Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Xie Jinshi


__ADS_3

Cara terakhir yang dapat ditempuh oleh para pejabat yang menguasai sebagian kekuatan di ibukota adalah mencari dan menarik kandidat sarjana yang lulus ujian gelombang ketiga untuk masuk ke dalam kelompok mereka lalu mencari cara untuk memanipulasi hasil ujian agar sarjana yang mereka dukung dapat menduduki peringat atas dan mendapat perhatian Kaisar.


Namun mereka tidak tau bahwa mereka telat beberapa langkah dari Kaisar dan Murong Xianming, pelaku dari konspirasi berbalut ujian tersebut. Bagaimana mungkin Kaisar dan putra mahkota membiarkan hal tersebut terjadi.


Shu Taifu sudah menyeleksi pemeriksa ujian berkat bantuan dari Kaisar dan putra mahkota, walaupun fraksi lainnya juga menyelipkan orang mereka ke dalam pemeriksa ujian namun itu tidak akan memberikan pengaruh signifikan karena tidak melakukan persiapan yang matang karena lengah oleh soal ujian yang tidak mereka ketahui sebelumnya.


Para pejabat tersebut tidak mengetahui bahwa mereka telah kalah sebelum bidak catur diletakkan diatas papan catur. 


Hasil akhir ujian akan diumumkan dua hari kemudian dan itu digunakan oleh Lu Xiang dan teman-temannya untuk mengenali wajah ibukota, mereka pergi berkeliling ibukota dengan kereta kuda dan melihat situasi ibukota serta mengumpulkan informasi yang berguna bagi mereka, entah itu tentang pangeran, para pejabat atau bangsawan sehingga mereka dapat menghindari konflik dengan mereka.


Lu Xiang akhirnya memundurkan kembali jadwal untuk bertemu dengan Shu Taifu karena petisi pejabat dan konspirasi yang dilakukan oleh sarjana yang merupakan keluarga atau sanak saudara dari keluarga bangsawan. 


Situasi tegang yang dirasakan oleh para peserta karena jebakan yang dilakukan oleh peserta yang gagal membuatnya sadar bahwa sebelum hasil ujian diumumkan, akan sangat tidak baik jika ia menemui Shu Taifu karena dapat dimanfaatkan oleh peserta yang tidak suka dengan hasil ujian miliknya untuk menyerangnya.


Pagi harinya, Lu Xiang menerima surat dari Adelia yang mengabarkan kabar dirinya, Baobao dan kedua adik iparnya serta menanyakan kabar suaminya.


Senyuman tulus dan lembut yang tidak terlukis di wajah Lu Xiang setelah ia sampai di ibukota akhirnya kembali terlihat di wajah laki-laki itu, ia berkali-kali membaca surat tersebut dan tersenyum lebar sebelum mengambil kertas dan kuas untuk membalas surat tersebut namun tidak langsung mengirimnya karena menungu hasil ujian untuk memberitahu istrinya apakah ia harus pindah ke ibukota atau tidak.


Peringkat atas ujian memberikan peluang yang besar untuk Lu Xiang untuk tinggal di ibukota karena peserta ujian yang akan mengikuti ujian istana akan memiliki jabatan di pemerintahan di ibukota.


"Kau tidak usah menjemputku Lu Xiang, aku bisa pergi ke ibukota bersama dengan Baobao, Lu Cheng dan Lu Shan, aku akan ditemani dan dilindungi oleh para pelayan, penjaga dan juga petugas yamen yang aku sewa".


Awalnya Lu Xiang tidak setuju. "Aku akan khawatir karena tidak melindungimu secara langsung, bagaimana jika sesuatu terjadi dan aku tidak tau?".


Adelia memegang kedua pipi suaminya dan menatap dalam. "Jangan pesimis, tidak akan terjadi apapun. Lagipula aku berpikir bahwa lawan politik yang tidak suka denganmu justru akan lebih tau dan mudah mempersiapkan jebakan jika kau menjemputku".


Lu Xiang tertegun.

__ADS_1


"Coba pikirkan, mereka pasti mengawasi gerak-gerikmu dan ketika kau pergi menjemputku dan anak kita serta Lu Cheng dan Lu Shan, bukankah akan memberitahu langsung pada mereka bahwa kau akan menjemput keluargamu?".


Melihat Lu Xiang yang masih diam. Adelia kembali melanjutkan "Mereka tentu saja akan meremehkanku dan berpikir bahwa kau seorang sarjana yang sama seperti sarjana lainnya yang meninggalkan istri kampung yang tidak memberikan keuntungan apapun di ibukota sehingga tidak akan mengirimkan orang untuk memantau gerak-gerik ku di Fucheng. Kita bisa meminta bantuan pada Prefek Zhong untuk mengirimkan petugas yamen yang memiliki ilmu beladiri yang tinggi".


Penjelasan masuk akal membuat Lu Xiang sedikit lega dan senang. "Kau sangat pintar sayang, kau bahkan bisa memikirkan sampai sedetil itu".


Adelia hanya tertawa bangga, ia mampu memikirkannya karena membaca novel yang memiliki kejadian yang kurang lebih sama dengannya di tambahkan dengan pemahaman laki-laki yang memandang remeh wanita, ia berkesimpulan bahwa pemikiran mereka seperti yang ia analisa.


Itulah yang mereka diskusikan sebelum Lu Xiang berangkat ke ibukota, mereka dapat menjalankan ide tersebut jika ia berpotensi besar bekerja dan membangun karir di ibukota.


"Hasil ujian telah keluar!! hasil ujian Hui-shih telah keluar!!!" Pengumpul informasi berteriak mengumumkan berita yang menjadi perhatian banyak orang.


Sarjana, pelayan dan pengumpul informasi berbondong-bondong mendatangi tempat ditempelnya pengumuman hasil ujian dan melihat tidak sabar apakah mereka, tuan mereka lulus ujian.


Lu Xiang mengirim Lu Cai untuk melihat hasil ujian seperti biasanya namun telah berpesan sebelumnya bahwa laki-laki itu tidak boleh berteriak mengumumkan hasil ujian miliknya, ia tidak mau menerima banyak lamaran lagi yang datang setiap hasil ujian di umumkan, ia tidak mau membuat keluarga lain tersinggung ketika menolak lamaran tersebut.


"Tuan besar, tuan besar!!!" Lu Cai yang sudah melihat hasil ujian berlari dengan penuh semangat dan antusias mengabarkan berita baik itu pada tuannya namun ia sadar perintah Lu Xiang ketika melihat mata penuh peringatan pemuda tersebut.


"Ayo, kita pulang, kita bicarkan hal ini di rumah saja".


Tiga teman Lu Xiang paham maksud laki-laki itu, mereka pun meninggalkan kedai teh tanpa terlihat mencolok.


"Tuan besar!! Anda peringkat pertama, anda mendapatkan peringkat pertama!!". Sesampainya di rumah, Lu Cai tidak mampu membendung lagi rasa antusiasnya dan mengumumkan dengan suara lantang.


Lu Xiang bernapas lega. "Bagaimana dengan yang lainnya?"


Wang Tianjin dan Zhang Yunlei menatap nyalang pada Lu Cai. 

__ADS_1


"Tuan muda Wang peringkat kedua!! selamat tuan muda Wang" Ucap Lu Cai sembari menatap Wang Jiayou.


"Aku kalah darimu, selamat Lu Xiang".


"Kau tidak kalah Jiayou, mungkin selera pemeriksa ujian lebih memihak padaku". Hibur Lu Xiang.


Wang Jiayou hanya tertawa karena tau bahwa apa yang Lu Xiang katakan ada benarnya dan mengakui bahwa temannya lebih beruntung darinya.


"Bagaimana denganku?" Wang Tianjin bertanya tidak sabar.


"Tuan muda Wang peringkat 42 sedangkan tuan muda Zhang peringkat 48". Lu Cai mengabarkan dengan senang, ia tidak tau bahwa peringkat bawah akan pasti gagal dalam ujian seleksi.


Wang Tianjin dan Zhang Yunlei bernapas lega, walaupun tau bahwa itulah akhir dari usaha keras mereka namun keduanya tidak begitu kecewa karena tau gelar Jinshi lebih hebat daripada Juren, mereka dapat menduduki jabatan sebagai Prefek atau magistrate atau bahkan dapat membangun akademi pribadi sehingga tidak lulus ujian seleksi bukan suatu hal yang menyedihkan.


Mungkin kejadian ini memberitahu keduanya bahwa mereka tidak cocok membangun karir di ibukota.


"Jangan bersedih, kalian masih punya banyak kesempatan untuk lulus di ujian berikutnya".


"Ya. Mungkin ini takdir kami untuk membantu karir kalian di ibukota setelah kalian lulus di ujian berikutnya" Canda Wang Jiayou.


Lu Xiang dan dua temannya tertawa.


"Aku tidak sedih atau kecewa karena tau bahwa aku tidak cocok membangun karir di ibukota".


"Ya, mungkin aku akan membangun akademi dan menjadi lebih kaya daripada kalian".


"Kau benar, jabatan di ibukota tidak terlihat seperti emas di mata kami".

__ADS_1


Lu Xiang dan Wang Jiayou merasa lega karena kedua teman mereka benar-benar tidak sedih dan kecewa oleh peringkat ujian Hui-shih.


__ADS_2