xiang sama sekali tidak merasa bersalah dan malah tersenyum bangga dan simpati pada temannya pada saat bersamaan.
"Bagaimana denganmu Miao Sheng?" Ia sebenarnya tidak mau menjalin pertemanan dengan laki-laki ini sehingga jarang mengajaknya berbicara dan Miao Sheng juga tidak ingin berbicara duluan yang membuatnya nyaman. Namun ia tidak bisa diam saja tanpa mengajak sepupu Adelia itu.
__ADS_1
"Maaf kakak ipar. Aku tidak bisa datang, nenek sedang sakit karena jatuh pingsan dia hari yang lalu" Miao Sheng tidak ingin pergi dan melihat Lu Xiang menjadi fokus bahkan di luar akademi.
Rasionalitasnya menyuruhnya untuk dekat dengan Lu Xiang namun sangat susah ia jalankan dibawah kecemburuan dan iri yang tersimpan di dadanya, terlebih setelah Lu Xiang menjadi Xie Hsien. Begitu sulit mengekspresikan rasa senang bersama laki-laki itu.
Lu Xiang terkejut. "Nenek Miao Lan sakit apa?".
Miao Sheng terdiam sesaat. "Nenek sudah tua jadi sudah sakit-sakitan" Tidak mungkin ia mengatakan bahwa neneknya jatuh pingsan karena syok mendengar Lu Xiang menjadi Xie Hsien!.
"Aku minta maaf. Nanti aku akan mengabarkan Adelia". Lu Xiang tidak berjanji untuk menjenguk.
"Baiklah kakak ipar, terimakasih".
Sesaat suasana menjadi hening, baik Chen Xirang dan Shao Yunan melihat satu sama lain dengan canggung. Ia tau hubungan Lu Xiang dan Miao Sheng tidak baik karena keluarga Miao sehingga tidak heran jika Lu Xiang jarang mengajak sepupu istrinya bicaranya, menurut mereka Lu Xiang sudah berbaik hati membantu Miao Sheng agar dapat mengikuti ujian karena cukup mudah membuat laki-laki itu gagal karena tidak punya penjamin pelajar jika saja Lu Xiang ingin melakukannya namun teman mereka tidak melakukan itu dan malah membantu, itu lebih cukup menunjukkan integritas seorang pelajar menurut mereka.
"Kami juga boleh ikut?" Seorang pemuda yang juga berada di kelas khusus menghampiri Lu Xiang dan memecahkan keheningan. Ia ingin membangun pertemanan dengan baik dengan Xie Hsien tersebut.
"Tentu saja Li Jin. Semuanya aku undang ke rumah untuk makan malam". Lu Xiang mengiyakan.
Teman sekelas lainnya juga menghampiri Lu Xiang dan berbincang serta menanyakan pertanyaan yang tidak mereka pahami. Lu Xiang dengan sabar meladeni semua percakapan yang dituju padanya.
Miao Sheng yang duduk di sebelah Shao Yunan menatap kelam pada Lu Xiang yang jadi pusat perhatian lalu menundukkan pandangannya.
Lu Xiang diam sejenak. Ia sebenarnya lebih ingin di rumah menghabiskan waktu dengan Adelia daripada bersosialisasi dengan pelajar lain yang tidak ia kenal namun ia tau bahwa ia harus melakukan sosialisasi untuk mengembangkan koneksi, mungkin itu akan bantuan ketika ia membutuhkannya. Ia pun mengangguk setuju.
"Aku akan ikut bergabung".
Zhang Yunlei tersenyum senang. "Baiklah, besok aku akan membawakan undangan untukmu".
"Terimakasih telah mengajakku Yunlei".
"Ini bukan apa-apa. Lagipula banyak yang ingin bertemu dan berkenalan denganmu".
Siangnya Lu Xiang pulang ke rumah dan memberitahu berapa orang yang akan datang nanti malam agar istrinya tidak terkejut dan tidak menyediakan makanan yang cukup.
"Baiklah. Aku akan memasak hotpot sebagai makanan utama dan 3 makanan penutup. Lu Xiang, tolong bawa keluar wine buah dari dalam basemen". Makanan musim dingin yang paling cocok adalah hotpot, menu makanan yang harus di masak sendiri dari bahan-bahan yang telah disiapkan.
"Siap istriku".
__ADS_1
Selesai makan siang, Lu Xiang kembali ke akademi dan Adelia sibuk mempersiapkan acara makan malam bersama dengan Lu Fang dan Lu Lian.
"Nyonya. Apa nyonya ingin membuat acara makan malam?" Lu Lian bertanya sembari memotong bahan-bahan masakan.
"Ya. Lu Xiang mengajak temannya untuk makan malam bersama".
Mata Lu Lian bersinar. "Nyonya, apa nyonya juga akan menemani tuan makan malam dengan teman pelajarnya?".
Adelia menghentikan gerakannya yang ingin mencicipi masakan lalu tersenyum simpul namun matanya menunjukkan keheranan. "Ya, mereka juga akan mengajak istri mereka".
"Benarkah? Kalau begitu apa aku bisa ik..."
"Lu Lian!" Lu Fang segera memotong perkataan anaknya.
Sinar heran hilang dari mata Adelia berganti dengan sinar tajam namun ia segera tersenyum. "Kau ingin ikut?"
Lu Lian mengangguk tajam. "Ya, nyonya".
"Baiklah, kau boleh ikut, Lu Fang dan Lu Niang juga akan ikut bergabung untuk melayani tamu".
Senyum Lu Lian membeku. "Ta-tapi...".
"Kami akan melakukannya dengan baik nyonya. Kami tidak akan mengecewakan mu".
"Aku tau kalian bisa diandalkan".
"Hamba dan Lu Lian izin permisi sebentar nyonya".
Adelia mengangguk tanpa kata.
"Lu Lian, ikut ibu ke kamar sebentar". Lu Fang berbisik dan menarik paksa anaknya untuk mengikutinya.
Raut wajah Adelia berubah, ia menatap ke depan dan berpikir bahwa ia membutuhkan pelayan baru. Ia sudah menyadari keanehan dari pelayan kecilnya itu ketika memergokinya sedang melihat Lu Xiang yang sedang menikmati makanan.
Namun Adelia tidak berpikir sejauh itu karena usia Lu Lian yang masih baru 12 tahun. Di dunia modern gadis kecil itu baru akan lulus sekolah dasar dan bahkan belum mengenal pacaran namun pertanyaan Lu Lian membuatnya berpikir jauh karena ia hanya seorang budak dan terlebih banyaknya novel historical yang ia baca membuatnya menangkap sinyal dari pancaran mata sang gadis.
Adelia merasa bimbang, di satu sisi ia tidak tega dan akan merasa bersalah menjual gadis 12 tahun lagi ke birokrasi nui namun di sisi yang lain ia tidak ingin menyesal menyimpan tikus yang akan menggigit majikannya.
__ADS_1
Rasionalitasnya mengatakan bahwa Lu Lian harus dijual untuk menghindari penyesalan di masa depan namun hatinya terasa berat untuk melakukannya, lagipula jika ia memutuskan untuk mengembalikan Lu Lian ke birokrasi nui maka akan membuat hati keluarganya menjadi dingin.
Tapi bagaimana jika sesuatu hal yang membuatnya menyesal terjadi? Ia tidak bisa membaca pikiran maupun masa depan, akan sangat sulit untuk menghindar dari sepuluh ribu anak panah.