Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Kepindahan Li Jin dan Xiaowen


__ADS_3

Li Jin menghela napas lega melihat Lu Xiang dan teman-temannya dapat bercanda tentang apa yang adiknya katakan, ia tau bahwa mereka melakukan itu untuk dirinya agar tidak merasa bersalah namun matanya menatap dingin pada Li Yueyin yang masih terpaku karena tidak sesuai reaksi yang ia prediksikan.


"Ayo kita pulang. Semuanya! aku pulang lebih dulu". Li Jin menarik tangan adiknya dan melangkah pergi namun sesaat kemudian langkahnya berhenti ketika mendengar jawaban temannya.


"Baiklah. Apa kau ingin ikut kami ke rumah Banmei Li Jin?" Wang Tianjin mencoba menghibur temannya.


"Ya Li Jin, walaupun kau pria yang sudah menikah namun kau tetap teman kami maka tentu saja kami akan mengajakmu ke rumah Banmei. Kau tidak sebucin Lu Xiang kan?"


Lu Xiang tersenyum mendengar namanya disebut, ia menatap Li Jin santai. "Jangan merasa bersalah"


Tiga kata itu seperti titah penerima maaf yang datang langit di telinga Li Jin, rahangnya mengeras menahan rasa haru pada teman-temannya yang masih memilih berteman dengannya setelah apa yang dilakukan oleh adiknya.


"Terimakasih teman" Li Jin tidak berbalik dan hanya menjawab perkataan temannya lalu kembali melangkah sembari menarik Li Yueyin yang mulai sadar dan memberontak.


"Kak. Aku masih ingin mengatakan sesuatu pada kak Xiangg, jangan menarikku pulang!" Bagaimana mungkin ia membiarkan keadaan yang tidak berpihak padanya, inilah satu-satunya jalan agar ia masuk dalam fokus Lu Xiang!!!.


Li Jin tidak menjawab namun genggaman yang semakin kuat menunjukkan perasaan aslinya. Keduanya berjalan pulang dibawah pemberontakan Li Yueyin dan tatapan aneh orang-orang yang mereka lewati.


"Kau sudah pulang suamiku? Li Yueyin?!" Xiaowen yang sedang menyiapkan makan malam tertegun melihat raut wajah mengerikan suaminya dan tangisan Li Yueyin yang memberontak berusaha melepaskan diri dari genggaman Li Jin.


"Sakit kak!! kau menyakitiku!. Kenapa kau sekarang berubah kak?! Kau tidak lagi menyayangiku sebagai adikmu!!".  Li Yueyin mengelus pergelangan tangannya yang memerah akibat cengkeraman kuat kakaknya. Namun perkataan Li Jin membuatnya dan Xiaowen terkejut.


"Xiaowen, segera kemas barang-barang kita. Kau dan Yueyin akan tinggal di penginapan mulai besok". Li Jin lalu masuk ke kamar dan mengunci dirinya.


Ia melihat atap-atap rumah dan menghela napas berat dan panjang seolah ingin mengeluarkan segala beban dalam hatinya. Apa yang salah dengan edukasi keluarganya pada Li Yueyin sehingga gadis itu berbuat hal yang memalukan itu tanpa memikirkan konsekuensi apapun sebelumnya.


Apa karena mereka terlalu memanjakannya? Namun apa salah memanjakan satu-satunya anak perempuan di keluarga mereka? Di saat keluarga lain memanipulasi anak gadis mereka demi keuntungan keluarga, apa salah tidak berbuat hal yang sama?

__ADS_1


Berbagai pertanyaan berkecamuk di hati Li Jin membuat hatinya berat dan sesak, ia bahkan tidak mendengar ketukan kuat di pintu kamar dan suara Li Yueyin yang meminta maaf. Matanya menatap kosong merenungkan kesalahan dalam hidupnya.


&&&


Chen Xirang dan yang lainnya tidak berlama duduk santai di taman sembari menikmati wine Rosella setelah kepergian Li Jin. Mereka akhirnya mampir ke rumah Lu Xiang untuk mengambil botol wine dan kembali ke akademi. Kejadian sore tadi itu membuat mood mereka hilang untuk berkunjung ke Banmei.


"Apa Li Jin akan baik-baik saja?" Tanya Song Yuan khawatir.


"Aku tidak tau, aku hanya berharap bahwa pertemanan Lu Xiang dan Li Jin tidak renggang karena masalah adik Li Jin" Zhang Yunlei menghela napas panjang, ia tidak tau harus berbuat apa untuk membantu Li Jin dan menghibur Lu Xiang.


"Ha~ kau benar" Chen Xirang ikut mengeluh sedih.


"Kalian tidak perlu khawatir, Lu Xiang bukan orang yang akan menyalahkan orang lain karena perbuatan orang yang berhubungan dengan orang itu". Hibur Wang Tianjin.


"Aku berharap begitu".


Adelia yang tidak tau kronologis kejadian di taman menjadi bingung dengan pindah dadakan temannya. "Kalian ingin pindah kemana? Kenapa tidak tinggal disini saja? Bukankah aku sudah bilang kalau rumah yang kalian tempati kosong sebelumnya jadi jangan khawatir dan tinggallah selama yang kalian mau".


"Adelia. Keluargaku sudah banyak menyusahkanmu, lagipula Li Jin memutuskan untuk tinggal di asrama karena ingin lebih berkonsentrasi pada ujian yang akan datang sehingga tidak perlu tinggal disini. Kami mendapatkan penginapan murah yang dekat dengan Akademi, karena Li Jin tinggal di akademi maka aku harus tinggal di bagian luar kota Fucheng untuk mengantarkan makan malam untuk suamiku. Kau tau kan jam malam yang ketat di bagian dalam kota Fucheng, aku tidak bisa melakukannya jika tinggal di sini". 


Xiaowen berusaha membuat Adelia mengerti. Setelah tau masalah yang ditimbulkan oleh Li Yueyin, ia begitu membenci gadis itu yang selalu mendatangkan masalah dalam kehidupan rumah tangganya.


Adelia tidak tau harus menjawab apa karena penjelasan logis temannya, ia pun menatap suaminya berharap dapat menahan Xiaowen dan Li Jin untuk tetap tinggal di rumah mereka.


"Baiklah. Aku tidak bisa berbuat apapun jika kalian mengatakan itu. Li Jin, jika kau punya masalah katakan padaku. Aku akan membantumu jika aku bisa".


Li Jin tersenyum dan berterimakasih pada temannya, setelah berbincang tentang alamat Xiaowen yang akan menginap serta penginapan seperti itu, Li Jin dan Xiaowen berpamitan pada Lu Xiang dan Adelia. Mereka menerima saran Lu Xiang untuk mengantarkan mereka ke penginapan menggunakan kereta kuda milik teman mereka.

__ADS_1


Sepeninggal keluarga Li Jin, Adelia bertanya tentang kebingungannya pada Lu Xiang, ia tidak percaya dengan alasan yang diberikan oleh Xiaowen. Temannya baik-baik saja dan tidak sedikit pun membahas tentang kepergian mereka sebelumnya dan tiba-tiba pamit ingin pindah? Siapa yang akan percaya bahwa tidak terjadi sesuatu yang membuat mereka mengubah keputusan dalam sekejap.


Lu Xiang memeluk istrinya dan mulai menceritakan kejadian yang terjadi di taman kemarin sore. Sebelumnya ia tidak ingin Adelia tau karena ia merasa istrinya tidak perlu membuang waktunya memikirkan orang yang tidak signifikan seperti Li Yueyin namun keputusan Li Jin untuk pindah membuatnya terpaksa memberitahu istrinya.


Adelia terkejut, ia tidak menyangka bahwa kemarin terjadi hal besar yang tidak ia ketahui. "Jadi ada rumor tentangku yang menyebar di kota?"


Ia tidak tau tentang rumor tersebut karena Lu Mei dan Lu Yan tidak melaporkan apapun padanya tentang hal itu.


"Itu hanya rumor tidak jelas sayang. Kau tidak perlu khawatir, rumor itu sudah hilang karena orang-orang tidak percaya pada rumor berlebihan itu".


Adelia menghela napas panjang. "Aku hanya tidak mengerti kenapa Li Yueyin melakukan itu tanpa memikirkan kakaknya sedikitpun. Itu semua karena kau suamiku, kau terlalu tampan sampai membuat gadis seperti Li Yueyin bertindak tidak masuk akal"


Lu Xiang tertawa pasrah pada tuduhan istrinya, ia mengecup pipi Adelia dengan gemas. "Jika aku tidak tampan bagaimana mungkin kau akan jatuh cinta padaku hm? Lagipula bukankah kau juga tidak masuk akal ingin memotong Xiang junior kalau aku berbuat hal yang sama dengan Kang San?"


Napas Adelia tercekat, ia hampir tersedak oleh ludahnya sendiri dan berusaha untuk tidak tersenyum lucu. "Aku hanya bercanda. Salahkan grup teater yang mengambil serius bercandaanku".


"Hm~ benarkah? Tapi aku juga berpikir sepertiku. Jika Xiang junior tidak ada bagaimana bisa aku melayanimu di atas ranjang" Bisikan seksi serta napas hangat di telinga Adelia membuat tubuh wanita itu bergetar.


"Kau!!"


"Sayang, jangan berbohong. Katakan yang sejujurnya kau puas kan akan layananku?" Lu Xiang tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk menggoda Adelia.


Adelia mencoba menghindar namun bagaimana mungkin Lu Xiang membiarkannya. "Sayang, jawablah atau cium aku jika kau merasa puas".


Adelia berbalik dan menatap suaminya lalu mengalungkan kedua tangannya di leher Lu Xiang lalu menciumnya.


Bibir Lu Xiang terangkat naik, ia menatap raut wajah memerah Adelia dan memperdalam ciuman mereka.

__ADS_1


__ADS_2