
Lu Xiang menutup bukunya ketika melihat Adelia masuk dengan membawa nampan bubur ayam dan dua buah bakpao isi kacang merah serta segelas air putih.
"Kau tidak perlu memasak lagi untukku. Aku tidak lapar" Ia segera mengambil nampan dari tangan istrinya.
"Kau menggunakan banyak otakmu untuk belajar jadi kau akan lapar tengah malam. Makanlah". Adelia duduk di samping menunggu suaminya makan.
Lu Xiang tersenyum lembut. "Terimakasih istriku".
Adelia batuk dan mengangguk malu. Ia belum terbiasa mendengar panggilan suaminya membuat wajahnya memerah tanpa bisa ia cegah.
Lu Xiang makan dengan lahap, ia memang lapar di tengah walaupun sudah makan malam ketika belajar namun ia tidak ingin menyusahkan Adelia yang sudah sibuk seharian mempersiapkan pembukaan toko kue dan orderan dari manajer Xu.
Lu Xiang melihat raut wajah istrinya yang sedikit kelelahan, ia membelai lembut pipi Adelia dan menghela napas panjang. "Aku minta maaf karena tidak bisa membantumu dua hari ini. Kau pasti sangat kelelahan kan?"
Adelia menggeleng pelan. "Tidak kok. Walaupun kau tidak ada, masih ada Lu Chen dan Lu Shan yang membantuku".
"Sewaktu toko kue dibuka kau pasti jauh lebih sibuk dari sekarang. Apa kau ingin memperkerjakan orang lain? Aku tidak ingin kau kelelahan".
Adelia berpikir dan mengangguk. Persiapan untuk membuka toko kue saja dia hampir kewalahan apalagi ketika setiap hari harus mempersiapkan kue untuk dijual namun memperkerjakan orang lain sangat riskan karena berpotensi resep kuenya akan bocor, mereka tidak punya backing siapapun akan sangat sulit menghindar jika ada yang ingin menganggu bisnis mereka. Walaupun paman Xu menjamin namun ia hanya partner biasa jadi tidak mungkin paman Xu selalu membantu mereka.
"Aku ingin memperkerjakan orang lain tapi takut resep kuenya bocor".
"Kau bisa membeli budak. Mereka jauh lebih aman daripada memperkerjakan orang lain".
Mata Adelia berbinar. Ya! Mengapa ia lupa akan hal itu, di zaman kuno ia dapat membeli budak yang akan loyal padanya.
"Kau benar!" Namun senyumnya meredup. "Tapi harga seorang budak mahal kan?"
Senyum Lu Xiang juga membeku, ia menyadari bahwa mereka tidak punya banyak uang untuk membeli seorang budak namun ia tetap menenangkan istrinya. "Kau tidak perlu khawatir, perdana buka toko kue masih beberapa hari lagi, kita pasti dapat membeli seorang budak". Dalam hati ia bertekad menjual buku pengetahuan dasar pada toko buku dan menerima beberapa orderan lainnya agar dapat mengumpulkan uang dengan cepat.
__ADS_1
Adelia mengangguk lega.
&&&
"Kau yakin nek? Lu Xiang melanjutkan sekolah lagi?!" Miao Sheng bertanya tidak percaya.
"Ya. Bocah tengik sama cucu pembangkang ku mendapat kerja di kota, mereka sangat beruntung tapi Adelia sedikit pun tidak mengabari ku apapun, memberi tunjangan saja tidak. Dasar cucu durhaka!" Nenek Lan menyumpah serapah Adelia dan Lu Xiang dengan ekspresi tidak rela.
Miao Sheng menundukkan pandangannya, menutupi sinar kelam di matanya. Ia sangat membenci Lu Xiang karena semenjak laki-laki itu masuk Akademi, para warga selalu membandingkannya dengan Lu Xiang.
Ketika mendengar Lu Xiang putus sekolah, ia adalah salah seorang yang paling senang mendengarnya dan menyangka bahwa laki-laki itu tidak dapat lagi bersaing dengannya namun ia tidak menyangka hanya dalam kurun waktu hampir tiga minggu ia tidak pulang ke rumah ia mendapat kabar tidak menyenangkan itu. Tangannya mengepal kuat, dalam hati ia takut jika Lu Xiang akan mengalahkannya dalam ujian dan ia akan berdiri di belakang laki-laki itu untuk selamanya.
"Apa nenek tau dimana mereka mendapatkan pekerjaan?"
Nenek Lan menggeleng, Lien Hua dan Li Mei yang mendengar juga ikut menggeleng. Keduanya sudah pergi ke kota dan mencari tau tentang tempat dimana Adelia bekerja namun tidak ada informasi apapun tentang gadis itu.
Miao Sheng tersenyum dan menepuk lembut tangan keriput neneknya. "Kau tidak perlu khawatir nek. Lu Xiang sudah lama tidak belajar jadi dia akan jauh ketinggalan daripada aku, aku yakin dia tidak dapat mengikuti ujian tahun depan". Walaupun ia menenangkan neneknya namun dalam hati ia juga tidak yakin akan perkataannya sendiri.
Li Mie mendekat pada anaknya setelah nenek Miao Lan dan Lien Hua pergi. "Apa yang harus kita lakukan Miao Sheng? Aku tidak ingin Lu Xiang mengikuti ujian kenegaraan tahun depan".
Wajah Miao Sheng seketika menjadi murung. "Mengapa dia sampai bisa bekerja di kota?"
"Itu.. Aku dengar bahwa Lu Xiang mempunyai kenalan yang memberinya sebuah toko untuk dikelola".
Wajah Miao Sheng mengernyit "Apa kau tau toko tempat mereka bekerja ibu?"
Li Mei menggeleng sembari menghela napas kecewa. "Tidak. Aku sudah mencari tau di kota tapi tidak menemukannya".
Miao Sheng diam sesaat. "Biar aku saja yang mencari tau. Ibu bayar orang lain untuk mengacaukan usaha Lu Xiang, biar perlu rusak reputasinya" Aura dingin berkilat di matanya.
__ADS_1
Li Mei mengangguk mengerti.
Miao Sheng melambai tangannya. "Sudah keluar dari kamarku. Aku ingin belajar lagi". Informasi tentang Lu Xiang kembali ke Akademi membuatnya panik dan ingin belajar dengan giat lagi.
Li Mei mengangguk. "Kau belajar saja, tidak perlu memikirkan Lu Xiang. Ibu tau kalau kau lebih pintar dan cerdas dari pemuda miskin itu".
Miao Sheng mengangguk tidak sabar. "Ya ya, aku tau".
&&&
"Ada yang bisa dibantu pelajar?" Pegawai toko buku mendatangi Lu Xiang yang masuk ke dalam toko.
"Aku ingin menjual buku" Lu Xiang membuka bungkus kain dan meletakkan beberapa buku yang sudah ia copy.
Sang pegawai membuka buku dan tertegun melihat tulisan elegan dan rapi di dalamnya. "Sebentar, aku akan memeriksa bukunya". Ia mengambil buku-buku itu dan pergi ke belakang untuk memeriksa apakah buku itu ada typo atau tidak.
Lu Xiang mengangguk dan mulai membaca buku klasik yang ada di toko buku itu. Toko buku Zhongshuge adalah salah satu toko buku yang membiarkan pelajar untuk dapat membaca gratis sehingga sangat banyak membantunya ketika ia tidak punya uang untuk membeli buku.
Sebelumnya ia juga sudah bekerjasama dengan toko buku Zhongshuge dalam mengcopy buku dan membuatnya dapat membayar biaya sekolah di Akademi.
Tak butuh waktu lama, sang pegawai kembali dan menyerahkan 1 koin perak dan 500 koin tembaga untuk tiga buku yang Lu Xiang jual.
"Buku empat buku lima klasik tidak memiliki banyak kata jadi kami membelinya seharga 500 koin tembaga dan ini uangnya untuk tiga buku".
"Terimakasih"
Lu Xiang keluar dari toko buku dan melihat satu koin perak yang ia dapat dari hasil menjual buku, ia menghela napas panjang namun tidak putus asa dan akan terus mengcopy buku untuk dijual agar dapat membeli seorang budak untuk Adelia.
"Yo~. Siapa ini kalau bukan Lu Xiang si anak miskin? Untuk apa kau ke toko buku? Berangan bisa kembali sekolah di Akademi ya?".
__ADS_1
Suara laki-laki penuh cemoohan membuat langkah Lu Xiang berhenti, ia melihat seorang laki-laki berbadan tinggi semampai dengan rambut panjang yang di sanggul serta memakai baju berbahan satin lembut, laki-laki itu diapit oleh dua laki-laki yang berpakaian lebih sederhana darinya.